Sejarah Desa Kubangdeleg Kabupaten Cirebon (Sejarah, Asal Usul dan Profil)

Sejarah Desa Kubangdeleg Kabupaten Cirebon

Sejarah Desa Kubangdeleg | Asal Usul Desa Kubangdeleg | Profil Desa Kubangdeleg | Kabupaten Cirebon |

Sejarah Desa Kubangdeleg Kabupaten Cirebon (Sejarah, Asal Usul dan Profil) Lengkap

Pada awalnya Kubangdeleg adalah sebuah perkampungan kecil (cantilan Desa Karangasem) yang berada disebelah timur persawahan Desa Karangasem, kurang lebih jaraknya sekitar 1 (satu) kilometer dari Ibu Kota Karangasem, karena jumlah penduduk Desa Karangasem pada waktu itu berjumlah lebih dari 5000 orang maka Desa Karangasem harus dimekarkan, ini sesuai Surat Keputusan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Kabupaten Cirebon Nomor: 182 / Pm.024.1.Pem/ SK/ 1983 tertanggal 11 April 1983 dan Surat dari Camat Karangsembung Nomor 587/ Pm.022.1/1983 tertanggal 18 April 1983 dan Nomor 654/ Pm.022.1/ 1983 tertanggal 17 April 1983 Perihal pemekaran Wilayah/ Daerah. Sekarang Desa Kubangdeleg adalah suatu Desa di Wilayah Kecamatan Karangwareng dimana Kecamatan Karangwareng adalah pemekaran dari Kecanatan Karangsembung Kabupaten Cirebon pada tanaggal 04 Oktober 2004 dan termasuk daerah Pasundan.

Menurut sumber yang dapat dipercaya kebenarannya asal usul Desa Kubangdeleg sekitar abad 16 sebelum terbentuknya Desa sebelumnya adalah Pedukuhan, perumpulan beberapa pemuka diantaranya:

  1. Bujut Nurjan tinggal di Kubangkelor (sekarang Desa Karangmekar)
  2. Buyut Gareng yang tinggal di Karapyak
  3. Buyut Pego yang tinggal di daerah Erpah
  4. Buyut Jabrig yang tinggal di daerah Leuweung Lawang (Caman)
  5. Buyut Brewes yang tinggal di Cigabug (Wanasaraya)
  6. Buyut Dingkul yang tinggal di Karangwareng
  7. Buyut Katolik yang tinggal di Cibanban
  8. Buyut Kulur yang tinggal di daerah Mertapada

Mereka mengadakan suatu musyawarah di tanah sungging Curug untuk membentuk suatu wilayah Pedukuhan dengan batas wilayah yang luas, yang diantaranya meliputi 3 (tiga) Kubang (Wadah Caritra Cai) yaitu : Kubang Blok Maja, Kubang Putat, Kubang Gede. Maka setelah pertemuan itu salah satu dari mereka yaitu Ki Buyut NURJAN dengan ilmu yang sangat tinggi (Saepi angin) mulai mematok batas wilayah dengan batas seperti segi tiga luas batas daerah Pancar, daerah Wanasaraya dan daerah Cihirup (Kabupaten Kuningan).

Sejak saat itu terbentulah sebuah pedukuan besar dan sebagian pemuka yang ditunjuk untuk memprakarsai lain pemukiman adalah Buyut KARSILEM (anak Ki Buyut Nurjan), beliaulah pemuka agama Islam yang sangat kharismatik dan disegani, sebagai cikal bakal yang memprakarsai pembukaan lahan untuk pemukiman di blok Maja dengan nama Kubang Putat. Beliau adalah orang yang sangat sakti mandraguna dan sangat terkenal kedigjayaanya.

Kubag Putat terdiri dari beberapa blok antara lain; Blok Maja, blok Pilang sari, blok Bantarsari, dan blok Kubang Putat yang hanya dihuni oleh beberapa orang saja, dengan jumlah seluruhnya 16 rumah terdiri: blok Maja 7 rumah, blok Erpah 1 rumah, blok dayeuh leutik 1 rumah, hingga dari tahun ke tahun jumlah penduduknya semakin padat, sehingga diperlukan seorang pemimpin.

Nama Kubangdelg diambil karena pada saat itu telah diadaan sayembara adu tanding yang merebutkan seorang putri cantik dari Buyut Karsilem yang diadakan di tengah kubangan yang terdapat ikan gabus yang sangat besar. Dallam adu tanding tersebut diadaka sekitar ± 1608 M yang dimenangkan oleh jawara Syamsudin dari daerah Tambelang dan sebagai pemenang Syamsudin di nikahkan dengan putru Buyut karsilem, dan keesokan harinya atas persetujuan Buyut Karsilem dan dipilih oleh semua warga maka Ki Syamsudin menjadi Kepala Kampung pertama sekaligus nama kampung dirubah dari Kubang Putat mnjadi Kubangdeleg, Kubang artinya carita, wadah cai sedangkan deleg artinya ikan gabus besar yang menggambarkan perjuangan yang baik dan jujur.

Dalam catatan sejarah Kuwu/ Kepala Desa yang memimpin Desa Kubangdeleg adalah sebagai berikut:

  1. Syamsudin dipilih Tahun 1608
  2. Mendung dipilih Tahun 1623
  3. Ki Kulur dipilih Tahun 1653
  4. Ki Warakas dipilih Tahun 1657
  5. Nursim dipilih Tahun 1674
  6. Karsilem dipilih Tahun 1716
  7. Syamsudin dipilih Tahun 1725
  8. Banjet dipilih Tahun 1725
  9. Lampayang dipilih Tahun 1765
  10. Ki Gareng dipilih Tahun 1797
  11. Ki Jaki dipilih Tahun 1806
  12. Ngalambang dipilih Tahun 1821
  13. Djamblang dipilih Tahun 1837
  14. Ki Kanida dipilih Tahun 1841
  15. Ki Tolih dipilih Tahun 1853
  16. Ki Kerud dipilih Tahun 1865
  17. Ki Karta dipilih Tahun 1871
  18. Kramajaya dipilih Tahun 1913
  19. Ki Salam dipilih Tahun 1919
  20. Ki Brewes dipilih Tahun 1931
  21. Ki Dulgani dipilih Tahun 1937
  22. Ki Embon dipilih Tahun 1937
  23. Ki Aksan dipilih Tahun 1943
  24. Ki Suhari dipilih Tahun 1951
  25. Ki Ciwang dipilih Tahun 1952
  26. Ki Suhari dipilih Tahun 1954
  27. Ki Entom dipilih Tahun 1964
  28. Ki Tosin dipilih Tahun 1965
  29. Ki Anwar dipilih Tahun 1973
  30. Ny. Uun Yustrini dipilih Tahun 1985
  31. Agus Dustam dipilih Tahun 1995
  32. H. Richyadi S.IP dipilih Tahun 2003
  33. Agus Dustam dipilih Tahun 2013
DOWNLOAD DI SINI

Related posts