Surah Abasa Rumi | Surah Abasa Arab | Maksud Surah Abasa | Juzuk 30 |
Bacaan Surah Abasa (Teks Arab)
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
عَبَسَ وَتَوَلَّىٰٓ ﴿عبس:١
أَن جَآءَهُ الْأَعْمَىٰ ﴿عبس:٢
وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّهُۥ يَزَّكَّىٰٓ ﴿عبس:٣
أَوْ يَذَّكَّرُ فَتَنفَعَهُ الذِّكْرَىٰٓ ﴿عبس:٤
أَمَّا مَنِ اسْتَغْنَىٰ ﴿عبس:٥
فَأَنتَ لَهُۥ تَصَدَّىٰ ﴿عبس:٦
وَمَا عَلَيْكَ أَلَّا يَزَّكَّىٰ ﴿عبس:٧
وَأَمَّا مَن جَآءَكَ يَسْعَىٰ ﴿عبس:٨
وَهُوَ يَخْشَىٰ ﴿عبس:٩
فَأَنتَ عَنْهُ تَلَهَّىٰ ﴿عبس:١۰
كَلَّآ إِنَّهَا تَذْكِرَةٌ ﴿عبس:١١
فَمَن شَآءَ ذَكَرَهُۥ ﴿عبس:١٢
فِى صُحُفٍ مُّكَرَّمَةٍ ﴿عبس:١٣
مَّرْفُوعَةٍ مُّطَهَّرَةٍۭ ﴿عبس:١٤
بِأَيْدِى سَفَرَةٍ ﴿عبس:١٥
كِرَامٍۭ بَرَرَةٍ ﴿عبس:١٦
قُتِلَ الْإِنسٰنُ مَآ أَكْفَرَهُۥ ﴿عبس:١٧
مِنْ أَىِّ شَىْءٍ خَلَقَهُۥ ﴿عبس:١٨
مِن نُّطْفَةٍ خَلَقَهُۥ فَقَدَّرَهُۥ ﴿عبس:١٩
ثُمَّ السَّبِيلَ يَسَّرَهُۥ ﴿عبس:٢۰
ثُمَّ أَمَاتَهُۥ فَأَقْبَرَهُۥ ﴿عبس:٢١
ثُمَّ إِذَا شَآءَ أَنشَرَهُۥ ﴿عبس:٢٢
كَلَّا لَمَّا يَقْضِ مَآ أَمَرَهُۥ ﴿عبس:٢٣
فَلْيَنظُرِ الْإِنسٰنُ إِلَىٰ طَعَامِهِۦٓ ﴿عبس:٢٤
أَنَّا صَبَبْنَا الْمَآءَ صَبًّا ﴿عبس:٢٥
ثُمَّ شَقَقْنَا الْأَرْضَ شَقًّا ﴿عبس:٢٦
فَأَنۢبَتْنَا فِيهَا حَبًّا ﴿عبس:٢٧
وَعِنَبًا وَقَضْبًا ﴿عبس:٢٨
وَزَيْتُونًا وَنَخْلًا ﴿عبس:٢٩
وَحَدَآئِقَ غُلْبًا ﴿عبس:٣۰
وَفٰكِهَةً وَأَبًّا ﴿عبس:٣١
مَّتٰعًا لَّكُمْ وَلِأَنْعٰمِكُمْ ﴿عبس:٣٢
فَإِذَا جَآءَتِ الصَّآخَّةُ ﴿عبس:٣٣
يَوْمَ يَفِرُّ الْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِ ﴿عبس:٣٤
وَأُمِّهِۦ وَأَبِيهِ ﴿عبس:٣٥
وَصٰحِبَتِهِۦ وَبَنِيهِ ﴿عبس:٣٦
لِكُلِّ امْرِئٍ مِّنْهُمْ يَوْمَئِذٍ شَأْنٌ يُغْنِيهِ ﴿عبس:٣٧
وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ مُّسْفِرَةٌ ﴿عبس:٣٨
ضَاحِكَةٌ مُّسْتَبْشِرَةٌ ﴿عبس:٣٩
وَوُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ عَلَيْهَا غَبَرَةٌ ﴿عبس:٤۰
تَرْهَقُهَا قَتَرَةٌ ﴿عبس:٤١
أُو۟لٰٓئِكَ هُمُ الْكَفَرَةُ الْفَجَرَةُ ﴿عبس:٤٢
Bacaan Surah Abasa Rumi
- ‘abasa wa tawallā
- an jā`ahul-a’mā
- wa mā yudrīka la’allahụ yazzakkā
- au yażżakkaru fa tanfa’ahuż-żikrā
- ammā manistagnā
- fa anta lahụ taṣaddā
- wa mā ‘alaika allā yazzakkā
- wa ammā man jā`aka yas’ā
- wa huwa yakhsyā
- fa anta ‘an-hu talahhā
- kallā innahā tażkirah
- fa man syā`a żakarah
- fī ṣuḥufim mukarramah
- marfụ’atim muṭahharah
- bi`aidī safarah
- kirāmim bararah
- qutilal-insānu mā akfarah
- min ayyi syai`in khalaqah
- min nuṭfah, khalaqahụ fa qaddarah
- ṡummas-sabīla yassarah
- ṡumma amātahụ fa aqbarah
- ṡumma iżā syā`a ansyarah
- kallā lammā yaqḍi mā amarah
- falyanẓuril-insānu ilā ṭa’āmih
- annā ṣababnal-mā`a ṣabbā
- ṡumma syaqaqnal-arḍa syaqqā
- fa ambatnā fīhā ḥabbā
- wa ‘inabaw wa qaḍbā
- wa zaitụnaw wa nakhlā
- wa ḥadā`iqa gulbā
- wa fākihataw wa abbā
- matā’al lakum wa li`an’āmikum
- fa iżā jā`atiṣ-ṣākhkhah
- yauma yafirrul-mar`u min akhīh
- wa ummihī wa abīh
- wa ṣāḥibatihī wa banīh
- likullimri`im min-hum yauma`iżin sya`nuy yugnīh
- wujụhuy yauma`iżim musfirah
- ḍāḥikatum mustabsyirah
- wa wujụhuy yauma`iżin ‘alaihā gabarah
- tarhaquhā qatarah
- ulā`ika humul-kafaratul-fajarah
Maksud Surah Abasa
[1] Ia memasamkan muka dan berpaling,
[2] Kerana ia didatangi orang buta.
[3] Dan apa jalannya engkau dapat mengetahui (tujuannya, wahai Muhammad) ? Barangkali ia mahu membersihkan hatinya (dengan pelajaran ugama yang didapatinya daripadamu)! –
[4] Ataupun ia mahu mendapat peringatan, supaya peringatan itu memberi manfaat kepadanya.
[5] Adapun orang yang merasa keadaannya telah cukup, tidak berhajat lagi (kepada ajaran Al-Quran),
[6] Maka engkau bersungguh-sungguh melayaninya.
[7] Padahal engkau tidak bersalah kalau ia tidak mahu membersihkan dirinya (dari keingkarannya).
[8] Adapun orang yang segera datang kepadamu,
[9] Dengan perasaan takutnya (melanggar perintah-perintah Allah), –
[10] Maka engkau berlengah-lengah melayaninya.
[11] Janganlah melakukan lagi yang sedemikian itu! Sebenarnya ayat-ayat Al-Quran adalah pengjaran dan peringatan (yang mencukupi).
[12] Maka sesiapa yang mahukan kebaikan dirinya, dapatlah ia mengambil peringatan daripadanya.
[13] (Ayat-ayat Suci itu tersimpan) dalam naskhah-naskhah yang dimuliakan, –
[14] Yang tinggi darjatnya, lagi suci (dari segala gangguan), –
[15] (Terpelihara) di tangan malaikat-malaikat yang menyalinnya dari Lauh Mahfuz;
[16] (Malaikat-malaikat) yang mulia, lagi yang berbakti.
[17] Binasalah hendaknya manusia (yang ingkar) itu, betapa besar kekufurannya?
[18] (Tidakkah ia memikirkan) dari apakah ia diciptakan oleh Allah? –
[19] Dari air mani diciptakanNya, serta dilengkapkan keadaannya dengan persediaan untuk bertanggungjawab;
[20] Kemudian jalan (baik dan jahat), dimudahkan Tuhan kepadanya (untuk menimbang dan mengambil mana satu yang ia pilih);
[21] Kemudian dimatikannya, lalu diperintahkan supaya ia dikuburkan;
[22] Kemudian apabila Allah kehendaki dibangkitkannya (hidup semula).
[23] Janganlah hendaknya ia kufur ingkar lagi! Sebenarnya ia belum menunaikan apa yang diperintahkan kepadanya.
[24] (Kalaulah ia tidak memikirkan asal dan kesudahan dirinya), maka hendaklah manusia melihat kepada makanannya (bagaimana kami mentadbirkannya):
[25] Sesungguhnya kami telah mencurahkan hujan dengan curahan yang menakjubkan.
[26] Kemudian kami belah-belahkan bumi dengan belahan yang sesuai dengan tumbuh-tumbuhan, –
[27] Lalu Kami tumbuhkan pada bumi biji-bijian,
[28] Dan buah anggur serta sayur-sayuran,
[29] Dan Zaitun serta pohon-pohon kurma,
[30] Dan taman-taman yang menghijau subur,
[31] Dan berbagai buah-buahan serta bermacam-macam rumput, –
[32] Untuk kegunaan kamu dan binatang-binatang ternak kamu.
[33] Kemudian (ingatlah keadaan yang berlaku) apabila datang suara jeritan yang dahsyat, –
[34] Pada hari seseorang itu lari dari saudaranya,
[35] Dan ibunya serta bapanya,
[36] Dan isterinya serta anak-anaknya; –
[37] Kerana tiap-tiap seorang dari mereka pada hari itu, ada perkara-perkara yang cukup untuk menjadikannya sibuk dengan hal dirinya sahaja.
[38] Muka (orang-orang yang beriman) pada hari itu berseri-seri,
[39] Tertawa, lagi bersuka ria;
[40] Dan muka (orang-orang yang ingkar) pada hari itu penuh berdebu,
[41] Diliputi oleh warna hitam legam dan gelap-gelita. –
[42] Mereka itu ialah orang-orang yang kafir, yang derhaka.

