10 Pengertian Manajemen Laba, Tujuan, Teknik, Metode, Motivasi dan Bentuk Manajemen Laba

Manajemen Laba

Manajemen Laba Adalah | Pengertian Manajemen Laba Menurut Para Ahli | Metode Perhitungan Manajemen Laba | Teknik Manajemen Laba | Bentuk Manajemen Laba | Motivasi Manajemen Laba | Β 

Pengertian Manajemen Laba Menurut Para Ahli

Berikut adalah beberapa pengertian manajemen laba menurut para ahli yang dikutip dari berbagai sumber:

  1. Menurut Schipper, manajemen laba merupakan suatu intervensi dengan tujuan tertentu dalam proses pelaporan keuangan eksternal, untuk memperoleh beberapa keuntungan privat (sebagai lawan untuk memudahkan operasi yang netral dari proses tersebut).
  2. Menurut Riahi, Manajemen laba adalah suatu kemampuan untuk memanipulasi pilihan-pilihan yang tersedia dan mengambil pilihan yang tepat untuk mendapatkan tingkat laba yang diinginkan.
  3. Menurut Wirakusuma, Manajemen laba adalah suatu proses yang disengaja, dengan batasan standar akuntansi keuangan untuk mengarahkan pelaporan laba pada tingkat tertentu.
  4. Menurut Schipper, manajemen laba merupakan suatu kondisi dimana manajemen melakukan intervensi dalam proses penyusunan laporan keuangan bagi pihak eksternal sehingga dapat menaikkan, meratakan, dan menurunkan laba.
  5. Menurut Sofyan Harahap, Manajemen laba merupakan sifat akuntansi yang banyak mengandung taksiran (estimasi), pertimbangan (judgment) dan sifat accrual membuka peluang untuk bisa mengatur laba.
  6. Menurut Ultero-Gonzales & Callado-Munoz, Manajemen laba adalah perilaku oportunistik manajer dalam rangka mengelabui investor dan memaksimalkan kesejahteraannya karena menguasai informasi lebih banyak tentang perusahaan.
  7. Menurut Scout, manajemen laba merupakan pemilihan kebijakan akuntansi oleh manajer dari Standar Akuntansi Keuangan yang ada secara alamiah agar dapat memaksimalkan utilitas serta nilai pasar perusahaan dengan tujuan untuk menyesatkan stakeholder (pemegang saham).
  8. Menurut Setiawati dan Na’im, manajemen laba adalah hasil campur tangan yang dilakukan oleh manajemen dalam proses pelaporan keuangan eksternal dengan tujuan untuk menguntungkan pihak tertentu.
  9. Menurut Assih, Manajemen laba merupakan teknik yang direncanakan untuk meningkatkan pelaporan laba.
  10. Menurut Fischer dan Rosenzweig, Manajemen laba adalah aksi manajer dalam menaikan atau menyusutkan laba yang tidak memiliki sangkut paut pada kenaikan ataupun penurunan profitabiltas perusahaan dalan jangka waktu yang panjang.

Metode Perhitungan Manajemen Laba

Berikut adalah beberapa metode perhitungan manajemen laba dan penjelasannya:

Model Healey

Merupakan model yang digunakan untuk mendeteksi aktivitas rekayasa dengan menggunakan discretionary accruals sebagai proksi manajemen laba. Model ini pertama kali dikembangkan oleh Healy dan DeAngelo.

Penghitungan ini menggunakan rumus:

𝐷𝐴𝐢𝑖𝑑 = (𝑇𝐴𝑖𝑑 / 𝑆𝐴𝑖𝑑) βˆ’ (𝑇𝐴𝑖𝑑 /𝑆𝑖𝑑 βˆ’ 1)

Model Modified Jones

Selanjutnya Dechow, Sloan dan Sweeney mengembangkan model Jones menjadi model yang dimodifikasi (modified Jones Model). Model ini menggunakan total akrual dan model regresi untuk menghitung akrual yang diharapkan (expected accruals) dan akrual yang tidak diharapkan (unexpected accruals).

Penghitungan ini menggunakan rumus :

Keterangan :

DAit = Discretionary accrual perusahaan i pada tahun t

TAit = Total akrual perusahaan i pada tahun t

NIit = Laba bersih perusahaan i pada tahun t

CFOit = Aliran Kas dari aktivitas operasi perusahaan i pada periode ke t

βˆ†Revit = Pendapatan perusahaan i pada tahun t dikurangi pendapatan Tahun t-1

βˆ†Rect = Perubahan piutang perusahaan i pada tahun t

βˆ†PPEit = Aktiva tetap perusahaan i pada tahun t

Ait-1 = Total aktiva perusahaan i pada tahun t-1

Teknik Manajemen Laba

Berikut adalah beberapa teknik manajemen laba dan penjelasannya, menurut Dedhy Sulistiawan, Yeni Januarsi, dan Liza Alvia dalam buku β€œCreative Accounting-. Mengungkap Manajemen Laba dan Skandal Akuntans”:  

Memanfaatkan peluang untuk membuat estimasi akuntansi

Cara manajemen mempengaruhi laba melalui judgment (perkiraan) terhadap estimasi akuntansi antara lain estimasi tingkat piutang tak tertagih, estimasi kurun waktu depresiasi aktiva tetap atau amortisasi aktiva tak berwujud, estimasi biaya garansi, dan lain-lain.

Mengubah metode akuntansi

Perubahan metode akuntansi yang digunakan untuk mencatat suatu transaksi. Contoh: merubah metode depresiasi aktiva tetap, dari metode depresiasi angka tahun ke metode depresiasi garis lurus

Menggeser periode biaya atau pendapatan

Contoh rekayasa periode biaya atau pendapatan antara lain: mempercepat atau menunda pengeluaran untuk penelitian dan pengembangan sampai pada periode akuntansi berikutnya, mempercepat atau menunda pengeluran promosi sampai periode berikutnya, mempercepat atau menunda pengiriman produk ke pelanggan, mengatur saat penjualan aktiva tetap yang sudah tak dipakai.

Bentuk Manajemen Laba   

Berikut adalah beberepa bentuk manajemen laba dan penjelasannya, menurut Scott, yaitu:

Taking a bath (tekanan dalam organisasi)

Disebut juga big baths, bisa terjadi selama periode dimana terjadi tekanan dalam organisasi atau terjadi reorganisasi, misalnya penggantian direksi. Jika teknik ini digunakan maka biaya-biaya yang ada pada periode yang akan datang diakui pada periode berjalan. Ini dilakukan jika kondisi yang tidak menguntungkan bisa dihindari. Akibatnya, laba periode yang akan datang menjadi tinggi meskipun kondisi tidak menguntungkan.

Income minimization (meminimumkan laba)

Pola meminimumkan laba mungkin dilakukan karena motif politik atau motif meminimumkan pajak. Cara ini dilakukan pada saat perusahaan memperoleh profitabilitas yang tinggi dengan tujuan agar tidak mendapat perhatian secara politis. Kebijakan yang diambil dapat berupa penghapusan (write off) atas barangbarang modal dan aktiva tak berwujud, pembebanan pengeluaran iklan, riset, dan pengembangan yang cepat

Income maximization (memaksimalkan laba)

Memaksimalkan laba bertujuan untuk mempetrend peroleh bonus yang lebih besar, selain itu memperoleh bonus yang lebih besar, selain itu tindakan ini juga bisa dilakukan untuk menghindari pelanggaran atas kontrak hutang jangka panjang (debt convenant).

Income smoothing (perataan laba)

Perusahaan umumnya lebih memilih untuk melaporkan trend pertumbuhan laba yang stabil daripada menunjukkan perubahan laba yang meningkat atau menurun secara drastis.

Timing revenue dan expenses recognation (pengakuan pendapatan dan beban)

Teknik ini dilakukan dengan membuat kebijakan tertentu yang berkaitan dengan timing suatu transaksi, misalnya pengakuan premature atas pendapatan.

Motivasi Manajemen Laba   

Berikut adalah beberepa poin motivasi manajemen laba dan penjelasannya, menurut Scott, yaitu:

Kontrak utang jangka panjang (debt convenant)

Motivasi ini muncul ketika perusahaan melakukan perjanjian utang yang berisikan perjanjian untuk melindungi sang pemberi pinjaman dari aksi manajer yang tidak sesuai dengan kepentingan investor, seperti dividen yang berlebihan, pinjaman yang berlebihan, pinjaman tambahan, pemberian modal kerja, atau laporan ekuitas jatuh di bawah tingkat yang ditetapkan dalam semua aktivitas yang dapat mencairkan sekuritas sang pemberi pinjaman.

Rencana bonus (bonus scheme)

Motivasi bonus merupakan dorongan bagi manajer perusahaan dalam melaporkan laba yang diperoleh untuk mendapatkan bonus yang dihitung atas dasar laba tersebut. Jika laba lebih rendah daripada laba yang ditetapkan, maka akan mendorong manajer untuk melakukan manajemen laba.

Motivasi politik (political motivations)

Motivasi ini terjadi pada perusahaan – perusahaan besar dan industri strategis yang cenderung menurunkan laba visibilitasnya, khususnya selama menurunkan periode kemakmuran tinggi

Motivasi perpajakan (taxation motivations)

Dalam hal ini manajer perusahaan menurunkan laba untuk mengurangi beban pajak, apabila laba semakin besar maka beban pajak yang harus ditanggung oleh perusahaan semakin tinggi.

Pergantian direksi (charges of chief executive officer (CEO))

Motivasi ini terjadi ketika dalam kasus pergantian manajer biasanya di akhir tahun tugasnya, manajer akan melaporkan laba yang tinggi. Sehingga CEO yang baru merasa sangat berat untuk mencapai tingkat laba tersebut atau ketika pimpinan perusahaan yang mempunyai kinerja buruk sehingga mereka akan melakukan manajemen laba untuk menunda pemecatan agar pimpinan tersebut mempunyai cukup waktu untuk memperbaiki kinerjanya.

Penawaran perdana (initial public offering)

Perusahaan yang baru saja menerbitkan saham perdana (IPO) belum bisa memiliki harga pasar saham yang mapan. Cara untuk mempengaruhi pasar adalah dengan memberikan informasi net income yang diharapkan lewat Prospectus Earning Management dilakukan net income sebagai pasar pemberi respon positif harga saham.

Related posts