10 Penelitian Tentang Kenakalan Remaja, Referensi Penelitian Relevan (Terdahulu) Proposal, Skripsi, Tesis, Disertasi dan Jurnal Ilmiah

Penelitian Tentang Kenakalan Remaja

Penelitian Tentang Kenakalan Remaja | Kualitatif | Kuantitatif | Penelitian Relevan (Terdahulu) | Proposal Penelitian | Skripsi | Tesis | Disertasi | Jurnal Ilmiah | Hasil Penelitian |

Di bawah ini adalah sejumlah Penelitian Tentang Kenakalan Remaja yang diambil dari beberapa kampus di Indonesia. Penelitian tersebut menggunakan berbagai macam metode dan pendekatan penelitian, sehingga untuk kamu yang sedang mencari informasi tentang penelitian dengan tema serupa punya banyak pandangan.

Kumpulan Penelitian Tentang Kenakalan Remaja, sangat bermanfaat sebagai sumber penulisan “penelitian relevan” (atau penelitian terdahulu) yang ada dalam proposal penelitian, agar penelitian yang akan dilakukan dapat menemukan hasil penelitian terbaru.

10 Penelitian Tentang Kenakalan Remaja

Faktor Penyebab Tergabungnya Remaja Kota Bandung dalam Komunitas Kenakalan Remeja

Dalam astraksi terdapat informasi ini:

Kenakalan remaja merupakan hal yang tidak jarang kita temui saat ini. Kenakalan remaja pun tak urung timbul dari sebuah komunitas remaja. Tawuran antar pelajar dari komunitas-komunitas di sekolah, ugal-ugalan di jalan raya, berpesta minuman keras adalah sebagian contoh dari tindakan kenakalan remaja dalam komunitas. Kenakalan remaja tersebut dapat terjadi dari pengaruh suatu komunitas. Remaja di Kota Bandung sudah sangat akrab dengan budaya yang mengharuskan seorang remaja masuk ke dalam komunitas. Akibatnya, Kota Bandung terkenal dengan komunitas antar sekolah untuk para remaja, komunitas geng motor dan komunitas lainnya. Sayangnya banyak pandangan negatif karena biasanya komunitas remaja sering melakukan tindak kenakalan dan tak jarang meresahkan lingkungan serta masyarakat sekitar. Padahal sudah cukup diakui secara global adanya tindak kenakalan remaja disebabkan faktor-faktor tertentu. Jika sudah banyak penelitian yang mencari faktor penyebab adanya tindak kenakalan remaja, penelitian ini lebih memfokuskan kepada faktor faktor penyabab masuknya remaja dalam komunitas yang sering melakukan tindak kenakalan remaja. Dengan cara observasi langsung dan wawancara mendalam dengan anggota komunitas yang terkenal sering melakukan tindak kenakalan, diharakpakn penelitian ini dapat menyimpulkan fakor penyebab yang mendukung remaja bergabung. Faktor penyebab remaja bergabung dalam sebuah komunitas kenakalan remaja, diyakini mempunyai dua faktor penentu yaitu faktor pendorong dan faktor penarik.

Pengaruh Mass Media terhadap Kenakalan Remaja Ditinjau dari Psikologi Kriminal

Dalam astraksi terdapat informasi ini:

Saat ini apabila kita dihadapkan pada perkataan komunikasi maka perhatian orang terfokus pada pengertian komunikasi massa, yaitu penyampaian informasi kepada masyarakat melalui mass media yang perangkatnya terdiri dari : pers, film, radio, televise dan lain – lain. Sistim komunikasi melalui media massa merupakan komunikasi yang sangat dibutuhkan manusia , karena tanpa komunikasi manusia sebagai makhluk social menjadi tidak sempurna, dengan adanya media massa dengan sendirinya informasi lebih cepat disampaikan kepada khalayak ramai.Mass media khususnya media telivisi merupakan salah satu media elektronik dapat dilihat atau ditonton dilakangan masyarakat, terutama dikalangan remaja, baik sebagai hiburan dan ilmu pengetahuan. Perlu dilakukan pengawasan khususnya telivisi dapat mempengaruhi tingkah laku / kenakalan remaja, sehingga tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui sejauhmana pengaruh mass media telivisi dengan kenakalan remaja serta penanggulangannya dari psikologi kriminal.Perkembangan era globalisasi dan media massa saat ini menimbulkan kekhawatiran yang mengakibatkan dampak negatif pada remaja, sehingga tingkat kenakalan remaja menjadi meningkat.Penelitian ini dilakukan dengan metode normatif, dengan mengkaji data sekunder berkaitan dengan Mass Media Pengaruhnya terhadap Kenakalan Remaja ditinjau dari Psikologo Kriminal yang dalam pembahasan ini penulis membahas dua permasalahan yaitu : 1. Sejauh mana pengaruh Mass Media terhadap Kenakalan Remaja, 2. Bagaimana penanggulangan Kenakalan Remaja dari Psikologi Kriminal.Berdasarkan analisis kajian dari dua permasalahan diatas, pertama pengaruh mass media terhadap anak remaja merupakan hal yang sangat peka dan memerlukan pemikiran yang serius untuk menanggulangi segala akibat yang dapat merugikan perkembangan jiwa remaja serta dapat mempengaruhi kepribadian remaja.Kedua, Psikologi Kriminal merupakan tingkah laku manusia dibidang kejahatan berkaitan dengan kenakalan remaja merupakan bentuk dari segala tingkah laku remaja yang pada umumnya disebut kenakalan remaja yang sebagian lagi telah memenuhi unsur kejahatan atau tindak pidana, untuk itu perlu penanggulangan baik dari masyarakat , bangsa dan negara, sehingga diharapkan kesadaran remaja dimasa yang akan datang, karena ditangan merekalah menjadi kader kader bangsa yang mengisi pembangunan ditengah-tengah masyarakat.

Dampak Perceraian terhadap Kenakalan Remaja

Dalam astraksi terdapat informasi ini:

Secara umum, faktor penyebab munculnya kenakalan remaja adalah alasan keluarga yang disebabkan oleh perceraian, kedua orang tua dan faktor berikutnya adalah faktor lingkungan yang dipengaruhi oleh teman bermain dan lingkungan di sekitar tempat tinggal. Media juga memiliki peran untuk menyebabkan kenakalan remaja. Untuk meminimalkan kenakalan remaja yang perlu dilakukan adalah menegakkan aturan, mendengarkan keluhan remaja, memberikan perhatian kepada remaja, memberikan motivasi kepada remaja dan menemani dan bermain dengan kegiatan remaja yang mereka nikmati.

Pengaruh Pelatihan Manajemen Stres Supernol Terhadap Penurunan Kecenderungan Kenakalan Remaja

Dalam astraksi terdapat informasi ini:

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Pelatihan Manajemen Stress Supernol, dalam mengurangi tindak kecenderungan kenakalan remaja. Subyek penelitian terdiri dari lima belas orang partisipan, yang berusia antara lima belas hingga delapan belas tahun, dan memiliki kategori sedang hingga tinggi pada skor kecenderungan kenakalan remaja. Penelitian ini menggunakan Skala Kecenderungan Kenalakan, untuk mengukur tingkat kecenderungan kenakalan partisipan. Teknik analisis satistik yang digunakan adalah non parametrik, yaitu Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil  menunjukkan  bahwa  Pelatihan  Manajemen  Stress  Supernol  terbukti  dapat  mengurangi kecenderungan kenakalan partisipan, dengan Z= -3,233 (p<0,001) pada pengukuran antara pre-test dan post-test, danZ=-2,442 (p<0,015), pada pengukuran antara post-test dan follow-up.

Komunikasi Interpersonal Orang Tua dalam Mengatasi Kenakalan Remaja Geng Motor di Kota Medan

Dalam astraksi terdapat informasi ini:

Penelitian yang berjudul Komunikasi Interpersonal Orang Tua Dalam Mengatasi Kenakalan Remaja Geng Motor Di Kota Medan (Studi Deskriptif Pada Masyarakat Lingkungan XXI Kelurahan Sei Sikambing B Kecamatan Medan Sunggal) bertujuan untuk (1) mengetahui bagaimana komunikasi interpersonal orang tua dalam mengatasi kenakalan remaja geng motor di Kota Medan, (2) mengetahui kenakalan apa saja yang dilakukan remaja geng motor di Kota Medan, (3) mengetahui upaya masyarakat dan orang tua dalam mengatasi kenakalan remaja geng motor di Kota Medan.Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan studi deskriptif. Teknik pengumpulan datanya adalah wawancara, observasi, dokumentasi dan kajian pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peranan komunikasi yang dilakukan orang tua kepada anak remaja geng motor. hanya saja orang tua kurang mengawasi apa saja aktivitas yang dilakukan para remaja geng motor ketika berada diluar rumah yang berujung tindakan kriminal. Tipe keluarga dalam penelitian ini adalah tipe keluarga pluralistik dimana keluarga yang sangat sering melakukan percakapan namun memiliki kepatuhan yang rendah.

Pusat Rehabilitasi Kenakalan Remaja di Manado. Arsitektur Perilaku

Dalam astraksi terdapat informasi ini:

Pusat Rehabilitasi Kenakalan Remaja adalah suatu Fasilitas yang menyediakan suatu sarana bagi para remaja yang memiliki masalah – masalah sosial di masyarakat dimana keadaan sosial di masyarakat terlebih pada kisaran umur remaja di Kota Manado sekarang menjadi suatu masalah yang perlu ditanggapai dan memerlukan suatu Fasilitas yang memfasilitasi kegiatan rehabilitasi yang diperlukan bagi masyarakat. Tujuan perancangan Pusat Rehabilitasi Kenakalan Remaja ini adalah untuk mendesain suatu sarana bangunan yang dapat mengubah perilaku sosial para remaja di Kota Manado dengan desain – desain bangunan yang menerapkan konsep tema Arsitektur Perilaku. Dalam melaksanakan tahapan proses perancangan dimulai dari metode pengumpulan data berupa studi literatur dan studi komparasi, lalu dianalisis dan kemudian akan menghasilkan konsep perancangan. Tema yang digunakan sebagai pendekatan perancangan, ditransformasikan sehingga menjadi bentuk massa bangunan dengan proses feedback atau proses adanya suatu tanggapan Balik dalam data- data yang diperiksa dan dianalisis sesuai dengan perancangan. Dengan demikian Pusat Rehabilitasi untuk para remaja di Kota Manado sebagai suatu solusi perancangan dalam menanggapi permasalahan sosial yang terjadi di kalangan remaja di Manado dengan hasil akhir penerapan tematik pada konsep dan menghasilkan gambar pra desain berupa siteplan, layout, denah bangunan, tampak bangunan, interior dan eksterior bangunan yang menerapkan tema arsitektur perilaku pada desain bangunan.

Penerapan Strategi Pengelolaan Diri (Self Management) untuk Mengurangi Kenakalan Remaja Korban Broken Home

Dalam astraksi terdapat informasi ini:

Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji keefektifan penerapan strategi pengelolaan diri untuk menurunkan tingkat kenakalan remaja dari keluarga broken home pada siswa MTs Radenpaku Wringinanom Gresik. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian quasi experimental design &nbsp;dengan nonequivalent control group design. Subjek penelitian ini adalah 14 siswa kelas VIII B MTs Radenpaku Wringinanom Gresik yang dipilih dengan tekhnik purposive yang memiliki skor kenakalan tinggi, ke-14 subjek tersebut dibagi menjadi dua kelompok, yaitu 7 siswa dalam kelompok eksperiment dan 7 siswa dalam &nbsp;kelompok kontrol melalui tekhnik random. Data penelitian dikumpulkan melalui angket kenakalan dan dianalisis secara statistik. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistic nonparametric dengan menggunakan Uji Jumlah Jenjang Wilcoxon. Dari hasil analisis data berdasarkan Uji Jumlah Jenjang Wilcoxon, menunjukkan bahwa n1= n2= 7. Dari tabel nilai R diperoleh R0,05 = 36 dan R0,01 =32 . Pada &alpha; = 0,05 ternyata R = 28 &lt; R0,05 = 36 , maka diputuskan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini berarti hipotesis penelitian yang berbunyi &ldquo;Skor kenakalan remaja korban broken home antara kelompok siswa yang dibantu dengan strategi pengelolaan diri (self management) menurun secara signifikan dibandingkan dengan kelompok siswa yang dibantu dengan metode konvensional&rdquo; dapat diterima. Penelitian ini juga membuktikan bahwa kelompok subjek eksperimen mengalami penurunan yang lebih signifikan dalam tingkat kenakalan dibandingkan kelompok control, ini berate bahwa Strategi pengelolaan diri efektif untuk menurunkan kenakalan remaja korban broken home.

Pengenalan dan Pencegahan Kenakalan Remaja (Adult Delicuency) melalui Psikoedukasi Keluarga

Dalam astraksi terdapat informasi ini:

Kenakalan remaja adalah kecenderungan remaja untuk melakukan tindakan yang melanggar aturan yang dapat mengakibatkan kerugian dan kerusakan baik terhadap dirinya sendiri maupun orang lain. Melalui keluarga psikoedukasi dapat dilaksanakan, psikoedukasi keluarga merupakan salah satu bentuk intervensi yang dapat diberikan kepada keluarga yang mempunyai anggota keluarga dengan masalah kesehatan fisik yang berdampak pada mental emosional keluarga hingga menimbulkan munculnnya masalah psikososial. Tujuan utama dari terapi psikoedukasi keluarga ini adalah untuk memberikan informasi tentang kesehatan mental. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa sesudah penyuluhan, para orang tua terutama ibu – ibu menjadi bertambah wawasannya kemudian mengerti akan kenakalan remaja mulai dari pengertian, tanda – tanda, hingga cara mengatasinya.

Juvenile Deliquency In Islamic Education Perspective (Kenakalan Remaja dalam Perspektif Pendidikan Islam)

Dalam astraksi terdapat informasi ini:

Artikel ini bertujuan untuk menelusuru konsep kenakalan remaja dalam perspektif pendidikan Islam. Kenakalan remaja jika ditinjau dari kacamata pendidikan Islam merupakan sesuatu problem yang sangat serius dan kontradiktif dengan tujuan pendidikan Islam. Bahkan dapat menjadi boomerang dalam dunia pendidikan. Remaja merupakan tunas harapan bangsa dan agama, yang akan menentukan maju atau mundurnya suatu bangsa. Mengingat sangat pentingnya pembinaan remaja ini maka pendidikan Islam selalu berupaya untuk membekali dan menanamkan nilai-nilai luhur dan remaja itu harus dibekali dengan penanaman iman, amal shaleh, ilmu pengetahuan yang luas dan akhlak budi pekerti yang baik.

Kearifan Lokal sebagai Upaya Pencegahan Kenakalan Remaja

Dalam astraksi terdapat informasi ini:

Kenakalan oleh anak atau remaja sudah seharusnya menjadi perhatian khusus dan harus ditindak lanjuti dengan tegas karena hal ini merupakan ancaman besar bagi bangsa dan negara di masa yang akan datang.  Tujuan penulisan makalah  ini adalah untuk menganalisa bahwa perlu usaha-usaha serius untuk menghidupkan dan merevitalisasi nilai-nilai  budaya dalam kearifan lokal yang bersumber dari norma agama dan norma lain yang ada di masyarakat untuk mencegah terjadinya kenakalan remaja Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. “Pendekatan kualitatif dapat digunakan apabila ingin melihat dan mengungkapkan suatu keadaan maupun suatu objek dalam konteksnya. Kesimpulan dari tulisan ini bahwa nilai nilai kearifan lokal harus lebih banyak diperkenalkan kepada para remaja agar para remaja memiliki ketahanan mental dalam menghadapi perubahan sosial dan era globalisasi dan era digital saat ini. Berbagai nilai kearifan lokal ini hendaknya dipahami dan diamalkan, bukan sekedar disimpan dalam lembaran kertas atau hanya warisan bangsa yang tertata rapih dalam museum semata.

Note: Informasi yang kamu dapatkan adalah informasi abstraksi dari penelitian tentang Kenakalan Remaja. Untuk Selengkapnya kamu bisa klik link atau judul dari masing-masing daftar di atas.  

DOWNLOAD DI SINI

Related posts