Senam (Gymnastics) (Rangkuman Materi PJOK Kelas 9 SMP Kurikulum Merdeka)

Perkalian dan Pembagian Bilangan Desimal, Contoh dan Cara Menghitungnya (Rangkuman Materi Matematika SD/MI Kelas 4 Bab 16) Kurikulum Merdeka

Senam (Gymnastics) | Rangkuman Materi PJOK Kelas 9 | Bab 4 | SMP | Kurikulum Merdeka | Wislah Indonesia |

Senam (Gymnastics)

Sekilas Tentang Senam (Gymnastics)

Senam merupakan kegiatan utama yang sangat bermanfaat untuk mengembangkan komponen jasmani dan kemampuan gerak. Peserta didik dapat mengembangkan daya tahan otot, kekuatan, power, kelentukan, koordinasi, kelincahan, dan keseimbangan melalui berbagai jenis kegiatan senam.

Konsep dasar senam lantai atau senam ketangkasan adalah rangkaian gerakan tubuh yang terencana dan terstruktur dengan tujuan memperbaiki sikap dan bentuk badan, meningkatkan kesegaran jasmani, serta mengembangkan keterampilan dan kepribadian yang selaras. Namun, memahami definisi dan jenis-jenis senam bisa menjadi rumit karena beragam kategori yang ada.

Federation Internationale de Gymnastique (FIG), lembaga internasional yang mengawasi olahraga senam, mengelompokkan senam menjadi beberapa disiplin sebagai berikut:

1. Senam Artistik Putera (Men Artistic Gymnastics): Jenis senam yang menggabungkan aspek tumbling dan akrobatik untuk menciptakan efek artistik dari gerakan-gerakan yang dilakukan di lantai atau pada alat. Senam artistik putera hanya dilakukan oleh para pria.

2. Senam Artistik Puteri (Woman Artistic Gymnastics): Sama dengan senam artistik putera, namun dilakukan oleh para wanita. Selain itu, dalam senam artistik puteri, digunakan musik sebagai pengiring pada nomor perlombaan senam lantai.

3. Senam Ritmik (Rhythmic Gymnastics): Jenis senam yang khusus dilakukan oleh wanita dengan memadukan gerakan tubuh seperti melompat dengan perubahan tempat mendarat, berputar pada satu kaki, keseimbangan, dan kelentukan dengan iringan musik tanpa lirik atau sound effect lain. Pada perlombaan senam ritmik, digunakan pita, gada, bola, simpai, dan tali.

4. Senam Akrobatik (Acrobatic Gymnastics): Jenis senam tertua yang mengandalkan kekuatan dan tenaga penuh untuk menampilkan gerakan-gerakan dengan tingkat kesulitan tinggi. Senam akrobatik memerlukan kerja sama antara pasangan dan grup untuk menunjukkan keseimbangan statik dan dinamik.

5. Senam Aerobik (Aerobic Gymnastics): Jenis senam yang merupakan pengembangan dari senam aerobik kebugaran. Latihan senam aerobik melibatkan tarian dasar aerobik yang dipadukan dengan gerakan-gerakan akrobatik yang sulit.

6. Senam Trampolin (Trampoline): Bentuk latihan yang dilakukan di atas lantai pantul atau trampolin. Pesenam melakukan berbagai gerakan sulit dengan memanfaatkan pantulan dari trampolin.

7. Senam Umum (General Gymnastics): Segala jenis senam di luar keenam jenis senam sebelumnya masuk ke dalam kategori senam umum. Termasuk di dalamnya senam aerobik, senam pagi, Senam Kesegaran Jasmani (SKJ), senam wanita, dan lainnya.

Dengan adanya beragam jenis senam ini, para peserta dapat memilih dan mengembangkan kemampuan sesuai dengan minat dan kebutuhan masing-masing. Senam menjadi olahraga yang kaya akan variasi dan memberikan kontribusi besar bagi pengembangan fisik dan keterampilan individu.

Jenis Variasi dan Kombinasi Gerak Spesifik dalam Aktivitas Senam dan Cara Melakukannya

a. Handstand

Handstand adalah gerakan berdiri pada kedua tangan. Langkah-langkah untuk melakukan handstand adalah sebagai berikut:

1) Berdiri tegak dengan salah satu kaki dilangkahkan ke depan.

2) Bungkukkan badan, tumpukan kedua lengan lurus ke matras selebar bahu, pandangan sedikit ke depan, kaki depan agak ditekuk, dan kaki belakang diangkat lurus ke atas.

3) Ayunkan kaki belakang diikuti oleh kaki lainnya.

4) Rapatkan kedua kaki membentuk satu garis lurus dengan lengan, badan, dan kaki.

b. Berguling (Roll) Depan

Gerakan berguling ke depan dimulai dari posisi jongkok atau berdiri tegak dengan kedua kaki rapat. Kedua tumit diangkat, telapak tangan sejajar dengan bahu, dan diletakkan di depan badan sekitar 30-40 cm dari ujung kaki. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir cidera pada pergelangan tangan. Pandangan diarahkan ke depan.

c. Lompat Harimau (Dive Roll)

Teknik dasar gerakan lompat harimau hampir mirip dengan teknik guling depan. Perbedaannya terletak pada gerakan menolak ke atas sebelum melakukan guling. Langkah-langkah dalam melakukan lompat harimau adalah sebagai berikut:

1) Persiapan: Berdiri atau jongkok menghadap ke arah gerakan dan matras, pandangan ke arah depan (matras), dan kedua lengan di samping badan.

2) Pelaksanaan: Berjalan cepat atau berlari menuju matras dengan 3-5 langkah. Pada langkah terakhir, menumpu kedua kaki dan meloncat ke depan atas sambil luruskan kedua lengan ke depan atas. Saat melayang di udara, mendarat pada matras dengan kedua telapak tangan dan cepat-cepat tekuk kedua sikut. Kepala dimasukkan di antara kedua lengan hingga pundak menempel pada matras.

3) Sikap akhir: Bentuk tubuh menjadi bulatan dan dilanjutkan dengan sikap berdiri, kedua kaki rapat, kedua lengan lurus ke atas, serta pandangan ke depan.

d. Sikap Kapal Terbang (Sagittal Scale)

Dalam posisi membungkukkan badan ke depan, angkat salah satu kaki ke belakang hingga badan dan kaki membentuk satu garis lurus. Luruskan kedua lengan ke samping, angkat kepala, buka dan busungkan dada. Sikap ini ditahan selama 6-8 hitungan. Jika posisi ini dapat dilakukan dengan baik, latihan berikutnya dapat mencoba mengangkat tumit setinggi mungkin. Sikap ini ditahan selama 6-8 hitungan.

Dengan menguasai berbagai gerak spesifik dalam senam, peserta dapat meningkatkan kemampuan fisik dan keterampilan gerak tubuh secara keseluruhan. Latihan yang tepat dan konsisten akan membantu mencapai hasil yang maksimal dalam aktivitas senam ini.

Related posts