Pemikiran Plato Tentang Ekonomi dan Penelitian Tentangnya

Pemikiran Plato

Pemikiran Plato Tentang Ekonomi | Makalah Pemikiran Plato Tentang Ekonomi | Penelitian Pemikiran Plato Tentang Ekonomi |

Pemikiran Plato Tentang Ekonomi

Menurut Plato, “untuk menjadi yang negara ideal, tergantung pada pembagian kerja yang bertujuan untuk membangun kualitas manusia. Agar tercipta kesejahteraan manusia secara merata, maka tiap orang perlu dan berkewajiban mengendalikan nafsu keserakahannya untuk memenuhi semua keinginan yang melebihi kewajaran.

Ternyata gagasan Plato tersebut hampir sama dengan gagasan yang dibuat oleh Adam Smith. Tetapi, terdapat perbedaan dalam hal ini yaitu, division of labor oleh smith dimaksudkan untuk memacu pertumbuhan output dan pembangunan ekonomi, sedangkan oleh Plato dimaksudkan untuk pembangunan kualitas manusia.

Plato menegaskan bahwa perspektif ekonomi berkaitan dengan filsafat dan etik, cara menegakkan keadilan masyarakat dalam negara yg ideal perlu division of labor (pembagian kerja) di masyarakat secara “natural” ada upah, uang, jasa.

Menurut Plato kemajuan suatu negara tergantung pada pembagian kerja (division of labor) yang timbul secara alamiah pada masyarakat. Lebih lanjut menurut Plato ada tiga jenis pekerjaan yang dilakukan oleh manusia, yaitu pekerjaan sebagai pengatur atau penguasa, tentara, dan para pekerja. Para pekerja merupakan golongan terendah yang boleh mengumpulkan harta dan mengejar laba. Adapun penguasa dan tentara tidak bekerja demi harta, pekerjaan yang dilakukan hanya untuk mengabdikan diri pada negara.

Pada masa ini Plato juga mengamati bahwa naluri manusia untuk memperoleh barang-barang dan jasa sangat besar jauh melebihi kebutuhan sewajarnya. Besarnya nafsu untuk memperoleh dan menguasai barang-barang dan jasa ini dipandang sebagai tantangan utama menuju suatu masyarakat yang adil dan makmur secara merata. Oleh sebab itu, nafsu ini harus dikekang.

Plato memberi ‘perhatian’ terhadap perilaku “hedonisme” keserakahan yg tak terkendali (terutama pada orang cerdik pandai) akan menciptakan sebagian orang hidup mewah, sementara yg lainnya hidup susah. Plato sangat mengecam kekayaan dan kemewahan. Setiap orang harus mengendalikan nafsu keserakahan, khususnya bagi orang-orang yang pintar, cerdik dan berkuasa yang akan hidup berkemewahan. Di sisi lain, masyarakat umum kebanyakan akan hidup dengan kehinaan dan kesengsaraan.

Teori Plato yang dianggap masih relevan dengan keadaan sekarang adalah pendapatnya tentang fungsi uang. Dalam bukunya Politika, Plato menjelaskan bahwa selain sebagai alat tukar, uang juga berfungsi sebagai alat pengukur nilai dan alat untuk menimbun kekayaan. Di samping itu, Plato berpendapat bahwa uang bersifat mandul yang tidak dapat diperanakkan melalui bunga.

Beberapa Penelitian Pemikiran Plato Tentang Ekonomi

Berikut adalah beberapa penelitian “Pemikiran Plato Tentang Ekonomi” :

Reformulasi Bangun Sistem Ekonomi Islam, oleh Ely Masykuroh

Berikut adalah kesimpulan dari penelitian yang ditulis oleh Ely Masykuroh dengan judulReformulasi Bangun Sistem Ekonomi Islam dalam jurnal.

Lahirnya suatu sistem ekonomi alternatif yang mampu menggantikan sistem dan madzhab ekonomi dunia kapitalis dan sosialis saat ini sungguh sangat dinantikan. Yaitu suatu sistem yang lebih humanis dan moderat yang memberikan tingkat kepuasan dan kesejahteraan bagi semua pihak (social oriented) merupakan sebuah keniscayaan. Dan melihat transformasi sejarah pemikiran ekonomi dunia, maka sistem ekonomi baru itu adalah sistem ekonomi Islam. Namun eksistensi sistem ekonomi Islam sampai saat ini belum menjadi satu sistem yang bisa diterima oleh semua pihak. Untuk itu perlu adanya formulasi kembali konsep dan bangun ekonomi Islam itu sendiri.

Related posts