4 Pengertian Likuiditas, Tujuan Macam, Pendekatan, Indikator, dan Faktor yang Mempengaruhinya

  • Whatsapp
Pengertian Likuiditas, Tujuan Macam, Pendekatan, Indikator, dan Faktor yang Mempengaruhinya




Pengertian Likuiditas Menurut Para Ahli Adalah | Tujuan Rasio Likuiditas  | Macam Macam Rasio Likuiditas | Pendekatan Likuiditas | Indikator Likuiditas | Faktor yang Mempengaruhi Likuiditas |  

Pengertian Likuiditas Menurut Para Ahli

Berikut adalah beberapa definisi Likuiditas menurut para ahli yang kami kutip dari berbagai sumber:

  1. Menurut Kasmir, Likuiditas adalah rasio untuk menunjukkan atau mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajibannya yang sudah jatuh tempo, baik kewajiban kepada pihak luar perusahaan (likuiditas badan usaha) maupun di dalam perusahaan (likuiditas perusahaan).
  2. Menurut Munawir, Likuiditas menunjukan kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya yang harus segera dipenuhi, atau kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangan pada saat ditagih.
  3. Menurut Van Horne dan Wachowicz, likuiditas adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Rasio ini membandingkan kewajiban jangka pendek dengan sumber daya jangka pendek (aktiva lancar) yang tersedia untuk memenuhi kewajiban jangka pendek tersebut.
  4. Menurut Mamduh M. Hanafi dan Halim, likuiditas adalah rasio likuiditas adalah kemampuan likuiditas jangka pendek perusahaan dengan melihat besarnya aktiva lancar relatif terhadap utang lancarnya.

8 Tujuan Rasio Likuiditas

Berikut adalah penjelasan tentang tujuan rasio likuiditas:



  • Untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar kewajiban jangka pendek.
  • Untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar kewajiban jangka pendek tanpa memperhitungkan persediaan.
  • Untuk mengukur atau membandingkan antara jumlah persediaan yang ada dengan modal kerja perusahaan.
  • Untuk mengukur seberapa besar uang kas yang tersedia untuk membayar utang.
  • Untuk mengukur seberapa besar perputaran kas.
  • Sebagai alat perencanaan kedepan, terutama yang berkaitan dengan perencanaan kas dan utang.
  • Menjadi alat pemicu bagi pihak manajemen untuk memperbaiki kinerjanya.
  • Sebagai alat bagi pihak luar terutama yang berkepentingan terhadap perusahaan dalam menilai kemampuan perusahaan agar dapat meningkatkan saling percaya.
Baca Juga :   Insan Kamil : Pengertian dan Ciri

4 Macam (Jenis) Rasio Likuiditas

Berikut adalah penjelasan tentang macam (jenis) rasio likuiditas:



Rasio Lancar (Current Ratio)

Rasio ini dihitung dengan cara membagi nilai aktiva lancar dengan utang lancar. Semakin besar hasil nilai rasio maka akan semakin lancar perusahaan untuk memenuhi kewajibannya.

Rasio Cepat (Quick Ratio)

Rasio cepat adalah selisih aktiva lancar dengan inventory terhadap utang lancar. Rasio cepat dihitung dengan cara membagi nilai aktiva lancar setelah dikurangi nilai inventory kemudian dibagi dengan utang lancar. Semakin besar rasio cepat, maka akan semakin cepat perusahaan bisa memenuhi semua kewajibannya.

Rasio Kas (Cash Ratio)

Rasio kas adalah antara nilai uang kas terhadap utang lancar. Rasio kas dihitung dengan cara membagi nilai kas dengan utang lancar. Semakin besar rasio kas, maka akan semakin mudah perusahaan untuk membayar utang- utanngnya.

Rasio Perputaran kas (Cash Turnover Ratio)

Rasio perputaran kas adalah nilai penjualan bersih terhadap modal kerja bersih. Rasio Perputaran Kas dihitung dengan cara membagi nilai penjualan bersih dengan modal kerja bersih. Artinya seberapa besar nilai penjualan yang didapat untuk modalkerja yang dimiliki perusahaan

Baca Juga :   LGBT : Pengertian, Dasar Hukum Larangan, Faktor, Dampak dan Cara

2 Pendekatan Likuiditas

Berikut adalah penjelasan tentang pendekatan likuiditas:



Assets Management

Assets management (pengelolaan kekayaan) adalah pengelolaan kekayaan yang digunakan untuk alokasi dana/kekayaan untuk berbagai alternatif investasi. Dalam pengelolaan kekayaan ini ada berbagai pendekatan yaitu:

  • The pool of founds, Pengelolaan kekayaan dengan pendekatan ini adalah dengan mengumpulkan semua sumber kekayaan menjadi satu dan diperlakukan sebagi sumber dana tunggal tanpa membedakan sumber dananya.
  • The asset-alocation, Pada pendekatan ini semua jenis sumber dana dikumpulkan menjadi satu tetapi masing-masing sumber dana dipertimbangkan sifatnya, tidak menjadi satu sumber dana tunggal. Alokasi dana ini berkaitan dengan masing-masing sumber dana, untuk sumber dana yang tingkat perputarannya tinggi maka likuiditasnya juga tinggi.
  • Commercial loan theory, Penekanan pada pendekatan ini adalah pada pinjaman jangka pendek dan bersifat self-liquidating. Seorang pengusaha meminjam dana dari bank untuk mengahasilkan barang yang bisa dijual dan dari kelebihan penjualan tersebut pengusaha mampu mengembalikan pinjaman bank.  
  • Shiftability theory, Teori ini mempunyai asumsi bahwa likuiditas bank bisa dipelihara jika kekayaan yang dipegang bisa digeser menjadi benutuk kekayaan yang lain. Konsep ini telah menggeser fokus sumber likuiditas dari pinjaman ke surat berharga.
  • Dectrine of anticipated income, Teori ini mengakui bahawa pinjaman tidak selalu self-liquidating dan juga mengemukakan bahwa likuiditas bank dipengaruhi oleh batas waktu pinjaman.

Liability Management

Liability management (pengelolaan utang) adalah suatu proses dimana bank berusaha mengembangkan sumber-sumber dana yang non tradisional melalui pinjaman di pasar uang atau dengan menerbitakan instrumen utang untuk digunakan secara menguntungkan terutama untuk memenuhi permintaan kredit.

Baca Juga :   Biografi Singkat Muhammad Abduh : Profil, Pendidikan, Karya dan Pemikiran

2 Indikator Likuiditas

Berikut adalah penjelasan dari Herman Darmawi dalam bukunya “Manajemen Perbankan”, tentangIndikator Likuiditas:

Konsep Persediaan

Untuk mengukur likuiditas dan sudut pandang persediaan,orang harus membandingkan jumlah aset yang likuid dengan kebutuhan likuiditas yang diperkirakan ini merupakan konsep likuiditas yang agak sempit karena konsep ini tidak mempertimbangkan bahwa likuiditas dapat diperoleh dari pasar kredit dan arus pendapatan.

Konsep Arus

Melihat likuiditas dari pendekatan arus, orang memperhatikan tidak hanya kesanggupan untuk mengubah aset menjadi likuid tapi kesanggupan bank itu untuk meminjam dan memperoleh uang tunai dari hasil oprasinya. Suatu standar likuiditas sulit untuk ditentukan, karena permintaan masa depan tidak diketahui secara pasti. Untuk memperoleh penilaian yang wajar atas posisi likuiditas bank diperlukan:

  • Suatu ramalan kebutuhan uang tunai yang tepat
  • Tingkat aset likuid yang diperkirakan
  • Arus penerimaan uang tunai selama jangka waktu tertentu

8 Faktor yang Mempengaruhi Likuiditas

Berikut adalah penjelasan dari Totok Budi Santoso dan Sigit Triandaru dalam bukunya “Bank dan Lembaga Keuangan Lain” tentang faktor yang mempengaruhi likuiditas:

  • Aktiva likuid kurang dari 1 bulan dibandingkan pasiva likuid kurang dari 1 bulan
  • I- month maturity mismatch ratio.
  • Rasio pinjaman terhadap dana pihak ketiga (loan to deposit ratioLDR)
  • Proyeksi arus kas 3 bulan mendatang
  • Ketergantungan pada dana antar bank dan deposan inti
  • Kebijakan dan pengelolaan likuiditas (assets and lialibilities management-ALMA)
  • Kemampuan bank untuk memperoleh akses kepada pasar uang, pasar modal, atau sumber pendanaan lainnya.
  • Stabilitas dana pihak ketiga (DPK)





Related posts