Kunci Jawaban Tema 6 Kelas 5 SD Halaman 189, 190, 191, 192, 193, 194, 195, 196, 197 Kurikulum 2013 (K-13) Revisi

kunci jawaban tematik kelas 1, 2, 3, 4, 5, 6

Kunci Jawaban Tema 6 Kelas 5 SD Halaman 189, 190, 191, 192, 193, 194, 195, 196, 197 | Kurikulum 2013 | K-13 Revisi | Panas Dan Perpindahannya |  Pengaruh Kalor Terhadap Kehidupan |

Kunci Jawaban Tema 6 Kelas 5 SD Halaman 189, 190, 191, 192, 193, 194, 195, 196, 197

Apakah kamu sedang mencari jawaban dari pertanyaan ada di dalam buku pelajaran Tema 6 Kelas 5 SD Halaman 189, 190, 191, 192, 193, 194, 195, 196, 197? Kamu sekarang berada di tempat yang tepat.

Di bawah ini akan dihadirkan jawaban dari pertanyaan yang ada di Halaman 189, 190, 191, 192, 193, 194, 195, 196, 197. Hal ini supaya kamu mudah dalam mengerjakan tugas yang diberikan guru. Upss… ini bukan anjuran untuk mencontek yah. Terlebih WISLAH sekarang sudah punya TANYA.WISLAH.COM yang menyajikan semua soal berserta jawaban dari berbagai tugas yang diberikan guru.

Model memberikan jawaban ini, kami niatkan untuk melatih kamu mengukur akurasi pemahaman kamu atas pertanyaan yang ada. Dan belajar konsep besar dari alur dari sebuah bahasan. Karena tidak mungkin kumpulan soal termasuk soal bahasan ini (Soal dalam Tema 6 Kelas 5 Halaman 189, 190, 191, 192, 193, 194, 195, 196, 197) dibuat tidak berdasar struktur logika yang runut dan terstruktur. 

Jawaban Tema 6 Kelas 5 Halaman 189, 190, 191, 192, 193, 194, 195, 196, 197

Masalah Sosial di Sekitar Kita

Dengan semakin majunya media informasi baik cetak maupun elektronik, dengan mudah masyarakat mengetahui peristiwa yang terjadi di tempat-tempat lainnya. Tidak terkecuali berita-berita tentang permasalahan sosial yang sering diberitakan. Beberapa masalah sosial seperti pencemaran lingkungan, rusaknya atau buruknya fasilitas umum, perilaku tidak disiplin, merupakan masalah sosial yang sering terjadi.

Pencemaran lingkungan, terjadi karena masyarakat membuang bahan-bahan berbahaya secara sembarangan ke lingkungan alam. Pencemaran limbah cair ke sungai-sungai, dapat mencemari air sungai yang menyebabkan kerugian bagi masyarakat yang menggunakannya. Pencemaran udara juga dilakukan oleh kendaraan yang sudah tidak layak jalan, sehingga mencemari udara dengan bahan berbahaya seperti timbal dan karbon monoksida. Selain itu, masih ada pabrik-pabrik yang membuang limbahnya melalui udara. Pencemaran pada tanah juga terjadi, karena masyarakat membuang bahan berbahaya yang dapat membunuh organisme di dalam tanah yang diperlukan oleh tumbuhan.

Fasilitas umum biasanya disediakan oleh pemerintah yang digunakan untuk keperluan masyarakat. Fasilitas umum yang mudah dijumpai, antara lain fasilitas umum sebagai sarana transportasi, sarana pendidikan, dan sarana kesehatan. Kendaraan umum, terminal, pelabuhan, merupakan beberapa contoh sarana transportasi. Gedung sekolah, museum, gedung olahraga merupakan contoh sarana pendidikan. Sedangkan rumah sakit, apotek, puskesmas merupakan contoh sarana kesehatan. Seringkali masyarakat kurang memelihara fasilitas-fasilitas umum tersebut, sehingga tidak terawat dan rusak. Ketika fasilitas umum itu rusak maka hak orang lain untuk menggunakannya akan terhambat. Dengan memelihara dan melaporkan kerusakan, masyarakat dapat menjaganya agar dapat digunakan.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita menjumpai banyak sekali perilaku tidak disiplin, misalnya di jalan raya. Kecelakaan lalu lintas dan kemacetan, merupakan salah satu akibat dari perilaku tidak disiplin. Contoh perilaku tidak disiplin antara lain: menjalankan kendaraan dengan melawan arus. Mengendarai sepeda motor di tempat yang tidak semestinya, misalnya di trotoar atau jembatan penyeberangan. Memarkir kendaraan di sembarang tempat, berhenti untuk menurunkan dan menaikkan penumpang di sembarang tempat, serta menyeberang jalan secara sembarangan, tidak menggunakan jembatan penyeberangan.

Berdasarkan bacaan di atas tuliskan hal-hal yang kamu pahami dari setiap paragraf pada bacaan dalam sebuah kalimat. Kalimat-kalimat tersebut akan mewakili isi dari bacaan yang kamu baca. Tuliskan pada tempat yang telah disediakan.

Jawaban:

Buatlah sebuah paragraf untuk menjelaskan isi bacaan yang melibatkan semua isi dalam setiap paragraf. Jangan lupa untuk memperhatikan penggunaan kata-kata baku dan ejaan yang tepat.

Jawaban:

Terdapat beberapa permasalahan sosial di masyarakat seperti rusaknya fasilitas milik umum atau publik, pencemaran lingkungan, adanya perilaku tidak berdisiplin masyarakat, adalah merupakan masalah sosial yang biasa dan sering terjadi di masyarakat. Pencemaran air, udara dan tanah terjadi karena masyarakat membuang sembarangan bahan berbahaya bagi lingkungan. Sarana atau fasilitas milik publik/umum seperti sarana pendidikan, kesehatan, transportasi harus dipelihara dengan baik, dan dilaporkan bila ditemukan kerusakan agar segera diperbaiki dan dapat dipergunakan kembali. Sedangkan perilaku tidak disiplin di jalan dapat menyebabkan bahaya, yaitu kecelakaan lalu lintas. Perilaku tidak disiplin itu antara lain, berkendara melawan arus lalu lintas, parkir sembarangan, berhenti sembarangan untuk menaikkan atau menurunkan penumpang, pejalan kaki yang sembarangan menyeberang.

Kesimpulanku :

Jawaban:

Adanya permasalahan sosial masyarakat dikarenakan beberapa pihak tidak melakukan kewajiban dan tanggungjawabnya secara benar. Adanya peraturan yang dibuat dimaksudkan agar dipatuhi sehingga ketertiban, keamanan dan kenyamanan bisa didapat. Oleh karena itu jika salah satu pihak tidak melakukan kewajibannya, maka akan terjadi permasalahan yang akan meresahkan dan merugikan banyak pihak di masyarakat.

Berdasarkan bacaan di atas, buatlah sebuah diagram untuk menjelaskan apa yang telah kamu baca. Gunakan catatanmu tentang isi setiap paragraf yang mewakili pokok pikiran dalam setiap paragraf di atas untuk mempermudah pekerjaanmu. Tambahkanlah beberapa gambar pada setiap pokok pikiran yang kamu jelaskan.

Jawaban :

Ayo Mengamati

Masalah sosial yang terjadi seperti yang dijelaskan di dalam bacaan di atas, mungkin pernah terjadi di sekitarmu juga. Pernahkah kamu berpikir tentang gagasan untuk mengurangi terjadinya masalah sosial tersebut? Dengan menggunakan bacaan di atas lakukanlah kegiatan berikut ini!

A. Lengkapilah tabel berikut ini dengan menggunakan keterangan yang ada pada bacaan di atas. Perhatikan contoh.

Jawaban:

B. Amatilah lingkungan di sekitarmu, baik di sekolah maupun di rumah. Gunakan tabel berikut ini untuk menuliskan masalah sosial yang terjadi di sekitarmu. Perhatikan tabel sebelumnya sebagai panduanmu.

Jawaban :

Ayo Mencoba

Setelah kamu memahami beberapa teknik menggambar gambar cerita dan juga mengerti beberapa hal yang perlu diperhatikan pada sebuah gambar cerita, lakukanlah kegiatan berikut ini.

1. Pilihlah salah satu gambar yang tersedia di bawah ini.

2. Berilah judul pada gambar tersebut, lalu tuliskanlah sebuah cerita berdasarkan gambar tersebut.

3. Cari tahu juga media dan teknik menggambar yang digunakan.

Jawaban:

Judul : Tolong Menolong

Anton mempunyai sepeda baru yang dibelikan oleh orang tuanya setelah ia berhasil menjadi juara 1 di kelasnya. Ia sangat senang dengan sepeda barunya dan selalu berkeliling di lingkungan kampungnya dengan menggunakan sepeda. Pada suatu hari saat Anton sedang bersepeda dengan kencang, karena jalanan banyak pasir yang berserakan maka Anton jatuh terguling akibat ban sepedanya terpeleset pasir. Ia jatuh terguling dan sepedanya terlempar dari Anton.

Saat Anton bangun dan melihat sepedanya ternyata rantai sepedanya lepas. Ia pun kebingungan untuk membetulkan rantai sepedanya karena tidak membawa peralatan yang lengkap. Untung saja Dani yang saat itu berjalan hendak pulang ke rumahnya melihat Anton dan segera menolongnya. Dani kebetulan juga membawa alat perbengkelan milik ayahnya, dan segera membantu menyelesaikan masalah Anton. Sebagai ucapan terima kasih Anton mengajak Dani untuk berboncengan dan mengantarkannya pulang ke rumah.

Media dan teknik menggambar : Media Kering, Teknik Arsir

Bonus Cerita Anak SD: Nenek Hulda

Nenek Hulda

Seorang janda memiliki dua orang putri, putri tiri yang cantik dan rajin, dan putri kandung yang buruk rupa dan malas. Tetapi karena putri yang buruk rupa adalah putri kandung, ibunya sangat mencintai putri tersebut dan putri tirinya-lah yang ditugaskan untuk mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga. Setiap hari putri tirinya duduk di samping sumur dan menenun hingga tangannya berdarah. Suatu saat, tangannya terluka oleh alat dan jarum tenun, ketika sang putri mencoba untuk mencuci tangannya di sumur, secara tidak sengaja alat tenun yang dipegang terlepas dari tangannya dan jatuh ke dalam sumur. Dia lalu mulai menangis dan melaporkan hal tersebut ke ibu tirinya, tetapi ibu tirinya memarahi dia tanpa belas kasihan dan berkata dalam keadaan marah:

“Karena kamu yang membiarkan alat tenun itu jatuh, kamu harus mengambilnya kembali!”

Putri tiri itu berbalik kembali ke sumur, tidak tahu apa yang akan diperbuat, dalam keadaan putus asa melompat masuk ke dalam sumur untuk mengambil alat tenun yang jatuh. Setelah melompat turun, dia menjadi tidak sadar, dan ketika tersadar, dia telah berada pada padang rumput yang indah, matahari bersinar dan bunga-bunga mekar di sekelilingnya. Dia lalu berjalan melintasi padang rumput hingga menemukan oven/pembakar roti yang penuh dengan roti; dan roti-roti tersebut memanggil-manggilnya,

“Oh, keluarkanlah Saya, keluarkanlah Saya, atau Saya menjadi hangus; Saya sekarang sudah matang!”

Kemudian putri tiri mendekat, dan dengan alat seperti sendok besar, dia mengeluarkan roti tersebut satu-persatu. Kemudian berjalan pergi lebih jauh hingga menemukan sebuah pohon yang sarat dengan buah apel, dan pohon tersebut memanggilnya,

“Oh, goyangkan aku, goyangkan aku, apel-apel ku sudah matang!”

Lalu sang Putri tiri menggoyangkan batang pohon tersebut sampai buah apelnya berjatuhan seperti hujan hingga tidak ada lagi apel yang bisa terjatuh; kemudian dia mengumpulkan apel tersebut dalam satu tumpukan, lalu berjalan pergi lebih jauh lagi. Hingga akhirnya dia tiba di sebuah rumah kecil, dan seorang nenek yang sudah tua terlihat mengintip keluar dari rumah tersebut. Nenek tersebut memiliki gigi yang sangat besar sehingga sang Putri tiri menjadi ketakutan dan berniat untuk lari, tetapi nenek tersebut memanggilnya kembali.

“Apa yang kamu takutkan, wahai anak ku? Datang dan tinggallah dengan saya, dan jika kamu melakukan pekerjaan rumah tangga dengan benar dan teratur, segalanya akan berjalan baik untuk kamu. Kamu harus membersihkan dan merapihkan ranjangku juga dengan baik sehingga semua bulu pada kasur beterbangan, dan di dunia akan turun salju, karena saya adalah nenek Hulda.”

Karena nenek tersebut bertutur-kata dengan sangat baik, sang Putri tiri memberanikan diri, menerima tawaran nenek Hulda dan mulai bekerja. Dia melakukan semuanya sehingga nenek tersebut puas, dan dia juga mengibas-ngibaskan kasur nenek tersebut hingga bulu-bulu pada kasur beterbangan seperti salju. Dia hidup dengan bahagia dan senang, tidak pernah bertentangan dengan sang Nenek. Saat dia tinggal cukup lama dengan nenek Hulda, dia mulai merasa sedih karena rindu akan rumah lamanya, walaupun dia sekarang tinggal di rumah yang ribuan kali lebih baik dibandingkan rumah lamanya, dia tetap merasa rindu, dan akhirnya mengutarakan maksudnya ke sang Nenek,

“Saya rindu akan rumah, dan walaupun saya hidup sangat baik di sini, Saya tidak dapat tinggal lebih lama lagi, Saya ingin kembali ke rumahku sendiri.”

nenek Hulda menjawab,

“Saya juga senang saat tahu bahwa kamu rindu akan rumahmu, dan, karena kamu telah melayani saya dengan sangat baik dan tulus, Saya akan mengirim kamu pulang ke sana!”

Dia lalu memegang tangan sang Putri tiri lalu menuntunnya melewati pintu yang sangat besar, dan ketika dia melewati pintu tersebut, dia dihujani dengan emas sehingga sekelilingnya penuh dengan emas.

“Semua ini adalah milikmu, karena kamu telah bekerja keras,” kata nenek Hulda; dan bersama itu sang Nenek mengembalikan alat tenun yang dijatuhkan oleh sang Putri di dalam sumur. Saat pintu tertutup, sang Putri tiri menemukan dirinya telah berdiri di dekat rumah ibunya; dan ketika dia berjalan pulang ke rumahnya, dia melewati seekor ayam yang berdiri di pinggiran sumur yang sedang berkokok nyaring dan berkata,

“Kukuruyuk! Putri Emas kita telah tiba di rumah!”

Lalu sang Putri tiri pergi menemui ibunya dengan badan yang penuh digantungi dan dilapisi oleh emas yang dia dapatkan.

Sang Putri tiri lalu menceritakan semua peristiwa yang dialami, dan saat ibu tirinya mendengar cerita tersebut, ibu tirinya berharap bahwa putrinya yang satu bisa mengalami keberuntungan yang sama dengan putri tirinya. Untuk itu dia lalu menyuruh putri kandungnya untuk duduk di pinggir sumur dan menenun, dan agar tangannya cepat terluka, dia menusuk tangannya dengan duri, lalu membuang alat tenun ke dalam sumur, dan melompat masuk ke dalam sumur. Dia juga mengalami hal yang sama dengan saudari tirinya, tiba di lapangan rumput yang indah, dan dengan mengikuti jalur yang sama, dia juga menemukan oven roti yang memanggilnya,

“Oh, keluarkanlah Saya, keluarkanlah Saya, atau Saya menjadi hangus; Saya sekarang sudah matang!”

Tetapi putri malas ini hanya menjawab,

“Saya tidak ingin tangan saya menjadi hitam,” lalu berjalan lebih jauh hingga bertemu dengan pohon apel yang memanggilnya,

“Oh, goyangkan aku, goyangkan aku, apel-apel ku sudah matang!”

Tapi dia hanya menjawab,

“Ini sudah baik; seharusnya satu diantara apel-apel mu jatuh di atas kepalaku,” lalu pergi berjalan lebih jauh. Saat dia menemukan rumah nenek Hulda, dia tidak merasa takut karena telah mendengar cerita dari saudari tirinya tentang gigi nenek Hulda yang besar. Dia akhirnya juga bekerja di rumah nenek Hulda. Hari pertama, dia masih bekerja dengan rajin, dia melakukan semua yang nenek Hulda perintahkan, karena sangat ingin mendapatkan emas yang banyak; tetapi hari kedua kemalasannya mulai muncul, begitu pula dengan hari ketiga dan berikutnya, sampai suatu hari dia tidak bangun pagi lagi. Akhirnya nenek Hulda tidak senang dengan putri yang malas tersebut dan memberikan peringatan bahwa kelakuan yang malas juga akan mendapatkan ganjaran; lalu nenek Hulda mengantarkan putri tersebut melewati pintu besar dan saat sang Putri berdiri di pintu tersebut, bukan emas yang menghujani dirinya, tetapi cairan hitam seperti aspal.

“Itulah balasan untuk pelayanan kamu,” kata nenek Hulda sambil menutup pintu. Akhirnya putri yang malas itu pulang ke rumah dengan di selimuti oleh cairan aspal, dan ayam jantan yang berdiri di pinggir sumur berkokok:

“Kukuruyuk!” Putri yang kotor telah tiba di rumah!”

Dan aspal tersebut terus menempel di badan putri yang malas, tidak pernah dapat terlepas selama hidupnya.

DOWNLOAD DI SINI

Related posts