WISLAH.COM – Berikut “Kunci Jawaban 3.1 Konsep Penilaian Pembelajaran Berbasis HOTS dalam Kurikulum Merdeka (Pelatihan Pintar Kemenag)”. Artikel ini menyediakan jawaban lengkap terkait konsep penilaian pembelajaran berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) dalam konteks Kurikulum Merdeka, yang dipelajari dalam Pelatihan Pintar Kemenag. Dengan panduan ini, peserta pelatihan dapat lebih memahami konsep dan teknik penilaian HOTS serta cara mengimplementasikannya di kelas.
Pelatihan Penilaian Pembelajaran Berbasis HOTS ini diselenggarakan secara online melalui platform MOOC (Massive Open Online Course). Pelatihan ini dirancang secara mandiri dan fleksibel, memungkinkan peserta untuk belajar sesuai jadwal masing-masing. Dengan menyelesaikan pelatihan ini, peserta akan lebih siap menghadapi tantangan pendidikan di era Kurikulum Merdeka yang berfokus pada pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi.
Kunci Jawaban 3.1 Konsep Penilaian Pembelajaran Berbasis HOTS dalam Kurikulum Merdeka (Pelatihan Pintar Kemenag)
- Tujuan pembelajaran pada ranah kognitif menurut Bloom merupakan:
- A. Segala aktivitas pembelajaran menjadi 4 tingkatan sesuai dengan jenjang terendah sampai tertinggi
- B. Segala aktivitas pembelajaran menjadi 5 tingkatan sesuai dengan jenjang terendah sampai tertinggi
- C. Segala aktivitas pembelajaran menjadi 6 tingkatan sesuai dengan jenjang terendah sampai tertinggi
- D. Segala aktivitas pembelajaran menjadi 7 tingkatan sesuai dengan jenjang terendah sampai tertinggi
- Keterampilan proses psikomotor terdiri dari:
- A. Imitasi, manipulasi, penilaian, artikulasi, dan karakterisasi
- B. Imitasi, manipulasi, presisi, artikulasi, dan naturalisasi
- C. Imitasi, penerimaan, presisi, artikulasi, dan naturalisasi
- D. Imitasi, menanggapi, presisi, artikulasi, dan karakterisasi
- Keterampilan berpikir tingkat tinggi erat kaitannya dengan keterampilan berpikir sesuai dengan ranah:
- A. Kognitif dan afektif
- B. Kognitif dan psikomotor
- C. Kognitif, afektif, dan psikomotor
- D. Afektif dan psikomotor
- Keterampilan berpikir tingkat tinggi menggarisbawahi berbagai proses tingkat tinggi menurut jenjang:
- A. Taksonomi Bloom
- B. Taksonomi Marzano
- C. Aspek pemahaman Tighe dan Wiggins
- D. Taksonomi Wiggins
- Kombinasi dimensi pengetahuan terdiri dari:
- A. Pengetahuan factual, konseptual, prosedur, dan metakognitif
- B. Pengetahuan factual, konseptual, prosedur, dan mencipta
- C. Pengetahuan mengingat, konseptual, prosedur, dan metakognitif
- D. Pengetahuan factual, konseptual, menganalisis, dan metakognitif
- Ranah kognitif meliputi kemampuan:
- A. Mengembangkan konsep/prinsip dalam proses pembelajaran yang telah didapatnya.
- B. Mengulang atau menyatakan kembali konsep/prinsip yang telah dipelajari dalam proses pembelajaran yang telah didapatnya.
- C. Menciptakan konsep/prinsip yang telah dipelajari dalam proses pembelajaran yang telah didapatnya.
- D. Menguasai konsep/prinsip yang telah dipelajari dalam proses pembelajaran.
- Yang termasuk area HOTS dalam dimensi proses berpikir:
- A. Mengingat, menganalisis, dan mengevaluasi
- B. Mengingat, menganalisis, dan mencipta
- C. Menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta
- D. Memahami, menganalisis, dan mengevaluasi
- Keterampilan berpikir tingkat tinggi adalah:
- A. Proses berpikir kompleks dalam menguraikan materi, membuat kesimpulan, membangun representasi, dan membangun hubungan dengan melibatkan aktivitas mental yang paling dasar
- B. Proses berpikir kompleks dalam menguraikan materi, membuat kesimpulan, membangun representasi, menganalisis, dan membangun hubungan dengan melibatkan aktivitas mental yang paling dasar
- C. Proses berpikir dalam menguraikan materi, membuat kesimpulan, membangun representasi, menganalisis, dan membangun hubungan dengan melibatkan aktivitas mental yang paling dasar
- D. Proses berpikir dalam menguraikan materi, membuat kesimpulan, membangun representasi, menganalisis, dan membangun hubungan dengan melibatkan aktivitas mental yang paling dasar
- Menurut Bloom, keterampilan dibagi menjadi dua bagian, yaitu:
- A. Pertama adalah keterampilan tingkat rendah yang penting dalam proses pembelajaran, yaitu mengingat (remembering), menerapkan (applying), dan mengevaluasi (evaluating), dan kedua adalah yang diklasifikasikan ke dalam keterampilan berpikir tingkat tinggi berupa keterampilan memahami (understanding), menganalisis (analysing), dan mencipta (creating)
- B. Pertama adalah keterampilan tingkat rendah yang penting dalam proses pembelajaran, yaitu memahami (understanding), mengingat (remembering), dan menerapkan (applying), dan kedua adalah yang diklasifikasikan ke dalam keterampilan berpikir tingkat tinggi berupa keterampilan menganalisis (analysing), mengevaluasi (evaluating), dan mencipta (creating)
- C. Pertama adalah keterampilan tingkat sedang yang penting dalam proses pembelajaran, yaitu mengingat (remembering), memahami (understanding), dan menerapkan (applying), dan kedua adalah yang diklasifikasikan ke dalam keterampilan berpikir tingkat tinggi berupa keterampilan menganalisis (analysing), mengevaluasi (evaluating), dan mencipta (creating)
- D. Pertama adalah keterampilan tingkat rendah yang penting dalam proses pembelajaran, yaitu mengingat (remembering), memahami (understanding), dan menerapkan (applying), dan kedua adalah yang diklasifikasikan ke dalam keterampilan berpikir tingkat tinggi berupa keterampilan menganalisis (analysing), mengevaluasi (evaluating), dan mencipta (creating)
- Keterampilan berpikir tingkat tinggi yang dalam bahasa umum dikenal sebagai:
- A. Higher Order Think Skill (HOTS)
- B. Higher Open Thinking Skill (HOTS)
- C. Higher Order Thinking Skill (HOTS)
- D. High Order Thinking Skill (HOTS)
Penutup:
Demikian “Kunci Jawaban 3.1 Konsep Penilaian Pembelajaran Berbasis HOTS dalam Kurikulum Merdeka (Pelatihan Pintar Kemenag)”. Semoga jawaban dan penjelasan yang disajikan dalam artikel ini bermanfaat bagi para peserta pelatihan, terutama dalam memahami dan menerapkan konsep HOTS dalam proses penilaian pembelajaran. Dengan pemahaman yang lebih baik, diharapkan peserta dapat mendesain instrumen penilaian yang relevan dan efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah mereka. Semoga pelatihan ini membawa dampak positif bagi dunia pendidikan, khususnya dalam pengembangan Kurikulum Merdeka.






