Bacaan Surat Al Mu’minun Ayat 115 | Arti Perkata (Mufrodat) Surat Al Mu’minun Ayat 115 | Terjemahan Surat Al Mu’minun Ayat 115 | Isi Kandungan Surat Al Mu’minun Ayat 115 | Tafsir Surat Al Mu’minun Ayat 115 |
Bacaan Surat Al Mu’minun Ayat 115
اَفَحَسِبْتُمْ اَنَّمَا خَلَقْنٰكُمْ عَبَثًا وَّاَنَّكُمْ اِلَيْنَا لَا تُرْجَعُوْنَ
A fa ḥasibtum annamā khalaqnākum ‘abaṡaw wa annakum ilainā lā turja’ụn
Arti Perkata (Mufrodat) Surat Al Mu’minun Ayat 115
| main-main | عَبَثٗا | apakah kamu mengira | أَفَحَسِبۡتُمۡ |
| kalian dikembalikan | تُرۡجَعُونَ | Kami menciptakan kamu | خَلَقۡنَٰكُمۡ |
Terjemahan Surat Al Mu’minun Ayat 115
Maka apakah kamu mengira, bahwa Kami menciptakan kamu main-main (tanpa ada maksud) dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?
Isi Kandungan Surat Al Mu’minun Ayat 115
Ayat ini menerangkan bahwa keingkaran para penghuni neraka tentang adanya hari kebangkitan berkaitan dengan keyakinan mereka bahwa kehidupan berakhir dengan kematian, sehingga Allah perlu mengingatkan mereka dengan pertanyaan, “Apakah mereka menyangka bahwa mereka Kami ciptakan dengan main-main, dibiarkan begitu saja seperti halnya binatang, tidak diberi pahala dan tidak diazab? Ataukah mereka mengira bahwa mereka itu tidak akan dikembalikan kepada Kami?” Tidak, sekali lagi tidak. Mereka diciptakan sebagai hamba Allah dan diberi kewajiban. Siapa yang melaksanakan kewajiban, mereka diberi pahala, dan bagi yang menyia-nyiakan kewajiban, mereka akan diazab dan dikembalikan kepada Allah untuk mempertanggungjawabkan segala per-buatan mereka di dunia, sesuai firman Allah: “Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja? (Tanpa pertanggungjawaban?)”. (al-Qiyamah/75: 36).
Tafsir Surat Al Mu’minun Ayat 115
Mengingatkan para pendurhaka terkait kelengahan mereka, Allah berfirman, “Maka apakah kamu mengira bahwa Kami menciptakan kamu main-main, yakni tanpa tujuan yang jelas; dan apakah kamu juga mengira bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami untuk mempertanggungjawabkan perbuatan kamu? Adalah keliru bila kamu mengira demikan.” Maka Mahatinggi Allah, Raja yang sebenarnya; tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Dia, Tuhan yang memiliki ‘Arsy yang mulia.






