Menghargai Lingkungan dan Budaya Lokal, Mengenal, Menghargai, dan Mengembangkan (Rangkuman Materi PPKn SMP/MTS Kelas 7 Bab V) Kurikulum Merdeka

  • Whatsapp
Menghargai Lingkungan dan Budaya Lokal, Mengenal, Menghargai, dan Mengembangkan (Rangkuman Materi PPKn SMP/MTS Kelas 7 Bab V) Kurikulum Merdeka

Rangkuman Materi PPKn SMP/MTS Kelas 7 Bab V | Kurikulum Merdeka | Menghargai Lingkungan dan Budaya Lokal | Mengenal Lingkungan Sekitar | Menghargai Budaya Lokal | Menghargai Makanan Tradisional | Menghargai Produk dan Jasa Lokal | Mengembangkan Lingkungan dan Budaya Lokaldan Jasa Lokal |

Mengenal Lingkungan Sekitar

Lingkungan Fisik

Lingkungan isik yang mudah diperhatikan adalah menyangkut kawasan pesisir atau daratan. Daerah pesisir adalah yang dekat dengan laut. Biasanya berupa daerah datar dengan tanah berpasir. Sedangkan wilayah daratan yang dimaksudkan adalah daerah yang agak jauh dari laut.

Daratan dapat berupa dataran rendah maupun dataran tinggi atau pegunungan. Di pegunungan, wilayahnya juga dapat berupa gunung dan lembah yang landai. Namun dapat juga berupa tebing-tebing yang terjal. Di beberapa daerah, seperti di Ternate, pesisirnya langsung bersambung dengan gunung yang tinggi.

Flora dan Fauna

Ada daerah yang dekat dengan hutan, dengan perkebunan, dengan sawah, atau taman. Apa pohon-pohon.



Di pantai selatan Jogja, daun-daun pohon cemara laut membentuk lorong semacam gua. Daerah itu lalu dikenal sebagai gua cemara. Ada daerah yang memiliki pohon beringin putih. Beringin dalam bahasa Jawa adalah wringin. Maka daerah itu disebut Wringin Putih. Tentu ada yang unik di setiap daerah.

Jenis-jenis hewan juga dapat menjadi ciri suatu daerah. Ikan bilis misalnya, hanya dikenal di beberapa tempat saja seperti di Danau Singkarak, Sumatra Barat. Ikan pesut menjadi ciri khas Sungai Mahakam, Kalimantan Timur. Jalak putih ada di Bali. Lalu, di beberapa tempat ada serangga khas. Daerah Bantimurung Sulawesi Selatan terkenal dengan kupu-kupunya.

Baca Juga :   Buku Bahasa Indonesia Kelas 7 SMP (Download Buku Guru dan Buku Siswa) Kurikulum Merdeka

Lingkungan Sosial

Lingkungan sosial terdiri dari masyarakat dan lingkungan tempat tinggalnya. Ada masyarakat yang kuat mengikuti adat tertentu serta memiliki tokoh yang kuat pula. Ada masyarakat yang tidak menganut adat khusus. Kegiatan bersama masyarakat yang ini bukan berupa adat melainkan kegiatan bersama lainnya.

Menghargai Budaya Lokal

Situs Lokal

Salah satu bentuk situs yang penting dicermati adalah situs sejarah. Situs sejarah ini merupakan karya peninggalan orang zaman dulu yang ada di daerah kalian masing-masing. Contoh yang paling mudah dalam situs sejarah adalah candi.

Situs sejarah itu juga bisa berupa batu-batu tertentu, seperti batu bertulis, undakan batu kuno, dan sebagainya. Masjid atau gereja tua juga merupakan situs sejarah. Begitu juga makam tokoh masa lalu, rumah lama, bahkan sumur lama sekalipun.

Tempat yang dikaitkan dengan legenda juga merupakan situs yang perlu dihargai. Seperti di pantai Sumatra Barat terdapat batu cadas berbentuk seperti laki-laki yang sedang bersujud. Batu itu dikaitkan dengan legenda Malin Kundang, anak yang dikutuk jadi batu karena durhaka terhadap ibu. Situs seperti ini tentu perlu dipelihara sebaik-baiknya.

Tradisi Lokal

Tradisi Lokal adalah tradisi atau kebiasaan-kebiasaan yang terkait dengan siklus kehidupan maupun kegiatan bersama masyarakat. Di antara tradisi itu antara lain menyangkut kelahiran bayi, khitanan atau tradisi menyambut akil balig, tradisi dalam pernikahan, hingga tradisi terkait kematian.

Selain itu ada tradisi terkait dengan kegiatan bersama masyarakat. Seperti syukuran untuk panen maupun penangkapan ikan di laut. Tradisi mendirikan rumah, hingga tradisi menyambut hari-hari besar keagamaan masing-masing. Yasinan, misalnya, termasuk dalam tradisi lokal.

Kesenian Tradisional

Setiap daerah memiliki kesenian tradisionalnya masing-masing. Di antaranya adalah musik serta tarian tradisional. Di daerah Jawa Tengah antara lain seni mocopatan. Itu jenis kesenian yang sangat tradisional. Ada juga pop tradisional seperti lagu-lagu campursari.

Beberapa daerah juga mengenal seni bercerita. Di kampung-kampung di Aceh ada seni hikayat, di daerah-daerah Kalimantan dikenal seni lamut. Lalu ada seni pentas seperti yang berupa wayang, juga ludruk di desa-desa Jawa Timur. Kenali dengan baik apa saja kesenian tradisional apa saja yang ada di daerah kalian masing-masing.

Baca Juga :   Download Buku Siswa PPKN SMP / MTS Kelas 7, 8, 9 Kurikulum Merdeka

Permainan Tradisional

Permainan tradisional, seperti Congklak, engklek, egrang, gasing, petak umpet, hingga layangan adalah sebagian dari permainan tradisional.




Di beberapa daerah, permainan tradisional yang sudah terlupakan mulai dihidupkan kembali. Ada kelompok-kelompok permainan yang dibentuk lagi. Hal ini penting dilakukan untuk menguatkan raca cinta pada bangsa.

Menghargai Makanan Tradisional

Ragam Makanan Tradisional

Ragam makanan tradisional mencakup makanan pokok, olahan daging, hingga olahan sayuran. Makanan tradisional untuk makanan pokok umumnya berbasis pada beras, jagung, ketela, ubi, dan sagu.

Makanan tradisional berbasis beras sangat banyak. Seperti nasi krawu, nasi megono, nasi kuning, nasi uduk, dan lain-lain. Biasanya juga ditambahi lauknya serta sambal yang khas di masing-masing daerah. Seperti sambal matah, sambal oncom, sambal roa dan masih banyak lainnya.

Olahan sayur ada yang berupa gado-gado, pecel, gudeg, plecing, gulai paku, pucuk ubi, botok, trancam, dan lain-lain. Sayur asam, sayur bening, serta sayur lodeh juga merupakan sebagian dari masakan tradisional berbasis sayuran.

Ragam Minuman Tradisional

Masing-masing daerah juga memiliki minuman tradisionalnya masing-masing selain teh dan kopi sebagai minuman sehari-hari masyarakat. Banyak minuman tradisional yang juga berfungsi sebagai penghangat badan seperti saraba, bandrek, jahe, dan sekoteng.
Air guraka, teh talua, wedang uwuh, wedang secang, bir pletok, maupun lahan adalah sebagian dari jenis minuman tradisional lainnya. Lalu ada minuman es cendol, es cincau, es doger, hingga es selendang mayang. Tentu masih banyak minuman tradisional lainnya.

Ragam Jajanan

Jajanan tradisional di Indonesia banyak yang menggunakan tepung beras serta tepung ketan. Di antaranya adalah serabi, kue putu, kue lapis, talam, klepon, onde-onde, dan sebagainya. Bahan kelapa serta gula merah banyak dipakai untuk jajanan tradisional kita. Ketan juga banyak dipakai untuk bahan jajanan. Ada lemang, lepat, wajik, lemper, hingga ketan-mangga.

Ragam Makanan/Minuman Kesehatan

Berbagai jamu di tanah air banyak menggunakan tanaman empon-empon seperti jahe, kencur, temulawak, hingga sereh. Kayu putih, sirih, pinang, mahkota dewa, kelor, kapulaga, kayu manis, jinten adalah sebagian dari bahan herbal buat obat serta penguat kesehatan.

Baca Juga :   Al-Qur’an, Hadis, dan Kedudukan Hadis Terhadap Al-Qur’an, Definisi, Fungsi dan Kandungan Surat (Rangkuman Materi PAI SMP Kelas 7 Bab I) Kurikulum Merdeka

Menghargai Produk dan Jasa Lokal

Kerajinan Masyarakat

Kerajinan masyarakat merupakan bentuk produk lokal. Umumnya produk kerajinan menyesuaikan dengan budaya masing-masing daerah, seperti ukiran Toraja serta patung Asmat. Kerajinan tersebut kebanyakan sebagai hiasan rumah, baik untuk dipasang di dinding maupun diletakkan di meja atau bufet.

Produk Lokal

Beragam jenis pakaian, baik untuk laki-laki, perempuan, maupun anak-anak, yang diproduksi di sekitar tempat tinggal masing-masing dapat disebut produk lokal.

Produk lokal lain yang juga disandang adalah sepatu, sabuk, topi, dompet, hingga tas. Beberapa produk memiliki model dan kualitas yang sangat bagus, hingga dapat bersaing dengan produk-produk internasional yang mahal. Beberapa produk memiliki pasar di berbagai negara. Apalagi setelah ada sistem pemasaran secara daring.

Jasa Lokal

Tidak sedikit warga yang melayani jasa untuk masyarakat sekitarnya seperti jasa rias, jasa fotograi dan video, penjahit, potong rambut, memasak, cuci dan setrika, pertukangan, jasa arsitektur, hingga jasa untuk memijat.

Mengembangkan Lingkungan dan Budaya Lokal dan Jasa Lokal

  • Aktif Melakukan

Aktif berpartisipasi di acara menari atau bermusik, dan lain-lain merupakan salah satu bentuk mengapresiasi lingkungan dan budaya lokal.

  • Aktif Mengonsumsi

Aktif mengonsumsi makanan tradisional juga merupakan bagian dari mengapresiasi lingkungan dan budaya lokal. Semakin aktif mengonsumsi makanan tradisional, semakin tinggi pula apresiasi kalian pada makanan tradisional.

  • Aktif Menggunakan

Bentuk apresiasi lainnya adalah dengan aktif menggunakan. Yakni menggunakan produk dan jasa dari lingkungannya sendiri. Dengan aktif menggunakannya, kalian menghargai para pembuat produk dan penyedia jasa yang menjadi tetangga kalian masing-masing.

  • Aktif Mengembangkan

Selain aktif melakukan, mengonsumsi, dan menggunakan, yang juga di perlukan untuk mengapresiasi lingkungan dan budaya lokal adalah aktif mengembangkan. Yakni ikut menata lingkungan sekitar agar lebih baik, berpartisipasi mengembangkan budaya lokal, hingga ikut meningkatkan mutu makanan tradisional serta produk dan jasa lokal.




Related posts