Museum Bank Indonesia

  • Whatsapp
Museum Bank Indonesia

Wislahcom | Referensi | : Museum Bank Indonesia adalah sebuah museum di Jakarta, Indonesia. Bangunan berwarna putih dengan arsitektur khas Belanda yang dipadu dengan pengaruh lokal ini, dulunya merupakan bekas area gedung Bank Indonesia Kota. Terletak di Jl. Pintu Besar Utara No.3, Jakarta Barat (depan stasiun Beos Kota), museum ini pertama kali dibangun pada tahun 1828 sebagai De Javasche Bank di Batavia.

Pada 15 Desember 2006, museum yang juga ditetapkan sebagai cagar budaya ini, pertama kali dibuka untuk umum dan tiga tahun kemudian diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono. Penambahan dan penyempurnaan tata letak pameran, serta penerapan teknologi multimedia yang interaktif tidak lepas dari perhatian beliau ketika memperindah bangunan yang memiliki nilai sejarah yang tinggi itu.

Museum Bank Indonesia saat ini telah menjadi museum yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern untuk menunjang kebutuhan pengunjung disana. Disamping itu, pengunjung juga disuguhkan dengan interior yang sangat menawan pada bagian depan museum.

Berkas cahaya matahari yang mencoba menyelinap melalui jendela kaca patri yang besar, ditambah dengan aksen lampu teatrikal, memberi kesan seolah-olah sedang berada di sebuah katedral dengan suasana khidmat, apabila pada saat itu tidak banyak pengunjung yang datang.

Baca Juga :   Wasiat Ibnu Arabi

Menelusuri lebih dalam lagi, disana pengunjung dapat melihat bangunan dua lantai yang berisi segala pengetahuan tentang ekonomi, moneter, dan perbankan yang diperlukan masyarakat serta pemahaman tentang latar belakang serta dampak dari kebijakan-kebijakan Bank Indonesia yang diambil dari waktu ke waktu.

Di lantai bawah ada banyak koleksi yang dipamerkan oleh Bank Indonesia. Disana dapat kita di ttemui berbagai jenis koleksi mata uang di Indonesia dari zaman kerajaan sampai saat ini serta uang bersejarah yang digunakan dari masa ke masa juga menjadi koleksi andalan Museum Bank Indonesia. Seperi Uang ORI (Oeang Republik Indonesia), uang kertas Bank Indonesia seri Dwikora, uang kertas Pemerintah Republik Indonesia Serikat dan masih banyak lagi.

Selain itu koleksi tumpukan emas batangan, berbagai brankas kuno dan patung yang menceritakan seputar pembangunan dan aktivitas perbankan pada masa kolonial yang dapat membawa kita pada situasi masa itu. Pengunjung juga dapat menikmati yang hadir, pemandu museum akan memandu untuk melihat-lihat apa saja yang ada di museum. Museum Bank Indonesia juga menjual souvenir mulai dari kartu pos, stiker, gantungan kunci, alat tulis sampai pakaian.

Baca Juga :   Saling Bersaudara (Ukhuwwah): Pengertian, Dalil, Pandangan Islam dan Pembiasaan Prilaku

Dalam waktu tertentu, museum Bank Indonesia juga mengadakan kegiatan khusus hari besar atau peringatan seperti pameran dengan tema yang berbeda-beda. Seperti pada bulan Februari tahun lalu, ketika saya bersama dua orang rekan mengunjungi museum Bank Indonesia, ternyata bertepatan saat pameran lukisan karya Leonardo Da Vinci digelar.

Pameran tersebut diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Italia dan Institut Kebudayaan Italia dalam rangka peringatan 70 tahun hubungan diplomatik bilateral antara Republik Italia dan Republik Indonesia. Disana pengunjung disuguhkan karya sang maestro legendaris dari dekat, meskipun hanya replika.

Pengalaman lainnya yang ditawarkan oleh museum Bank Indonesia adalah tour dengan pemanduan serta ruangan audiovisual untuk menyaksikan sejarah dibangunnya museum Bank Indonesia dan untuk kepentingan lainnya. Selanjutnya jam buka Museum Bank Indonesia untuk kunjungan virtual dapat dilakukan setiap hari Selasa, Rabu dan Kamis pukul 09.00 dan 13.00 WIB, kunjungan ini hanya dilayani melalui Whatsapp dan email.

Baca Juga :   Kenapa disebut "Hari Tasyriq"?

“Untuk dapat menikmati pengalaman wisata di Museum Bank Indonesia, dikenakan biaya sebesar Rp5.000 setiap harinya. Sementara bagi pelajar atau mahasiswa, pengunjung rombongan, dan anak-anak sampai usia 3 tahun dapat masuk secara gratis dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Museum ini dapat dikunjungi pada hari Selasa-Minggu dengan waktu kunjungan mulai pukul 08.00 WIB. Namun pada hari Senin dan hari libur nasional, museum ini akan tutup.” tulis Destri dikutip dari Tirto.id.

Merebaknya kasus COVID-19 membuat museum Bank Indonesia untuk sementara ditutup tetapi kabar gembiranya, baru-baru ini yaitu pada 2 Maret 2021 museum kembali dibuka dengan segala syarat dan ketentuan yang sesuai dengan protokol kesehatan yang dianjurkan, seperti mengganti sistem pembayaran tiket menjadi non-tunai, pengecekan suhu dan fasilitas sanitasi tangan.

Related posts