Menghindarkan Diri dari Sifat Temperamental (Ghadhab), Pengertian, Penyebab, Tingkatan, Cara Menghindari dan Manfaat (Rangkuman Materi PAI SMA Kelas 10 Bab 8 ) Kurikulum Merdeka

  • Whatsapp
Menyederhanakan Bentuk Aljabar, Struktur, Penyederhanaan Suku Banyak, Perkalian dan Pembagian Suku Tunggal (Rangkuman Materi Informatika SMP/MTS Kelas 8 Bab 1 ) Kurikulum Merdeka

Rangkuman Materi PAI SMA Kelas 10 Bab 8 | Kurikulum Merdeka | Menghindarkan Diri dari Sifat Temperamental | Pengertian Sifat Temperamental (Ghadhab) | Penyebab Sifat Temperamental (Ghadhab) | Tingkatan Sifat Temperamental (Ghadhab) | Cara Menghindari Sifat Temperamental (Ghadhab) | Manfaat Menghindari Sifat Temperamental (Ghadhab) |

Pengertian Sifat Temperamental (Ghadhab)

Temperamental atau sifat mudah marah dalam bahasa Arab berasal dari kata ghadhab, dari kata dasar ghadhiba– yaghdhibu–ghadhaban. Menurut istilah, ghadhab berarti sifat seseorang yang mudah marah karena tidak senang dengan perlakuan atau perbuatan orang lain. Sifat amarah, selalu mendorong manusia untuk bertingkah laku buruk. Menurut Sayyid Muhammad Nuh dalam kitab ‘Afatun ‘ala at-Thariq marah adalah perubahan emosional yang menimbulkan penyerangan dan penyiksaan guna melampiaskan dan mengobati apa yang ada di dalam hati. Sedangkan dalam perspektif ilmu tasawuf, Imam An-Nawawi menyebutkan bahwa marah adalah tekanan nafsu dari hati yang mengalirkan darah pada bagian wajah yang mengakibatkan kebencian kepada seseorang.

Penyebab Sifat Temperamental (Ghadhab)

Marah (ghadhab) adalah situasi yang normal dan manusiawi karena ia merupakan sifat yang melekat pada tabiat seseorang. Namun seorang mukmin harus berusaha mengendalikan sifat marah tersebut dan berlatih dengan cara menjauhi sebab-sebab yang dapat menimbulkan kemarahan dan jangan mendekati hal-hal yang mengarah pada situasi yang dapat memancingnya. Oleh karena itu, kita perlu mengetahui dan mengenali hal-hal yang dapat menyebabkan kemarahan. Secara umum, penyebab kemarahan terdiri dari dua faktor yaitu:

Baca Juga :   Menghindari Sifat Hidup Berfoya-Foya, Pengertian, Contoh, Dampak dan Cara Menghindari (Tabdzir atau Isrof) (Rangkuman Materi PAI SMA Kelas 10 Bab III) Kurikulum Merdeka

Faktor Fisik (Jasmaniah)

Kehidupan manusia terdiri dari dua unsur yaitu jasmaniah (fisik) dan rohaniah (psikis). Keduanya harus mendapatkan porsi perhatian yang seimbang. Dalam hal yang berkaitan dengan penyebab kemarahan, kondisi fisik seseorang secara jasmaniah harus mendapat perhatian yang sungguh-sungguh agar kita mampu mengantisipasi dan mengelolanya sehingga dapat menghindarkan diri dari kemarahan yang sulit untuk kita kendalikan.



Faktor Psikis (Rohaniah)

Faktor psikis yang dapat menyebabkan sifat temperamental atau mudah marah sangat erat kaitannya dengan karakter dan kepribadian seseorang.

Tingkatan Sifat Temperamental (Ghadhab)

  • Golongan Marah Berlebihan (Ifrath)

Yaitu golongan yang mengalami kesulitan dalam mengendalikan sifat pemarah, lalu bersikap berlebihan sehingga kehilangan kendali terhadap akal sehatnya. Seringkali golongan ini akan berteriak dan membentak dengan suara yang kasar dan adakalanya sampai terjadi pemukulan dan amukan hingga menyebabkan terjadinya pertumpahan darah.




  • Golongan yang Tidak Memiliki Sifat Marah (Tafrith)

Yaitu golongan yang tidak bisa marah. Merupakan kebalikaan dari golongan ifrath. Golongan ini sama sekali tidak akan menunjukkan sikap marah terhadap apa pun yang terjadi di sekitarnya. Pada golongan orang yang seperti ini, menghadapi urusan agama yang dihina maupun diinjak- injak oleh golongan lain pun, mereka akan bersikap acuh, tidak peduli dan tidak memiliki hasrat untuk melakukan pembelaan terhadap kebenaran. Sedangkan Rasulullah Saw. yang merupakan manusia yang paling tawadlu pun, akan tetap marah dan mempertahankan agamanya serta menentang musuh-musuhnya bila mana diperlukan.

  • Golongan yang Mampu Berlaku Adil dan Proporsional (I’tidal)
Baca Juga :   Modul Ajar Sejarah SMA Kelas 10, 11 dan 12 Kurikulum Merdeka 2022 (Download Contoh)

Yaitu golongan moderat yang berada di antara ifrath dan tafrith. Mereka tidak akan kehilangan sifat pemarah sama sekali tetapi akan marah hanya pada saat-saat tertentu dengan kemarahan yang proporsional. Sifat marah yang proporsional adalah marah yang timbul karena sesuatu melanggar larangan Allah Swt. dan dalam rangka membela agama Islam dan umatnya.

Cara Menghindari Sifat Temperamental (Ghadhab)

  • Membaca ta’awudz

Hal ini dilakukan karena ajaran agama menyebutkan bahwa marah adalah hasutan dan perangai setan, sehingga agar tidak berkelanjutan, dianjurkan kepada seseorang yang sudah dihinggapi perasaan marah, untuk segera membaca ta’awudz (“Aku berlindung kepada Allah, dari godaan setan yang terkutuk”)

  • Merubah Posisi

Jika seseorang mendapatkan kemarahannya pada saat ia sedang berdiri, hendaklah bersegera untuk duduk. Apabila kemarahan tersebut tidak juga mereda, maka hendaklah segera berbaring. Hal ini karena, orang yang sedang marah cenderung ingin lebih tinggi dari orang lain. Apabila

posisinya lebih tinggi daripada sumber kemarahannya, maka ia bisa meluapkan dan melampiaskan kemarahan itu. Dan hal tersebut tentu saja sangat berbahaya. Oleh karena itulah Rasulullah Saw. mengajarkan, agar orang yang sedang marah mengambil posisi yang lebih rendah untuk meredam kemarahannya.

  • Diam atau tidak berbicara
Baca Juga :   Capaian Pembelajaran Sejarah Kelas 10 SMA / SMK / MA (Fase E) Kurikulum Merdeka

Pada saat seseorang sedang marah, maka emosi yang ada dalam dirinya akan meningkat, sehingga bisa menyebabkan seseorang melakukan Berwudu dapat meredakan api Kemarahan sesuatu yang berbahaya dan lepas kendali. Untuk itu, sebaiknya seseorang yang sedang marah sedapat mungkin berusaha untuk diam, tenang, rileks agar bisa meredakan emosinya.

  • Berwudu

Air wudu dapat memberikan efek tenang bagi orang yang sedang marah serta meredakan api kemarahan di dalam hati agar tidak meledak dan menyakiti orang lain.

  • Mengingat wasiat Rasul dan janji Allah Swt

Rasulullah Saw. pernah berulang kali memberikan nasihat Ketika seseorang memintanya yaitu “janganlah engkau marah”. Rasul juga menyebut balasan yang luar bisa apabila seseorang mampu menahan amarahnya, sebagaimana sabdanya: “Barang siapa yang mampu menahan amarahnya, sedangkan bisa saja ia meluapkannya, Allah Swt. akan memanggilnya di hadapan para makhluk (yang lain) pada hari Kiamat untuk memberikan pilihan baginya bidadari yang ia inginkan (H.R. Abu Daud).

Manfaat Menghindari Sifat Temperamental (Ghadhab)

  • Menghindari kebencian dan permusuhan
  • Membawa kebahagiaan
  • Mendapatkan pahala yang besar dari Allah Swt.

Baca Kumpulan: Rangkuman PAI Kelas 10 SMA




Related posts