Kunci Jawaban Tema 6 Kelas 6 SD Halaman 59, 60, 61, 62, 63 | Kurikulum 2013 | K-13 Revisi | Menuju Masyarakat Sehat | Masyarakat Sehat Negara Kuat |
Kunci Jawaban Tema 6 Kelas 6 SD Halaman 59, 60, 61, 62, 63
Apakah kamu sedang mencari jawaban dari pertanyaan ada di dalam buku pelajaran Tema 6 Kelas 6 SD Halaman 59, 60, 61, 62, 63? Kamu sekarang berada di tempat yang tepat.
Di bawah ini akan dihadirkan jawaban dari pertanyaan yang ada di Halaman 59, 60, 61, 62, 63. Hal ini supaya kamu mudah dalam mengerjakan tugas yang diberikan guru. Upss… ini bukan anjuran untuk mencontek yah. Terlebih WISLAH sekarang sudah punya TANYA.WISLAH.COM yang menyajikan semua soal berserta jawaban dari berbagai tugas yang diberikan guru.
Model memberikan jawaban ini, kami niatkan untuk melatih kamu mengukur akurasi pemahaman kamu atas pertanyaan yang ada. Dan belajar konsep besar dari alur dari sebuah bahasan. Karena tidak mungkin kumpulan soal termasuk soal bahasan ini (Soal dalam Tema 6 Kelas 6 Halaman 59, 60, 61, 62, 63) dibuat tidak berdasar struktur logika yang runut dan terstruktur.
Jawaban Tema 6 Kelas 6 Halaman 59, 60, 61, 62, 63
Siti dan teman-temannya telah mendapatkan hak sebagai warga negara Indonesia yaitu hak memperoleh pendidikan dan pengajaran. Siti dan teman-temannya menjadi generasi yang pandai dan cerdas. Itulah salah satu manfaat pemenuhan hak warga negara. Masih banyak manfaat pemenuhan hak warga negara Indonesia lainnya. Apa sajakah itu?
Ayo Membaca
Manfaat Pemenuhan Hak sebagai Warga Negara Indonesia
Setiap warga negara memiliki hak dan kewajiban. Hak dan kewajiban hendaknya dilakukan secara seimbang. Artinya dalam melaksanakan hak tidak lupa juga melaksanakan kewajiban sebagai warga negara. Bahkan kewajiban hendaknya dilakukan terlebih dahulu daripada hak. Banyak manfaat yang dapat dirasakan warga negara Indonesia atas terpenuhinya hak yang
Manfaat Pemenuhan Hak sebagai Warga Negara Indonesia
Setiap warga negara memiliki hak dan kewajiban. Hak dan kewajiban hendaknya dilakukan secara seimbang. Artinya dalam melaksanakan hak tidak lupa juga melaksanakan kewajiban sebagai warga negara. Bahkan kewajiban hendaknya dilakukan terlebih dahulu daripada hak. Banyak manfaat yang dapat dirasakan warga negara Indonesia atas terpenuhinya hak yang dimiliki.
Salah satu contoh manfaat yang diperoleh dari pemenuhan hak atas pendidikan dan pengajaran yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan salah satu tujuan nasional bangsa Indonesia yang tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 alinea empat.
Manfaat lain bisa dipahami berdasarkan pemenuhan hak warga negara. Contohnya manfaat atas pemenuhan hak mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. Pemenuhan hak ini sangat bermanfaat bagi peningkatan perekonomian warga negara Indonesia dan mengurangi jumlah pengangguran.
Adapun pemenuhan hak atas perlindungan hukum jelas akan bermanfaat bagi terwujudnya keamanan, keadilan, dan keteraturan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Dengan demikian, akan tercipta kehidupan yang harmonis antarwarga negara Indonesia dan antara warga negara dengan pemerintah.
Untuk pemenuhan hak atas perolehan fasilitas pelayanan kesehatan sangat bermanfaat dalam menciptakan kesejahteraan umum. Masyarakat yang sehat dapat menjalankan segala kegiatan untuk pemenuhan kebutuhan hidup sehingga tercipta keasejahteraan umum. Menciptakan kesejahteraan umum ini juga merupakan salah satu tujuan nasional Indonesia.
Ayo Berlatih
Di depan telah disajikan bacaan nonfiksi yang terdiri atas lima paragraf. Bacalah kembali dengan cermat teks nonfiksi di atas. Selanjutnya, kerjakan perintah berikut!
1. Tuliskan kalimat utama pada setiap paragraf.
2. Tuliskan gagasan utama pada setiap paragraf.
3. Tuliskan gagasan utama dari teks nonfiksi berdasarkan gagasan utama setiap paragraf.
4. Tuliskan hasilnya dalam bentuk tabel seperti contoh berikut.
Jawaban:

Buatlah kelompok di kelas yang terdiri atas tiga sampai lima orang. Bacalah dengan cermat bacaan di atas, kemudian diskusikan dengan teman satu kelompokmu cara-cara untuk mempertahankan kemerdekaan. Tuliskan cara lain yang dapat kamu lakukan selain yang ada dalam bacaan.
Jawaban:
Mempertahankan kemerdekaan dapat dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
– Dengan membiasakan tindakan-tindakan positif yang dapat mencegah terjadinya perpecahan antaranggota keluarga, antarteman, dan antarwarga masyarakat.
– Menghargai perbedaan yang ada dan jangan jadikan perbedaan sebagai alasan terjadi perpecahan.
Lakukan pengamatan terhadap perilaku warga masyarakat di lingkungan tempat tinggalmu. Identifikasilah perilaku warga masyarakat yang mencerminkan sikap mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Tuliskan hasil pengamatanmu dan presentasikan secara lisan di depan kelas.
Jawaban:
Jawaban disesuaikan tempat tinggal masing-masing siswa. Perilaku warga masyarakat di lingkungan tempat tinggal saya telah mencerminkan sikap mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Contohnya, ketika Hari Kemerdekaan diadakan lomba. Kemudian rutin mengadakan gotong royong, semua warga beribadah dengan rajin sesuai agama masing-masing dengan tetap menghormati perbedaan agama.
Beberapa perilaku warga masyarakat lainnya yang mencerminkan sikap mempertahankan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia yaitu :
1. Memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat dengan melaksanakan siskamling
2. Mengamalkan nilai – nilai Pancasila dengan bergotong royong memperbaiki Masjid
3. Menghargai sesama warga negara Indonesia yang berbeda asal daerah
4. Menggunakan produk buatan dalam negeri dan mengurangi penggunaan barang impor.
5. Mendukung pembangunan dengan taat membayar pajak.
6. Mengikuti semua protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah
Kesimpulan
Sikap yang baik akan menghasilkan karakter yang baik pula, maka dari itu kita harus selalu bersikap baik kepada siapapun untuk dapat mempertahankan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dengan semangat yang tinggi tidak mungkin bangsa ini goyah dan direbut kembali oleh bangsa lain, yang ada malah Indonesia semakin kuat dan bersatu dalam keadaan apapun dan bagaimanapun.
Ayo Renungkan
Ikut serta mempertahankan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan hak dan kewajiban setiap warga negara Indonesia. Coba kamu ingat dan renungkan tindakan mempertahankan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sudah kamu lakukan.
Kegiatan Bersama Orang Tua
Bersama orang tuamu, amatilah hak-hak warga negara Indonesia yang sudah terpenuhi.
Mintalah pendapat orang tuamu untuk menuliskan manfaat atas pemenuhan hak-hak warga negara yang sudah kamu amati.
Bonus Cerita Anak SD: Dongeng kejutan kakek
Dongeng kejutan kakek
Apa kejutan kakek kali ini? Jodi, Jenny, Gina, Bobi, dan aku mencoba menerka. Kami, lima sepupu selalu mengisi liburan sekolah di rumah kakek. Kakek selalu memberikan kejutan!
Kakek pernah mengajak kami mengunjungi desa Geulis yang berseberangan dengan desa Sae, desa tempat kakek tinggal. Wah! Kami harus melewati jembatan gantung.
Jembatan gantung itu terbuat dari jalinan akar pohon beringin yang tumbuh di dua desa, desa Geulis dan desa Sae. Di bawah jembatan gantung, mengalir air jernih Sungai Caiherang. Jembatan gantung ini panjangnya tiga puluh meter dan tingginya enam meter.
Selangkah, dua langkah, kami berjalan gagah. Sampai di tengah-tengah jembatan, iiihh… kami saling bergandengan. Jalinan akar jembatan yang tidak rata dan air sungai yang mengalir deras di bawah jembatan, membuat kami deg-degan.
“Tetap berpegangan pada siis jembatan.” Kakek mengingatkan. Pegangan lurus ke depan, jangan lihat ke bawah.”
Hati-hati kami melewati jembatan gantung, lalu hop hop hop. Satu per satu kami melompat sampai desa Geulis.
Kakek pernah mengajak kami menyusuri pasar sepanjang desa Sae. Kami keluar masuk pasar membawa belanjaan yang tidak pernah kami temui di kota. Ada buah kesemek, kecapi, jamblang, ceri, dan jambu monyet.
“Bagaimana rasanya?” tanya kakek.
Hmmmm…..” Kami berlomba mengacungkan jempol tinggi-tinggi.
Kakek pernah mengajak kami ke sebuah ranch, menunggang kuda seperti koboi, lengkap dengan kostumnya.
“Ayo, kita berlomba!” Kakek menepuk kuda tunggangannya.
Keteplak… keteplok… Kuda-kuda kami beradu cepat mengejar kakek yang melesat bersama si black.
Kakek pernah mengajak kami membuat pertunjukan wayang. Ada banyak wayang di lemari kayu kakek. Semar, Cepot, Gareng, Petruk, Bagong, Togog, Arjuna, Bima, Nakula, Sadewa dan Gatotkaca. Kami terkikik mendengar suara kakek mendalang.
“Ayo kalian harus bisa mendalang.” Kakek memberi kami masing-masing sebuah wayang.
Kakek tinggal di sebuah rumah di atas bukit. Di belakang rumah kakek, tumbuh sebatang pohon oak yang sangat besar. Pertama kali berlibur di rumah kakek, kami takut pada pohon oak. Malam-malam, seringkali angin bertiup kencang, membuat daun-daun dan dahan-dahan saling bergesekan. Bunyinya menyeramkan.
Supaya kami tidak takut, kakek mengajak kami melihat sendiri pohon oak itu. Ternyata memang itu hanya bunyi daun dan dahan yang tertiup angin.
Kini, kami tidak takut lagi kalau mendengar bunyi dari pohon oak. Liburan kali ini, kami malah terkagum-kagum melihat pohon oak itu. Kakek membuat kejutan seru di pohon itu. Sungguh menyenangkan!
“Kapan kakek mengerjakannya?” tanya Jodi girang.
“Liburan yang lalu, belum ada kan?” kata Jenny hampir tak percaya.
“Pasti mengerjakannya butuh waktu lama.” Aku mengagumi hasil karya kakek.
Kakek tertawa riang. “Saat kalian belajar di sekolah, di sini pun kakek belajar. Kakek memikirkan sesuatu yang dapat membuat cucu-cucu kakek bahagia.”
Si kecil Bobi menatap kakek serius. “Apa yang kakek pelajari? Kalau aku di sekolah belajar menyanyi, menggambar, dan baris berbaris.”
Kakek terkekeh. “Tahun ini, kakek belajar membuat rumah pohon.”
Kakek menatap bangga pada rumah buatannya di atas pohon oak. Ya itulah kejutan seru dari kakek. Sebuah rumah pohon untuk kami!
“Ceritakan kek, bagaimana awalnya?” pinta Gina.
“Sore itu…. “Kakek mulai bercerita. “Kakek sedang duduk-duduk di teras belakang memandangi pohon oak. Tiba-tiba bayangan kalian menari-nari di pelupuk mata kakek. Kalian bermain di bawah pohon oak.”
Kami saling merapat, serius mendengarkan cerita kakek.
“Kalian bermain ular naga. Jodi berdiri paling depan menjadi kepala ular. Bobi berdiri paling belakang menjadi ekor ular. Hanna, Gina dan Jenny di tengah menjadi badan.”
“Menjadi ekor ular naga? Menyenangkan!” seru Bobi.
“Tiba-tiba seorang pangeran datang. Ia hendak menangkap ular naga tersebut untuk dibawa ke istana.”
“Oh! bagaimana nasib ular naga itu?”
“Nah, saat itulah sesuatu terlintas dalam benak kakek,”seru kakek bersemangat. “Andai pohon oak memiliki tangga dan rumah, maka ular naga dapat bersembunyi dan selamat dari serangan pangeran.”
“Akhir cerita yang seru!” Kami bertepuk tangan.
Si kecil Bobi berlari ke pangkuan kakek. “Terima kasih, Kakek.” Ia menghujani kakek dengan ciuman.
Kakek mendapat ciuman bukan hanya dari Bobi. Tetapi juga dari Jodi, Jenny, Gina dan aku.
Kami memeluk kakek penuh sayang.
Kejutan kakek selalu kami nanti-nantikan….

