Surah Al Lail Rumi | Surah Al Lail Arab | Maksud Surah Al Lail | Juzuk 30 |
Bacaan Surah Al Lail (Teks Arab)
وَالَّيْلِ إِذَا يَغْشَىٰ ﴿الليل:١
وَالنَّهَارِ إِذَا تَجَلَّىٰ ﴿الليل:٢
وَمَا خَلَقَ الذَّكَرَ وَالْأُنثَىٰٓ ﴿الليل:٣
إِنَّ سَعْيَكُمْ لَشَتَّىٰ ﴿الليل:٤
فَأَمَّا مَنْ أَعْطَىٰ وَاتَّقَىٰ ﴿الليل:٥
وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَىٰ ﴿الليل:٦
فَسَنُيَسِّرُهُۥ لِلْيُسْرَىٰ ﴿الليل:٧
وَأَمَّا مَنۢ بَخِلَ وَاسْتَغْنَىٰ ﴿الليل:٨
وَكَذَّبَ بِالْحُسْنَىٰ ﴿الليل:٩
فَسَنُيَسِّرُهُۥ لِلْعُسْرَىٰ ﴿الليل:١۰
وَمَا يُغْنِى عَنْهُ مَالُهُۥٓ إِذَا تَرَدَّىٰٓ ﴿الليل:١١
إِنَّ عَلَيْنَا لَلْهُدَىٰ ﴿الليل:١٢
وَإِنَّ لَنَا لَلْءَاخِرَةَ وَالْأُولَىٰ ﴿الليل:١٣
فَأَنذَرْتُكُمْ نَارًا تَلَظَّىٰ ﴿الليل:١٤
لَا يَصْلَىٰهَآ إِلَّا الْأَشْقَى ﴿الليل:١٥
الَّذِى كَذَّبَ وَتَوَلَّىٰ ﴿الليل:١٦
وَسَيُجَنَّبُهَا الْأَتْقَى ﴿الليل:١٧
الَّذِى يُؤْتِى مَالَهُۥ يَتَزَكَّىٰ ﴿الليل:١٨
وَمَا لِأَحَدٍ عِندَهُۥ مِن نِّعْمَةٍ تُجْزَىٰٓ ﴿الليل:١٩
إِلَّا ابْتِغَآءَ وَجْهِ رَبِّهِ الْأَعْلَىٰ ﴿الليل:٢۰
وَلَسَوْفَ يَرْضَىٰ ﴿الليل:٢١
Bacaan Surah Al Lail Rumi
- wal-laili iżā yagsyā
- wan-nahāri iżā tajallā
- wa mā khalaqaż-żakara wal-unṡā
- inna sa’yakum lasyattā
- fa ammā man a’ṭā wattaqā
- wa ṣaddaqa bil-ḥusnā
- fa sanuyassiruhụ lil-yusrā
- wa ammā mam bakhila wastagnā
- wa każżaba bil-ḥusnā
- fa sanuyassiruhụ lil-‘usrā
- wa mā yugnī ‘an-hu māluhū iżā taraddā
- inna ‘alainā lal-hudā
- wa inna lanā lal-ākhirata wal-ụlā
- fa anżartukum nāran talaẓẓā
- lā yaṣlāhā illal-asyqā
- allażī każżaba wa tawallā
- wa sayujannabuhal-atqā
- allażī yu`tī mālahụ yatazakkā
- wa mā li`aḥadin ‘indahụ min ni’matin tujzā
- illabtigā`a waj-hi rabbihil-a’lā
- wa lasaufa yarḍā
Maksud Surah Al Lail
[1] Demi malam apabila ia menyelubungi segala-galanya (dengan gelap-gelitanya),
[2] Dan siang apabila ia lahir terang-benderang;
[3] Demi Yang menciptakan (makhluk-makhlukNya) lelaki dan perempuan, (jantan dan betina); –
[4] Sesungguhnya amal usaha kamu adalah berbagai-bagai keadaannya.
[5] Jelasnya: adapun orang yang memberikan apa yang ada padanya ke jalan kebaikan dan bertaqwa (mengerjakan suruhan Allah dan meninggalkan segala laranganNya), –
[6] Serta ia mengakui dengan yakin akan perkara yang baik,
[7] Maka sesungguhnya Kami akan memberikannya kemudahan untuk mendapat kesenangan (Syurga).
[8] Sebaliknya: orang yang bakhil (daripada berbuat kebajikan) dan merasa cukup dengan kekayaan dan kemewahannya, –
[9] Serta ia mendustakan perkara yang baik,
[10] Maka sesungguhnya Kami akan memberikannya kemudahan untuk mendapat kesusahan dan kesengsaraan;
[11] Dan apakah pertolongan yang dapat diberi kepadanya oleh hartanya apabiha ia telah terjerumus (ke dalam azab seksa hari akhirat)?
[12] Sesungguhnya tanggungan Kamilah memberi hidayah petunjuk (tentang yang benar dan yang salah).
[13] Dan sesungguhnya Kamilah yang menguasai hari akhirat dan alam dunia.
[14] Maka (serentak dengan memberi hidayah petunjuk) Aku juga telah memberi amaran mengingatkan kamu akan api neraka yang marak menjulang,
[15] Yang tidak akan menderita bakarannya melainkan orang yang sungguh celaka, –
[16] Yang telah mendustakan (kebenaran) dan berpaling ingkar.
[17] Dan (sebaliknya) akan dijauhkan (azab neraka) itu daripada orang yang sungguh bertaqwa, –
[18] Yang mendermakan hartanya dengan tujuan membersihkan dirinya dan hartabendanya,
[19] Sedang ia tidak menanggung budi sesiapapun, yang patut di balas,
[20] Hanyalah mengharapkan keredaan Tuhannya Yang Maha Tinggi;
[21] Dan demi sesungguhnya, ia tetap akan berpuas hati (pada hari akhirat, dengan mendapat segala yang diharapkannya).

