Surat Ali Imran Ayat 97, Bacaan, Arti Perkata (Mufrodat), Terjemahan, Kandungan, Tafsir dan Asbabun Nuzul

Surat Ali Imran Ayat 164

Bacaan Surat Ali Imran Ayat 97 | Arti Perkata (Mufrodat) Surat Ali Imran Ayat 97 | Terjemahan Surat Ali Imran Ayat 97 | Isi Kandungan Surat Ali Imran Ayat 97 | Tafsir Surat Ali Imran Ayat 97 | Asbabun Nuzul Surat Ali Imran Ayat 97 |

Bacaan Surat Ali Imran Ayat 97

فِيْهِ اٰيٰتٌۢ بَيِّنٰتٌ مَّقَامُ اِبْرٰهِيْمَ ەۚ وَمَنْ دَخَلَهٗ كَانَ اٰمِنًا ۗ وَلِلّٰهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ اِلَيْهِ سَبِيْلًا ۗ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعٰلَمِيْنَ

Arti Perkata (Mufrodat) Surat Ali Imran Ayat 97

rumah/Baitullahٱلۡبَيۡتِtanda-tandaءَايَٰتُۢ
dia sanggup/mampuٱسۡتَطَاعَyang nyataبَيِّنَٰتٞ
perjalananسَبِيلٗاۚmakamمَّقَامُ
mengingkariكَفَرَmemasukinyaدَخَلَهُ
Maha Kayaغَنِيٌّmerasa amanءَامِنٗاۗ
semesta alamٱلۡعَٰلَمِينَberhajiحِجُّ

Terjemahan Surat Ali Imran Ayat 97

Di sana terdapat tanda-tanda yang jelas, (di antaranya) maqam Ibrahim. Barang siapa memasukinya (Baitullah) amanlah dia. Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Barang siapa mengingkari (kewajiban) haji, maka ketahuilah bahwa Allah Maha kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam.

Isi Kandungan Surat Ali Imran Ayat 97

Di sana, di Masjidilharam, terdapat tanda-tanda yang jelas tentang keutamaan dan kemuliaannya diantaranya maqam Ibrahim, yaitu bekas telapak kaki Nabi Ibrahim tempat beliau berdiri waktu membangun Kakbah; hajar aswad, hijir Ismail dan yang lainnya (Lihat: Surah alBaqarah/2: 125).

Barang siapa memasukinya, menjadi amanlah dia dari gangguan-gangguan. Dan di antara kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang Islam yang sudah akil balig yang mampu mengadakan perjalanan ke sana, mempunyai bekal yang cukup untuk dirinya dan keluarga yang ditinggalkan, kemampuan fisik, ada sarana pengangkutan dan aman dalam perjalanan.

Barang siapa mengingkari kewajiban haji, maka dia adalah kafir, karena tidak percaya pada ajaran Islam. Ketahuilah bahwa Allah Maha kaya (tidak memerlukan sesuatu) apapun dari seluruh alam, baik yang taat dan menjalankan ibadah haji, yang durhaka, maupun yang kafir.

Tafsir Surat Ali Imran Ayat 97

(Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata) di antaranya (makam Ibrahim) yakni batu tempat berpijaknya Ibrahim sewaktu mendirikan Baitullah itu. Kedua telapak kakinya meninggalkan bekas padanya sampai sekarang dan tetap sepanjang zaman walaupun pemerintahan yang berkuasa sudah silih berganti.

Di antaranya pula dilipatgandakannya pahala kebaikan bagi yang salat di dalamnya dan burung tidak dapat terbang di atas Kakbah (dan barang siapa memasukinya menjadi amanlah dia) artinya bebas dari ancaman pembunuhan, keaniayaan dan lain-lain.

(Mengerjakan haji di Baitullah itu menjadi kewajiban manusia terhadap Allah) Ada yang membaca hajja dengan makna menyengaja. Lalu sebagai badal dari ‘manusia’ ialah (yakni orang-orang yang sanggup mengadakan perjalanan kepadanya) yang oleh Nabi saw ditafsirkan dengan adanya perbekalan dan kendaraan, menurut riwayat Hakim dan lain-lain.

(Barang siapa yang kafir) terhadap Allah atau terhadap kewajiban haji (maka sesungguhnya Allah Maha Kaya terhadap seluruh alam) artinya tidak memerlukan manusia, jin dan malaikat serta amal ibadah mereka.

Asbabun Nuzul Surat Ali Imran Ayat 97

Said bin Manshur mengetengahkan dari Ikrimah, katanya, “Tatkala diturunkan ayat, ‘Barang siapa yang mencari agama selain dari Islam…’ (Q.S. Ali Imran 85) orang-orang Yahudi berkata, ‘Kalau begitu kami ini beragama Islam.’ Kata Nabi saw. kepada mereka, ‘Sesungguhnya Allah telah mewajibkan naik haji itu atas kaum muslimin.’ Jawab mereka, ‘Tidak pernah diwajibkan atas kami,’ dan mereka tidak mau menunaikannya, maka Allah menurunkan ayat, ‘Dan barang siapa yang kafir, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya dari seluruh alam.'” (Q.S. Ali Imran 97).

Related posts