WISLAH.COM – Berikut “Kumpulan Materi PAI Kelas 10 Kurikulum Merdeka (Semester 1 dan 2)” untuk siswa SMA yang disusun berdasarkan buku teks pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SMA/SMK Kelas X terbitan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia tahun 2021 yang ditulis oleh Ahmad Taufik dan Nurwastuti Setyowati. Materi-materi dalam buku ini mencakup berbagai aspek penting dalam kehidupan seorang Muslim, mulai dari meraih kesuksesan melalui kompetisi dalam kebaikan dan etos kerja, memahami hakikat ketauhidan, hingga mempelajari peran ulama dalam penyebaran Islam di Indonesia.
Buku ini disusun dengan tujuan untuk membantu siswa memahami dan mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Materi-materi dalam buku ini disajikan secara komprehensif dan mudah dipahami, sehingga dapat membantu siswa mengembangkan pemahaman yang lebih baik tentang agama Islam. Selain itu, buku ini juga dilengkapi dengan berbagai aktivitas dan latihan yang dapat membantu siswa meningkatkan pemahaman dan keterampilan mereka dalam mengamalkan ajaran Islam.
Kumpulan Materi PAI Kelas 10 SMA Kurikulum Merdeka (Kurmer) (Semester 1 dan 2)
A. Ringkasan Materi PAI Kelas 10 Bab 1 (Meraih Kesuksesan dengan Kompetisi dalam Kebaikan dan Etos Kerja)
Kompetisi dalam Kebaikan (Fastabiqul Khairat):
Al-Qur’an mengajarkan umat Islam untuk berlomba-lomba dalam kebaikan, seperti yang tercantum dalam Q.S. al-Maidah/5: 48.
Fastabiqul khairat berarti berlomba-lomba dalam melakukan perbuatan baik untuk mendapatkan ridha Allah Swt.
Untuk berkompetisi dalam kebaikan, lakukanlah “M6”:
Mengawali dengan membaca basmalah.
Melakukan dengan penuh semangat.
Menjaga konsistensi.
Mempelajari ilmu yang terkait.
Membiasakan bekerja sama.
Mengamati, meniru, dan memodifikasi.
Manfaat dari fastabiqul khairat antara lain:
Mendapatkan ridha dan pahala dari Allah Swt.
Menjadi manusia yang bermanfaat.
Mempercepat penyelesaian pekerjaan.
Termotivasi untuk menjadi lebih baik.
Menjadi pribadi yang disiplin dan bertanggung jawab.
Mempererat hubungan antar sesama.
Etos Kerja:
Al-Qur’an dan hadis menganjurkan umat Islam untuk bekerja keras dan memiliki etos kerja yang tinggi.
Tujuan bekerja dalam Islam antara lain:
Meraih ridha Allah Swt.
Menolak kemungkaran.
Kepentingan amal sosial.
Memberi nafkah keluarga.
Cara meningkatkan etos kerja:
Membuat skala prioritas.
Meningkatkan semangat, pengetahuan, dan keterampilan.
Saling memberi motivasi kepada rekan kerja.
Menciptakan suasana kerja yang nyaman.
Melibatkan teknologi canggih.
Manfaat etos kerja antara lain:
Terbiasa menghargai hasil yang sudah diraih.
Menjaga martabat diri sendiri.
Wujud pengabdian kepada Allah Swt.
Melatih sifat tabah, sabar, dan tawakal.
Baca Lengkap
: Rangkuman Materi PAI Kelas 10 Bab 1
B. Ringkasan Materi PAI Kelas 10 Bab 2 (Memahami Hakikat dan Mewujudkan Ketauhidan dan dengan Syu’abul (Cabang) Iman)
Iman:
Iman adalah kepercayaan, keyakinan, atau ketetapan hati terhadap Allah Swt.
Iman memiliki enam rukun:
Iman kepada Allah Swt.
Iman kepada malaikat-malaikat-Nya.
Iman kepada kitab-kitab-Nya
Iman kepada rasul-rasul-Nya.
Iman kepada hari akhir.
Iman kepada qada dan qadar.
Syu’abul Iman:
Syu’abul iman adalah cabang-cabang iman yang berjumlah 77.
Syu’abul iman terbagi menjadi tiga kategori:
Niat, akidah, dan hati (30 cabang).
Lisan/ucapan (7 cabang).
Perbuatan anggota badan (40 cabang).
Tanda-tanda Orang Beriman:
Hatinya bergetar ketika disebut nama Allah Swt.
Bertawakal setelah berusaha dan berdoa.
Senantiasa tertib dalam salat.
Menafkahkan sebagian rezeki di jalan Allah Swt.
Menghindari perkataan tidak berguna.
Memelihara amanah dan menepati janji.
Berjihad di jalan Allah Swt.
Problematika Praktik Keimanan:
Iman yang lemah dapat menyebabkan perilaku menyimpang, seperti tidak khusyuk dalam salat dan melakukan maksiat.
Lima ujian keimanan:
Mukmin yang saling mendengki.
Kaum munafik yang membenci kaum mukmin.
Orang kafir yang memerangi kaum mukmin.
Tipu daya setan.
Godaan hawa nafsu.
Hikmah dan Manfaat Syu’abul Iman:
Menghilangkan kepercayaan pada makhluk.
Menanamkan sikap tidak takut mati.
Mewujudkan kehidupan yang lebih baik.
Menumbuhkan sikap ikhlas.
Mendatangkan keberuntungan.
Mencegah penyakit jasmani dan rohani.
Baca Lengkap
: Rangkuman Materi PAI Kelas 10 Bab 2
C. Ringkasan Materi PAI Kelas 10 Bab 3 (Menjalani Hidup Penuh Manfaat dengan Menghindari Berfoya-foya, Riya’, Sum’ah, Takabbur, dan Hasad)
Berfoya-foya:
Islam melarang perilaku boros (tabzir) dan berlebih-lebihan (israf).
Tabzir adalah membelanjakan harta tidak pada jalannya atau tidak sesuai haknya
Israf adalah membelanjakan harta melewati batas kepatutan dan tidak bermanfaat
Dampak negatif perilaku berfoya-foya:
Melalaikan akhirat
Menimbulkan sifat iri, dengki, dan pamer.
Frustasi
Kikir
Cara menghindari perilaku berfoya-foya:
Membelanjakan harta sesuai skala prioritas
Membiasakan bersedekah
Bergaya hidup sederhana
Selalu bersyukur
Bertindak selektif dan terencana
Rendah hati
Riya’ dan Sum’ah:
Riya’ adalah beribadah dengan tujuan mendapatkan pujian dari manusia
Sum’ah adalah memberitahukan amal ibadah agar mendapat pujian
Dampak negatif riya’ dan sum’ah:
Muncul rasa tidak puas
Muncul rasa gelisah
Merusak atau menghilangkan pahala ibadah
Mengurangi kepercayaan dan simpati
Menyesal jika tidak diperhatikan
Menimbulkan sentimen negatif dari orang lain
Cara menghindari riya’ dan sum’ah
Meluruskan niat
Menyadari bahwa dirinya adalah hamba Allah Swt
Memohon pertolongan Allah Swt
Memperbanyak rasa syukur
Memperbanyak ingat kematian
Membiasakan hidup sederhana
Takabur:
Takabur adalah sikap sombong dan merasa lebih dari orang lain
Dampak negatif takabur:
Dibenci Allah Swt. dan Rasul-Nya
Dibenci dan dijauhi masyarakat
Mata hati terkunci dari hidayah
Mendapat siksa dan kehinaan di akhirat
Masuk neraka
Cara menghindari takabur:
Menyadari kekurangan diri
Menyadari hidup di dunia hanya sementara
Selalu menghargai orang lain
Bersifat rendah hati (tawadhu’)
Hasad:
Hasad adalah perasaan tidak senang melihat orang lain bahagia dan berusaha menghilangkan kebahagiaan tersebut.
Dua jenis hasad yang diperbolehkan:
Hasad kepada orang yang diberi harta dan menggunakannya di jalan kebaikan
Hasad kepada orang yang diberi ilmu dan mengamalkannya serta mengajarkannya
Tiga jenis hasad yang tercela:
Ingin hilangnya nikmat orang lain dan mendapatkannya untuk diri sendiri
Ingin hilangnya nikmat orang lain walaupun tidak mendapatkannya untuk diri sendiri
Tidak ridha atas nikmat Allah Swt. kepada orang lain
Dampak negatif hasad
Menentang takdir Allah Swt
Hati tidak tenang
Malas berdoa
Meremehkan nikmat Allah Swt
Merendahkan orang lain
Cara menghindari hasad:
Meyakini keadilan Allah Swt
Memperbanyak rasa syukur
Menjaga sifat rendah hati
Senang membantu orang lain
Mempererat tali silaturahmi
Mendahulukan kepentingan umum
Baca Lengkap
: Rangkuman Materi PAI Kelas 10 Bab 3
D. Ringkasan Materi PAI Kelas 10 Bab 4 (Asuransi, Bank, Koperasi Syariah untuk Perekonomian Umat dan Bisnis yang Maslahah)
Asuransi Syariah:
Asuransi syariah atau takaful adalah pengaturan risiko yang sesuai syariah, berdasarkan prinsip tolong-menolong dan melindungi.
Dasar hukum asuransi syariah terdapat dalam Al-Qur’an dan hadis, serta fatwa MUI.
Prinsip-prinsip asuransi syariah meliputi tauhid, keadilan, ta’awun, kerjasama, amanah, kerelaan, dan larangan riba, gharar, dan maisir
Manfaat asuransi syariah:
Mencerminkan perintah tolong-menolong
Menumbuhkan rasa persaudaraan
Melindungi dari praktik yang tidak syariah
Memberikan jaminan perlindungan dari risiko
Efisien dan hemat biaya (sharing cost)
Menabung
Menutup loss of earning power
Perbankan Syariah:
Bank syariah adalah bank yang menjalankan kegiatan berdasarkan prinsip syariah.
Dasar hukum perbankan syariah di Indonesia diatur dalam UU No. 21 Tahun 2008.
Kegiatan utama bank syariah:
Penghimpunan dana (wadiah dan mudharabah)
Penyaluran dana (jual beli, investasi, sewa-menyewa)
Jasa pelayanan (wakalah, hawalah, kafalah, rahn)
Manfaat bank syariah:
Terhindar dari riba
Transaksi sesuai syariah
Keuntungan bagi hasil
Sistem bagi hasil rendah dan transparan
Saldo minimal rendah
Dana digunakan sesuai syariah
Penabung adalah mitra
Dijamin LPS
Dana untuk kemaslahatan umat
Koperasi Syariah:
Koperasi syariah adalah badan usaha koperasi yang menjalankan aktivitas berdasarkan prinsip syariah
Dasar hukum koperasi syariah:
Al-Qur’an dan hadis
Pancasila dan UUD 1945
Peraturan Menteri Koperasi dan UKM No. 16/Per/M.UKM/IX/2015
Kegiatan usaha koperasi syariah:
Penghimpunan dana
Penyaluran dana
Investasi/kerjasama
Jual-beli
Pelayanan jasa
Pengalihan utang (hawalah)
Pegadaian syariah (rahn)
Pendelegasian mandat (wakalah)
Penjamin (kafalah)
Pinjaman lunak
Manfaat koperasi syariah
Meningkatkan kesejahteraan anggota
Meningkatkan kualitas SDM
Meningkatkan perekonomian nasional
Menghubungkan penyedia dan pengguna dana
Memperkuat keanggotaan
Memperluas lapangan kerja
Membantu UMKM
Baca Lengkap
: Rangkuman Materi PAI Kelas 10 Bab 4
E. Ringkasan Materi PAI Kelas 10 Bab 5 (Meneladani Peran Ulama Penyebar Ajaran Islam di Indonesia)
Teori-teori Masuknya Islam ke Indonesia:
Teori Gujarat: Islam masuk dari Gujarat pada abad ke-13.
Teori Makkah: Islam masuk langsung dari Arab pada abad ke-7.
Teori Persia: Islam masuk dari Persia dan bermazhab Syiah.
Teori Cina: Tokoh-tokoh penyebar Islam adalah keturunan Cina.
Teori Maritim: Islam masuk melalui jalur perdagangan pada abad ke-7 dan berkembang pesat pada abad ke-13.
Perkembangan Kesultanan Islam:
Kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha runtuh dan digantikan kesultanan-kesultanan Islam.
Penyebaran Islam semakin meluas seiring banyak raja yang memeluk Islam
Faktor pendorong perkembangan Islam:
Runtuhnya Hindu-Buddha di India
Munculnya Kerajaan Moghul
Perkembangan Islam di Cina
Tokoh-tokoh Penyebar Islam:
Sultan Malik al-Saleh (Samudra Pasai)
Sultan Ahmad (Samudra Pasai)
Sultan Alaudin Riayat Syah (Aceh)
Wali Songo (Jawa)
Sultan Alauddin (Gowa-Tallo)
Datuk Tunggang Parangan (Kutai Kartanegara)
Sultan Zainal Abidin (Ternate)
Ulama-ulama lain pada abad ke-18 hingga kontemporer
Keteladanan Ulama:
Hidup sederhana
Gigih berjuang
Menguasai ilmu agama
Produktif berkarya
Sabar
Menghargai perbedaan
Berdakwah secara damai
Baca Lengkap
: Rangkuman Materi PAI Kelas 10 Bab 5
F. Ringkasan Materi PAI Kelas 10 Bab 6 (Menjauhi Pergaulan Bebas dan Perbuatan Zina untuk Melindungi Harkat dan Martabat Manusia)
Pergaulan Bebas dan Zina:
Pergaulan bebas adalah interaksi yang bertentangan dengan norma agama dan masyarakat
Zina adalah hubungan seksual di luar pernikahan
Hukum zina adalah haram
Bentuk-bentuk pergaulan bebas:
Pacaran tanpa batas
Berduaan di tempat sepi
Kontak fisik dengan lawan jenis yang bukan mahram
Mengonsumsi konten pornografi
Berpakaian tidak menutup aurat
Hukuman Zina:
Zina muhsan (pelaku sudah menikah):
Dicambuk 100 kali
Rajam (dilempari batu hingga mati)
Zina ghairu muhsan (pelaku belum menikah):
Dicambuk 100 kali
Diasingkan
Hukuman zina dalam KUHP: 9 bulan penjara
Dampak Negatif Zina:
Di dunia
Hilangnya kewibawaan
Kefakiran
Memperpendek umur
Di akhirat
Mendapat murka Allah Swt
Mendapat hisab yang buruk
Mendapat siksa yang pedih
Cara Menghindari Pergaulan Bebas dan Zina:
Menjaga pergaulan yang sehat
Menutup aurat
Selektif memilih teman
Menghindari tempat maksiat
Mengisi waktu luang dengan kegiatan positif
Mendekatkan diri kepada Allah Swt
Berpuasa
Baca Lengkap
: Rangkuman Materi PAI Kelas 10 Bab 6
G. Ringkasan Materi PAI Kelas 10 Bab 7 (Hakikat Mencintai Allah Swt., Khauf, Raja’, dan Tawakal Kepada-Nya)
Cinta kepada Allah (Mahabbatullah):
Mahabbatullah adalah menempatkan Allah Swt. di hati sebagai yang paling dicintai.
Cinta kepada Allah Swt. tumbuh dari pemahaman akan kekuasaan-Nya dan perenungan ayat-ayat Al-Qur’an.
Tanda-tanda cinta kepada Allah Swt.:
Mencintai Rasulullah Saw.
Mencintai Al-Qur’an
Menjauhi dosa
Mendahulukan yang dicintai Allah Swt.
Tidak gentar menghadapi hinaan.
Cara meningkatkan cinta kepada Allah Swt.:
Memahami besarnya cinta Allah Swt. kepada hamba-Nya
Senantiasa membersihkan hati
Mempelajari ilmu agama
Baca Lengkap
: Rangkuman Materi PAI Kelas 10 Bab 7
H. Ringkasan Materi PAI Kelas 10 Bab 8 (Menghindari Akhlak Madzmumah dan Membiasakan Akhlak Mahmudah Agar Hidup Lebih Nyaman dan Berkah)
Akhlak Madzmumah (Perilaku Tercela):
Temperamental (Ghadab): Mudah marah karena tidak senang dengan perlakuan orang lain
Hifzhu al-din: Menjaga agama dengan menjalankan syariat Islam, menghormati agama lain, dan berdakwah dengan bijaksana.
Hifzhu al-nafs: Menjaga jiwa dengan memenuhi kebutuhan dasar, merawat kesehatan, dan menghindari tindakan yang membahayakan nyawa.
Hifzhu al-‘aql: Menjaga akal dengan mencari ilmu, berpikir kritis, dan menghindari hal-hal yang merusak akal seperti minuman keras dan perilaku syirik.
Hifzhu al-nasl: Menjaga keturunan dengan menikah, merawat dan mendidik anak, serta menghindari perzinaan dan tindakan yang merusak garis keturunan.
Hifzhu al-mal: Menjaga harta dengan bekerja mencari rezeki halal, menghindari kecurangan, riba, dan tindakan yang merugikan harta benda orang lain.
Baca Lengkap
: Rangkuman Materi PAI Kelas 10 Bab 9
J. Ringkasan Materi PAI Kelas 10 Bab 10 (Peran Tokoh Ulama dalam Penyebaran Islam di Indonesia (Metode Dakwah Islam Oleh Wali Songo di Tanah Jawa))
Dakwah Islam Pra Wali Songo:
Islam masuk ke Nusantara pada abad ke-7 M melalui pedagang Arab.
Pada abad ke-10 M terjadi migrasi keluarga Persia ke Nusantara.
Bukti arkeologis tertua keberadaan Islam di Nusantara adalah makam Fatimah binti Maimun (1082 M).
Penyebaran Islam pada masa ini belum massif.
Sejarah Dakwah Wali Songo:
Wali Songo adalah sembilan tokoh penting dalam penyebaran Islam di Jawa pada abad ke-15 dan 16.
Mereka menggunakan pendekatan budaya dan akulturasi untuk menyebarkan Islam.
Beberapa metode dakwah Wali Songo:
Ceramah
Tanya jawab dan diskusi
Keteladanan
Pendidikan
Bi’tsah dan ekspansi
Kesenian
Silaturahmi
Wali Songo dan Pembentukan Masyarakat Islam:
Sunan Gresik: Maulana Malik Ibrahim, tokoh pertama penyebar Islam di Jawa, menggunakan pendekatan damai dan toleran.
Sunan Ampel: Raden Rahmat, putra Sunan Gresik, membangun pesantren dan memperkenalkan ajaran “Moh Limo”.
Sunan Bonang: Raden Makdum Ibrahim, putra Sunan Ampel, menggunakan gamelan dan suluk sebagai media dakwah.
Sunan Drajat: Raden Qosim, putra Sunan Ampel, berdakwah di pesisir utara Jawa dan mengajarkan “Catur Piwulang”.
Sunan Kudus: Ja’far Shadiq, menggunakan pendekatan budaya dan toleransi, membangun masjid dengan pancuran wudhu yang dihiasi arca.
Sunan Giri: Raden Paku, dikenal sebagai ahli politik dan menggunakan seni pertunjukan sebagai media dakwah.
Sunan Kalijaga: Raden Said, menggunakan wayang kulit dan gamelan sebagai media dakwah, serta berperan sebagai penasihat kerajaan.
Sunan Muria: Raden Umar Said, putra Sunan Kalijaga, berdakwah di wilayah pelosok dan mengajarkan keterampilan praktis kepada masyarakat.
Sunan Gunung Jati: Syarif Hidayatullah, menjadi penguasa Cirebon dan menyebarkan Islam melalui kebijakan politik yang berkeadilan.
Dua Tipe Wali Songo:
Golongan Abangan (aliran Tuban): Berdakwah dengan pendekatan budaya, menyasar rakyat jelata. Contoh: Sunan Kalijaga, Sunan Muria, Sunan Kudus, Sunan Gunung Jati
Golongan Putihan (aliran santri): Berdakwah dengan pendekatan langsung pada Al-Qur’an dan sunah, menyasar golongan ningrat. Contoh: Sunan Giri, Sunan Ampel, Sunan Drajat.
Baca Lengkap
: Rangkuman Materi PAI Kelas 10 Bab 10
Penutup
Demikian “Kumpulan Materi PAI Kelas 10 Kurikulum Merdeka (Semester 1 dan 2)”. Semoga dapat memberikan gambaran umum tentang materi-materi Pendidikan Agama Islam yang akan dipelajari di kelas 10 SMA pada semester 1 dan 2. Materi-materi ini sangat penting untuk membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia, berwawasan luas, dan memiliki pemahaman yang baik tentang agama Islam.