Imbuhan ‘di’ | Perbedaan Imbuhan ‘di’ | Fungsi Imbuhan ‘di’ | Contoh Imbuhan ‘di’ |
Perbedaan Imbuhan ‘di’
- Imbuhan -di sebagai awalan kata kerja pasif dan awalan yang digabungkan dengan imbuhan lainnya memiliki kesamaan yaitu sama-sama membentuk kata kerja pasif. Dengan begitu apabila kalimat bisa di rubah menjadi kalimat aktif, maka kalimat tersebut merupakan tipe awalan yang pertama atau ketiga. Contoh : Tikus di-kejar kucing dapat di rubah menjadi kucing me-ngejar tikus.
- Imbuhan -di sebagai kata depan tidak bisa diubah menjadi kata kerja aktif karena merupakan kata keterangan tempat atau waktu. Contoh : di sekolah tidak bisa di rubah menjadi me-sekolah.
Fungsi Imbuhan ‘di’
Awalan ‘di’ dalam kata kerja
Imbuhan ‘di’ sebagai awalan yang memiliki fungsi sebagai kata kerja pasif. Penulisan ‘di’ yaitu digabung dengan kata setelahnya. Contoh : dimakan, dikejar, dibawa, dibuang, dimasak, diminta, dibayar, dibuka, dan lainnya.
Awalan -di sebagai kata depan
Imbuhan -di sebagai kata depan dapat dibagi menjadi 2, yaitu kata depan yang menunjukkan keterangan tempat dan kata depan yang menunjukkan keterangan waktu. Penulisan -di untuk sebagai kata depan ini, baik yang menyatakan keterangan tempat ataupun keterangan waktu, penulisannya dipisahkan dengan kata setelahnya. Contoh : di rumah , di kantor, di sore hari, di bawah, di samping, di atas, di Bandung, dan lainnya.
Awalan -di yang digabung dengan imbuhan lainnya
Imbuhan -di dapat juga digabungkan dengan imbuhan lainnya seperti per-i, per-kan, di-kan, dan sebagainya. Awalan -di memiliki fungsi pasif pada kata yang diikutnya. Masing-masing kata yang diikuti imbuhan yang berbeda dapat memberikan makna kata yang berbeda pula.
Contoh Imbuhan ‘di’
Awalan ‘di’ dalam kata kerja
- Buah pepaya itu dimakan oleh kelelawar.
- Seekor kucing dikejar anjing dengan terbirit birit.
- Bingkisan kado itu dibawa Lina dari luar kota.
- Banyak sampah-sampah rumah tangga dibuang masyarakat ke kali.
- Sayuran hijau itu dimasak oleh ibu.
Awalan -di sebagai kata depan
Awalan -di sebagai kata depan yang menyatakan keterangan tempat. Contoh :
- Ayah meninggalkan handphonenya di meja.
- Ibu membeli tiket kereta di loket kereta api.
- Adik bersepeda di taman dekat sekolah.
- Paman menunggu di pintu kedatangan bandara dengan membawa papan nama.
- Fani ingin duduk di sebelah Ruli.
Awalan -di sebagai kata depan yang menyatakan keterangan waktu. Contoh :
- Pada musim ini, hujan terus turun di sore hari.
- Lia mendengar bunyi suara jangkrik di malam hari.
- Kami mendaki gunung bromo untuk melihat matahari terbit di fajar hari.
- Di saat senja tiba, kami masih terjebak dalam kemacetan.
- Kami akan mengunjungi Korea di musim semi nanti.
Awalan -di sebagai kata depan
Imbuhan diper-kan
Imbuhan diper-kan merupakan bentuk pasif dari imbuhan memper-kan. Imbuhan ini dapat memiliki makna yang berbeda beda tergantung kata dasar yang digunakan. Contoh :
- Orang itu senang setelah dipertemukan kembali dengan anaknya yang hilang. (Menyebabkan suatu proses)
- Karya seni itu diperlihatkan pada khalayak umum. (Menyuruh atau membuat supaya)
- Tina merasa dipermainkan perasaannya oleh sang kekasih.
- Kemerdekaan ini diperjuangkan oleh para pahlawan yang gagah berani.
- Cinta seseorang yang tulus sepertinya patut untuk dipertahankan.
Imbuhan diper-i
Imbuhan diper-i merupakan bentuk pasif dari imbuhan memper-i
- Hari kemerdekaan Republik Indonesia diperingati pada tanggal 17 Agustus.
- Mobil Ayah diperbaiki di bengkel langganannya.
- Atap genteng yang bocor baru saja diperbaharui.
- Para tentara diperlengkapi dengan senjata khusus yang canggih.
- Mata kuliah statistik perlu dipelajari dengan tekun.
Imbuhan di-kan merupakan bentuk pasif dari imbuhan me-kan
- Upacara bendera diadakan pada setiap hari senin pagi.
- Masalah yang tidak terlalu penting itu diperkarakan cukup jauh oleh salah satu pihak.
- Paman ditugaskan untuk menjaga garis pertahanan negara di wilayah Timur.
- Pelaku kejahatan itu sudah dipenjarakan.
- Masalah ini dihubungkan dengan masalah yang sudah lalu.
Baca Kumpulan: Rangkuman Bahasa Indonesia Kelas 10 SMA

