Pemikiran Muhammad Iqbal Tentang Insan Kamil dan Penelitian Tentangnya

Pemikiran Muhammad Iqbal

Pemikiran Muhammad Iqbal Tentang Insan Kamil | Makalah Pemikiran Muhammad Iqbal Tentang Insan Kamil | Penelitian Pemikiran Muhammad Iqbal Tentang Insan Kamil  |

Pemikiran Muhammad Iqbal Tentang Insan Kamil

Iqbal merupakan seorang filsuf yang juga seorang penyair serta merupakan seorang ahli agama yang memahami sistem dan moral agamanya sendiri secara kritis. Iqbal juga seorang pemikir orisinil. Kebesarannya terletak pada sikapnya yang bebas kritis dalam menghadapi alam pemikiran timur dan barat, baik yang ada kaitannya dengan Islam atau pun tidak, yang klasik atau pun yang modern, di mana cakrawala-cakrawala pemikiran, kebudayaan serta kehidupan barat dan timur bertemu kemudian mensintesiskan unsur-unsur yang paling menonjol dari keduanya.

Iqbal mengawali pemikirannya tentang masalah Ego. Bagi Iqbal, Tuhan merupakan Ego tertinggi (Ultimate Ego) atau Ego Mutlak. Dari Ego tertinggi itulah ego-ego bermula. Alam semesta beserta seluruh isinnya, sejak dari gerakan mekanik dari apa yang dinamakan sebagai atom materi sampai kepada gerakan pikiran bebas dalam ego manusia merupakan penjelmaan diri dari Ego tertinggi. Iqbal mendeskripsikan Ego sebaga tangga nada yang memiliki berbagai tingkatan. Lebih lanjut Iqbal mengatakan bahwa semakin tinggi sebuah ego, maka semakin sempurnalah sebuah Ego

Ego ini sengaja dimunculkan oleh Iqbal dalam upaya manusia mendakati Tuhan. Tugas manusia adalah berusaha menyerap seluruh sifat-sifat Tuhan. Dengan menyerap Tuhan ke dalam diri, tumbuhlah ego. Ketika ego tumbuh menjadi seper ego, seseorang naik tingkat menjadi wakil Tuhan. Tetapi menurut Iqbal, menyerap seluruh sifat-sifat Tuhan bukan berarti manusia terserap dalam dzatNya. Di sinilah fungsi ego sebagai sebuah bentuk pribadi yang mandiri.

Menurut Iqbal, realitas yang ada merujuk pada wujud Tuhan, manusia dan alam, tetapi realitas yang ada dan sebenarnya adalah wujud dari realitas absolut, wujud absolut atau ego mutlak. Dengan demikian, realitas absolut, wujud absolut atau ego mutlak merupakan realitas yang eksistensi wujudnya pasti ada dan mustahil tidak ada. Sesungguhnya, realitas absolut atau ego mutlak merupakan keseluruhan dari hakikat dan realitas. Realitas absolut, ego tertinggi atau ego mutlak juga terkandung di dalamnya ego-ego terbatas dalam wujudnya tanpa menghapus eksistensi ego-ego terbatas.

Walaupun pemikirannya berkisar pada pembahasan tentang Ego, tetapi pemikiran puncaknya adalah berkisar tentang ego sempurna yang akhirnya bermuara pada derajat kamil.

Insan al-Kamil berarti manusia yang kamil (suci, bersih, bebas dari dosa). Sempurna. Lebih lengkapnya, yaitu manusia yang egonya mencapai titik intensitas tertinggi , yakni ketika ego mampu menahan pemilikan secara penuh, bahkan ketika mengadakan kontak langsung dengan yang mengikat ego (ego mutlak atau Tuhan).

Beberapa kaum sufi, berpendapat bahwa manusia, sebagai wakil Tuhan (khalifah fi al-ardh), berpotensi pada menjelmakan sifat-sifat Tuhan sehingga manusia dapat mencapai kebahagiaan lahir maupun batin.

Seseorang yang sampai pada taraf Insan Kamil akan memiliki karakteristik sebagai berikut:

Mempunyai sifat-sifat Ketuhanan

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, ego seperti tangga nada yang semakin ke atas maka semakin tinggi pula kesempurnaan ego. Jika seorang sudah mencapai tingkat tertinggi, maka ia akan memancarkan sifat-sifat Ketuhanan yang akan diimplikasikan ke dalam kehidupannya.

Menjadi Wakil Tuhan di bumi

Orang yang memiliki sifat-sifat ketuhanan, ia harus menjadi wakil Tuhan di bumi yaitu dengan menciptakan ciptaan yang belum selesai, sebab Iqbal berpandangan bahwa manusia merupakan partner Tuhan dalam hal penciptaan.

Menjadi individu yang bebas dan kreatif

Bagi Iqbal, seseorang yang sudah mencapai derajat Insan Kamil pasti memiliki jiwa yang mandiri, serta memiliki kebebasan yang bertanggung jawab. Sehingga ia memiliki keluasan dalam berkreasi demi terciptanya perubahan dunia yang sangat signifikan. Oleh sebab itu manusia yang mencapai taraf Insan Kamil haruslah mmpu berkreativitas

Beberapa Penelitian Pemikiran Muhammad Iqbal Tentang Insan Kamil

Berikut adalah beberapa penelitian “Pemikiran Muhammad Iqbal Tentang Insan Kamil ”:

Konsep Insan Al-Kamil Menurut Muhammad Iqbal Dan Implikasinya Terhadap Pendidikan Islam, oleh Kusdani

Berikut adalah kesimpulan dari penelitian yang ditulis oleh Kusdani dengan judulKonsep Insan Al-Kamil Menurut Muhammad Iqbal Dan Implikasinya Terhadap Pendidikan Islam dalam jurnal.

Kesimpulan Menurut Iqbal, ada beberapa hal untuk menjadi Insan al-Kamil, yaitu Pertama, adalah Cinta yang didasari iman, sehingga Cinta disini bermakna relasi seorang hamba dengan Tuhannya. Kedua, Keberanian, berani disini berdasarkan rasa takut kepada Tuhan (Allah), sehingga mampu memunculkan keberanian yang sebenarnya, yang tidak takut kecuali hanya kepada Allah. Ketiga, Toleransi, yaitu semangat memahami keberadaan dirinya dan orang lain serta keberadaan lingkungannya. Keempat, Faqr, yaitu statu bentuk sikap untuk tidak berlebih-lebihan dalam segala urusan duniawi.

Related posts