Surah Ali Imran Ayat 104 : Bacaan, Terjemah, Mufradat dan Isi Kandungan

  • Whatsapp
Surah Ali Imran Ayat 104 : Bacaan, Terjemah, Mufradat dan Isi Kandungan


Surah Ali Imran Ayat 104 | Bacaan Surah Ali Imran Ayat 104 | Terjemah Surah Ali Imran Ayat 104 | Mufradat Surah Ali Imran Ayat 104 | Isi Kandungan Surah Ali Imran Ayat 104 |

Wislahcom | Referensi | : Bingung cari bahan referensi tentang ayat-ayat al-Qur’an yang menjelaskan tentang amal ma’ruf dan nahi munkar. Misalnya surah Ali Imran Ayat 104 yang menjelaskan tentang perintah untuk menyerukan kepada yang amal ma’ruf dan mencegah kepada yang nahi munkar.

Nah, bagaimana sih isi kandungan surah Ali Imran Ayat 104?



Simak penjelasan singkat tentang : Bacaan Surah Ali Imran Ayat 104, Terjemah Surah Ali Imran Ayat 104, Mufradat Surah Ali Imran Ayat 104 dan Isi Kandungan Surah Ali Imran Ayat 104.

Bacaan Surah Ali Imran Ayat 104

وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

Terjemah Surah Ali Imran Ayat 104

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung.”



Mufradat Surah Ali Imran Ayat 104

kepada yang ma’rufبِالْمَعْرُوْفِdan hendaklah adaوَلْتَكُنْ
dan mencegahوَيَنْهَوْنَdi antara kamuمِّنْكُمْ
dari yang munkarعَنِ الْمُنْكَرِsegolongan umatاُمَّةٌ
mereka orang-orangوَاُولٰۤىِٕكَ هُمُyang menyeru kepada kebijakanاِلَى الْخَيْرِ
yang berutungالْمُفْلِحُوْنَMenyuruhوَيَأْمُرُوْنَ

Isi Kandungan Surah Ali Imran Ayat 104

Ada beberapa hal yang harus dipahami dalam Surah Ali Imran Ayat 104, yaitu:

  1. Nilai-nilai Ilahiyah tidak boleh dipaksakan apalagi dengan cara-cara kekerasan. Tetapi harus disampaikan secara persuasif, lemah lembut dan santun dalam bentuk ajakan yang baik. Kekerasan atau intimidasi akan menjadikan wajah agama terlihat garang. Cara yang baik ini sangat penting untuk menampilkan keislaman yang raḥmatan lil’alamīn di bumi Indonesia.
  2. Menganjurkan berbuat kebaikan saja tidaklah cukup, tetapi harus dibarengi dengan menghilangkan sifat-sifat yang buruk. Siapa saja yang ingin mencapai kemenangan. maka ia terlebih dahulu harus mengetahui persyaratan dan taktik perjuangan untuk mencapainya, yaitu: kemenangan tidak akan tercapai melainkan dengan kekuatan baik lahir maupun batin.
  3. Hal-hal yang baik atau sewajarnya diperintahkan, demikian juga seharusnya dicegah. Baik yang memerintahkan dan yang mencegah akan bisa lebih efektif jika penguasa atau pemerintah bisa mengambil peran seara maksimal.

Related posts