Sejarah Desa Kemlaka Kabupaten Cirebon (Sejarah, Asal Usul dan Profil)

Sejarah Desa Kemlaka Kabupaten Cirebon

Sejarah Desa Kemlaka | Asal Usul Desa Kemlaka | Profil Desa Kemlaka | Kabupaten Cirebon |

Sejarah Desa Kemlaka Kabupaten CIrebon (Sejarah, Asal Usul dan Profil) Lengkap

Bahwa pada abad XV merupakan tonggak sejarah bagi perkembangan pemerintahan di Nusantara khususnya di Pulau Jawa, oleh karena pada abad ini pembentukan kerajaan Islam mulai terwujud.. Lahirnya kerajaan Islam di Jawa tidak terlepas dari peran perjuangan para wali, dalam cara pengembangannya dilakukan melalui beberapa aspek kehidupan masyarakat, seperti pembentukan Keraton Pakungwati (sekitar tahun 1977) sebagai pusat Kerajaan Islam Cirebon yang terlepas dari pengaruh kekuasaan Pajajaran. Berdasarkan catatan sejarah pada masa kerajaan Pajajaran diwilayah Cirebon, berdiri kerajaan kecil antara lain Saunggalah Kuningan, Talagamanggung dan Rajagaluh Majalengka, Wanagiri Palimanan, Surantaka Kapetakan, Singapura di Astana dan Japura di Astanajapura yang rajanya diangkat oleh Maharaja Pajajaran.

Pada akhir masa kejayaan Pajajaran disekitar Pantai Utara atau wilayah Timur Pajajaran bermunculan pemukiman – pemukiman penduduk yang selanjutnya berkembang menjadi pedukuhan/desa. Salah satu Pedukuhan itu adalah Kemlaka yang wilayahnya meliputi Kemlaka Gede dan sebagian Desa Pilangsari sekarang, yang dibuka oleh Raden Mas Zakaria atau Ki Gede Buyut Raden Kemlaka (Ki Gede Kemlaka) yang bergelar Ki Muntalarasa. Nama Kemlaka berasal dari nama pohon sejenis cireme/ciremai yang awalnya banyak tumbuh diwilayah ini. Buahnya kecil namun rasanya agak masam dan sepat, saat ini Kemlaka termasuk Pohon langka dan sulit di jumpai Desa Kemlaka.

Kemlaka merupakan sebuah wilayah strategis sehingga dalam perjalanan sejarahnya berhasil menorehkan prestasi yang timelegenda seperti dak kecil bagi perkembangan Kerajaan Islam Cirebon melalui tokoh – tokohnya yang sangat melegenda seperti Ki Buyut Muji dan Ki Layaman disamping Ki Buyut Kemlaka.Wilayah Kemlaka yang sebelumnya merupakan sebuahpedukuhan biasa menjadi wilayah administratif dalam lingkungan Kerajaan Islam.Disebelah Timurnya adalah pedukuhan Tedeng yang dipimpin oleh Ki Gede Tedeng yang terkenal dengan displin keprajuritannya.

Raden Mas Zakaria (Ki Buyut Kemlaka) banyak berjasa dalam perkembangan Kerajaan Islam Cirebon, sehingga untuk menghormati jasa – jasanya peristirahatn terakhirnya ditempatkan dilingkungan Astana Gunung Jati Cirebon berdekatan dengan makam Ki Gede Pilang dan Ki Gede Dawuan.

Ki Buyut Kemlaka juga merupakan prajurit dan pemimpin perang yang gagah berani. Pada saat Kerajaan Islam Cirebon sebagian besar bekas wilayah Kerajaan Pajajaran sekitar tahun 1529, tidak sedikit tantangan dan gangguan yang menghadang seperti serangan sporadic yang dilakukan Prabu Pucuk Umum (Arya Salingsingan), Raja Talagamanggung yang setia terhadap Pajajaran. Dengan mengerahkan berbagai kekuatan ia berupaya menjatuhkan kekuasaan Kerajaan Cirebon, akan tetapi berkat kemampuan para prajurit dan pimpinan padukuhan, serangan tersebut dipatahkan.

Ki Buyut Kemlaka bersama Ki Gede Tedeng berhasil mengusir kekuatan lawan, sehingga lawan tidak dapa menyerang pusat kerajaan.Prabu Pucuk Umun dengan senjata pusakanya tombak “Ki Cuntangbarang” dapat dikalahkan dan dipukul mundur.

Ki Buyut Kemlaka adalah tokoh yang memiliki agama yang tinggi.Pemahamannya terhadap ajaran kesufian yang bersumber dari ilmu tarekat menempatkannya pada kedudukan yang terhormat, sehingga Ki Buyut Kemlaka memperoleh gelar Muntalarasa, artinya orang yang memiliki keistimewaan di dalam mengolah atau mencerna rasa.

Keistimewaan ini adalah simbol pengendalian hati (qalbu) didalamnya mengandung unsur rasa nafsu dan roh sebagai sumber yang menggerakkan sikap dan perilaku manusia sehari – harinya.Dengan kemampuan mencerna rasa dalam pengertian spiritual ini, maka Ki Gede Kemlaka terkenal sebagai seorang pemimpin yang arif dan bijaksana. Sesuai dengan pepatah “desa mawa cara, bumi mawa ciri” keteladanan Ki Kemlaka senantiasa tercermin dalam kehidupan masyarakatnya dari generasi ke generasi.

Kehidupan keagamaan di Desa Kemlaka pada saat ini terus tumbuh sejalan dengan perkembangan masyarakatnya.Setiap tahun jumlah angkatan mudanya banyak mengikuti pendidikan di pesantren – pesantren.Begitu juga dengan bertebarnya mushalla tempat mengaji dan kegiatan kemasyarakatan yang terus terpelihara, sejalan dengan semakin berkembangnya jemaah – jemaah pengajian (majlis taklim) yang di kelola dan digerakkan masyarakat sendiri.

Related posts