2022 Kata Kata Sufi : Nasehat Bijak Ulama Tasawuf Tentang Tuhan, Kehidupan, Cinta, Hati, dan Kopi

Kata Kata Sufi

Kata Kata Sufi | Quotes Sufi Makrifat Allah | Kata Kata Ulama Tasawuf | Kata Sufi Tentang Tuhan | Cinta | Kehidupan | Hati | Kopi | Quotes Wislah |

Di bawah ini adalah kumpulan kata kata bijak atau nasehat dari ulama sufi yang bisa dijadikan pesan moral dan dasar laku hidup untuk kita dan orang terdekat kita.

Terlebih di tengah derasnya serangan “dunia”.

Setidaknya kumpulan kata dari para ulama sufi di bawah ini, setidaknya memberikan cahaya pemahaman tentang hakikat hidup ini. Dengan tujuan tidak lain adalah agar Allah SWT rindho pada kita dan laku hidup kita.


Kata Kata Sufi

Kata Kata Bijak Sufi Tentang Allah SWT

  • Orang yang beriman, melihat dengan cahaya Allah swt. Orang yang arif [mengenal Allah] melihat dengan Allah swt dan kepada Allah SWT. – Sheikh Arsalan Ad-Dimasyqi
  • Kalau kamu datang [kepadaNya] tanpa diri kamu, maka Dia akan menerimamu. Jika kamu datang [kepada-Nya] dengan diri kamu (merasa ada dengan dirimu), maka Dia akan menghijabmu [daripada-Nya]. – Sheikh Arsalan Ad-Dimasyqi
  • Jika kamu mengenali-Nya, maka kamu akan tenang. Jika kamu jahil tentang-Nya, maka kamu akan berbolak-balik [tidak tenteram]. Sesungguhnya, yang dikehendaki-Nya, bahawasanya hanya Dialah yang wujud, bukan kamu yang [merasakan dirimu juga] wujud. – Sheikh Arsalan Ad-Dimasyqi
  • Makhluk itu hijab [tabir]. Diri kamu sendiri ialah hijab,sedangkan Allah swt itu tidak pernah dihijab, sedang Dia menghijab daripada kamu dengan dirimu sendiri, dan kamu dihijab daripada diri kamu sendiri dengan mereka [makhluk]. Maka, berpisahlah daripada diri kamu, maka kamu akan menyaksikan(kewujudan)-Nya. – Sheikh Arsalan Ad-Dimasyqi
  • Ada dua kebaikan yg tidak dapat dirusak oleh dosa & keburukan apapun:  Ridha pada Ketentuan Allah & Memaafkan kesalahan hambaNYA. – Imam Syadzuli RA
  • Tanda orang yang telah dipilih Allah untuk menjadi lebih baik adalah dia baik sangka kepada seluruh makhluk Allah dan buruk sangka kepada dirinya sendiri. – Kalam Abah Guru Sekumpul

Kata Kata Bijak Sufi Tentang Cinta

  • Apabila seseorang itu melakukan usaha agama maka sifatnya tambah baik, yakinnya tambah kuat, ketaatannya pada Allah Swt meningkat, kecintaannya kepada sunnah semakin bertambah, solatnya makin khusyuk, ilmunya semakin bertambah, inilah maksud usaha agama.

Baca Juga : Kata Kata Ulama Tentang Cinta

Kata Kata Bijak Sufi Tentang Kehidupan

  • Tanda istidraj;  seorang yang dibutakan Allah kepada aibnya sendiri, dan selalu melihat aib orang lain. – Imam  Sari Assaqathi
  • Yang paling aku khawatirkan, nanti akan terjadi dimana orang-orang nampak zahirnya seperti melakukan usaha agama. Namun disisi Tuhannya, dia tidak melakukan usaha agama. – Maulana Muhammad Ilyas Al-Kandahlawy
  • Al-Imam Hassan Al-Basri berkata kepada Mutharrif Bin Abdillah “Berilah nasihat kepada sahabat-sahabatmu” Kemudian Mutharrif Bin Abdillah menjawab “Sesungguhnya aku takut mengatakan apa yang tidak aku kerjakan”
  • Imam Hassan Al-Basri berkata “Semoga Allah merahmati dirimu. Tidak ada seorang pun diantara kita, melakukan semua yang diperintahkan oleh Allah. Syaitan akan bergembira apabila kita berfikir seperti itu, sehingga tidak ada seorang pun yang akan memerintah kepada kebaikkan dan tidak pula mencegah daripada kemungkaran”
  • Manusia yang paling tinggi kedudukannya, ialah yang tidak melihat kedudukan dirinya. Dan manusia yang paling besar keutamaannya ialah orang yang tidak melihat keutamaan dirinya. – Imam Asy-Syafie Rahimahullah
  • Kamu jangan merasa rendah diri kerana menempuh jalan yang benar, walaupun sedikit orang yang menempuhnya. Dan kamu jangan tertipu dengan yang bathil walaupun banyak orang yang mengamalkannya. – Imam  Al-Fudhail Bin I’yadh
  • Sesungguhnya manusia yg paling ramai dihijab adalah ahli Ilmu atau Ulama’. Maha suci Allah yang menghijab ahli Ilmu dgn Ilmu mereka. – Imam Abu al-Hassan al-Syazuli r.a
  • Seburuk-buruknya kaum, adalah kaum yang tidak mengenal Allah selain di bulan Ramadhan (hanya mengenal Allah di bulan Ramadhan saja). – Sheikh Dr. Ali Jum’ah
  • Oh putraku, jika takbirmu benar mengagungkan Allah. Maka kau akan menghormati setiap mahluk. Kerana harga setiap makhluk adalah seharga Kholiqnya. – KH Dr. Muhammad Dhiya’uddin Kushwandhi

Baca Juga : Kata Kata Ulama Tentang Guru

Kata Kata Bijak Sufi Tentang Hati

Ikhlas itu ialah apa yang tersembunyi daripada pengetahuan dirinya, catatan malaikat, tipu daya syaitan dan kecenderungan hawa nafsu. – Sheikh Abi Madyan

Jika ingin sembuhkan hatimu, keluarlah menuju medan taubat. Ubahlah keadaanmu dari sebelumnya jauh dari Allah menjadi dekat kepada hadirat-Nya. – Imam Ibn At’thoillah As-Sakandari rahimahullah


Jangan ada selain Allah Swt dihatimu…

Makhluk dan Khaliq tidak akan berkumpul. Dunia dan akhirat juga tidaklah berkumpul dalam satu hati.

Ada kalanya makhluk dan ada kalanya Khaliq di hatimu. Ada kalanya dunia dan ada kalanya akhirat.

Ada kalanya terbayang bahawa makhluk ada di lahirmu sedang Khaliq di hatimu.

Dunia di tanganmu sedang akhirat di hatimu. Adapun di dalam hati, kedua-duanya tidak berkumpul. Lihatlah kepada jiwamu dan pilihkan untuknya, jika ia menghendaki dunia maka keluarlah akhirat dari hatimu. Jika ia menghendaki akhirat maka keluarkanlah dunia dari hatimu.

Jika ia menghendaki Tuhan maka keluarkanlah dunia, akhirat dan apa yg selainNya dari hati.

Selagi di dalam hatimu masih ada sebesar semut yang selain Allah, maka kamu tidak melihat dekatnya Allah di sisimu, dan tidak bangkit kejinakan dan ketenangan kepada-Nya.

Selagi di dalam hatimu masih ada dunia sebesar semut kecil, maka kamu tidak melihat akhirat di hadapanmu.

Dan selagi di dalam hatimu terdapat akhirat sebesar semut kecil, maka kamu tidak akan dapat merasa dekat kepada Allah. –Syeikh  Abdul Qadir Jailani

Kumpulan Nasehat Ulama Tasawuf

Kata Kata Nasehat Syekh Abdul Qodir Jailani

  • Wahai kaumku, Ambillah nasehat dari Al-Quran itu dengan mengamalkannya, bukan dengan mendiskusi, memperdebat, atau menseminarkannya.
  • Sesungguhnya, siapa yang ingin memperbaiki dirinya, maka hendaklah dia berlatih memerangi nafsunya, sehingga dirinya bebas daripada cengkaman nafsu karena seluruh nafsu itu mengajak kepada kejahatan.
  • Wahai pemuda. “Bertaubatlah kamu. Bukankah kamu telah melihat, bahwa Allah akan menguji kamu dengan berbagai dugaan hingga kamu bertaubat…? Sementara engkau tidak berfikir, malahan engkau bertahan dalam kedurhakaanmu itu.
  • Jika sadar dan berubah, pasti Allah menukarkan kegelisahmu dengan ketenangan dan jiwamu akan menjadi tenang, tenteram dalam mentauhidkan-Nya.
  • Tidak akan ada kebahagiaan di hatimu, apabila disana bersemayam sesuatu selain Allah, bahkan seandainya kamu sujud selama seribu tahun diatas bara api sekalipun, sementara hatimu kepada selain Allah, maka hal itu tidak bermanfaat kepadamu.
  • Jihad Batin – Lebih berat dari jihad dzahir karena jihad batin adalah satu jihad yang terus menerus. Bertujuan memutuskan semua kehendak dan dorongan hawa nafsu untuk melakukan perkara-perkara yang terlarang serta mengekang keinginan terhadapnya.
  • Jika engkau menginginkan kema’rifatan kepada Allah, maka engkau ridhalah dengan qada dan qadar-Nya, dan janganlah engkau jadikan nafsu, syahwat, perangai, dan keinginanmu sebagai sekutu bagi-Nya dalam kedua-dua hal tersebut.
  • Ketahuilah bahwa para guru amal dan guru ilmu akan menunjukkan engkau jalan menuju Allah. Langkah tahap pertama ialah dengan perkataan, dan pada tahap kedua ialah dengan mengamalkannya. Dengan cara ini, engkau akan bertemu dengan Allah.
  • Beramallah engkau kepadanya dan janganlah engkau mengharapkan pahala yang banyak. Beramallah dengan tujuan untuk mencapai dan meraih keridhaannya serta kedekatan kepadanya. Pahala adalah keridhaan-Nya kepadamu dan kedekatanmu kepada-Nya dunia dan akhirat.
  • Peringkat pertama ialah engkau belajar kepada makhluk berkenaan hukum. Kemudian pada peringkat kedua hendaklah engkau belajar dari Khaliq mengenai ilmu Ladunni, Yakni ilmu-ilmu yang khusus untuk hati dan batin. Oleh itu carilah guru yang mursyid, karena engkau tidak dapat belajar tanpa guru.
  • Berzikir yang dilakukan hanya dengan lisan tanpa menggunakan hati, tidak memberikan kemuliaan kepadamu. Zikir adalah zikir hati dan zikir batin, kemudian zikir lisan. Berzikirlah kamu kepada-Nya, sehingga zikir itu melebur dosa-dosamu, dengan demikian engkau tidak menanggung dosa sama sekali.
  • Ikutilah (Sunnah Rasul) dengan penuh keimanan, jangan membuat bid’ah, patuhlah selalu kepada Allah dan Rasul-Nya, jangan melanggar.  Junjung tinggilah tauhid dan jangan menyekutukan Dia. Sucikanlah Dia senantiasa dan jangan menisbahkan sesuatu keburukan pun kepada-Nya.

Baca Juga : Kata Kata Ulama Tentang Ilmu

  • Maka bersabarlah, tantanglah hawa nafsumu, dan berpegang teguhlah pada perintah-perintah-Nya. Ridhalah atas takdir Yang Maha Kuasa, dan berharaplah akan ridha dan karunia-Nya.
  • “Orang yang zuhud itu berpuasa dari makan dan minum, sedangkan orang yang arif itu berpuasa tanpa diketahui.
  • Puasa orang zuhud itu siang hari, sedangkan puasa orang arif itu siang dan malam. Ia tidak berbuka dari puasanya sehingga ia bertemu Tuhannya.
  • Orang yang arif itu puasa tahunan, selalu demam. Puasa tahunan dengan hatinya, demam dengan rahsianya, dan ia tahu bahawa sembuhnya itu adalah dengan bertemu Tuhannya dan dekat kepada-Nya.
  • Lelah itu selama kamu berkemahuan untuk menuju dan berjalan kepada-Nya. Apabila kamu telah sampai dan habis jarak perjalananmu dan kamu berada di dalam rumah dekat dengan Tuhanmu maka hilanglah beban itu.
  • Jika kamu ingin sampai kepada ini, maka jadilah kamu mengikut perintah-Nya, mencegah segala larangan-Nya, berserah diri kepada-Nya dalam kebaikan dan keburukan, kaya dan fakir, mulia dan hina.
  • Bersopanlah yang baik terhadap-Nya dan terhadap makhluk-Nya. Sedikitlah berbicara yang tidak berguna bagimu.
  • Orang-orang yang meninggalkan amal dalam keadaan berilmu, ilmu itu akan melupakanmu dan berkahnya hilang dari hatimu. Wahai orang-orang yang bodoh! seandainya kamu mengetahui-Nya niscaya kamu mengetahui siksaan-siksaan-Nya.
  • Syirik itu ada pada lahir dan batin. Syirik lahir ialah menyembah berhala sedangkan syirik batin ialah berpegang kepada makhluk dan memandang mereka dapat memberi kemudaratan dan manfaat.
  • Jadikanlah akhiratmu itu sebagai modalmu, dan jadikan dunia itu sebagai keuntunganmu. Gunakanlah seluruh waktumu untuk menghasilkan akhiratmu. Lalu apabila dari waktumu itu ada sedikit yang tersisa, maka gunakanlah untuk berusaha dalam urusan duniamu dan mencari penghidupanmu.
  • ‎Nasihatilah dirimu terlebih dahulu barulah kemudian menasihati orang lain. Kamu harus lebih memperhatikan nasib dirimu. Janganlah kamu menoleh pada orang lain sedangkan dalam dirimu masih ada sesuatu yang harus diperbaiki
  • Orang itu dikatakan dekat dengan Allah selama dia meluangkan waktunya untuk berdzikir setiap hari.
  • Orang mukmin mengawal dirinya dengan membangun batinnya. Kemudian bari membangun lahirnya. Sebagaimana orang yang membangun rumah, membelanjakan sejumlah wangnya untuk mengisi rumahnya itu sebelum pintunya terbuat rapi.
  • Selama hidup di dunia ini, yang terbaik adalah menyelamatkan hati dari buruk sangka
  • Janganlah kamu menghendaki kelebihan dan kekurangan. Janganlah mencari kemajuan dan kemunduran. Sebab ketentuan telah menetapkan bahagian masing2. Setiap orang di antara kamu, tidak diwujudkan melainkan telah ditentukan catatan mengenai pengalaman hidupnya secara khusus.
  • Jika dunia dan akhirat datang melayanmu, dengan tanpa susah payah, ketuklah pintu tuhanmu dan menetaplah di dalamnya. Bila kamu telah menetap di dalamnya, akan jelaslah bagimu seperti “buah fikiran
  • Nafsu seseorang selalu menentang dan membangkang. Maka barangsiapa ingin menjadikannya baik, hendaklah ia bermujahadah, berjuang melawannya, sehingga terselamat dari kejahatannya. Hawa nafsu semuanya adalah keburukan dalam keburukan, namun apabila telah terlatih dan menjadi tenang, berubahlah ia menjadi kebaikan di dalam kebaikan.
  • Jika Dia mengetahui kesungguhanmu mencari-Nya, maka Dia akan menghendakimu. Jika Dia mengetahui kesungguhan cintamu kepada-Nya, maka Dia akan Mengasihimu, menunjukkan hatimu dan mendekatkanmu kepada-Nya.
  • Ketahuilah bahwa agamamu akan hilang disebabkan empat perkara: 1. Kamu tidak mengamalkan apa yang telah kamu ketahui. 2. Kamu mengamalkan apa yang tidak kamu ketahui. 3. Kamu tidak mahu berusaha mengetahui apa yang tidak kamu ketahui, sehingga tetap bodoh. 4. Kamu melarang manusia untuk berusaha mengetahui apa yang mereka tidak mengetahuinya.
  • Celakalah, engkau melakukan perbuaan ahli neraka, tetapi kau mengharapkan syurga. Engkau tamak bukan pada tempatnya. Janganlah kau tergiur dengan barang pinjaman yang kau kira sebagai milikmu sendiri. Sebentar lagi, barang itu akan diambil dari tanganmu. Allah Azza Wajalla telah meminjamkan kehidupan kepada mu, sehingga dengan itu kau patuh kepadaNya. Kehidupan yang pendek merupakan barang pinjaman itu kau anggap sebagaai milik peribadimu, sehingga kau perlakukan semaumu.
  • Saudara! Jika bicara, bicaralah dengan niat yang baik. Jika diam, diamlah dengan niat yang baik. Setiap orang yang tidak berniat dalam beramal, maka tiada berguna baginya amal yang ia kerjakannya itu, amalnya sia-sia. Baik engkau bicara atau diam, kau tetap berdosa sebab engkau tidak membenarkan niatmu, diam dan bicara yang tidak mengikut sunnah.
  • Bila qalbu seorang hamba telah sampai (wusyul) kepada Tuhannya, maka Dia menjadikan hamba itu selalu memerlukanNya, mendekati diri kepadaNya, memberikan kedudukan tinggi kepadaNya.
  • Cintailah Dia, beramallah demi-Nya, bukan demi yang lain selain Dia. Takutlah kepada-Nya, jangan kepada yang lain. Semuanya itu dengan hati, bukan dengan cakapan mulut. Itu semua ada dalam khalwat (bathin), bukan dalam jalwat (lahiriah). Jika tauhid di ambang pintu rumah, ternyata syirik bersemayam di dalamnya, maka demikian itu adalah “nifaq” (hipokrit). Hindarilah taqwa di mulut, liar di hati, syukur di lisan dan ingkar di hati. Celaka jika ucapan mulut tidak sama dengan qalbumu.

Baca Juga : Kata Kata Ulama Tentang Kematian


Kata Kata Bijak Imam Hasan Al Bashri

  • Diantara tanda berpalingnya Allah SWT dari seorang hamba adalah Allah menjadikan kesibukannya pada hal-hal yang tidak bermanfaat baginya.
  • Janganlah Anda tertipu dengan banyaknya amal ibadah yang telah Anda lakukan, karena sesungguhnya Anda tidak mengetahui apakah Allah menerima amalan Anda atau tidak.
  • Jangan pula Anda merasa aman dari bahaya dosa-dosa yang Anda lakukan, karena sesungguhnya Anda tidak mengetahui apakah Allah mengampuni dosa-dosa Anda tersebut atau tidak.
  • Saya belum menemukan dalam ibadah, sesuatu yang lebih sulit dari pada shalat di tengah malam.
  • Seorang mukmin hidup di dunia bagaikan seorang tawanan yang sedang berusaha membebaskan dirinya dari penawanan dan ia tidak akan merasa aman kecuali apabila ia telah berjumpa dengan Allah SWT
  • Ketahuilah bahwa kamu tidak bisa mencintai Allah sampai kamu mencintai taat kepada-Nya (Allah).
  • Sesungguhnya Allah telah menetapkan kematian, sakit dan sehat. Barang siapa mendustakan takdir maka sesungguhnya ia telah mendustakan al-Qur’an. Dan barang siapa mendustakan al-Qur’an, maka sesungguhnya ia telah mendustakan Allah.
  • Seseorang yang bertindak tanpa pengetahuan merusak lebih dari yang dia lakukan.
  • Dia yang tidak memiliki sopan santun tidak memiliki pengetahuan; Dia yang tidak memiliki kesabaran tidak memiliki agama, dan dia yang tidak memiliki kesalehan tidak memiliki kedekatan dengan Allah untuknya.
  • Jika Anda merasa aman untuk aman dan agar agama Anda aman untuk Anda, maka aturlah tangan Anda dari melukai kehidupan manusia, aturlah lidah Anda agar tidak membahayakan kehormatan mereka, dan atur perut Anda dari mengkonsumsi kekayaan mereka.
  • Orang beriman akan selalu bersikap kritis terhadap dirinya sendiri dalam makanannya, minumannya dan ucapannya. Orang berdosa tidak akan mengkritik dirinya sendiri.
  • Niat lebih unggul daripada tindakan.
  • Jika Anda Menjual kehidupan ini untuk selanjutnya dan Anda akan memenangkan keduanya. Jika Anda menjual kehidupan berikutnya untuk dunia ini maka Anda akan kehilangan keduanya.
  • Perlakukan penyakitmu dengan memberi sadaqah (amal).
  • Iman bukanlah angan-angan atau penampilan luar tapi ada masalah yang berakar di dalam hati dan dikonfirmasikan oleh tindakan.
  • Siapa pun yang tidak menemukan kebahagiaan dalam dzikir Allah, sholat, dan membaca Quran, tidak akan menemukannya di tempat lain.
  • Orang-orang sama dalam kesehatan tapi saat kesulitan menimpa mereka menunjukkan perbedaan.
  • Kesabaran adalah harta karun dari harta surga, Allah tidak memberikannya kecuali kepada hamba-hamba-Nya yang mulia.
  • Anda tidak lain hanyalah beberapa hari, dan kapanpun suatu hari berlalu, sebagian dari Anda meninggal dunia.
  • Sesungguhnya Allah tidak menunjukkan akhir tindakan orang percaya kecuali pada saat kematian.

Kata Kata Sufi Ibnu Arabi

  • Tak ada yang berjalan dalam semesta ini tanpa berjalan sebagai utusan (rasul) dengan pesan.
  • Ketahuilah, tidak ada sesuatu pun yang menyamai tauhid. Sebab, kalau ada sesuatu yang menyamainya, maka tauhid bukanlah satu dan pasti dua, dan seterusnya. Yang dapat ditimbang adalah yang sama dan sebanding, dan juga yang sama, meski tidak sebanding. Kebanyakan ulama berpendapat bahwa syirik tidak ada pada diri seorang hamba yang memiliki tauhid.
  • Berhati-hatilah engkau agar jangan memusuhi ahli “La Illaha Illa Allah”, karena ia memiliki pertolongan yang umum dari Allah. Mereka adalah para Wali Allah. Jika mereka melakukan kesalahan dan mendatangkan ke bumi ini kesalahan yang tidak menyebabkan mereka menyekutukan Allah sedikit pun, maka Allah menemui mereka dengan membawa ampunan. Barangsiapa yang telah ditetapkan pertolongan atas dirinya, maka ia tidak boleh diperangi. Barang siapa memusuhi Allah, maka Allah pasti mengingat balasannya di dunia dan akhirat. Dan setiap orang yang tidak Allah beritahukan permusuhannya kepada-Nya, janganlah engkau jadikan musuh. Setidaknya jika engkau tidak mengenalinya, maka biarkanlah urusannya.
  • Hendaknya engkau menjaga ucapanmu sebagaimana engkau menjaga perbuatanmu. Ucapanmu termasuk dalam perbuatanmu. Karena itu, dikatakan : “Barangsiapa menghitung ucapannya sebagai termasuk dalam perbuatannya, maka ia akan mengurangi ucapannya.” Ketahuilah bahwa Allah menjaga ucapan hamba-hamba-Nya, karena Allah hadir pada lisan setiap orang yang berbicara. Allah tidak mencegahmu dari mengucapkannya. Akan tetapi, engkau jangan mengucapkannya jika memang engkau tidak meyakininya, karena Allah akan menanyaimu tentang itu. Diriwayatkan kepada kami bahwa malaikat tidak menuliskan bagi seorang hamba apa yang diperbuatnya hingga ia mengatakannya.

Hatiku telah siap menyambut

Segala realitas

Padang rumput bagi rusa

Kuil para Rahib

Rumah berhala-berhala

Ka’bah orang tawaf

Sabak-sabak Taurat

Lembaran al Qur’an

Aku mabuk Cinta

Kemanapun Dia bergerak

Di situ aku mencinta

Cinta kepada-Nya

Adalah agama dan keyakinanku

Kata Kata Rabiah Al Adawiyah

Ya Allah, jika aku menyembahMu karena takut neraka, bakarlah aku di dalamnya, dan jika aku menyembahMu karena mengharap surga, campakkanlah aku darinya. Tetapi, jika aku menyembahMu demi Engkau semata, Janganlah Engkau enggan memperlihatkan keindahan wajahMu Yang abadi padaku.

Saya membawa obor di satu tangan

Dan satu ember air di sisi lain:

Dengan hal-hal ini saya akan membakar Surga

Dan memadamkan api neraka

Sehingga pelaut kepada Tuhan bisa merobek kerudung

Dan lihatlah tujuan sebenarnya.

Di sini, saya sendiri bersamamu.

Ya Allah, apa pun yang akan Engkau

Karuniakan kepadaku di dunia ini,

Berikanlah kepada musuh-musuh-Mu

Dan apa pun yang akan Engkau

Karuniakan kepadaku di akhirat nanti,

Berikanlah kepada sahabat-sahabat-Mu

Karena Engkau sendiri, cukuplah bagiku

Tuhanku, tenggelamkan aku dalam cinta-Mu

Hingga tak ada satupun yang mengganguku dalam jumpa-Mu

Tuhanku, bintang gemintang berkelip-kelip

Manusia terlena dalam buai tidur lelap

Pintu pintu istana pun telah rapat

Tuhanku, demikian malam pun berlalau

Dan inilah siang datang menjelang

Aku menjadi resah gelisah

Apakah persembahan malamku, Engkau terima

Hingga aku berhak mereguk bahagia

Ataukah itu Kau tolak, hingga aku dihimpit duka,

Demi kemahakuasaan-Mu

Inilah yang akan selalau ku lakukan

Selama Kau beri aku kehidupan

Demi kemanusian-Mu,

Andai Kau usir aku dari pintu-Mu

Aku tak akan pergi berlalu

Karena cintaku pada-Mu sepenuh kalbu

Alangkah sedihnya perasaan dimabuk cinta

Hatinya menggelepar menahan dahaga rindu

Cinta digenggam walau apapun terjadi

Tatkala terputus, ia sambung seperti mula

Lika-liku cinta, terkadang bertemu surga

Menikmati pertemuan indah dan abadi

Tapi tak jarang bertemu neraka

Dalam pertarungan yang tiada berpantai

Aku mencintai-Mu dengan dua cinta

Cinta karena diriku dan cinta karena diri-Mu

Cinta karena diriku, adalah keadaan senantiasa mengingat-Mu

Cinta karena diri-Mu, adalah keadaan-Mu mengungkapkan tabir

Hingga Engkau ku lihat

Baik untuk ini maupun untuk itu

Pujian bukanlah bagiku

Bagi-Mu pujian untuk semua itu

Ya Allah, apa pun yang akan Engkau

Karuniakan kepadaku di dunia ini,

Berikanlah kepada musuh-musuh-Mu

Dan apa pun yang akan Engkau

Karuniakan kepadaku di akhirat nanti,

Berikanlah kepada sahabat-sahabat-Mu

Karena Engkau sendiri, cukuplah bagiku

Alangkah buruknya,

Orang yang menyembah Allah

Lantaran mengharap surga

Dan ingin diselamatkan dari api neraka

Seandainya surga dan neraka tak ada

Apakah engkau tidak akan menyembah-Nya?

Aku menyembah Allah

Lantaran mengharap ridha-Nya

Nikmat dan anugerah yang diberikan-Nya

Sudah cukup menggerakkan hatiku

Untuk menyembah-Mu

Sulit menjelaskan apa hakikat cinta

Ia kerinduan dari gambaran perasaan

Hanya orang

yang merasakan dan mengetahui

Bagaimana mungkin

Engkau dapat menggambarkan

Sesuatu yang engkau sendiri bagai hilang

dari hadapan-Nya, walau ujudmu

Masih ada karena hatimu gembira yang

Membuat lidahmu kelu

Andai cintaku

Di sisimu sesuai dengan apa

Yang kulihat dalam mimpi

Berarti umurku telah terlewati

Tanpa sedikit pun memberi makna

Tuhan, semua yang aku dengar

di alam raya ini, dari ciptaan-Mu

Kicauan burung, desiran dedaunan

Gemericik air pancuran

Senandung burung tekukur

Sepoian angin, gelegar guruh

Dan kilat yang berkejaran

Kini

Aku pahami sebagai pertanda

Atas keagungan-Mu

Sebagai saksi abadi, atas keesaan-Mu

dan

Sebagai kabar berita bagi manusia

Bahwa tak satu pun ada

Yang menandingi dan menyekutui-Mu

Bekalku memang masih sedikit

Sedang aku belum melihat tujuanku

Apakah aku meratapi nasibku

Karena bekalku yang masih kurang

Atau karena jauh di jalan yang ‘kan kutempuh

Apakah Engkau akan membakarku

O, tujuan hidupku

Di mana lagi tumpuan harapanku pada-Mu

Kepada siapa lagi aku mengadu?

Ya Allah

Semua jerih payahku

Dan semua hasratku di antara segala

kesenangan-kesenangan

Di dunia ini, adalah untuk mengingat Engkau

Dan di akhirat nanti, di antara segala kesenangan

Adalah untuk berjumpa dengan-Mu

Begitu halnya dengan diriku

Seperti yang telah Kau katakan

Kini, perbuatlah seperti yang Engkau kehendaki

Ya Tuhan, lenganku telah patah

Aku merasa penderitaan yang hebat atas segala

yang telah menimpaku

Aku akan menghadapi segala penderitaan itu dengan sabar

Namun aku masih bertanya-tanya

Dan mencari-cari jawabannya

Apakah Engkau ridha akan aku

Ya, Ya Allah

O Tuhan, inilah yang selalu mengganggu langit pikiranku

Ya Allah

Aku berlindung pada Engkau

Dari hal-hal yang memalingkan aku dari Engkau

Dan dari setiap hambatan

Yang akan menghalangi Engkau

Dari aku

Ya Illahi Rabbi

Malam telah berlalu

Dan siang datang menghampiri

Oh andaikan malam selalu datang

Tentu aku akan bahagia

Demi keagungan-Mu

Walau Kau tolak aku mengetuk pintu-Mu

Aku akan tetap menanti di depannya

Karena hatiku telah terpaut pada-Mu

Tuhanku

Tenggelamkan diriku ke dalam lautan

Keikhlasan mencintai-Mu

Hingga tak ada sesuatu yang menyibukkanku

Selain berdzikir kepada-Mu

Kata Kata Syeikh Ibnu Atha’illah Al Iskandari

  • Jadikan hati mu itu seperti ikan di laut
  • Setengah dari tanda bahwa seorang itu bersandar diri pada kekuatan amal usahanya, yaitu berkurangnya pengharapan terhadap rahmat kurnia Allah ketika terjadi padanya suatu kesalahan atau dosa
  • Istirihatkan dirimu atau fikiranmu dari kerisauan mengatur hajat keperluan dunia mu, sebab apa yang sudah dijamin atau diselesaikan oleh lain mu, tidak usah kau sibuk memikirkannya
  • Kerajinanmu untuk mencapai apa-apa yang telah dijamin pasti akan sampai kepadamu, disamping kekecewaanmu terhadap kewajiban-kewajiban yang diamanahkan kepadamu, membuktikan butanya mata hatimu
  • Janganlah kelambatan masa pemberian Tuhan kepada mu, padahal kau bersungguh-sungguh dalam berdoa, menyebabkan patah harapan, sebab Allah telah menjaminkan menerima semua doa dalam apa yang Dia kehendaki untuk mu, bukan menurut kehendak mu, dan pada waktu yang ditentukanNya, bukan pada waktu yang kau tentukan
  • Jangan sampai meragukan kamu terhadap janji Allah, kerana tidak terlaksananya apa yang telah dijanjikan itu, meski pun telah tertentu (tiba) masanya. Supaya tidak menyalahi pandangan mata hatimu, atau memadamkan nur cahaya batinmu
  • Apabila Tuhan membukakan bagimu suatu jalan untuk makrifat (mengenal padaNya), maka jangan menghiraukan soal amalmu yang masih sedikit, sebab Tuhan tidak membukakan bagimu, melainkan Dia akan memperkenal diriNya kepada mu, tidakkah kau ketahui bahawa makrifat itu semata-mata pemberian kurniaan Allah kepadamu, sedang amal perbuatanmu hadiah daripadamu, maka di manakah letak perbandingannya antara hadiahmu dengan pemberian kurnia Allah kepadamu
  • Beraneka warna jenis amal perbuatan kerana bermacam-macam pula pemberian kurnia Allah yang diberikan kepada hambaNya
  • Amal perbuatan itu sebagai kerangka yang tegak, sedang roh (jiwanya) adalah terdapatnya rahsia ikhlas (ketulusan) dalam amal perbuatan itu
  • Tanamlah diri mu dalam tanah kerendahan, sebab tiap suatu yang tumbuh tetapi tidak ditanam, maka tidak sempurna hasilnya
  • Tiada sesuatu yang sangat berguna bagi hati (jiwa) sebagaimana menyendiri untuk masuk ke medan berfikir (tafakur)
  • Bagaimana akan dapat terang hati seorang yang gemar dunia ini terlukis dalam cermin hatinya. Atau, bagaimana akan pergi menuju kepada Allah, padahal dia masih terikat (terbelenggu) oleh syhawat nafsunya. Atau, bagaimana akan dapat masuk ke hadratullah, padahal dia belum bersih (suci) dari kelalaiannya yang di sini diampunkan dengan janaabahnya. Atau, bagaimana akan mengerti rahsia-rahsia yang halus (dalam) padahal dia belum taubat dari kekeliruan-kekeliruannya
  • Alam ini kesemuanya berupa kegelapan, sedang yang meneranginya hanya kerana nampaknya hak (Allah) padanya, maka siapa yang melihat alam kemudian tidak melihat Allah di dalamnya, atau padanya atau sebelumnya, atau sesudahnya, maka benar-benar dia telah disilaukan oleh nur cahaya, dan tertutup baginya suria (nur) makrifat oleh tebalnya awan benda-benda alam ini
  • Diantara bukti-bukti yang menunjukkan adanya kekuasaan Allah yang luar biasa, adalah dapat menghijabkan engkau daripada melihat kepadaNya dengan hijab yang tidak ada wujudnya (yakni bayangan-bayangan hijabnya) di sisi Allah
  • Bagaimana dapat dibayangkan bahawa Allah dapat dihijabkan oleh sesuatu padahal Allah yang menzahirkan (menampakkan) segala sesuatu
  • Bagaimana akan mungkin dihijab oleh sesuatu, padahal andaikan tidak ada Allah, nescaya tidak akan ada segala sesuatu
  • Alangkah ajaibnya (sungguh sangat ajaib), bagimana nampak wujud di dalam alam adam (tidak ada). Yakni sesuatu yang hakikatnya tidak ada bagaimana dapat nampak ada wujudnya. Atau bagaimana dapat bertahan sesuatu yang rosak hancur itu di samping zat yang bersifat qabim
  • Tiada meninggalkan sedikit pun dari diri kebodohan, siapa yang berusaha akan mengadakan sesuatu dalam suatu masa selain dari apa yang dijadikan oleh Allah di dalam masa itu
  • Bagaimana akan dapat ditutupi oleh sesuatu, padahal Dia yang nampak pada tiap segala sesuatu
  • Bagaimana akan mungkin dihijab oleh sesuatu, padahal Dia lebih jelas (nampak) dari segala sesuatu
  • Bagaimana mungkinkan akan dihijab oleh sesuatu, padahal Dia dari yang esa (tunggal) yang tidak ada disampingNya sesuatu apa pun
  • Bagaimana akan dapat dihijab oleh sesuatu, padahal Dia (Allah) lebih dekat kepada mu dari segala sesuatu

Kata Kata Syekh Rohimuddin Al-Bantani

  • Akhlak itu neraca dan standar ma’rifat seseorang.
  • Yang bersemayam di jiwa, bagaimana hati dapat melupakannya.
  • Membangun manusia lebih menjadi tugas ulama. Ketimbang sibuk dengan politik praktis.
  • Jadikanlah lawan itu kawan yang ceroboh.
  • Orang yang di dalam hatinya tidak ada cinta, maka tidak akan melihat Tuhan, walaupun berada di masjid & membaca Al-Quran. Karena cahaya Tuhan terbit di dalam hati, apabila ada cinta maka berarti Tuhan berada di dalamnya.
  • Melihatlah dengan dua mata: melihat kepada diri sendiri dengan muhasabah
  • dan ke luar diri dengan i’tibar.  Hanya syetan yangmemiliki satu mata.
  • Setiap orang hanya menjadi dirinya, ketika memandang yang lain, bersikaplah adil dan petiklah hikmahnya.
  • Bagaimana aku harus mengingatkannya sedang aku tidak pernah melupakannya.
  • Ada yang tidak tersentuh oleh orang besar bagian lapisan paling dasar, yaitu jiwa ummat, maka biarkan ada orang yang membidaninya sehingga terbangunlah manusia seutuhnya agar menjadi bahan kebangkitan peradaban Islam.
  • Islam Nusantara itu  sisi ijtihad fikih & budayanya bersifat kenusantaraan bukan sisi akidah & akhlak. Karena Islam itu rahmat bagi semua alam, sama nusantara atau Afrikantara
  • Kekuatan gaib  “Nubuwah & wilayah” hanyalah AKHLAK MULIA Bukan keanehan seperti  klenik, sihir, mitos.
  • Jaga bahasa & ekspresi dalam mengutarakan segala aspirasi,  karena balasan itu hanyalah sebuah cerminnya.
  • Siapapun yang meraih kekuasaan dengan menjatuhkan penguasa yang sah  meskipun zalim, niscaya ia akan dijatuhkan meskipun benar oleh yang zalim.  Raih kekuasaan dengan mulia, niscaya akan dimuliakan.
  • Memberi hormat terkadang bukan memuliakan. Karena hanya orang yang memiliki kemuliaan yang dapat memberinya.
  • Islam lebih luas dari sekedar pemahaman individu, madzhab, jama’ah dan partai dll Perpecahan hanyalah penyakit spiritual belaka.
  • Berbaik sangkalah kepada sesama saudara muslim, karena berbeda pandangan, madzhab, jama’ah & partai,  paling kurang demi menjaga wibawa umat Islam.
  • Syukurilah hidup di NUSANTARA  bumi damai dan aman dengan menjauhkan perpecahan sebab perselisihan & beda golongan/madzhab
  • Mengangkat diri dengan menjatuhkan Orang lain berarti menjatuhkan diri dari tempat yang sangat tinggi.
  • Apapun  motif dan tujuannya berkata buruk itu  tetap membuahkan malapetaka besar.
  • Berbuatlah sesuatu yang dikemudian hari engkau syukuri perbuatan itu…
  • Apapun, Akhlak Mulia pasti membawa kemenangan  memberi ketenteraman mencipta kedamaian.
  • Ciri Buta mata hati itu ada 3 perkara:  1. Tubuh yanglarut kedalam maksiat 2. Taat yang dibuat-buat 3. Tamak kepada orang.
  • Terorisme  tidak mungkin lahir  dari agama apapun,  melainkan dari akal rusak, hati keras dan jiwa yang congkak.
  • Ulama adalah PENASEHAT kepada umaro bukan dukun politik. Rohani ulama menerangi semua kepada yangbaik dan buruk.



Related posts