Membangun Masyarakat yang Beradab, Norma, Tertib dan Hukuman (Rangkuman Materi IPAS SD/MI Kelas 4 Bab 8) Kurikulum Merdeka

Perkalian dan Pembagian Bilangan Desimal, Contoh dan Cara Menghitungnya (Rangkuman Materi Matematika SD/MI Kelas 4 Bab 16) Kurikulum Merdeka

Rangkuman Materi IPAS SD/MI Kelas 4 Bab 8 | Kurikulum Merdeka | Membangun Masyarakat yang Beradab | Norma dalam Adat Istiadat Daerahku | Kini Aku Menjadi Lebih Tertib | Awas! Kita Bisa Dihukum! |

Norma dalam Adat Istiadat Daerahku

Norma adalah aturan yang berlaku pada suatu wilayah. Adat istiadat adalah aturan tidak tertulis dan diakui sebagai hal yang baik untuk dilakukan. Dengan kata lain, adat istiadat merupakan bagian dari norma.

Berkenalan Lebih Dalam dengan Indonesia

Di beberapa daerah, ada aturan adat yang kemudian diserap oleh pemerintah. Aturan adat ini dijadikan peraturan daerah yang mengikat warganya secara hukum. Bahkan, peraturan tersebut diberlakukan secara lebih luas bagi masyarakat yang berada di tempat tersebut, meskipun bukan warga di tempat itu.

Masih ingat, siapa perangkat pemerintah yang ada di daerah kalian? Di Bali, ada pemimpin dan petugas adat yang bekerjasama dengan pemerintah daerah. Mereka disebut Pecalang. Pecalang bertugas menjaga keamanan dan ketertiban wilayah secara umum sehingga upacara adat yang diselenggarakan dapat berjalan dengan tertib dan aman.

Masyarakat Baduy di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, memiliki aturan memisahkan wilayah Baduy Dalam dan Baduy Luar. Di wilayah Baduy Dalam, masyarakat sama sekali tidak boleh menggunakan alat elektronik, termasuk kamera. Tidak ada listrik di area tersebut.

Masyarakat juga tidak boleh menggembala ternak di area aliran sungai, tidak diperkenankan masuk ke area hutan tertentu, dan masih banyak aturan lain. Tujuan mereka adalah untuk mempertahankan sistem adat dan melindungi areanya dari perubahan. Mereka memenuhi segala keperluan hidupnya dengan cara mereka sendiri Teknologi yang digunakan pun tradisional dan selaras dengan alam. Misalnya, penyimpanan bahan pangan menggunakan sistem lumbung.

Masyarakat Pulau Lembata, Nusa Tenggara Timur, memiliki kebiasaan berburu paus sekitar bulan Mei-November yang sudah berlangsung sejak ratusan tahun lalu. Kebiasaan ini menjadi bagian dari upaya masyarakat tradisional memenuhi kebutuhan protein bagi warganya. Namun, masyarakat ini memiliki peraturan yang harus ditaati warganya, yaitu:

  • Hanya berburu untuk kebutuhan makan seluruh warganya.
  • Tidak memperjualbelikan bagian apapun dari paus.
  • Tidak berburu paus jantan dan betina yang sedang hamil.
  • Semua aktivitas perburuan dilakukan secara tradisional.

Kini Aku Menjadi Lebih Tertib

Peraturan Tertulis dan Tidak Tertulis

Peraturan ada yang tertulis dan ada juga yang tidak tertulis. Semuanya bertujuan untuk menciptakan situasi yang tertib sehingga kita semua dapat hidup berdampingan secara damai. Di rumah ada peraturan yang harus dipatuhi oleh seluruh anggota keluarga. Begitu juga di sekolah, masyarakat, jalan raya, juga tempat ibadah.

Peraturan tertulis artinya peraturan dengan sanksi yang memaksa. Biasanya peraturan ini dibuat oleh negara atau pengelola sebuah tempat. Peraturan tidak tertulis adalah peraturan yang dibuat oleh manusia dan disesuaikan dengan kondisi masyarakat atau daerah setempat. Sanksi peraturan tidak tertulis ini lebih berupa teguran, peringatan, malu, atau perasaan menyesal pada diri sendiri.

Mengenal Peraturan Tidak Tertulis

Pernahkah kalian mendengar peribahasa “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”? Di lingkungan masyarakat, peribahasa itu berlaku di mana pun. Artinya ketika kita pergi ke mana pun kita harus mengikuti aturan yang berlaku di tempat tersebut. Peribahasa tersebut mengisyaratkan bahwa ada aturan tersirat (tidak tertulis) yang harus kita pahami dan patuhi. Jika aturan tersebut dilanggar, maka sanksi yang didapat bisa berupa teguran maupun rasa malu.

Mengenal Peraturan Tertulis

Jalan raya perlu memiliki sebuah peraturan agar para penggunanya, baik yang berkendara maupun yang berjalan kaki, bisa dengan aman melakukan aktivitasnya. Peraturan berlalu lintas untuk keselamatan ini dituliskan dengan jelas. Hal ini dilakukan agar semua orang memahami dan mematuhi peraturan tersebut. Pelanggaran peraturan di jalan raya bisa berupa sanksi tegas seperti, hukuman atau denda.

Selain peraturan tertulis tersebut, saat berkendara di jalan raya juga ada peraturan tidak tertulis yang perlu ditaati agar jalanan tertib. Misalnya, bagaimana masing-masing pengendara saling memberi jalan dan tidak menyerobot demi bisa berjalan lebih cepat.

Awas! Kita Bisa Dihukum!

Tahukah kalian, syarat mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM) diberikan pada usia berapa tahun? Memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) menjadi syarat utama untuk mendapatkan SIM. Coba tanyakan pada orang dewasa di sekitar kalian, apakah mereka memiliki KTP dan SIM? Mengapa semua orang dewasa memiliki KTP, namun tidak semua memiliki SIM? Tentu saja karena berkaitan dengan peraturan.

Peraturan dibuat oleh negara dengan tujuan untuk menciptakan kehidupan yang tertib. Untuk membuat SIM ada aturan batas usia minimal. Tujuannya adalah untuk membatasi agar pengemudi kendaraan bermotor merupakan orang yang sudah bisa bertanggung jawab secara hukum.

Begitu pun peraturan yang ada di rumah, sekolah, dan di tempat tinggal kita. Semua bertujuan untuk menciptakan ketertiban. Ketertiban menciptakan hidup menjadi lebih tenang, aman, dan nyaman untuk beraktivitas. Dengan kata lain, ketertiban menciptakan masyarakat yang beradab.

Apa yang akan terjadi jika sebuah wilayah atau tempat tidak memiliki aturan? Mungkin saja kehidupan masyarakat menjadi tidak teratur. Setiap orang akan melakukan segala sesuatu yang mereka inginkan. Oleh karena itu norma perlu dibuat agar:

  • Terciptanya kehidupan harmonis di dalam masyarakat.
  • Sebagai petunjuk dalam bersikap dan bertindak.
  • Sebagai pengontrol sikap dan tindakan manusia.
  • Sebagai alat pelindung masyarakat.

Namun, terkadang masih saja terlihat seseorang yang melakukan pelanggaran terhadap aturan. Oleh karena itu, sanksi bertujuan untuk membuat orang yang melanggar aturan menjadi jera. Adapun beberapa sanksi bagi seseorang yang melakukan pelanggaran norma maupun peraturan tertulis.

Sanksi Pelanggaran Norma

  • Dikucilkan.
  • Merasa malu.
  • Penyesalan.

Sanksi Pelanggaran Peraturan Tertulis

  • Hukuman denda.
  • Hukuman penjara.

Baca Kumpulan: Rangkuman IPAS Kelas 4 SD

Related posts