Pengertian Tawaf Adalah, Dalil (Dasar Hukum), Syarat Sah, Rukun, Sunah dan Macam Tawaf

  • Whatsapp
Pengertian Tawaf Adalah, Dalil (Dasar Hukum), Syarat Sah, Rukun, Sunah dan Macam Tawaf

Tawaf Adalah | Pengertian Tawaf | Dalil (Dasar Hukum) | Syarat Sah Tawaf | Rukun Tawaf | Sunah Sunah Tawaf | Macam Macam Tawaf |   

Pengertian Tawaf

Tawāf menurut bahasa berarti mengelilingi. Sedangkan menurut istilah berarti mengelilingi Baitullah sebanyak tujuh kali putaran dengan posisi Ka’bah berada di sebelah kiri, dimulai dari Hajar Aswad dan berakhir di Hajar Aswad.

Dalil (Dasar Hukum) Tawaf

Para ulama telah berijmak bahwa tawaf merupakan salah satu diantara rukun haji, hingga bila tidak dilakukan oleh seseorang yang berhaji, maka hajinya batal. Hal ini berdasarkan firman Allah SWT: “Kemudian, hendaklah mereka menghilangkan kotoran (yang ada di badan) mereka, menyempurnakan nazar-nazar mereka dan melakukan tawaf sekeliling rumah tua (Baitullah).

Allah juga berfirman dalam Q.S.Al-Hajj ayat 26: “…dan sucikanlah rumahku ini bagi orang-orang yang tawaf dan orang- orang yang beribadat dan orang-orang yang ruku’ dan sujud”.



Dan diriwayatkan dari ‘Aisyah

Baca Juga :   Surat Ibrahim Ayat 7, Bacaan, Arti Perkata (Mufrodat), Terjemahan, Kandungan dan Tafsir

Dari ‘Aisyah r.a, berkata: waktu Rasulullah saw di Makkah, yang mula- mula beliau kerjakan ialah berwudhu lalu tawaf mengelilingi baitullah. (HR.Bukhori dan Muslim).

Syarat Sah Tawaf

Berikut adalah syarat sah tawaf yang harus dipenuhi jamaah haji ataupun umrah dalam tawaf:

  1. Suci dari hadas dan najis;
  2. Menutup aurat;
  3. Berada di dalam Masjidil Haram termasuk di area perluasan pada lantai dua, tiga, atau empat, meskipun dengan posisi melebihi ketinggian Ka’bah dan terhalang antara dirinya dengan Ka’bah;
  4. Memulai dari Hajar Aswad;
  5. Ka’bah berada di sebelah kiri;
  6. Di luar Ka’bah (tidak di dalam Hijir Ismail);
  7. Mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali putaran;
  8. Niat tersendiri, jika thawaf yang dia lakukan berdiri sendiri, tidak terkait dengan haji dan umrah.

Rukun Tawaf

Berikut adalah rukun tawaf menurut Wahbah Zuhaili dalam kitabnya “Fiqih Islam Wa Adilatuhu Jilid 3”:

1) Niat.

2) Tawaf sambil berjalan kaki

3) Memulai dari hajar aswad

4) Menjadikan baitullah di samping kirinya

5) Memasukkan hijir Ismail di dalam tawaf

Sunah Sunah Tawaf

Berikut adalah beberapa sunah dalam tawaf:




  • Memegang Hajar Aswad, menciumnya, serta meletakkan jidat di atasnya pada awal tawaf. Namun semua sunah ini tidak dianjurkan bagi perempuan kecuali jika tempat tawaf lengang. Jika tidak memungkinkan, cukup semua itu dilakukan dengan isyarah melalui tangan kanan.
  • Membaca doa ma’tsur pada saat memulai tawaf setelah istilam sambil mengangkat tangan:  
Baca Juga :   Ayat Ayat Al Quran Tentang Fenomena Alam

بِسْمِ اللهِ ، وَاللهُ أَكْبَر اللَّهُمَّ إِيمَاناً بِكَ ، وَتَصْدِيقًا بِكِتَابِكَ ، وَوَفَاءً بِعَهْدِكَ ، وَاتِّبَاعاً لِسُنَّةِ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عليه وسلم

  • Melakukan ramal (berjalan cepat) bukan berlari bagi kaum lelaki dan tidak membuat lompatan pada putaran pertama sampai ketiga, dan berjalan biasa pada putaran selanjutnya;
  • Melakukan idhthiba’ bagi laki-laki, yaitu meletakkan bagian tengah selendang di bawah bahu kanan, sedangkan kedua ujungnya diletakkan di atas bahu kiri, sehingga bahu kanan terbuka dan bahu kiri tertutup;
  • Mendekat pada Ka’bah bagi kaum laki-laki jika sekeliling Ka’bah tidak dalam kondisi penuh sesak dan membuatnya menderita, sedangkan bagi kaum perempuan disunnahkan menjauh dari Ka’bah;
  • Berjalan kaki bagi yang mampu; bagi yang tidak mampu dapat menggunakan kursi roda atau skuter matik;
  • Mengusap rukun Yamani.

Macam Macam Tawaf  

Tawaf ada lima macam yaitu tawaf rukun, tawaf qudum, tawaf sunat, dan tawaf wada’ dan tawaf nadzar.

Baca Juga :   Hadis Tentang Hukum Berqurban, Sanad & Matan, Arti Kosa Kata, Terjemahan dan Isi Kandungan

Tawaf Rukun

Tawaf rukun ada dua, yaitu tawaf rukun haji yang disebut tawaf ifadhah atau tawaf ziyarah, dan tawaf rukun umrah.

Tawaf Qudum

Tawaf qudum merupakan penghormatan kepada Baitullah. Bagi jemaah yang melakukan haji ifrad atau qiran, hukum tawaf qudum adalah sunat, dilaksanakan di hari pertama kedatangannya di Mekkah. Bagi jemaah haji yg melakukan haji tamattu tidak disunahkan melakukan tawaf qudum karena tawaf qudum yang ia lakukan sudah termasuk di dalam tawaf umrah.

Tawaf Sunat

Tawaf sunat adalah tawaf yang dikerjakan dalam setiap kesempatan masuk ke Masjidil Haram dan tidak diikuti dengan sa’i.

Tawaf Wada’

Tawaf wada’ merupakan penghormatan akhir kepada baitullah. Menurut Imam Abu Hanifah, Imam Syafi’i, Imam Ahmad, dan kebanyakan ulama, hukum tawaf wada’ adalah wajib bagi jamaah haji yang akan meninggalkan Makkah. Jemaah yang meninggalkan tawaf wada’ dikenakan dam satu ekor kambing berdasarkan hadis Riwayat Bukhari Muslim bahwa Nabi SAW memberikan rukhsah (keringanan) kepada perempuan yang haid untuk tidak tawaf wada’.

Tawaf Nazar

Tawaf ini merupakan tawaf yang dinadzarkan. Tawaf nazar hukumnya wajib dikerjakan karena nazarnya dan waktunya kapan saja.




Related posts