Bacaan Surat Al An’am Ayat 82 | Arti Perkata (Mufrodat) Surat Al An’am Ayat 82 | Terjemahan Surat Al An’am Ayat 82 | Isi Kandungan Surat Al An’am Ayat 82 | Tafsir Surat Al An’am Ayat 82 | Asbabun Nuzul Surat Al An’am Ayat 82 |
Bacaan Surat Al An’am Ayat 82
اَلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَلَمْ يَلْبِسُوْٓا اِيْمَانَهُمْ بِظُلْمٍ اُولٰۤىِٕكَ لَهُمُ الْاَمْنُ وَهُمْ مُّهْتَدُوْنَ
Arti Perkata (Mufrodat) Surat Al An’am Ayat 82
| keamanan | ٱلۡأَمۡنُ | mereka mencampur adukkan | يَلۡبِسُوٓاْ |
| orang-orang yang mendapat petunjuk | مُّهۡتَدُونَ | dengan kezaliman | بِظُلۡمٍ |
Terjemahan Surat Al An’am Ayat 82
Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan syirik, mereka itulah orang-orang yang mendapat rasa aman dan mereka mendapat petunjuk.
Isi Kandungan Surat Al An’am Ayat 82
Karena mereka tidak akan memberikan jawaban, maka Allah memberikan penjelasan siapakah yang berhak mendapatkan perlindungan orang-orang musyrik atau orang-orang yang beriman? Jawabnya tentu orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya iman dan tidak mencampur adukkan iman mereka dengan kezaliman, baik dalam akidah maupun dalam ibadah seperti dilakukan oleh orang-orang musyrik yang menyangka biar pun mereka menyembah berhala ataupun bintang-bintang, mereka tetap beriman juga kepada Allah Azza wa Jalla, karena mereka menyembah berhala-berhala itu adalah sebagai alat untuk mendekatkan diri kepada Allah dan sebagai perantaraan untuk menyampaikan doa kepada-Nya.
Orang-orang yang berhak mendapat perlindungan dalam ayat ini ialah orang-orang yang beragama tauhid yang murni tidak dicampuri dengan syirik sedikit pun. Mereka itu akan mendapatkan perlindungan dari bencana, bukan saja dari bencana yang akan ditimbulkan oleh patung-patung dan bintang-bintang seperti dugaan orang-orang musyrik, bahkan lebih dari itu mereka akan mendapat perlindungan dari azab Allah dan memperoleh jaminan untuk mendapat pahala dari Allah. Merekalah orang-orang yang mendapat petunjuk dari Allah ke jalan yang lurus.
Tafsir Surat Al An’am Ayat 82
(Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur-adukkan) tidak mencampurkan (keimanan mereka dengan kelaliman) yakni kemusyrikan demikianlah menurut penafsiran yang tersebutkan di dalam hadis sahih Bukhari dan Muslim (mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan) dari siksaan (dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.).
Asbabun Nuzul Surat Al An’am Ayat 82
Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari ‘Ubaidullah bin Zuhar dari Bakr bin Sawaadah, ia berkata, “Seorang musuh menyerang orang-orang Islam dan ia berhasil menewaskan satu orang, kemudian ia menyerang lagi dan berhasil membunuh seorang lagi, talu ia kembali menyerang dan berhasil menewaskan seorang lagi. Selanjutnya ia pun bertanya,”Setelah apa yang kulakukan ini, apakah aku masih bisa masuk Islam?’ Rasulullah menjawab, ‘Ya.’ Maka orang itu pun menyembelih kudanya, lalu bergabung dengan barisan kaum muslimin. Setelah itu dia menyerang bekas kawan-kawannya, hingga ia berhasil membunuh satu orang, lalu membunuh satu lagi, kemudian dia terbunuh. Maka para sahabat memandang bahwa ayat ini turun mengenai orang itu. “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik)..”






