Revolusi Mental, Konsep, Integritas, Etos Kerja dan Gotong Royong (Rangkuman Materi PPKn SMP/MTS Kelas 7 Bab VI) Kurikulum Merdeka

  • Whatsapp
Revolusi Mental, Konsep, Integritas, Etos Kerja dan Gotong Royong (Rangkuman Materi PPKn SMP/MTS Kelas 7 Bab VI) Kurikulum Merdeka

Rangkuman Materi PPKn SMP/MTS Kelas 7 Bab VI | Kurikulum Merdeka | Revolusi Mental | Konsep Revolusi Mental | Integritas dan Etos Kerja dalam Revolusi Mental | Gotong Royong dalam Revolusi Mental |

Konsep Revolusi Mental

Istilah Revolusi Mental dikemukakan pertama kali oleh Presiden Soekarno, yakni dalam pidato kenegaraan tanggal 17 Agustus 1956. Masyarakat dunia mengenal istilah revolusi fisik dan revolusi sosial untuk merebut atau mengubah kekuasaan. Bangsa Indonesia saat itu sudah merdeka. Bukan revolusi isik atau revolusi sosial yang diperlukan, melainkan revolusi mental.

Bangsa-bangsa maju adalah bangsa-bangsa yang memiliki mental atau jiwa kuat, bukan yang bermental lemah. Bung Karno, sebutan dari presiden itu, tidak ingin bangsa Indonesia memiliki mental yang lemah. Perlu langkah besar atau revolusi untuk mengubah mental bangsa dari mental lemah menjadi mental kuat.

Baca Juga :   Download Buku Siswa PPKN SMP / MTS Kelas 7, 8, 9 Kurikulum Merdeka

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), revolusi berarti “Perubahan yang cukup mendasar dalam suatu bidang.” Sedangkan mental adalah “Bersangkutan dengan batin atau watak manusia” Dengan demikian revolusi mental berarti perubahan yang mendasar mengenai batin atau watak manusia yang dilakukan dengan mengubah pola pikirnya secara mendasar.



Sekitar 70 tahun setelah Indonesia merdeka, Presiden Joko Widodo membangkitkan kembali gerakan revolusi mental ini. Gerakan ini diperjelas dengan merumuskan tiga elemen atau unsurnya. Ketiga elemen tersebut adalah integritas, etos kerja, serta gotong royong, yang saling berhubungan satu sama lainnya.




Integritas dan Etos Kerja dalam Revolusi Mental

Integritas merupakan elemen pertama dari Gerakan Revolusi Mental. Integritas memiliki banyak pengertian yang berhubungan satu sama lainnya. Di antaranya adalah jujur. Jadi seorang berintegritas adalah seorang yang jujur, tidak berbohong, tidak pula korupsi. Selain itu, integritas juga berarti konsisten.

Baca Juga :   Capaian Pembelajaran IPA Kelas 7, 8, 9 SMP / MTS (Fase D) Kurikulum Merdeka

Etos kerja merupakan elemen kedua dari Gerakan Revolusi Mental. Etos kerja berarti “semangat kerja”. Seorang dengan etos kerja tinggi adalah orang bersemangat kerja tinggi. Seorang yang disiplin, tekun, serta pantang menyerah. Dalam revolusi mental, etos kerja yang tinggi ini berlandaskan pada integritas yang kuat.

Gotong Royong dalam Revolusi Mental

Gotong royong merupakan elemen ketiga dalam Revolusi Mental. Inilah mental terakhir yang diperlukan bagi bangsa Indonesia untuk maju, setelah integritas dan etos kerja. Dengan elemen ini, masyarakat terus mempertahankan dan menguatkan jiwa “bekerja bersama-sama, tolong menolong, serta bantu-membantu” antar sesama.

Jiwa gotong royong inilah yang menjadi salah satu ciri utama bangsa Indonesia. Ciri utama ini menjadi kekuatan tersendiri bangsa Indonesia dibanding banyak bangsa lain saat mengalami kesulitan. Kecenderungan untuk saling menolong dan saling membantu antar warga biasanya malah makin terlihat di masa-masa sulit, seperti masa sulit menghadapi pandemi virus Covid-19 maupun saat-saat bencana.

Baca Juga :   Modul Ajar PAI SMP Kelas 7, 8 dan 9 Kurikulum Merdeka 2022 (Download Contoh)



Related posts