5 Tujuan PSE Guru Penggerak

5 Tujuan PSE Guru Penggerak
5 Tujuan PSE Guru Penggerak

WISLAH.COM – Tulisan dengan judul “5 Tujuan PSE Guru Penggerak ” ini membahas secara mendalam mengenai tujuan pembelajaran sosial emosional (PSE) yang menjadi fokus utama para guru penggerak dalam upaya membentuk karakter peserta didik yang holistik dan berdaya saing tinggi. PSE tidak hanya berfokus pada aspek akademik semata, melainkan juga pada pengembangan kompetensi sosial dan emosional yang krusial bagi kesuksesan hidup siswa di masa depan.

5 Tujuan PSE Guru Penggerak

A. Mengelola Emosi (Kesadaran Diri)

Guru penggerak memahami bahwa emosi memiliki peran yang sangat penting dalam proses pembelajaran dan kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, mereka secara aktif membimbing siswa untuk mengenali dan memahami berbagai macam emosi yang mereka alami. Melalui berbagai aktivitas dan diskusi, siswa diajarkan untuk mengidentifikasi pemicu emosi, baik yang positif maupun negatif, serta dampaknya terhadap diri sendiri dan orang lain.


Lebih lanjut, guru penggerak membekali siswa dengan strategi-strategi efektif untuk mengelola emosi secara sehat. Misalnya, siswa diajarkan teknik relaksasi seperti pernapasan dalam, meditasi, atau mindfulness untuk meredakan stres dan kecemasan. Selain itu, guru penggerak juga mendorong siswa untuk mengembangkan kemampuan introspeksi diri, yaitu dengan cara menulis jurnal atau melakukan refleksi pribadi untuk lebih memahami perasaan dan pikiran mereka.

B. Menetapkan dan Mencapai Tujuan Positif (Manajemen Diri)

Guru penggerak tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik semata, melainkan juga pada pengembangan kemampuan siswa dalam menetapkan dan mencapai tujuan-tujuan positif dalam hidup mereka. Siswa dibimbing untuk merumuskan tujuan yang spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan memiliki batas waktu (SMART).


Selain itu, guru penggerak juga mengajarkan siswa tentang pentingnya perencanaan yang matang dan disiplin dalam menjalankan rencana tersebut. Siswa diajarkan untuk membagi tujuan besar menjadi langkah-langkah kecil yang lebih mudah dikelola, serta mengembangkan strategi untuk mengatasi hambatan dan tantangan yang mungkin muncul di sepanjang perjalanan.

C. Merasakan dan Menunjukkan Empati (Kesadaran Sosial)

Guru penggerak menyadari bahwa kemampuan berempati merupakan salah satu kunci utama dalam membangun hubungan sosial yang sehat dan harmonis. Oleh karena itu, mereka secara aktif menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan saling menghargai, di mana siswa merasa aman untuk mengekspresikan perasaan dan pendapat mereka.

Melalui berbagai aktivitas seperti bermain peran, diskusi kelompok, atau simulasi, siswa diajarkan untuk melihat suatu permasalahan dari sudut pandang orang lain. Mereka diajak untuk memahami perasaan dan kebutuhan orang lain, serta menunjukkan kepedulian dan dukungan yang tulus.

D. Membangun dan Mempertahankan Hubungan Positif (Keterampilan Berelasi)

Guru penggerak berperan sebagai fasilitator dalam membantu siswa mengembangkan keterampilan komunikasi yang efektif, baik verbal maupun nonverbal. Siswa diajarkan untuk mendengarkan secara aktif, menyampaikan pendapat dengan jelas dan santun, serta memberikan umpan balik yang konstruktif.

Selain itu, guru penggerak juga mendorong siswa untuk membangun kerjasama yang baik dalam kelompok, menghargai perbedaan, dan menyelesaikan konflik dengan cara yang damai dan saling menguntungkan. Melalui berbagai kegiatan kolaboratif, siswa belajar untuk saling mendukung dan menghargai kontribusi masing-masing dalam mencapai tujuan bersama.

E. Membuat Keputusan yang Didasari Kepedulian dan Tanggung Jawab (Pengambilan Keputusan yang Bertanggung Jawab)

Guru penggerak membimbing siswa untuk menjadi individu yang bertanggung jawab atas tindakan dan keputusan mereka. Siswa diajarkan untuk mempertimbangkan konsekuensi dari setiap pilihan yang mereka buat, baik bagi diri sendiri maupun orang lain.

Melalui berbagai studi kasus dan diskusi, siswa diajak untuk menganalisis situasi yang kompleks, mengidentifikasi berbagai alternatif solusi, serta membuat keputusan yang etis dan berlandaskan nilai-nilai moral yang kuat. Guru penggerak juga mendorong siswa untuk berani bertanggung jawab atas kesalahan yang mereka perbuat, belajar dari pengalaman, dan terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik.

Penutup

Dengan menerapkan 5 tujuan PSE ini, guru penggerak tidak hanya mempersiapkan siswa untuk sukses di bidang akademik, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan hidup yang esensial untuk menghadapi tantangan di masa depan. Generasi emas Indonesia yang berkarakter kuat, berempati, dan bertanggung jawab akan menjadi aset berharga bagi bangsa dan negara.

Related posts