Membiasakan Perilaku Kontrol Diri | Pengertian Kontrol Diri | Implementasi Sikap Kontrol Diri dalam Kehidupan | Pentingnya Sikap Kontrol Diri dalam Kehidupan | Contoh Perilaku Sikap Kontrol Diri dalam Kehidupan |
Pengertian Kontrol Diri
Kontrol diri dalam Islam disebut dengan mujahaddah an-nafs. Secara bahasa mujahaddah an-nafs terdiri dari dua kata yaitu mujahaddah yang berarti bersungguh-sungguh, dan an-nafs yang berarti jiwa, nafsu atau diri. Sehingga pengertian dari mujahadddah an-nafs atau kontrol diri adalah upaya sungguh-sungguh untuk mengendalikan diri atau menahan nafsu yang melanggar hukum-hukum Allah Swt.
Lawan kata dari mujahaddah an-nafs adalah ittiba’ul hawa atau mengikuti hawa nafsu. Kontrol diri identik dengan kemampuan untuk menyusun, membimbing, mengatur dan mengarahkan perilaku seseorang menjadi lebih positif. Kontrol diri juga berperan untuk menahan tingkah laku yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain, karena orang yang memiliki kontrol diri yang baik, cenderung akan patuh dan mengikuti peraturan yang ada di mana pun ia berada, serta mampu menekan atau menahan tingkah laku yang bersifat impulsif atau sekehendak hatinya.
Kontrol diri akan membuat seseorang mampu menahan reaksi yang bersifat negatif terhadap sesuatu dan mengarahkannya menjadi reaksi yang lebih positif. Semakin tinggi kemampuan kontrol diri seseorang, maka akan semakin rendah tingkat agresifitasnya terhadap sesuatu, dan begitu pun sebaliknya. Dari Abdullah bin Mas’ud r.a. berkata: Rasulullah Saw bersabda: “Apakah yang kamu sebut dengan orang yang perkasa (kuat) di antara kamu?” Jawab kami: “orang yang mampu merobohkan lawannya”. Jawab Nabi: “bukan itu orang yang perkasa, melainkan seseorang yang mampu menguasai dirinya pada saat ia marah” (H.R. Muslim)
Implementasi Sikap Kontrol Diri dalam Kehidupan
Sebagai makhluk sosial, interaksi antara satu individu dengan individu yang lain tentu saja akan berjalan baik apabila dilandasi dengan nilai-nilai dan ajaran Islam. Sehingga dalam relasi sosial antara satu individu degan individu yang lain, seorang mukmin harus senantiasa mampu mengembangkan sikap kontrol diri agar senantiasa tercipta suasana yang nyaman, aman, saling menghormati dan menghargai satu sama lain.
Pentingnya Sikap Kontrol Diri dalam Kehidupan
- Menjaga kehormatan diri
Seseorang dengan sense of dignity atau kepekaan terhadap harga diri dan martabat dirinya yang rendah, biasanya juga memiliki kontrol diri yang rendah. Seorang yang memiliki martabat yang tinggi, akan menjaga dan mengendalikan setiap tutur kata, perilaku dan tindakannya agar tidak menyakiti orang lain. Dengan sendirinya, sikap tersebut akan melatih kita untuk menghormati orang lain, dan sebaliknya orang lain pun akan menghormati kita.
- Terhindar dari perilaku yang dapat merugikan orang lain
Kontrol diri merupakan salah satu cara dari dalam diri seseorang untuk menahan dan mengendalikan keinginan untuk melakukan sesuatu yang dapat berakibat buruk bagi diri sendiri dan orang lain. Seperti sifat serakah,tamak, rakus dan lain sebagainya. Apabila seseorang mampu mengendalikan sifat-sifat tersebut, maka ia akan terhindar dari hal-hal yang merugikan.
- Menyelesaikan segala persoalan dengan pikiran yang jernih
Apabila seorang muslim mampu mengendalikan diri dan mengelola emosi dengan baik, maka ia akan terhindar dari perasaan stress, tertekan dan kesulitan untuk berfikir dengan jernih dan fokus. Untuk itulah, pentingnya konsep pengendalian diri dalam kehidupan sehari-hari, agar kita mampu mengelola kecerdasan emosional agar tidak mudah terbawa perasaan dan mampu menyelesaikan semua persoalan yang dihadapi seberat apa pun dengan pikiran yang tenang dan jernih.
- Menjadi inspirasi dan teladan bagi orang lain
Seseorang dengan kontrol diri yang baik, biasanya akan memiliki emosi yang stabil dalam situasi dan kondisi apa pun. Ia tetap akan mampu bersikap baik kepada orang yang membencinya, tidak berlebihan dalam menyikapi kegagalan maupun keberhasilannya, menerima dengan lapang dada apa pun yang dialaminya, bersikap tenang meskipun berada di bawah tekanan, serta tidak keberatan untuk meminta maaf terlebih dahulu kepada orang lain. Sifat seperti ini sangat sulit untuk dilakukan oleh semua orang, sehingga apabila seseorang mampu melakukannya dengan baik, maka hal tersebut tentu saja akan menjadi inspirasi dan teladan bagi orang-orang di sekitarnya.
Contoh Perilaku Sikap Kontrol Diri dalam Kehidupan
- Dalam keluarga
- Mengembangkan pola hidup sederhana, menghindari sifat tabzir (boros) dan israf (berlebih-lebihan)
- Tidak menciptakan keributan dan pertengkaran dalam keluarga sehingga mengganggu ketenteraman anggota keluarga yang lain
- Patuh pada nasihat dan perintah orang tua, terutama yang berhubungan dengan perintah agama.
- Dalam masyarakat
- Menghindari konflik, menebarkan ukhuwah dan silaturahim dengan orang lain
- Menghargai perbedaan, toleran serta menghormati orang lain
- Patuh dan tunduk pada norma dan aturan yang berlaku di masyarakat, baik norma yang tertulis maupun adat istiadat yang berlaku.
- Dalam lingkungan sekolah
- Disiplin, patuh dan taat pada aturan serta tata tertib sekolah
- Menghormati guru dan karyawan sekolah serta menghargai teman
- Menjaga perilaku hidup sederhana tidak sombong dan tidak gengsi dengan kehidupan dan kondisi serta kemampuan sendiri.
Baca Kumpulan: Rangkuman PAI Kelas 10 SMA

