Sejarah Desa Mundu Pesisir | Asal Usul Desa Mundu Pesisir | Profil Desa Mundu Pesisir | Kabupaten Cirebon |
Sejarah Desa Mundu Pesisir Kabupaten / Kota (Sejarah, Asal Usul dan Profil) Lengkap
Peristiwa lahirnya sebuah kota maupun perkampungan pasti menyimpan lintasan sejarah. Peristiwa bersejarah itu sebagai bukti dari perjalanan masa atau zaman. Seperti di Desa Mundu Pesisir, sekitar abad ke 11 datanglah seorang mubaligh dari Timur Tengah Baghdad yang bernama Syekh Syarif Abdurrohman Al Baghdadi dan dipercaya sebagai utusan dari Sultonul Aulia Syekh Abdul Qodir Al Jailani untuk menyebarkan agama Islam di Jawa. Kedatangan ulama besar inilah sebagai cikal bakal lahirnya Desa Mundu Pesisir.
Saat itu, Syekh Syarif Abdurrohman mengambil dakwah di tanah Pasundan yaitu di wilayah yang sekarang bernama Mundu Pesisir untuk melaksanakan misinya, Syekh tersebut membangun masjid yang bila di lihat mirip candi di Jawa Timur atau Singasari Akhir. Bangunan ini berfungsi ganda, bukan saja sebagai sarana ibadah ritual tetapi juga di gunakan untuk menggembleng santri-santrinya dalam hal menuntut ilmu agama Islam serta ilmu-ilmu lainnya.
Santri beliau yang berasal dari bangsa manusia yaitu di antaranya di kenal sampai sekarang dengan nama Nyai Mas Angrum Sari, Pangeran Sela Rasa, Pangeran Sela Ganda, Pangeran Sela Suara, Pangeran Telaga, Pangeran Tresmi, Ki Nunjum Sidiq seorang ahli perbintangan atau falaq (astronomi) dan penasehat kerajaan Atas Ulun, Ki Patih Qummauzzaman seorang Perdana Menteri Kerajaan Atas Ulun dan lainnya, serta 5 tokoh besar seperti Seda Lautan Prata Kelana, Nyi Mas Rara Kafi, Juragan Dampu Awang, Syekh Kilo Bama, dan Ki Gede Mundu, Beliau juga mendapat gelar dari masyarakat Pasundan dengan sebutan Ki Lobama.
Sebagai desa yang berada di wilayah timur, Desa Mundu Pesisir tak kalah dengan desa lainnya dalam soal pembangunan. Terbukti prekonomian di desa ini kini mulai meningkat, baik di sektor pendapatan masyarakat, daya jual beli, maupun sektor lainnya seperti pendidikan, pembangunan fisik, kesehatan dan ekonomi. Ini sebagai bukti kuatnya peran aparatur desa dan masyarakat setemapat yang saling membahu, bergotong royong dalam membangun dan memajukan desanya.
Desa Mundu Pesisir sudah berdiri lama, awalnya berada di belakang SDN Mundu Pesisir, bersamaan dengan berdirinya masjid, yakni pada jaman Kuwu Abdullah atau Kuwu Sarwiyan. Kini desa ini sudah berkembang pesat dengan jumlah penduduk desa sekitar 5.875 jiwa yang tersebar di 8 RW dan 28 RT dengan 4 Kadus. Selain itu, di desa ini juga sudah terdapat satu buah masjid besar dan 14 musholla.
Agus Kholiq, Kepala Desa setempat menjelaskan, sesuai dengan kemajuan zaman Desa Mundu Pesisir kini telah mengalami kemajuan yang signifikan terutama disektor perekonomian dan pendidikan. Sekalipun mata pencaharian penduduk Desa Mundu Pesisir 60% mengandalkan dari hasil melaut atau bekerja sebagai nelayan dan sisanya dari hasil perdagangan, tapi kami tetap ingin menjadi desa yang maju dari desa lainnya, untuk itu kami tengah terus membangun agar desa bisa benar-benar maju.
Selain itu, desa yang memiliki luas sekitar 155,250 Km2 tersebut sangat baik dalam hal perpajakan terbukti dengan tercatatnya perkembangan sampai pada angka 75%, kesehatan dan program pemerintahan pun dijalankan dengan baik. Maka sangatlah wajar jika desa ini perkembangannya cukup pesat mengingat, kuwu yang menjabat di desa ini pun sudah hampir sepuluh orang.
Adapun Kepala Desa yang memimpin di Desa Mundu Pesisir dari periode pertama sampai periode sekarang ialah :
- Kuwu Abdullah
- Kuwu Sarwiyah
- Kuwu Casmad
- Kuwu Mitra
- Kuwu Mukim
- Kuwu Tamira
- Kuwu Zaenudin
- Kuwu Hasanudin
- Kuwu Iin Nasikin
- Kuwu Agus Kholiq
Bapak Agus Kholiq menjelaskan, di sebuah desa tidak cukup hanya membangun tetapi juga di perlukan kesadaran warganya. “Alhamdulillah warga disini sudah memiliki kesadaran yang tinggi baik terhadap dirinya, keluarganya maupun lingkungan masyarakatnya. Hal ini dapat di buktikan dengan program kegiatan peduli lingkungan yang kini tengah berjalan dengan baik. selain itu, kami disini pun tengah mengikuti program penghijauan yaitu dengan menanam pohon api-api, karena kami sadar bahwa lingkungan sangat perlu di perhatikan”.
Asal muasal Desa Mundu Pesisi yaitu adanya pohon mundu yang tumbuh di pesisir laut, oleh karena itu desa ini dinamakan Desa Mundu Pesisir. Mundu Pesisir sudah terpisah dan memilki kecamatan sendiri, satu kecamatann terdiri dari 12 desa. Karena pada zaman dahulu Mundu pesisir masih terbawa oleh Kecamatan Astanajapura karena adanya perkembangan dan perubahan penduduk sehingga Mundu Pesisir membentuk kecamatan sendiri. Mayoritas penduduk bermatapencahariyan 70% nelayan, tetapi karena perubahan zaman sehingga 60% nelayan dan 10% bekerja di darat seperti pedagang, dan supir angkot






