Feature Setu Babakan

  • Whatsapp
Feature Setu Babakan

Wislahcom | Referensi | : Setu Babakan terletak di Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Indonesia dekat Depok yang berfungsi sebagai pusat Desa Budaya Betawi, sebuah kawasan yang dijaga untuk melindungi warisan budaya Jakarta yaitu budaya asli Betawi. Situ atau Setu Babakan merupakan sebuah danau buatan dengan luas 32 hektar yang airnya berasal dari Sungai Ciliwung dan saat ini digunakan untuk memancing warga sekitar. Telaga ini juga menjadi tempat rekreasi air seperti memancing, bersepeda air, atau bersepeda di sekitar tepi setu.

Setu Babakan merupakan kawasan pemukiman yang masih kokoh dan murni baik dari segi budaya, seni pertunjukan, jajanan, pakaian, rutinitas keagamaan, dan bentuk rumah Betawi. Dari desa seluas 289 hektare itu, 65 hektare di antaranya milik pemerintah, di mana baru 32 hektare yang sudah dikelola. Desa ini dihuni sedikitnya 3.000 keluarga. Sebagian besar penduduknya merupakan masyarakat adat Betawi yang telah tinggal di daerah tersebut dari generasi ke generasi. Sedangkan sebagian kecil lainnya adalah pendatang, seperti pendatang dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan, dll. Yang sudah lebih dari 30 tahun tinggal di daerah ini. Setu Babakan sebagai kawasan Cagar Budaya Betawi sebenarnya merupakan objek wisata yang terbilang baru. Pengukuhannya sebagai kawasan cagar budaya dilakukan pada tahun 2004, bertepatan dengan peringatan HUT ke-474 DKI Jakarta.

Baca Juga :   Arwah Mengenali Kita

Dalam sejarahnya, penetapan Setu Babakan merupakan kawasan Cagar Budaya Betawi yang sebenarnya sudah direncanakan sejak tahun 1996. Sebelumnya, Pemerintah DKI Jakarta juga telah merencanakan untuk menetapkan kawasan Condet, Jakarta Timur, sebagai kawasan Cagar Budaya Betawi. tapi dibatalkan karena sudah lembur. Desa tersebut telah luntur dari nuansa budaya Betawi-nya. Dari pengalaman tersebut, Pemprov DKI Jakarta kemudian merencanakan kawasan baru untuk menggantikan kawasan yang direncanakan. Melalui SK Gubernur Nomor 9 Tahun 2000 Desa Setu Babakan dipilih sebagai Kawasan Cagar Budaya Betawi.

Sejak tahun penetapan ini, pemerintah dan masyarakat sudah mulai berupaya merintis dan mengembangkan desa sebagai kawasan cagar budaya yang layak dikunjungi wisatawan. Setelah persiapan dirasa cukup, pada tahun 2004 Setu Babakan diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso, sebagai kawasan Cagar Budaya Betawi. Sebelumnya, Desa Setu Babakan juga menjadi salah satu objek yang dipilih oleh Pacific Asia Travel Association (PATA) sebagai kunjungan wisatawan peserta konferensi PATA di Jakarta pada Oktober 2002.

Baca Juga :   Sayyid Usman bin Abdallah bin Aqil bin Yahya

Sebagai kawasan cagar budaya, Setu Babakan tidak hanya menyuguhkan pertunjukan seni dan budaya tetapi juga menawarkan jenis wisata alam yang tidak kalah menariknya yaitu wisata telaga. Dua buah danau yaitu Mangga Bolong dan Babakan di desa ini biasanya digunakan wisatawan untuk memancing atau sekedar bercanda dan menikmati suasana sejuk di pinggir danau. Selain itu, wisatawan juga bisa menyewa perahu untuk menyusuri dan mengelilingi danau.

Setu Babakan berlokasi di Desa Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, Indonesia. Pintu masuk utama adalah Pintu Si Pitung yang terletak di Jalan RM. Kahfi II.

Sebagai kawasan cagar budaya, Desa Setu Babakan telah dilengkapi dengan fasilitas umum seperti tempat ibadah, panggung pertunjukan seni, taman bermain anak, teater terbuka, wisma tamu, kantor pengelola, galeri, dan toko suvenir. Dengan fasilitas ini pengunjung dapat berfoto dengan menggunakan pakaian adat Betawi dengan lokasi pengambilan gambar yang disesuaikan dengan keinginan pengunjung. Yang tak kalah menarik, saat ini (mulai Maret 2011) telah terbentuk komunitas sepeda onthel di Setu Babakan dengan nama OSEBA (onthel Setoe Babakan). Komunitas ini biasanya berkumpul setiap Minggu pagi di depan halaman panggung utama.

Related posts