Larangan untuk Melakukan Pergaulan Bebas (Surat An Nur Ayat 2), Bacaan, Arti Perkata (Mufradat), Terjemahan, Isi kandungan, Tafsir dan Cara Menghindari (Rangkuman Materi PAI SMA Kelas 10 Bab 6) Kurikulum Merdeka

  • Whatsapp
Menyederhanakan Bentuk Aljabar, Struktur, Penyederhanaan Suku Banyak, Perkalian dan Pembagian Suku Tunggal (Rangkuman Materi Informatika SMP/MTS Kelas 8 Bab 1 ) Kurikulum Merdeka

Rangkuman Materi PAI SMA Kelas 10 Bab 6 | Kurikulum Merdeka | Larangan untuk Melakukan Pergaulan Bebas | Bacaan Surat An Nur Ayat 2 | Terjemahan Surat An Nur Ayat 2 | Isi Kandungan Surat An Nur Ayat 2 | Tafsir Surat An Nur Ayat 2 | Cara Menghindari Pergaulan Bebas |

Bacaan Surat An Nur Ayat 2

اَلزَّانِيَةُ وَالزَّانِيْ فَاجْلِدُوْا كُلَّ وَاحِدٍ مِّنْهُمَا مِائَةَ جَلْدَةٍ ۖوَّلَا تَأْخُذْكُمْ بِهِمَا رَأْفَةٌ فِيْ دِيْنِ اللّٰهِ اِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِۚ وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَاۤىِٕفَةٌ مِّنَ الْمُؤْمِنِيْنَ

Az-zāniyatu waz-zānī fajlidụ kulla wāḥidim min-humā mi`ata jaldatiw wa lā ta`khużkum bihimā ra`fatun fī dīnillāhi ing kuntum tu`minụna billāhi wal-yaumil-ākhir, walyasy-had ‘ażābahumā ṭā`ifatum minal-mu`minīn.

Arti Perkata (Mufrodat) Surat An Nur Ayat 2

belas kasihanرَأۡفَةٞperempuan yang berzinaٱلزَّانِيَةُ
kamu berimanتُؤۡمِنُونَdan laki-laki yang berzinaوَٱلزَّانِي
dan hendaklah menyaksikanوَلۡيَشۡهَدۡmaka deralahفَٱجۡلِدُواْ
golonganطَآئِفَةٞseratusمِاْئَةَ
orang-orang yang berimanٱلۡمُؤۡمِنِينَmengambil/menjadikan kamuتَأۡخُذۡكُم

Terjemahan Surat An Nur Ayat 2

Pezina perempuan dan pezina laki-laki, deralah masing-masing dari keduanya seratus kali, dan janganlah rasa belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama (hukum) Allah, jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian; dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sebagian orang-orang yang beriman.



Isi Kandungan Surat An Nur Ayat 2

  • Perintah Allah Swt untuk menghukum dera/cambuk sebanyak 100 (seratus) kali masing-masing untuk pelaku zina perempuan dan pelaku zina laki-laki, untuk memberikan shock teraphy dan peringatan bagi orang lain untuk tidak meniru dan mengikutinya.
  • Pada pelaksanaan hukuman tersebut, pihak yang berwenang diharapkan bisa bertindak tegas dan dilarang berbelas kasihan kepada kedua pelaku zina tersebut dalam pelaksanaan hukuman terhadapnya.
  • Pelaksanaan hukuman atau eksekusi hukum dera tersebut, hendaknya disaksikan oleh sebagian orang-orang yang beriman/masyarakat di wilayah di mana keduanya tinggal.
  • Penyebutan kata az-zaniyah/perempuaan pezina lebih didahulukan daripada kata az-zani/laki-laki pezina. Karena akibat dari perzinahan tersebut dapat nampak dengan jelas terlihat pada perempuan akibat kehamilan (jika sampai terjadi kehamilan) atau dampak negatif yang diakibatkan perzinaan lebih banyak ditanggung oleh perempuan daripada laki-laki.
  • Dalam aturan dan norma agama, perempuan apalagi seorang gadis, tidak dibenarkan untuk pergi ke tempat-tempat yang sepi kecuali dengan mahramnya. Berbeda dengan laki-laki yang dapat pergi kemana saja sendirian. Karena apabila terjadi sesuatu, maka sesungguhnya pihak perempuanlah yang paling dirugikan.
Baca Juga :   Download Buku Guru Bahasa Indonesia SD, SMP/MTS, SMA/SMK/MA Sederajat Kurikulum Merdeka

Tafsir Surat An Nur Ayat 2

Pengertian Pergaulan Bebas

Dari segi bahasa, pergaulan adalah proses bergaul, sedangkan bebas adalah lepas sama sekali (tidak terhalang, terganggu dan terbatasi sehingga boleh bergerak, berbicara, berbuat dan sebagainya secara leluasa). Dapat diartikan bahwa pergaulan bebas adalah tindakan atau sikap yang dilakukan oleh individu atau kelompok dengan tidak terkontrol dan dibatasi oleh aturan-aturan dan norma yang berlaku di masyarakat. D




alam praktik kehidupan sehari-hari, pergaulan bebas identik dengan perilaku yang dapat merusak tatanan nilai dalam masyarakat. Kartono, seorang ilmuwan Sosiologi, menjelaskan bahwa pergaulan bebas merupakan gejala patologis sosial pada remaja yang disebabkan oleh suatu bentuk pengabaian sosial, sehingga mengakibatkan perilaku yang menyimpang.

Baca Juga :   Perbankan Syariah, Pengertian, Sejarah, Dasar, Kegiatan dan Usaha (Rangkuman Materi PAI SMA Kelas 10 Bab 4 ) Kurikulum Merdeka

Bentuk Pergaulan Bebas

Praktik seks bebas/perbuatan zina. Seks bebas adalah perilaku keji yang dilarang agama Islam. Perbuatan seks bebas akan menjauhkan pelakunya dari jalan yang benar karena perbuatan ini akan berakibat merendahkan harkat dan martabat pelakunya di hadapan Allah Swt. dan di hadapan manusia. Itulah sebabnya mengapa Allah melarang umat Islam untuk mendekati perbuatan zina, mengingat perbuatan ini dapat mendatangkan mudarat yang besar dalam kehidupan manusia.

Dalam pandangan Islam, Q.S. an-Nur/24: 2 mengandung penjelasan yang bersifat pasti. Karenanya, zina merupakan perbuatan kriminal (jarimah) yang dikategorikan hukuman hudud, yakni suatu jenis hukuman atas perbuatan maksiat yang menjadi hak Allah Swt. Tidak ada seorang pun yang berhak memaafkan kemaksiatan zina tersebut, baik oleh penguasa atau pihak yang

 berkaitan dengannya. Berdasarkan Q.S. an-Nur/24: 2, pelaku perzinaan, baik laki-laki maupun perempuan harus dihukum dera (dicambuk) sebanyak 100 kali. Namun, jika pelaku perzinaan itu sudah muḥșan (pernah menikah), sebagaimana ketentuan hadis Rasulullah Saw. maka diterapkan hukuman rajam, apabila kesalahan perbuatan zinanya terbukti sesuai dengan syarat-syarat yang ditetapkan oleh agama.

Dalam konteks ini yang memiliki hak untuk menerapkan hukuman tersebut hanyalah khalifah (kepala negara) atau orang-orang yang ditugasi olehnya. Ketentuan ini berlaku bagi wilayah yang menerapkan syari’at Islam sebagai hukum positif dalam suatu negara. Sebelum memutuskan hukuman bagi pelaku zina, maka ada empat hal yang dapat dijadikan sebagai bukti, yaitu (1) saksi, (2) sumpah, (3) pengakuan, dan (4) dokumen atau bukti tulisan. Dalam kasus perzinaan, pembuktian perzinaan ada dua, yakni saksi (yang berjumlah empat orang) dan pengakuan pelaku.

Baca Juga :   Capaian Pembelajaran Biologi Kelas 10 SMA / SMK / MA (Fase F) Kurikulum Merdeka

Ancaman dan penjatuhan hukuman syari’at Islam tersebut bukan hanya terhadap pelaku zina saja. Menuduh orang lain telah melakukan zina pun, mendapatkan ancaman yang sama besarnya apabila tuduhan tersebut tidak terbukti. Dalam kitab-kitab fikih, menuduh orang lain berbuat zina disebut qadf, yang definisinya sebagaimana diungkapkan oleh Syekh Muhammad bin Qasim dalam Kitab Fathul Qarib, yaitu: “Pasal tentang penjelasan hukum qadf. Secara bahasa qadf berarti menuduh. Secara syari’at bermakna menuduh berzina dengan tujuan untuk mempermalukan, agar keluar (terucap) pengakuan telah berzina”.

Dengan demikian, ketika seeorang telah menuduh orang lain berzina, maka ia akan dimintai pertanggungjawaban atas tuduhan tersebut dengan wajib menghadirkan 4 (empat) orang saksi (satu di antaranya adalah dirinya sendiri) yang semuanya memberikan kesaksian bahwa tertuduh telah berzina dan melihat secara langsung tanpa terhalang oleh apa pun. Kesaksian keempat orang ini pun harus sama.

Apabila penuduh tidak mampu menghadirkan saksi dengan ketentuan seperti tersebut di atas, maka keadaan justru terbalik, si penuduh akan diancam dengan hukuman had qadf, yakni dicambuk sebanyak 80 kali. Namun hukuman ini tidak berlaku apabila si penuduh adalah suami dari pihak tertuduh yang telah bersumpah li’an (sumpah suami bahwa istrinya telah berzina dengan laki-laki lain).

Cara Menghindari Pergaulan Bebas

  • Menjaga pergaulan yang sehat dan beretika
  • Menutup dan menjaga aurat
  • Selektif dalam memilih teman bergaul
  • Memanfaatkan waktu luang dengan melakukan kegiatan positif.
  • Mendekatkan diri dan memperbanyak zikir kepada Allah Swt.
  • Berpuasa sebagai perisai nafsu



Related posts