Pertumbuhan dan Perkembangan Hewan (Rangkuman Materi IPA Kelas 9 SMP Kurikulum Merdeka)

Salat Gerhana, Pengertian, Ketentuan dan Tata Cara (Rangkuman Materi PAI SMP Kelas 8 Bab 4) Kurikulum Merdeka

Pertumbuhan dan Perkembangan Hewan | Rangkuman Materi IPA Kelas 9 | Bab 1 | SMP | Kurikulum Merdeka | Wislah Indonesia |

Pertumbuhan dan Perkembangan Hewan

Hewan-hewan mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang menarik sepanjang hidup mereka. Sebagai contoh, kupu-kupu mengalami metamorfosis, melalui tahap ulat, kepompong, hingga menjadi kupu-kupu yang indah. Prinsip ini berlaku untuk banyak hewan lainnya. Dalam artikel ini, kita akan membahas bagaimana hewan-hewan ini tumbuh dan berkembang.

1. Perkembangan Embrio

Hewan-hewan seperti kucing, ikan, kura-kura, dan burung bereproduksi secara seksual. Setelah terjadi fertilisasi, embrio mengalami perkembangan yang berbeda-beda, baik di dalam tubuh induk maupun di luar tubuh induk.

2. Hewan yang Bertelur atau Ovipar

Hewan ovipar adalah hewan yang mengembangkan embrio di dalam telur di luar tubuh induk. Beberapa hewan tanpa tulang belakang, seperti serangga dan cacing, serta hewan bertulang belakang seperti ikan, reptil, amfibi, dan burung, termasuk dalam kategori ini. Telur menyediakan nutrisi yang dibutuhkan oleh embrio untuk berkembang. Telur vertebrata darat, seperti reptil dan burung, memiliki struktur khusus yang disebut telur amniotik. Telur ini dilindungi oleh cangkang dan membran, dan memiliki bagian-bagian seperti albumen, kuning telur, cairan amnion, dan alantois.

3. Hewan yang Bertelur dan Beranak atau Ovovivipar

Beberapa hewan mengalami ovovivipar, yaitu embrio berkembang di dalam telur di dalam tubuh induk sampai telur siap menetas. Ketika telur menetas, individu baru dilahirkan. Hewan ovovivipar memanfaatkan cadangan makanan dalam telur untuk pertumbuhan embrio. Contohnya adalah ikan hiu, ikan pari, kuda laut, platipus, iguana, salamander, dan beberapa jenis ular.

4. Hewan yang Melahirkan atau Mamalia Berplasenta atau Vivipar

Hewan mamalia berkembang di dalam tubuh induknya dan terhubung dengan embrio melalui plasenta. Melalui plasenta, induk memberikan nutrisi dan oksigen yang dibutuhkan oleh embrio, sementara embrio mengeluarkan sisa-sisa metabolisme dan karbon dioksida ke dalam plasenta. Ini merupakan metode reproduksi yang umum pada mamalia.

5. Perkembangan Hewan Muda

Beberapa hewan menunjukkan perubahan yang signifikan dalam penampilan mereka saat dewasa dibandingkan saat muda. Namun, ada juga hewan yang tidak mengalami perubahan yang mencolok antara fase muda dan dewasa. Beberapa hewan mengalami metamorfosis, seperti udang, serangga, dan amfibi. Udang dan serangga melalui tahap larva dan kemudian bermetamorfosis menjadi bentuk dewasa. Serangga dapat mengalami metamorfosis sempurna atau tidak sempurna, tergantung pada perubahan bentuk tubuh yang dialami dalam siklus hidupnya. Amfibi, seperti katak, juga mengalami metamorfosis, dimulai sebagai berudu di air dan kemudian berubah menjadi katak dewasa.

Pertumbuhan dan perkembangan hewan adalah proses yang menarik dan kompleks. Melalui pemahaman tentang proses-proses ini, kita dapat menghargai keajaiban alam dan keragaman kehidupan di dunia hewan.

Related posts