Kisah Nabi Muhammad Saw Membangun Kota Madinah, Membangun Masjid, Menjalin Ukhuwah dan Kerukunan (Rangkuman Materi PAI SD Bab 10) Kurikulum Merdeka

  • Whatsapp
Berkenalan dengan Lingkungan Sekitar, Alam dan Lingkungan (Rangkuman Materi IPS SMP/MTS Kelas 7 Bab 2) Kurikulum Merdeka

Rangkuman Materi PAI SD Bab 10 |  Kurikulum Merdeka | Kisah Nabi Muhammad Saw Membangun Kota Madinah | Membangun Masjid | Menjalin Ukhuwah | Menggalang Kerukunan |

Membangun Masjid

Langkah pertama yang dilakukan Rasulullah saw. ketika sampai di Madinah adalah membangun masjid. Masjid itu dikenal dengan sebutan Masjid Nabawi. Rasulullah saw memilih tempat unta beliau pertama kali berhenti ketika tiba di Madinah sebagai lokasi masjid. Tanah itu semula merupakan tempat mengeringkan kurma milik dua anak yatim, Suhail dan Sahel bin Nafi’ bin Umar bin Sa’labah. Keduanya diasuh oleh As’ad bin Zararah. Rasulullah saw membeli tanah itu. Rasulullah saw memerintahkan menebang beberapa pohon kurma yang tumbuh di atas tanah itu. Juga memerintahkan memindahkan beberapa kuburan tua untuk membangun masjid.

Fondasinya terbuat dari batu-batu keras. Dindingnya dari batu bata yang terbuat dari tanah. Tiang-tiangnya terdiri dari beberapa batang kurma. Atapnya dari daun-daun kurma.

Rasulullah saw bersama para sahabat bergotong royong membangun masjid. Suatu saat, beliau melihat seseorang mengangkat dua batu besar. Beliau memberinya semangat seraya menyampaikan, “Engkau mendapatkan dua ganjaran.” Para sahabat berdendang dengan syair yang menggugah agar giat membangun masjid hingga selesai.

Baca Juga :   Capaian Pembelajaran Matematika Kelas 3 & 4 SD (Fase B) Kurikulum Merdeka


Rasulullah saw membangun masjid bukan sekadar tempat salat. Rasulullah saw membangun masjid sebagai pusat kegiatan umat Islam. Masjid Nabawi dijadikan sebagai tempat bermusyawarah untuk menyelesaikan masalah umat. Masjid juga digunakan sebagai arena latihan bela negara dan pengobatan kaum Muslim. Serambi Masjid Nabawi juga menjadi tempat penampungan ahl al-Suffah. Ahl al-Suffah yaitu sekelompok kaum fakir miskin yang tidak memiliki tempat tinggal. Di masjid inilah kaum Muslim dibina dan dididik Rasulullah saw.

Di samping masjid, dibangun pula rumah untuk Rasulullah saw. Bahanbahan bangunannya pun sangat sederhana. Rumah ini semula hanya memiliki satu kamar untuk istri Nabi saw yakni Saudah. Nabi saw baru pindah ke rumah beliau ini setelah tujuh bulan tinggal di rumah Abu Ayyub al-Ansari.

Menjalin Ukhuwah

ketika Rasulullah saw dan para sahabat hijrah dari Makkah ke Madinah, tak banyak yang dapat dibawa?. Para sahabat harus rela meninggalkan harta benda mereka di Makkah. Jika ada yang membawanya, mereka dihalangi dan baru diizinkan pergi jika bersedia meninggalkan harta kekayaannya.

Orang-orang yang hijrah dari Makkah ke Madinah disebut dengan Muhajirin. Mereka rela meninggalkan keluarga, harta kekayaan serta kenyamanan di Makkah. Mereka rela hijrah ke Madinah dengan membawa keyakinan kepada Allah Swt dan Rasulullah.

Baca Juga :   Pola Hidup Gotong Royong, Kerukunan, Saling Berbagi, Tolong Menolong dan Pentingnya (Rangkuman Materi PPKn SD/MI Kelas 4 Bab 5 ) Kurikulum Merdeka



Persaudaraan ini menjadi penting agar tersedia kebutuhan pokok bagi pendatang baru, Muhajirin, yang tidak membawa harta kekayaan. Keahlian penduduk Makkah adalah berdagang yang membutuhkan modal. Padahal, Muhajirin tidak membawa bekal harta kekayaan. Sementara di Madinah, penduduk lebih banyak berkebun dan bertani. Selain itu, Muhajirin hanya datang sendiri atau bersama keluarga kecil ke Madinah. Mereka mungkin merasa kesepian di daerah baru. Cuaca di Madinah juga berbeda dengan Makkah. Di musim dingin sangat dingin, di musim panas sangat panas. Dengan persaudaraan, permasalahan yang dihadapi Muhajirin dapat diselesaikan sementara. Apalagi kaum Ansar membuka hati dan tangan mereka untuk membantu Muhajirin sepenuhnya. Ansar artinya penolong. Kaum Ansar adalah penduduk Madinah, terdiri dari suku Aus dan Khazraj, yang menolong kaum Muhajirin.

Ketika itu, Rasulullah saw. mempersaudarakan puluhan orang. Misalnya mempersaudarakan Abu Bakar dengan Kharijah bin Zaid, Umar bin Khattab dengan Usman bin Malik, Usman bin Affan dengan Aus bin Sabit, Talhah bin Abdillah dengan Kaab bin Malik, Hamzah bin Abdul Muttalib dengan Zaid bin Harisah, Ammar bin Yasir dengan Huzaifah bin al-Yaman dan Salman al-Farisy dengan Abu al-Dardara.

Baca Juga :   Aku Anak yang Patuh Aturan (Konstitusi dan Norma), Peraturan, Hak, Kewajiban dan Diskusi (Rangkuman Materi PPKn SD/MI Bab 2) Kurikulum Merdeka

Persaudaraan antar kaum Muslim yang dijalin Rasulullah saw. bukan hanya memberi bantuan dari orang kaya kepada yang tidak punya. Persaudaraan ini juga menghapus perbedaan akibat pelecehan terhadap sesama. Rasulullah saw. misalnya mempersudarakan Zaid bin Harisah, bekas hamba sahaya, dengan Hamzah bin Abdul Muttalib, seorang tokoh utama Quraisy.

Persaudaraan yang dijalin dan bantuan kaum Ansar tidak membuat Muhajirin berpangku tangan dan bermalas-malasan. Muhajirin tetap berusaha untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari mereka.

Menggalang Kerukunan

Kota Madinah juga bermukim penduduk beragam suku bangsa dan agama. Suku Aus dan Khazraj memeluk agama Islam. Suku Quraizah, Nadir dan Qainuqa beragama Yahudi. Di kota ini juga terdapat kaum musyrik.

Rasulullah saw merasa perlu menciptakan kerukunan antar penduduk Madinah yang beragam. Rasulullah saw melakukan perjanjian antara Kaum Muslim (Muhajirin dan Ansar) dengan Yahudi sebagai penduduk Madinah. Isi perjanjian ini kemudian dikenal dengan Piagam Madinah.

Piagam Madinah berisi tentang pengakuan sebagai umat, baik sesama muslim maupun berbeda agama, yang memiliki tujuan sama. Penduduk Madinah yang beragam memiliki hak dan kewajiban yang sama. Penganiayaan harus dihindari, bahkan dihilangkan. Hukum harus ditegakkan tanpa membedakan suku dan agama.

Baca Kumpulan: Rangkuman PAI Kelas 4 SD




Related posts