Sejarah Desa Grogol Kabupaten Cirebon (Sejarah, Asal Usul dan Profil)

Sejarah Desa Grogol Kabupaten Cirebon

Sejarah Desa Grogol | Asal Usul Desa Grogol | Profil Desa Grogol | Kabupaten Cirebon |

Sejarah Desa Grogol Kabupaten Cirebon (Sejarah, Asal Usul dan Profil) Lengkap

Desa Grogol merupakan desa yang terletak di Kecamatan Gunung Jati Kabupaten Cirebon dan merupakan pemekaran dari Desa Mertasinga. Sebelah utara Desa Grogol berbatasan dengan Sungai Bondet, sebelah selatan berbatasan dengan Desa Wanakaya, sebelah timur berbatasan dengan laut Jawa dan sebelah Barat berbatasan dengan Desa Babadan. Desa Grogol merupakan salah satu desa yang mempunyai potensi alam yang sangat kaya, baik dari potensi hasil lautnya maupun dari lahan pertanian. Namun kekayaan potensi Desa Grogol yang menonjol adalah pada sektor kelautannya, hal ini dapat dilihat dari profesi mayoritas masyarakat Grogol yaitu sebagai nelayan. Hasil potensi laut yang dimanfaatkan oleh masyarakat nelayan Desa Grogol diantaranya yaitu rajungan, ikan, kerang ijo, dan udang. Namun, mayoritas masyarakat berprofesi sebagai nelayan rajungan yang setiap harinya hanya mencari rajungan ke laut lepas sebagai salah satu sumber mata pencaharian.

Mayoritas mata pencaharian masyarakat Desa Grogol sendiri adalah sebagai nelayan namun ada juga yang bermata pencaharian di bidang pertanian namun hanya sebagian kecil masyarakat yang berprofesi sebagai buruh tani. Sebelah timur Desa Grogol yang berbatasan dengan Laut Jawa merupakan keuntungan tersendiri bagi masyarakat Desa Grogol karena mereka dapat memanfaatkan hasil laut yang ada sebagai mata pencaharian dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, salah satunya adalah dengan mencari rajungan dan ikan yang banyak terdapat di laut lepas. Sebagian besar kepala keluarga di Desa Grogol berprofesi sebagai nelayan dan istri nelayan bekerja sebagai ibu rumah tangga, profesi guru dan lain sebagainya. Namun ada juga istri nelayan yang bekerja sebagai pengupas rajungan atau yang biasa di kenal masyarakat Grogol sebagai meka. Selain itu, ada pula yang lebih memilih memanfaatkan lahan persawahan daripada harus menjadi nelayan dan melaut, namun hanya sebagian kecil (minoritas) masyarakat yang menjadi buruh tani. Dalam bidang pertanian petani disebut sebagai profesi sedangkan penggarap sawah atau buruh tani disebut sebagai pekerjaan sampingan.

Desa grogol merupakan pemekaran dari Desa Mertasinga. Pemekaran tersebut terjadi pada tahun 1983 dan perumusannya dilakukan di rumah elang H. Eeng yang juga merupakan pengusung dari nama Grogol. Ada 6 tokoh yang menjadi perencana dari pemekaran desa Mertasinga dintaranya:

  1. Abdul Manaf ( Juru Tulis Mertasinga)
  2. Elang H. Eeng (BKD Kabupaten)
  3. Purwadi (BKD Kabupaten)
  4. Jani
  5. H. Madhalimah
  6. H. Toat

Setelah terjadi pemekaran, keenam tokoh tersebut memposisikan diri di dalam pemerintahan Desa Grogol. Bapak Abdul Manaf menjadi kepala desa yang ke dua setelah pak Syakuri yang menjabat. Sedangkan bapak H.Eeng menjadi ketua LKMD atau yang sekarang biasa dikenal dengan nama Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM). Bapak Toat mendapat posisi menjadi ketua karang taruna, sedangkan bapak Jani (Alm) dan bapak H. Madhalimah di posisikan sebagai pamong Desa Grogol. Desa Grogol sendiri awalnya merupakan lahan yang semuanya di tanami tanaman palawija dan luasnya pun hanya berkisar seperempat dari desa Mertasinga dengan luas 173 ha.

Pada tahun 2000 nama Grogol sempat akan diganti dengan alasan banyaknya orang yang nyasar, pasalnya di Desa Mertasinga juga terdapat blok yang bernama Grogol, karna itu Desa Grogol hendak diganti dengan tiga nama pilihan yaitu diantaranya; (1) Mertasinga, (2) Mertajaya (3) Grogol.

Pemilihan dilakukan dengan cara pengundian seperti arisan dan dilakukan oleh aparatur pemerintah Desa Grogol beserta tokoh-tokoh masyarakat. Setelah dilakukan tiga kali pengundian dari ke tiga nama tersebut tiga kali pula nama Grogol yang keluar sebagai pilihan desa. Setelah tiga kali nama Grogol yang keluar, maka pergantian nama pun dibatalkan dan tetap dengan nama semula setelah pemekaran yaitu Desa Grogol. Dan terbentuklah suatu desa pemekaran yang baru dengan nama yang sah dan berdasarkan kesepakatan mufakat hasil musyawarah bersama para penggagas desa Grogol Kecamatan Gunung Jati Kabupaten Cirebon. Berikut nama-nama kepala desa yang pernah menjabat di Desa Grogol:

  1. Pak Syakuri
  2. Pak Abdul Manaf
  3. Elang Basmudin
  4. Pak Syaefudin

Related posts