Pementasan Tari, Menentukan Konten, Menyusun Kepanitian, Menyusun Jadwal, Menentukan Dekorasi, Promosi, Pelaksanaan dan Evaluasi

Perkalian dan Pembagian Bilangan Desimal, Contoh dan Cara Menghitungnya (Rangkuman Materi Matematika SD/MI Kelas 4 Bab 16) Kurikulum Merdeka

Pementasan Tari | Menentukan Konten Karya | Menyusun Kepanitian dan Menyusun Jadwal Persiapan Pertunjukan Tari | Menentukan Dekorasi, Setting, Tata Cahaya Pendukung Pertunjukan Tari Sederhana | Promosi Pertunjukan Karya Tari | Pelaksanaan dan Evaluasi |

Menentukan Konten Karya

Banyak karya seni pertunjukan yang hadir di tengah-tengah masyarakat, pertunjukan tersebut digelar di gedung pertunjukan maupun di televisi. Pertunjukan yang baik tentunya tidak lepas dari orang–orang yang merencanakan, serta membantu di belakang panggung sebagai sebuah tim. Tim tersebut adalah orang-orang yang melaksanakan tugas manajemen pertunjukan. 

Terdapat tiga tahapan dalam manajemen produksi pertunjukan, antara lain tahapan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Perencanaan adalah kegiatan yang mencakup berbagai proses dalam persiapan pertunjukan, seperti latihan, menyusun kepanitian, menyusun anggaran biaya, dan promosi acara. Pelaksanaan adalah kegiatan di mana pertunjukan tersebut dilakukan. Sedangkan evaluasi adalah sebuah kegiatan merefleksi seluruh proses perencanaan dan pelaksanaan, menganalisis kesuksesan acara, maupun hambatan dalam acara untuk membuat pertunjukan selanjutnya.

Tahap perencanaan meliputi kegiatan menentukan konten materi yang akan ditampilkan, konsep pertunjukan dan menyiapkan perlengkapannya. Dalam tahap perencanaan awal,  peserta didik diminta untuk menentukan konten karya apa yang akan ditampilkan. Konten karya yang dimaksud dapat berupa pertunjukan teater, pertunjukan tari, pertunjukan musik atau bisa juga kolaborasi ketiganya. Dalam menentukan konten pertunjukan yang akan di selenggarakan oleh peserta didik, terdapat beberapa faktor yang harus dipertimbangkan, yaitu

  • Minat dan bakat dari peserta didik di kelas

Dalam satu kelas, bakat dan minat peserta didik dalam kegiatan seni tari tentunya berbeda. Misalnya ada kelas yang peserta didiknya dominan lebih tertarik dengan tari tradisional, ada yang lebih banyak tertarik dengan tari nontradisional. Guru dapat menganalisis bakat dan minat tersebut melalui pengamatan. Dalam satu kelas biasanya ada peserta didik yang tidak memiliki bakat dan minat terhadap seni tari. Namun bukan berati mereka yang tidak memiliki bakat dan minat di bidang seni. Kemungkinan mereka memiliki minat di bidang seni lainnya. 

Dalam membuat pertunjukan tari juga dibutuhkan tim yang dapat menunjang pertunjukan tari, seperti pemain musik, penata rias, busana, penata artistik dan tim manajemen produksi. Peserta didik yang tidak memiliki minat dan bakat di bidang seni tari dapat diarahkan untuk mengisi bidang-bidang tersebut misalnya di bidang nonartistik dan pengurus harian.

  • Kemampuan peserta didik dalam memahami materi di unit sebelumnya

Konten pertunjukan dapat dipilih berdasarkan kemampuan peserta didik dalam memahami materi di unit selanjutnya. Semakin baik kemampuan peserta didik dalam memahami materi, konten pertunjukan yang akan dibuat dapat dibuat lebih bervariasi. Namun, jika kemampuan peserta didik dalam memahami materi diunit sebelumnya belum maksimal, maka guru dapat mengarahkan peserta didik untuk menyederhanakan konsep garap, ide dalam rencana konten yang akan dibuat.

  • Fasilitas sekolah

Fasilitas merupakan sebuah pertimbangan yang sangat penting dalam membuat pertunjukan yang akan dilaksanakan di lingkungan sekolah. Jika kelas cukup luas, maka pertunjukan tari dapat dilaksanakan di dalam kelas. Namun jika kondisi kelas sempit, maka pertunjukan dapat dilakukan di luar kelas di dalam sekolah, misalnya di halaman, di taman, di aula sekolah.

  • Ketersediaan dana 

Beberapa alternatif pertunjukan yang mudah dan murah yang dapat dilaksanakan oleh peserta didik, misalnya: 

  1. Membuat pertunjukan tari sederhana di kelas.
  2. Membuat pertunjukan tari di halaman sekolah.
  3. Membuat pertunjukan tari virtual di rumah bagi peserta didik yang memiliki fasilitas teknologi yang memadai. Pentas tari virtual sangat relevan pada kondisi khusus yang mengharuskan melaksanakan pembelajaran di rumah, contohnya pada saat pandemi Covid-19 sejak tahun 2020.

Menyusun Kepanitian dan Menyusun Jadwal Persiapan Pertunjukan Tari

Langkah-langkah dalam perencanaan pertunjukan yang harus disepakati bersama oleh peserta didik antara lain.

Menyusun Kepanitiaan

Kepanitiaan dalam pertunjukan tari terbagi menjadi tiga kelompok yaitu :

  • Pelaku Pertunjukan

Pelaku pertunjukan merupakan bagian dari kepanitiaan dalam pertunjukan karya tari di kelas. Pelaku pertunjukan terdiri dari para pemain yang tampil dalam pertunjukan seperti pemusik, penari, penyanyi, pembawa acara, pelakon.

  • Tim Artistik

Pendukung urusan artistik adalah orang-orang yang memiliki kemampuan dan keahlian dalam bidang seni meliputi sutradara, penulis naskah, pemain, pemusik, penata pentas, teknisi cahaya, teknisi musik/sound man, penata rias busana, dan properti.

  • Tim Nonartistik

Tim nonartistik adalah orang-orang yang bekerja di luar bidang seni seperti sekretaris, keuangan, humas, transportasi, akomodasi, dan perlengkapan (Jazuli; 1999). Ketua tim, sekretaris, bendahara disebut juga tim pengurus harian. Tim nonartistik yang tidak kalah penting yaitu tim dokumentasi, karena tanpa adanya foto atau video akan sulit untuk mengevaluasi kegiatan pertunjukan.

  • Menyusun Jadwal Kegiatan

Langkah kedua setelah menyusun kepanitiaan adalah menyusun jadwal. Jadwal merupakan hal yang sangat penting dibuat dalam merencanakan sebuah pertunjukan, jadwal yang terencana dengan baik dan dapat dilaksanakan dengan sesuai akan menunjang keberhasilan pertunjukan.

Menentukan Dekorasi, Setting, Tata Cahaya Pendukung Pertunjukan Tari Sederhana

Dalam proses perencanaan pertunjukan, hal yang harus dipersiapkan dengan matang adalah pemilihan tempat pertunjukan dan tata teknik pentas. Tata  berarti susunan atau aturan, tata pentas berarti segala sesuatu yang berkenaan dengan pentas yang telah diatur, tidak termasuk manusia, pemeran, pemain atau benda hidup sebagai media utama yang berada di pentas, tetapi segala sesuatu dibatasi pada benda-benda mati yang berada di pentas (Darmoyo; 1988).

Kemampuan tata teknik pentas yang baik menjadi tonggak keberhasilan pertunjukan. Perencanaan tata teknik pentas tentu tidak terlepas dari bentuk panggung yang menjadi tempat pertunjukan. Sebelum menata panggung dengan berbagai perlengkapan dan benda-benda penunjang pertunjukan (stage property), peserta didik harus mengetahui terlebih dahulu beberapa jenis panggung yang biasanya digunakan dalam pertunjukan. Jenis-jenis panggung tersebut antara lain:

  • Proscenium

Proscenium adalah bentuk panggung yang saat ini paling umum digunakan dalam pertunjukan baik tari, teater atau musik. Panggung proscenium disebut sebagai panggung bingkai karena bentuk panggungnya seperti bingkai-bingkai dengan layar yang dapat dibuka dan ditutup. Proscenium merupakan panggung dengan penonton satu arah, panggung dan tempat duduk penonton memiliki jarak, dengan tatanan tempat duduk berjajar di depan panggung. 

  • Arena

Panggung arena adalah jenis panggung dengan ciri khas penonton dapat menyaksikan pertunjukan dari berberapa arah. Tempat duduk penonton di desain mengelilingi panggung. Panggung arena ini terdapat pada tempat tempat pertunjukan zaman romawi kuno yang terlihat dari peninggalanpeninggalannya seperti, Colosseum di Roma.

  • Terbuka

Tempat pertunjukan tidak harus juga dilaksanakan di panggung dengan model procenium atau di arena. Pertunjukan dapat dilakukan di mana saja tergantung kreativitas koreografernya. Misalnya pertunjukan tari dengan konsep koreografi lingkungan yaitu mempertunjukan karya tari sesuai dengan latar belakang lingkungan sosial Tema tari yang dipertunjukkan tanpa merubah keadaan aslinya, misalnya karya tari tentang nelayan dapat dilakukan di pantai, karya tari tentang kehidupan pedagang pasar dapat dilakukan di pasar. Banyak karya tari kreatif saat ini mempertunjukkan tari di tempat tertentu misalnya di taman atau jalan raya. 

Pementasan tari sederhana, di mana ruang kelas dapat menjadi alternatif tempat pertunjukan dengan melakukan sentuhan teknik tata pentas. Ruang kelas dapat didesain sedemikian rupa dengan sentuhan artistik sesuai dengan tema pertunjukan tari yang akan ditampilkan. Properti panggung dapat menggunakan benda– benda sederhana seperti kain batik, payung atau bunga–bunga kertas. Peserta didik juga dapat membuat property panggung sendiri dengan mendaur ulang barang-barang bekas.

Dalam keadaan tertentu misalnya saat pandemi covid 19 melanda Indonesia, dan sistem pembelajaran dilakukan di rumah, pertunjukan tari juga dapat dilaksanakan di rumah dengan cara daring. Ruang keluarga atau ruang tamu dapat menjadi tempat untuk membuat pertunjukan tari di rumah tentunya dengan sedikit memberikan sentuhan artistik sebagai properti panggung maupun properti tarinya.

Elemen pendukung dalam tata pentas yang tidak kalah penting adalah tata cahaya. Dalam panggung bentuk proscenium biasanya dilengkapi dengan tata cahaya yang lengkap dengan berbagai jenis tata lampu, namun pada pertunjukan tari yang dilakukan di kelas, tata cahaya yang digunakan adalah pencahayaan alami atau penerangan dari lampu yang terdapat di kelas.

Promosi Pertunjukan Karya Tari

Keberhasilan sebuah pertunjukan dapat terlihat dari antusiasme penonton dalam menghadiri pertunjukan. Penonton dalam pertunjukan adalah orang-orang secara sengaja menginginkan untuk mendapatkan rasa kepuasan dari hasil menonton. Mereka pergi menonton dengan maksud yang pertama memang untuk memperoleh kepuasan rasa, lalu kebutuhan dan keinginannya juga dapat terpenuhi (Harymawan; 1988). Semakin banyak tiket yang terjual, pertunjukan tersebut dapat dikatakan sebuah pertunjukan yang sukses serta menguntungkan. Antusiasme masyarakat untuk mengunjungi sebuah pertunjukan tidak terlepas dari perencanaan dalam bidang promosi acara.

Tim promosi acara bertugas memberikan informasi kepada masyarakat tentang pertunjukan yang akan digelar. Tim promosi harus kreatif dalam mempromosikan sebuah pertunjukan dengan jelas dan menarik. Dalam kegiatan promosi pertunjukkan ada beberapa alternatif kegiatan promosi yang dilakukan antara lain, promosi melalui media cetak, promosi melalui media elektronik dan promosi langsung dengan cara mengadakan kunjungan ke komunitas-komunitas pecinta seni pertunjukan.

Promosi dengan media cetak dapat dilakukan dengan membuat iklan di koran atau majalah, membuat brosur, flyer atau selebaran.  Dalam membuat poster, selebaran, atau flyer terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan agar poster promosi tersebut terlihat menarik. Hal-hal yang harus diperhatikan adalah konten materi yang akan ditampilkan, kejelasan informasi pertunjukan terkait judul karya, tempat, jam dan lokasi pertunjukan harus jelas. Keterbacaan tulisan dalam pemilihan font dan ukuran huruf, serta komposisi warna yang menarik, dan yang tidak kalah penting adalah gambar atau ilustrasi karya yang akan ditampilkan serta para sponsor acara yang terlibat. Promosi digital di media elektronik dapat dilakukan dengan membagi brosur atau flyer elektronik melalui pesan elektronik, media sosial ataupun iklan di televisi. Promosi yang ketiga adalah promosi langsung yang bersifat konvensional, yaitu dengan cara mendatangi langsung target penonton. Misalnya komunitas pecinta seni, sekolah atau instansi pemerintahan terkait.

Dalam proses kegiatan pementasan tari yang di lakuan di kelas, peserta didik dapat mempromosikan pementasan tari yang mereka buat kepada peserta didik dari kelas yang lain. Atau mereka juga dapat mengajak orang tua atau saudara mereka menyaksikan dan mengapresiasi pertunjukan tarinya.

Pelaksanaan dan Evaluasi

Tahapan dalam manajemen produksi setelah perencanaan adalah tahapan pelaksanaan dan evaluasi. Tahapan pelaksanaan diawali dengan tahapan pra pelaksanaan atau dikenal juga dengan geladi resik. Geladi resik kegiatan melakukan pertunjukan dengan rangkaian kegiatan yang utuh dari dimulai dengan pembukaan oleh MC atau penata acara, pertunjukan dan penutupan acara. Hal-hal yang perlu diperhatikan saat geladi resik antara lain:

  • Menganalisis kebutuhan waktu pertunjukan.
  • Menganalisis kemungkinan-kemungkinan buruk yang terjadi serta mempersiapkan solusinya.
  • Memeriksa kembali seluruh alat musik, tata panggung, tata cahaya, properti dan kostum pertunjukan.

Kegiatan geladi resik idealnya dilakukan satu hari sebelum pertunjukan agar team memiliki waktu untuk mempersiapkan kembali segala macam perlengkapan bila dinilai masih kurang. Pelaksanaan pertunjukkan dilakukan saat semua perlengkapan telah siap, tiap-tiap team bertugas sesuai dengan tugas masing-masing, juga berkordinasi dengan team lainnya. Keberhasilan pelaksanaan pertunjukan tentunya sejalan dengan kedisiplinan dari seluruh team.

Setelah acara selesai, semua tim mempertanggungjawabkan tugas masing-masing dalam kegiatan evaluasi. Kegiatan evaluasi sangat penting sebagai bahan refleksi diri bagi tim bilamana akan mengadakan pertunjukan kembali.

Related posts