Sejarah Desa Trusmi Kabupaten Cirebon (Sejarah, Asal Usul dan Profil)

Sejarah Desa Trusmi Kabupaten Cirebon

Sejarah Desa Trusmi | Asal Usul Desa Trusmi | Profil Desa Trusmi | Kabupaten Cirebon |

Sejarah Desa Trusmi Kabupaten Cirebon (Sejarah, Asal Usul dan Profil) Lengkap

Pada Waktu Mbah kuwu Cirebon yang bernama Pangeran Cakrabuana hijrah dari Cirebon ke sebuah Daerah yang sekarang disebut Trusmi,mbah Kuwu Cirebon berganti pakaian memakai baju kyai yang tugasnya menyebarkan ajaran agama Islam. Hingga sekarang ia dikenal dengan nama Mbah Buyut Trusmi.

Mbah Buyut Trusmi adalah putra dari Raja Pajajaran Prabu Siliwangi yang datang ke Trusmi disamping menyebarkan agama Islam juga untuk memperbaiki lingkungan kehidupan masyarakat dengan mengajarkan caracara bercocok tanam. Pangeran Manggarajati (bung cikal) putra pertama Pangeran Carbon Girang, yang di tinggal mati ayahnya ketika Bung Cikal kecil. Kemudian Bung Cikal diangkat anak oleh Syekh Syarif Hidayatullah (SunanGunung Jati) dan diasuh oleh Mbah Buyut Trusmi.

Kesaktian Bung Cikal sudah terlihat sejak masih kecil yang sakti mandraguna. Salah satu kebiasaan Bung Cikal adalah sering merusak tanaman yang ditanam oleh Mbah Buyut Trusmi. Teguran dan Nasehat Mbah Buyut Trusmi selalu tidak di hiraukannya, namun yang mengherankan, setiap tanaman yang dirusak Bung Cikal tumbuh dan bersemi kembali sehingga lama kelamaan pedukuhan itu dinamakan TRUSMI yang berarti terus bersemi. ( Pedukuhan Trusmi berubah menjadi sebuah Desa diperkirakan tahun 1925,bersamaan dengan terjadinya perang Diponegoro).


Bung Cikal meninggal ketika menginjak usia remaja dan dimakamkan di puncak Gunung Ciremai. Konon pada akhir zaman akan lahir Raden Adil, titisan dari Pangeran Bung Cikal. Setelah Mbah Buyut Trusmi meninggal, ia digantikan KiGede Trusmi, orang yang ditaklukkan Mbah Buyut Trusmi, dimana kepemimpinan Trusmi dilanjutkan oleh keturunan Ki Gede Trusmi secara turun temurun.

Baca Juga :   Sejarah Desa Tegalgubug Kabupaten Cirebon (Sejarah, Asal Usul dan Profil)

Desa Trusmi termasuk wilayahKecamatan Weru, dan telah dimekarkan menjadi dua yaitu Desa Trusmi Wetan dan Trusmi Kulon. Situs Ki BuyutTrusmi merupakan peninggalan Mbah Buyut Trusmi terletak di Trusmi Wetan. Bangunannya terdiri dari Pendopo, Pekuncen,Mesjid Kuno, Witana, Pekulaha/Kolam, Jinem, Makam Buyut Trusmi dan Pemakaman Umum.

Situs Buyut Trusmi dipelihara dan dikelola oleh keturunan dari Ki Gede Trusmi hingga sekarang, yang semuannya berjumlah 17 orang yang terdiri dari 1 orang pemimpin, 4orang kyai, 4orang juru kunci, 4orang kaum/pengelola mesjid, dan 4 orang pembantu/ kemit.Acara tradisional yang masih tetap dilestarikan sampai sekarang diantaranya : Arak-arakan, Memayu, Ganti Welit dan Trusmian atau Selawean yaitu acara memperingati lahirnya Nabi Muhammad SAW


Makam buyut trusmi Makam buyut trusmi adalah makam panyiar agama islam di cirebon letak makam buyut trusmi berada di desa trusmi plered atau penghasil kerajinan batik trusmi kabupaten cirebon.Ki Buyut Trusmi adalah putra pertama Prabu Siliwangi. Sebelumnya ia bernama Pangeran Walangsungsang, atau Pangeran Cakrabuana, pendiri kerajaan Cirebon. Setelah Ki Buyut Trusmi menyerahkan keraton yang sekarang menjadi Keraton Kasepuhan ke Sunan GunungJati, Ki Buyut pun pindah ke daerah Trusmi ini pada tahun1470, dan membangun kompleks ini pada tahun1481.


Baca Juga :   Sejarah Desa Tuk Kabupaten Cirebon (Sejarah, Asal Usul dan Profil)

Kramat Buyut Trusmi sangat dihormati oleh masyarakat setempat, karena Ki Buyut Trusmi dipercaya sebagai sesepuh Trusmi yang sangat berjasa dalam mengembangkan dan mempopulerkan tradisi kerajinan membatik di daerah Trusmi ini. Batik Trusmi dipengaruhi oleh batik pesisiran dan keratonan. Batik pesisiran ditandai dengan warna-warna cerah dan terang, seperti merah, kuning, hijau, dan biru, serta bermotif bebas yang melambangkan kehidupan masyarakat pesisir, seperti kegiatan masyarakat dan motif flora serta fauna. Sedangkan batik keratonan terlihat padawarna dasar krem, hitam, birutua, dan cokelat soga,bermotif keraton, seperti mega mendung, singa barong,ayam hutan dan beberapa motif lainnya.

Trusmi berada di daerah Kabupaten Cirebon, desa yang hingga saat ini telah menjadi sentra bisnis batik, desa tersebut terbagi menjadi dua yaitu desa Trusmi Wetan dan Trusmi Kulon. Desa ini terletak sekitar 5 km dari pusat Kota Cirebon. Batik trusmi mulai ada sejak abad ke 14. Asal muasal desa Trusmi yaitu suatu daerah dimana saat itu tumbuh banyak tumbuhan dan pepohonan, pada saat itu ketika para warga menebang tumbuhan tersebut namun seketika itu juga tumbuhan itu tumbuh kembali. Sehingga tanah tersebut dinamakan desa Trusmi yang berasal dari kata terus bersemi yang akhirnya berkembang hingga saat ini menjadi desa batik Cirebon.

Baca Juga :   Inspirasi dari Bawah Pohon

Asal-usul desa Trusmi menjadi desa batik adalah ketika pada saat itu Sultan Keraton menyuruh orang Trusmi untuk membuat batik seperti miliknya tanpa diberi contoh batiknya, dia hanya diperbolehkan melihat motifnya saja. Pada saat waktu yang sudah ditentukan orang trusmi tersebut membawa batik yang sudah ia buat kepada sultan, lalu dia meminta contoh yang asli dan meminta sultan untuk membandingkannya, oleh karena batik dia buat sangat mirip dengan aslinya maka sultan tidak bisa membedakan mana yang asli dan mana yang telah dibuat oleh orang trusmi tersebut. Akhirnya sultan mengakui bahwa orang trusmi sangat pandai membuat batik.


Orang trusmi yang membuat batik itu adalah Ki Gede Trusmi, dia adalah salah seorang pengikut Sunan Gunung Jati. Ki gede trusmi mengajarkan seni batik sambil menyebarkan agama Islam pada tahun 1448- 1568. Ilmu seni batik yang diajarkan Ki Gede Trusmi sangat membawa berkah hingga sekarang.

Related posts