Pengenalan Naskah Tari | Rangkuman Materi Seni Tari Kelas 12 | Bab 2 | SMA | Kurikulum Merdeka | Wislah Indonesia |
Pengenalan Naskah Tari
Naskah tari merupakan bagian krusial dalam proses penciptaan tari yang kreatif dan berarti. Naskah ini berfungsi sebagai catatan penting yang mencatat berbagai informasi terkait sebuah karya tari. Selain itu, naskah tari juga mencakup konsep tari secara sistematis. Umumnya, naskah tari memiliki tiga bagian, yaitu pendahuluan, isi, dan penutup, yang berfungsi untuk memberikan panduan yang jelas dan terstruktur dalam merancang karya tari. Mari kita lihat sistematika naskah tari secara lebih rinci.
BAB I: Pendahuluan
a. Latar Belakang:
Pada bagian ini, penulis menjelaskan konsep yang akan diimplementasikan dalam karya tari yang akan dibuat. Langkah pertama adalah pemilihan tema tari yang harus sesuai dengan lingkungan pendidikan dan terkait dengan materi pembelajaran. Misalnya, tema yang berkaitan dengan binatang metamorfosis, profesi, fenomena sosial, dan sejenisnya. Kemudian, penulis menentukan judul tari yang menarik dan sesuai dengan tema yang telah dipilih, serta memberikan alasan pemilihan judul. Selanjutnya, alur cerita tari juga harus dijelaskan secara rinci dengan menggambarkan perjalanan tari secara berurutan.
b. Sumber Materi Garapan:
Bagian ini berisi penjelasan tentang sumber materi gerak yang akan digunakan dalam menyusun tari. Penulis harus menggambarkan secara detail bahan atau inspirasi gerak yang akan diolah menjadi bagian integral dari karya tari yang dibuat.
BAB II:
a. Tipe Tari:
Pada bagian ini, penulis menjelaskan model atau tipe tari yang akan digunakan dalam penciptaan karya tari. Di sini, dalam pembelajaran kelas XII, contohnya, menggunakan tipe tari pendidikan sebagai model tariannya.
b. Metode Penyajian:
Metode penyajian tari dijelaskan dengan cara tari akan disajikan secara representasional atau simbolis. Representasional artinya tari menggambarkan konsep dengan cara nyata dan mudah dipahami oleh penonton, sementara simbolis menggambarkan objek atau gagasan secara abstrak yang membutuhkan interpretasi lebih dalam oleh penonton.
c. Konsep Iringan:
Pada bagian ini, penulis mencatat notasi iringan musik yang akan mengiringi tarian tersebut. Iringan musik menjadi elemen penting yang akan mempengaruhi kesan keseluruhan dari karya tari.
d. Konsep Tata Teknik Pentas:
Penulis menyajikan informasi mengenai konsep tata teknik pentas yang meliputi dekorasi panggung, properti yang akan digunakan dalam pertunjukan tari, tata rias, tata busana, dan tata cahaya yang akan digunakan untuk menciptakan suasana dan efek yang sesuai dengan konsep tari.
BAB III: Penutup
Pada bagian penutup, penulis menyimpulkan seluruh isi naskah tari dan memberikan saran-saran yang relevan. Hal ini mencakup poin-poin yang belum tertulis di bagian sebelumnya, dan juga berfungsi sebagai penegasan atas tujuan utama dari penciptaan karya tari tersebut.
Dalam keseluruhan naskah tari, penulis harus menjelaskan setiap elemen dengan jelas dan terperinci, sehingga naskah menjadi panduan yang lengkap dan dapat diikuti dengan baik oleh para penari dan tim produksi. Sistematika naskah tari ini akan membantu menghasilkan karya tari kreasi baru yang bermakna dan memberikan pengalaman seni tari yang berkesan.






