Sejarah Desa Kaliwedi Kabupaten Cirebon (Sejarah, Asal Usul dan Profil)

Sejarah Desa Desa di Indonesia

Sejarah Desa Kaliwedi | Asal Usul Desa Kaliwedi | Profil Desa Kaliwedi | Kabupaten Cirebon |

Sejarah Desa Kaliwedi Kabupaten Cirebon (Sejarah, Asal Usul dan Profil) Lengkap

Berdasarkan dari sumber data Desa Kaliwedi Kidul, konon ceritanya Ki Pulan Putra dari Prabu Siliwangi menuju kawasan hutan yang di dalamnya terdapat sebuah sungai yang penuh dengan pasir untuk babat hutan dan dijadikan “KALIWEDI”, “Kali” artinya sebuah sungai, dan “Wedi” dalam bahasa jawa yaitu pasir. Ia kemudian dikenal dengan nama Ki Gede Kaliwedi, disamping Gelar Ki Gede Kaliwedi Ki Pulan banyak memiliki gelar dan julukan, konon ia mempunyai sebutan hingga 101 nama diantaranya seperti Ki Surya Angkasa, Ki Tulus, Ki Jopak, Ki Agus.

Ki Gede Kaliwedi memiliki akhlak budiman, bijaksana, rendah hati, selain itu Ki Gede Kaliwedi juga berpenampilan sederhana dengan berlambangkan wayang semar.

Sekelompok Musafir Islam membabat hutan untuk membuat pendukuhan untuk melakukan syiar Islam, dalam ceramahnya kalimat syahadat sebagai syarat masuk Islam.

Saat itu syahadat terdiri dari dua kalimat, Kali dan Wedi: Takut meninggalkan barang kang loro/ kali, kali: dua dan wedi: takut.

Musafir Islam yang menjadikan pedukuhan, hutan itu diberi nama Kaliwedi yang berasal dari kata KALIWEDI. Kali mempunyai dua pengertian yaitu :

  1. Kali: dua (bahasa jawa), yaitu dua kalimat syahadat (syahadatain). Yaitu kalimat yang menjadi dzikiran/ wiridan Musafir tersebut.
  2. Kali: dua, dengan pengertian bahwa kita selaku manusia harus mempunyai keseimbangan yaitu dua sisi yang harus seimbang “lahir dan bathin, dunia akhirat serta iptek dan imtaq”, yang keduanya harus seimbang.
  3. Wedi: takut (bahasa jawa), yaitu takut berbuat salah, dosa, dan tidak merugikan dan membuat sakit hati orang lain.

Jadi nama Kaliwedi mengandung makna bahwa setiap manusia harus meyakini, mendalami dan mengamalkan ajaran yang terkandung dalam dua syahadat dan al-Qur’an.

Ki Gede Kaliwedi mempunyai keyakinan bahwa jika seseorang ingin mencapai hidup bahagia dan hakiki, maka harus selalu membaca dan mempelajari atau mengkaji dua hal yaitu hal duniawi dan ukhrowi (dunia dan akhirat), lahir dan bathin. Keduanya harus seimbang, sehingga manusia akan memiliki dan menguasai Iptek dan Imtaq.

Di saat berkembangnya ajaran akhlak dampak dari dua (kali) perbuatan yang berlawanan saat itu pula dia dijuluki nama Syekh Mangku Jati, mengajarkan tentang manusia mencari jati diri.

Nama Kepala Desa dan Masa Jabatan

  1. H.abu bakar 1860 – 1881
  2. Masjani 1881 – 1899
  3. H.abdul gani 1899 – 1922
  4. Randam 1822 – 1934
  5. Madi 1934 – 1939
  6. Casmita 1939 – 1942
  7. Rusdi 1942 – 1947
  8. Radimah 1947 – 1948
  9. Sureni 1948 – 1960
  10. H.hasyim 1960 – 1980
  11. M chozim 1981 – 1984
  12. Asnanudin 1988 – 1994
  13. Sentono 1995 – 2003
  14. M . Tokhid 2003 – 2012
  15. Adnan 2013 – …..

Related posts