Rangkuman Materi PAI SD Kelas 5 Bab 4 | Kurikulum Merdeka | Zakat | Pengertian Zakat | Macam-Macam Zakat |
Pengertian Zakat
Zakat artinya tumbuh; berkembang; suci; dan berkah. Sebagaimana firman Allah, “Ambillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan dan menyucikan mereka,… (At Taubah Ayat 103). Sedangkan menurut istilah zakat adalah harta milik seseorang muslim atau milik badan usaha yang wajib dikeluarkan menurut ketentuan syariat islam.
Macam-Macam Zakat
Zakat Fitrah
Pengertian zakat Fitrah
Fitrah menurut bahasa artinya bersih atau suci. Sedangkan menurut istilah adalah pemberian bahan pokok menjelang hari raya idul fitri dengan syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan. Zakat fitrah hukumnya wajib.
Tata Cara Menunaikan Zakat Fitrah
- Zakat fitrah berupa bahan makanan pokok
Bahan makanan pokok negara kita pada umumnya adalah beras maka zakat fitrah menggunakan beras. Jika ada daerah tertentu yang menggunakan bahan pokok selain beras, maka zakat fitrahnya menggunakan makanan pokok daerah tersebut.
Banyaknya zakat fitrah yang dikeluarkan adalah dua setengah kilogram (2,5 kg) beras atau tiga setengah (3,5 liter) beras. Tentunya dengan kualitas beras yang bagus yang dimakan sehari-hari.
- Waktu Mengeluarkan Zakat Fitrah
Zakat fitrah wajib dikeluarkan saat matahari terbenam akhir ramadhan atau pada malam hari raya hingga sebelum shalat idul fitri. Namun zakat fitrah boleh dikeluarkan selama bulan ramadhan.
- Orang yang Berhak Menerima Zakat Fitrah
Penerima zakat fitrah ditentukan dalam Al-Qur’an. Yaitu delapan golongan sebagaimana penerima zakat mal.
Tetapi golongan yang paling utama menerima zakat fitrah adalah fakir miskin. Karena merekalah yang paling membutuhkan sehingga saat menerima zakat fitrah mereka sangat bahagia.
Zakat Mal (Harta)
Pengertian Zaka Mal (Harta)
Zakat Mal disebut juga zakat harta. Zakat mal disebut juga harta yang dikeluarkan oleh seeorang sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku menurut syariat islam.
Adapun yang termasuk zakat mal adalah hasil perdagangan (perniagaan), hasil pertanian, perkebunan, penangkapan ikan, peternakan, barang temuan, emas dan perak. Penghasilan juga harus dizakati, yang dikenal dengan zakat profesi.
Ketentuan Zakat Mal (Harta)
- Ketentuan Bagi Orang yang Wajib Berzakat
Orang yang wajib berzakat antara lain beragama islam, baligh dan berakal, bebas dari hutang dan merdeka (bukan budak/hamba sahaya).
- Ketentuan Harta yang Wajib Dizakatkan
Harta yang Allah berikan kepada kita merupakan amanah Allah. Allah minitipkan kepada kita agar disalurkan secara baik salah satunya dengan zakat. Harta yang akan dikeluarkan zakat memiliki ketentuan antara lain; cara memperoleh dengan halal dan baik; harta berkembang (memberi keuntungan bagi pemilik); harta milik sendiri dan memiliki kekuasaan untuk menggunakannya; mencapai satu tahun (haul) dan mencapai nisabnya.
- Ketentuan Penerima Zakat
Penerima zakat dinamakan mustahik. Mustahik telah ditetapkan Allah dalam Al-Qur’an Surat At-Taubah Ayat 60 “Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang miskin, amil zakat, yang dilunakan hatinya (mualaf), untuk (memerdekakan) hamba sahaya, untuk membebaskan orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai kewajiban dari Allah. Allah maha mengetahui, mahabijaksana.
Berdasarkan ayat tersebut penerima zakat adalah:
- Fakir : seorang yang tidak tercukupi kebutuhan pokoknya atau tidak memiliki harta. Selain itu ia juga tidak memiliki pekerjaan.
- Miskin : orang yang memiliki harta tetapi tidak mencukupi untuk kebutuhan pokok sehari-hari untuk dirinya dan keluarga.
- Amil : orang yang ditugaskan pemerintah, ditugaskan lembaga zakat atau imam untuk mengelola dan mendistribusikan zakat.
- Mualaf : Orang-orang yang belum kuat keimanannya dalam memeluk agama islam. Sehingga perlu diperkuat hatinya dengan diberikan zakat sebagai tanda kepedulian dan perhatian islam terhadap mereka.
- Riqab : usaha memerdekakan hamba sahaya dengan cara membelinya dengan uang zakat. Dalam hal ini uang zakat dapat digunakan untuk membebaskan dirinya agar merdeka.
- Garim : orang yang sedang ditimpa hutang yang banyak dan tidak mampu melepaskan dari hutang tersebut kecuali bantuan orang lain.
- Sabilillah : Sekelompok orang atau seseorang yang berjuang untuk syiar di jalan agama islam.
- Ibnu sabil : orang-orang yang sedang dan akan melakukan perjalanan dengan tujuan untuk kebaikan, tetapai kekurangan bekal atau biaya dalam perjalanan tersebut.
Baca Kumpulan: Rangkuman PAI Kelas 5 SD





