Surat Maryam Ayat 26, Bacaan, Arti Perkata (Mufrodat), Terjemahan, Kandungan dan Tafsir

Baca Quran Online, Surah, Ayat, Arab, Latin, Terjemah, Isi Kandungan, Tafsir, Asbabun Nuzul

Bacaan Surat Maryam Ayat 26 | Arti Perkata (Mufrodat) Surat Maryam Ayat 26 | Terjemahan Surat Maryam Ayat 26 | Isi Kandungan Surat Maryam Ayat 26 | Tafsir Surat Maryam Ayat 26 |

Bacaan Surat Maryam Ayat 26

فَكُلِيْ وَاشْرَبِيْ وَقَرِّيْ عَيْنًا ۚفَاِمَّا تَرَيِنَّ مِنَ الْبَشَرِ اَحَدًاۙ فَقُوْلِيْٓ اِنِّيْ نَذَرْتُ لِلرَّحْمٰنِ صَوْمًا فَلَنْ اُكَلِّمَ الْيَوْمَ اِنْسِيًّا

Arti Perkata (Mufrodat) Surat Maryam Ayat 26

manusiaٱلۡبَشَرِmaka makanlahفَكُلِي
aku bernadzarنَذَرۡتُdan minumlahوَٱشۡرَبِي
berpuasaصَوۡمٗاdan berdinginlahوَقَرِّي
aku berbicaraأُكَلِّمَmataعَيۡنٗاۖ
seorang manusia  إِنسِيّٗاkamu melihatتَرَيِنَّ

Terjemahan Surat Maryam Ayat 26

Maka makan, minum dan bersenanghatilah engkau. Jika engkau melihat seseorang, maka katakanlah, “Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pengasih, maka aku tidak akan berbicara dengan siapa pun pada hari ini.”

Isi Kandungan Surat Maryam Ayat 26

Dalam ayat ini Allah swt melalui Malaikat Jibril menyuruh Siti Maryam untuk memakan buah kurma yang berjatuhan itu dan minum-lah air dari anak sungai tersebut. Nikmatilah dan bersenang hatilah engkau dengan kelahiran putramu. Jika engkau melihat seseorang dengan kondisimu sekarang, maka katakanlah kepadanya dengan isyarat, “Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa, yakni menahan diri untuk tidak berbicara, untuk Tuhan Yang Maha Pengasih, maka aku tidak akan berbicara dengan siapa pun pada hari ini.”

Tafsir Surat Maryam Ayat 26

Maka Jibril menyuruh Maryam supaya makan, minum dan ber-senang hati karena mendapat rezeki itu dan menghilangkan kesedihan hatinya karena Allah berkuasa untuk membersihkannya dari segala tuduhan yang tidak pantas, sehingga Maryam tetap dianggap sebagai wanita yang suci tidak pernah ternoda. Jika kamu melihat seorang manusia yang bertanya tentang persoalannya dan persoalan anaknya, maka isyaratkanlah kepadanya, “Sesungguhnya aku telah bernazar atas diriku untuk berpuasa semata-mata untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, dan aku tidak akan berbicara langsung dengan seorang manusia pun pada hari ini, karena ucapanku itu mungkin ditolak dan tidak dipercayai.

Related posts