Kesatuan Indonesia dan Karakteristik Daerah, Wilayah, Persatuan, Kesatuan, Karakteristik dan Mempertahankan (Rangkuman Materi PPKn SMP/MTS Kelas 7 Bab III) Kurikulum Merdeka

  • Whatsapp
Kesatuan Indonesia dan Karakteristik Daerah, Wilayah, Persatuan, Kesatuan, Karakteristik dan Mempertahankan (Rangkuman Materi PPKn SMP/MTS Kelas 7 Bab III) Kurikulum Merdeka

Rangkuman Materi PPKn SMP/MTS Kelas 7 Bab III | Kurikulum Merdeka | Kesatuan Indonesia dan Karakteristik Daerah | Wilayah Indonesia | Persatuan dan Kesatuan Indonesia | Karakteristik Daerah dalam NKRI | Mempertahankan Persatuan dan Kesatuan |

Wilayah Indonesia

Pembatasan Wilayah

Muhammad Yamin, salah satu pelopor Gerakan Sumpah Pemuda, mengusulkan agar wilayah Indonesia mencakup seluruh wilayah kekuasaan pemerintahan Hindia Belanda yang mencakup Papua ditambah beberapa daerah lain seperti Timor Portugis (sekarang Timor Leste) serta Borneo Utara dan Malaya.

Menurut Yamin sebagai pakar sejarah, sebagian wilayah Papua dulu termasuk bagian dari Kesultanan Ternate. Hatta tidak setuju pandangan itu. Wilayah Indonesia menurutnya tak perlu mencakup wilayah Papua, namun mencakup Borneo Utara dan Malaya.

Soekarno sependapat dengan Yamin. Mengutip Kitab Negarakertagama yang ditulis Mpu Prapanca sekitar tahun 1365, Soekarno menyebut wilayah kekuasaan Majapahit juga sampai ke daerah Papua. Karena itu, menurut Soekarno, wilayah Indonesia mencakup daerah-daerah dari Sumatra hingga Papua.



Penetapan Wilayah

Perbedaan pendapat tentang wilayah tersebut terjadi dalam sidang BPUPK. Karena itu, Ketua BPUPK Radjiman Wedyodiningrat lalu memutuskan melakukan pemungutan suara untuk menetapkan wilayah negara Indonesia.

Ada tiga pilihan yang harus ditentukan:

  • Pertama, seluruh Hindia Belanda.
  • Kedua, seluruh Hindia Belanda ditambah Malaya, Borneo Utara, Timor, dan Papua.
  • Ketiga, seluruh Hindia ditambah Malaya dan Borneo Utara. Indonesia sebagai Negara Kesatuan.

Seluruh peserta sidang diminta memilih tiga pilihan tersebut. Dari seluruh peserta sidang, sebanyak 19 orang peserta memilih pilihan pertama. Lalu sebanyak 39 orang peserta setuju pilihan kedua, dan 6 orang peserta memilih yang ketiga. Selain itu terdapat juga peserta yang tidak memilih.

Maka BPUPK pun memutuskan pilihan kedua tersebut yang dijadikan wilayah Indonesia. Hasil keputusan BPUPK dijadikan dasar oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) dalam menetapkan wilayah Indonesia.

Selanjutnya Malaya dan Borneo Utara yang dikuasai Inggris memutuskan untuk menjadi negara sendiri, sehingga menjadi negara Malaysia, Brunei, dan Singapura sekarang. Begitu pula Timor Timur yang dikuasai Portugis, yang kini menjadi negara Timor Leste. Wilayah Indonesia pun mencakup Papua hingga Sumatra seperti saat ini.

Batas Wilayah

Wilayah selatan Indonesia berupa Laut Indonesia dan Laut Arafuru. Di laut tersebut, Indonesia berbatasan dengan negara Australia. Di wilayah timur, Indonesia memiliki perbatasan di Pulau Papua dengan negara Papua Nugini. Di wilayah utara, Indonesia berbatasan dengan Filipina, Malaysia, dan Singapura. Sedangkan di barat, Indonesia punya wilayah laut yang berbatasan dengan India.

Baca Juga :   Download Buku Guru Seni Rupa SMP / MTS Kelas 7, 8, 9 Kurikulum Merdeka

Persatuan dan Kesatuan Indonesia

Makna Persatuan dan Kesatuan

Persatuan merupakan gabung an atau terikatnya beberapa bagian menjadi satu. Sedangkan kesatuan berarti keadaan berupa suatu keutuhan. Persatuan akan melahirkan kesatuan, sedangkan kesatuan akan menjaga persatuan. Keduanya berasal dari kata ‘satu’.

Ciri-ciri Negara Kesatuan

  1. Satu Pemerintahan Pusat yang memegang seluruh kekuasaan.
  2. Satu Undang-Undang Dasar yang berlaku di seluruh wilayah negara.
  3. Satu Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan untuk seluruh rakyat.
  4. Satu Badan Perwakilan yang mewakili seluruh rakyat.

Pembahasan Negara Kesatuan

Dalam memutuskan bentuk negara Indonesia, para anggota BPUPK melakukan diskusi panjang. Dalam sidang BPUPK, Supomo menyebut adanya tatanegara Indonesia yang asli, yaitu “pemimpin bersatu jiwa dengan rakyat”. Selain itu, menurutnya, antargolongan rakyat diliputi semangat gotong royong dan semangat kekeluargaan.

Maka Soepomo mengusulkan agar bentuk negara Indonesia adalah negara integral atau negara kesatuan. Hampir semua setuju pendapat tersebut kecuali beberapa orang termasuk Muhammad Hatta yang berpendapat sebaiknya Indonesia merupakan negara federal. Negara federal disebut juga sebagai negara serikat.

Dalam negara federal, setiap daerah menjadi negara bagian yang memiliki pemerintahan dan diatur dengan undang-undang sendiri. Semuanya bersatu dalam satu negara. Menurut Hatta, bentuk negara federal atau negara serikat itulah yang lebih cocok dengan Indonesia yang memiliki suku bangsa dan budaya sangat beragam. Dengan menjadi negara serikat, setiap daerah akan lebih merdeka mengatur daerahnya sendiri.

Muhammad Yamin dan Soekarno lebih setuju pada pendapat Soepomo agar bentuk negara Indonesia adalah negara kesatuan. Menurut Yamin, bentuk negara kesatuan juga merupakan semangat dari Sumpah Pemuda. Selain itu, bentuk negara serikat juga akan melemahkan negara Indonesia. Para pemimpin yang berbeda pendapat itu memberikan teladan bagaimana berdiskusi secara baik untuk mengatasi perbedaan.

Kelahiran Negara Kesatuan Republik Indonesia

Pada tanggal 17 Agustus 1945, bangsa Indonesia menyata kan ke merdekaan dan membentuk negara Republik Indonesia. Pernyataan tersebut dilakukan melalui Proklamasi Kemerdekaan yang di bacakan oleh Soekarno dan Hatta di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56 Jakarta.

Sehari setelah kemerdekaan Indonesia, PPKI mengadakan sidang yang menetapkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945. Di dalam Pasal 1 ayat (1) UUD NRI 1945 ditegaskan bahwa bentuk negara adalah “negara kesatuan.” Maka Indonesia sejak itu menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Bentuk negara itu sempat berubah. Untuk mendapatkan pengakuan sebagai negara, pada tanggal 23 Agustus sampai 2 November 1949, pemerintah Indonesia berunding dengan Belanda dalam Konferensi Meja Bundar. Negara Indonesia harus berubah bentuk menjadi Republik Indonesia Serikat (RIS). Daerah-daerah di Indonesia menjadi negara-negara bagian.

Baca Juga :   Download Buku Siswa PPKN SMP / MTS Kelas 7, 8, 9 Kurikulum Merdeka



Pada 17 Agustus 1950 pemerintah menyatakan Indonesia kembali menjadi negara kesatuan. Daerah-daerah yang menjadi negara bagian, berganti lagi menjadi provinsi-provinsi. Kemudian amendemen keempat pada tahun 2002 di Pasal 37 UUD NRI 1945 menegaskan: “Khusus mengenai bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak dapat dilakukan perubahan.”

Memperjuangkan Persatuan dan Kesatuan Indonesia

  • Gerakan politik merupakan salah satu bentuk perjuangan mewujudkan persatuan dan kesatuan Indonesia.
  • Upaya mewujudkan persatuan dan kesatuan Indonesia juga diperjuangkan melalui pendidikan. Di antaranya dilakukan oleh Ki Hajar Dewantara yang mendirikan jaringan sekolah Taman Siswa dan Tengku Muhammad Syafei yang mendirikan sekolah INS Kayutanam. Organisasi Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) juga berjuang membangun persatuan dan kesatuan bangsa lalui pendidikan.
  • Perjuangan mewujudkan persatuan dan kesatuan Indonesia juga di lakukan melalui sastra. Para sastrawan dari penerbit Balai Pustaka seperti Abdul Muis dan Marah Rusli menyadarkan masyarakat tentang nasionalisme Indonesia melalui novel-novelnya. Hal itu dilanjutkan oleh sastrawan Angkatan Pujangga Baru seperti Sutan Takdir Alisyahbana, serta sastrawan Angkatan 45 seperti Chairil Anwar lewat puisinya.

Karakteristik Daerah dalam NKRI

Karakteristik Wilayah

Timur dan Barat

Perbedaan ini didasarkan pada temuan oleh ilmuwan asal Inggris Alfred Russel Wallace (1823-1913) yang menyebut daratan Indonesia terbagi dua, yakni wilayah timur dan barat. Wilayah Timur seperti Papua, Kepulauan Maluku, Kepulauan Nusa Tenggara, serta Sulawesi zaman dulu menyatu dengan daratan Australia.

Sedangkan Wilayah Barat terdiri atas Kalimantan, Jawa dan Bali, serta Sumatra zaman dulu menyatu dengan daratan Asia. Maka jenis hewan di Wilayah Timur berbeda dengan di Wilayah Barat. Di Wilayah Timur terdapat jenis hewan seperti burung cendrawasih, sedangkan di Wilayah Barat terdapat jenis hewan seperti orang utan dan harimau.

Darat dan kepulauan

Wilayah Indonesia terdiri pulau-pulau, baik besar maupun kecil. Di pulau-pulau besar terdapat hamparan yang luas, hingga sebagian penduduknya bermukim jauh dari pantai. Sebaliknya, di pulau-pulau kecil sebagian besar penduduknya bermukim dekat pantai.

Pulau-pulau besar di Indonesia adalah Papua, Sulawesi, Kalimantan, Jawa, dan Sumatra. Dari 34 daerah yang menjadi provinsi di Indonesia. 27 provinsi di antaranya berada di empat pulau tersebut. Pulau-pulau di sekitarnya tetap menjadi bagian dari daerah-daerah tersebut seperti Pulau Sebatik di Kalimantan Utara.

Perkotaan dan perdesaan

Berdasarkan kepadatan penduduk serta jenis aktivitas kegiatannya, karakteristik daerah di Indonesia dapat dikelompokkan menjadi perkotaan dan perdesaan. Wilayah yang padat penduduk dan banyak kegiatan industri biasa dikelompokkan sebagai wilayah perkotaan.

Daerah terpencil dan terluar

Banyak daerah yang ter pencil di Indonesia seperti di kepulauan Mentawai, Sumatra Barat; di hulu Sungai Kapuas, Kalimantan Barat; hingga di pedalaman Pulau Halmahera, Maluku Utara. Daerah-daerah terpencil ter sebut ditandai dengan trans portasi yang sulit untuk menuju ke sana. Hal tersebut berpengaruh pada kehidup an ekonomi masyarakat yang cenderung tertinggal diban ding daerah lain.

Baca Juga :   Teks Deskripsi, Pengertian, Teknik, Ciri dan Contoh (Rangkuman Materi Bahasa Indonesia SMP/MTS Kelas 7 Bab I) Kurikulum Merdeka

Sedangkan daerah terluar di tandai dengan kedekatan lokasinya dengan perbatasan terhadap negara lain. Di Provinsi Papua, perbatasan Indonesia melintang dari Jayapura hingga Merauke. Di hadapan negara Timor Leste, perbatasannya berada di Pulau Timor Nusa Tenggara Timur dan sekitar Pulau Wetar, Maluku.

Karakteristik Kebudayaan

Karakteristik daerah juga terkait dengan dengan suku dan kebudayaan di masing-masing daerah. Pulau Sumatra saja memiliki karakteristik budaya yang beragam, seperti budaya Melayu di timur, budaya Minang di barat, budaya Aceh di utara, hingga budaya Tapanuli di tengah. Di Kalimantan, wilayah tengah umumnya berbudaya Dayak, sedang pesisirnya berbudaya Melayu dan Banjar.

Jawa dan Bali memiliki beberapa karakteristik budaya yang serupa, walaupun kemudian memiliki ciri khas budaya masing-masing. Bagian barat Nusa Tenggara berbudaya Lombok atau Sasak, sedangkan di bagian timurnya adalah Sumbawa dan Bima. Sementara itu, budaya Bugis-Makasar bersama budaya Minahasa merupakan karakteristik budaya yang dominan di Sulawesi.

Daerah Maluku hingga daerah pantai Papua memiliki banyak kesamaan budaya. Di antaranya adalah lewat tradisi makanan dari sagu dan ikan laut. Di daerah pegunungan Papua yang terdiri atas lebih dari seratus suku berbeda memiliki karakteristik budaya tersendiri seperti budaya bakar batu dan sebagainya. Sedangkan daerah Nusa Tenggara Timur memiliki karakteristik serupa dengan daerah-daerah di negara Timor Leste.

Mempertahankan Persatuan dan Kesatuan

Di Lingkungan Keluarga

Banyak keluarga melakukannya dengan selalu berusaha untuk beribadah bersama-sama, tidak pernah marah atau mengucapkan kata kasar satu sama lain, maupun saling bantu untuk menjalankan tugas keluarga sehari-hari.

Di Lingkungan Sekolah

Menjaga persatuan dan kesatuan di lingkungan sekolah tentu harus dilakukan dengan mengikuti semua peraturan yang telah ditetapkan. Tertib, disiplin, serta bersikap aktif dalam mengikuti proses pembelajaran menjadi salah satu kuncinya.

Di Lingkungan Masyarakat

Menjaga persatuan dan kesatuan di lingkungan masyarakat dilakukan dengan mematuhi norma-norma yang berlaku di masyarakat tersebut. Bergaul dan terlibat dalam aktivitas lingkungan tetangga, ikut serta di komunitas keagamaan, hingga aktif di komunitasi hobi masing-masing akan membantu menjaga persatuan dan kesatuan tersebut.

Di Lingkungan Bangsa dan Negara

Ketaatan pada hukum dan peraturan yang berlaku merupakan kunci untuk mempertahankan dan menguatkan persatuan dan kesatuan. Hanya dengan ketaatan pada hukum dan peraturan, pilar utama bangsa dan negara yang berupa keadilan dapat ditegakkan. Tanpa ketaatan pada hukum, perpecahan bangsa dan negara akan mudah terjadi.




Related posts