9999 Kamus Peribahasa Indonesa Online A-Z dan Artinya (Paling Lengkap)

kamus peribahasa

Kamus Peribahasa Online | Peribahasa Indonesia | Arti Peribahasa | Makna Peribahasa Indonesia |

Kamus Peribahasa Online Huruf A

Ada air, ada ikanAda negeri tentulah ada rakyatnya.
Ada aku dipandang hadap, tiada aku dipandang belakangKasih sayang hanya pada waktu bertemu saja, setelah berjauhan lalu dilupakan.
Ada angin, ada pokoknyaSegala sesuatu pastilah ada asal mulanya. (pokoknya = pohonnya)
Ada asap, ada apiBeberapa hal di dunia ini yang merupakan akibat dari suatu sebab, sangat sulit atau bahkan mustahil untuk disembunyikan.
Ada bangkai, ada heringDimana ada perempuan/wanita jahat, ada saja lelaki/pria jahat yang mengunjunginya.
Ada batang mati, ada cendawan tumbuhDimanapun kita tinggal, akan ada rezeki untuk kita.
Ada batang, cendawan tumbuhTiap-tiap negeri memiliki undang-undang dan resamnya masing-masing.
Ada beras, taruh dalam padiRahasia hendaklah disimpan dan dijaga dengan baik.
Ada biduk, serempu pulaTidak puas dengan apa yang sudah dimiliki.
Ada bukit, ada payaAda baik, ada jahat; ada miskin, ada kaya.
Ada bunga, ada lebahOrang yang kaya akan digerogoti oleh teman-temannya atau bahkan oleh orang-orang tidak dikenalnya.
Ada gula, ada semutDi tempat yang mudah mendapatkan rezeki, tentulah banyak orang yang berkumpul.
Ada hari, ada nasiAsalkan masih hidup, tentu akan memperoleh rezeki.
Ada hujan ada panas, ada hari boleh balasSetiap perbuatan itu sewaktu-waktu pasti akan mendapat balasan yang setimpal.
Ada jarum, hendaklah ada benangnyaSegala sesuatu itu pasti ada pasangannya.
Ada kerak, ada nasiSetiap kejadian itu tentu ada bekasnya.
Ada laut, ada perompakSegala sesuatu itu pasti ada pasangannya.
Ada nasi di balik kerakMasih ada sesuatu yang belum diselesaikan atau belum diperhatikan.
Ada nyawa, ada rezekiAsalkan masih hidup, tentu akan memperoleh rezeki.
Ada padang, ada belalangAda negeri tentulah ada rakyatnya.
Ada padi masak, ada pipitDi tempat yang mudah mendapatkan rezeki, pastilah banyak orang yang berkumpul.
Ada padi semua kerja jadi, ada beras semua kerja derasOrang yang mampu dan berilmu, segala maksudnya mudah tercapai.
Ada padi, segala menjadiOrang yang mampu dan berilmu, segala maksudnya mudah tercapai.
Ada paha ada kaki, ada nyawa ada rezekiSetiap orang mempunyai rezeki dan jodohnya masing-masing.
Ada pasang surutnyaUntung dan rugi tidaklah tetap.
Ada persembahan, ada kurniaPerbuatan baik akan dibalas baik.
Ada rotan, ada duriDalam kesenangan tentu ada kesusahannya.
Ada rupa, ada hargaHarga barang biasanya menurut rupanya/keadaannya.
Ada sama dimakan, tak ada sama ditahanBaik derita maupun bahagia dirasakan secara bersama-sama.
Ada sampan hendak berenangSeseorang yang sengaja bersusah payah.
Ada seperti tampaknya apung-apungBarang yang dihajati telah ada tetapi belum tentu dapat diambil/digunakan.
Ada sirih, hendak makan sepahAda yang baik, tetapi menghendaki yang buruk.
Ada tangga, hendak memanjat tiangBerbuat sesuatu tanpa mengikuti aturan/adat kebiasaan.
Ada uang abang disayang, tak ada uang abang ditendangMelakukan sesuatu yang baik jika ada maunya saja.
Ada uang abang disayang, tak ada uang abang payahSeorang yang mampu mencukupi kebutuhan keluarganya akan dipuji banyak orang, tetapi jika sebaliknya justru akan banyak mendapat caci-makian.
Ada ubi ada batas, ada masa boleh balasSegala perbuatan itu sewaktu-waktu akan mendapat balasan yang setimpal.
Ada ubi ada talas, ada budi ada balasPerbuatan baik dibalas baik, perbuatan jahat dibalas jahat.
Ada udang di balik batuAda maksud yang tersembunyi.
Adakah buaya menolak bangkai?Tidak ada orang yang akan melewatkan rezeki yang sudah di depan mata.
Adakah dari telaga yang jernih mengalir air yang keruh?Di dalam jiwa orang yang baik tidak akan ada niat yang jahat.
Adakah kayu di rimba sama tinggi?Segala sesuatu yang ada di dunia ini diciptakan Tuhan dengan segala perbedaannya dengan tujuan untuk saling mengerti dan saling melengkapi.
Adakah telaga yang keruh mengalir air yang jernihSifat dari orang yang jahat akan menurun ke dalam darah keturunannya.
Adat ayam ke lesung, adat itik ke pelimbahanSemua orang mempunyai tempat dan rezekinya sendiri-sendiri.
Adat bersendi syarak, syarak bersendi kitabullahSetiap perilaku haruslah mengacu pada aturan dan kaidah agama.
Adat diisi, janji dilabuhPeraturan harus dilaksanakan, kesepakatan harus dijalankan.
Adat diisi, lembaga dituangMelakukan sesuatu menurut adat kebiasaan.
Adat dipakai baru, pusaka dipakai usangIlmu akan berguna selama-lamanya, sedangkan harta duniawi akan musnah dimakan waktu.
Adat gunung tempatan kabutSegala permasalahan harus dicari sumbernya.
Adat hidup sandar-menyandarSetiap orang memiliki kewajiban untuk saling topang-menopang di setiap permasalahan yang dialami.
Adat hidup tolong menolong, syariat palu-memaluSemua orang saling membutuhkan satu sama lain.
Adat juara kalah-menang, adat saudagar laba-rugiSetiap wilayah memiliki ciri khasnya masing-masing.
Adat lama pusaka usangAdat-istiadat/kebiasaan tak pernah berubah.
Adat lurah timbunan sarapOrang yang memiliki pangkat tinggi biasanya dipenuhi dengan banyak pikiran dan masalah.
Adat muda menanggung rasaAda saatnya seseorang akan mengerti arti kehidupan setelah melewati berbagai macam peristiwa hidup.
Adat muda menanggung rindu, adat tua menahan ragamSebagai orang yang masih muda harus belajar menahan emosi, sebagai orang yang sudah tua harus memberikan kesempatan bagi yang lebih muda.
Adat penghulu, berpandang luas beralam lapangKarakter seorang pimpinan adalah berwawasan luas dan mampu memberikan solusi di setiap permasalahan.
Adat periuk berkerak, adat lesung berdedakTiap-tiap usaha memerlukan ketabahan dan kegigihan.
Adat pulau limburan pasangAdat hidup ialah saling membantu; yang kaya membantu yang miskin, yang berilmu membantu yang bodoh, dan yang berkuasa melindungi yang lemah.
Adat rimba raya, siapa berani ditaatiOrang yang menyelesaikan masalah hanya menggunakan kekuatannya, bukan akalnya.
Adat sepanjang jalan, cupak sepanjang betungSegala perbuatan ada adat dan peraturannya masing-masing. (betung = sejenis buluh besar)
Adat teluk timbunan kapal, adat muara puputan ikanSegala sesuatu harus diletakan dengan tepat, baik itu masalah sosial maupun individu, serta harus tahu dimana tempat untuk bertanya.
Adat teluk timbunan kapalOrang yang memiliki pangkat tinggi/berpengaruh biasanya menjadi tempat tumpuan orang lain untuk mengadu. (kapal = kapar = kayu-kayuan yang hanyut di sungai, danau, dsb)
Adat tua menahan ragamSebagai orang tua harus mampu menahan derita dari bermacam-macam godaan yang tak menyenangkan hati karena perbuatan keturunannya.
Adat yang kawi, syarak yang lazimAdat-istiadat (kebiasaan) merupakan undang-undang yang berlaku dalam pergaulan, dan norma agama merupakan undang-undang yang berjalan seiring dengan adat yang berlaku. (kawi = kuat/sakti)
Adat yang menurun, syarak yang mendakiAdat dapat menuju kerendahan dan tidak sanggup menghadapi pergolakan massa, tetapi syarak selalu menuju ketinggian dan dapat mengatasi segala gerakan yang menentangnya.
Agak lebih daripada agihBanyak bicara, sedikit kerja.
Agak-agak bertutur malam hariHarus selalu ingat/sadar ketika berucap sesuatu.
Agama tanpa ilmu, lumpuhSesuatu yang saling berkaitan dan tidak dapat berjalan sendiri-sendiri.
Agih-agih kungkangTerlampau murah hati/suka memberi hingga akhirnya menderita. (kungkang = kera kecil)
Agung susut, pongah masihKebesaran/kemuliaan sudah hilang, tetapi keangkuhannya masih ada. (pongah = angkuh)
Air beriak tanda tak dalam, air berguncang tanda tak penuhApa yang kita ucapkan dan lakukan bisa mencerminkan seberapa pandai dan dewasa pemikiran kita.
Air beriak tanda tak dalamBanyak bicara tanda orang yang berilmu dangkal.
Air besar sampan tak hanyutMaksud yang tidak tercapai meskipun sudah ada dukungan.
Air besar, batu bersibakSaudara dan sahabat terpecah-belah apabila timbul perselisihan besar.
Air dalam karang menonggok, setanggi campur kemenyan , gula tertumpah pada kanjiUsaha yang berhasil baik.
Air dalam terenangHidup yang tenang dan tenteram. (terenang = tempat air yang dibuat dari tanah liat)
Air dalam, berenang; air dangkal, bercebokSesuaikanlah pengeluaran menurut kondisi/tingkat penghasilan.
Air di daun talasMemberi nasihat dan ajaran yang sia-sia. (talas = keladi)
Air di tulang bumbungan, turunnya ke cucur atapSegala sesuatu, meskipun sedikit akan menurut pada asalnya juga.
Air dicencang tiada putusDua orang bersaudara/bersahabat yang tidak dapat dipisahkan oleh perselisihan.
Air didih menganak sungaiHiburan yang sangat mewah dan menarik.
Air digenggam tiada tirisSangat berhati-hati dalam mengeluarkan sesuatu yang berharga.
Air diminum sembiluanSangat sedih/memilukan, hingga merasa tidak enak untuk makan dan minum.
Air gedang menghanyutkanOrang yang pendiam itu biasanya berpengetahuan tinggi dan dapat melakukan pekerjaan yang besar. (gedang = besar)
Air jernih, ikannya jinakNegeri yang aman dan teratur biasanya rakyatnya berbudi luhur.
Air keruh, limbat keluarDi negeri yang terdapat huru-hara, biasanya orang jahat akan mencari keuntungan.
Air lalu kubangan tohorPenghasilan yang pas-pasan atau bahkan tidak cukup; habis bulan, habis gaji. (tohor = dangkal/sangat sedikit)
Air laut hijau siapa celup?Kemegahan tidak perlu digembor-gemborkan.
Air mata jatuh kedalamBerduka-cita secara diam-diam.
Air mudik sungai, semua teluk diranaiOrang yang boros dan tanpa perhitungan dalam megatur pengeluaran. (diranai = dijalani)
Air orang disauk, ranting orang dipatah, adat orang diturutHendaklah patuh terhadap undang-undang di negeri yang kita tinggali.
Air pun ada pasang surutnya, takkan pasang selalu dan surut senantiasaNasib manusia tidak dapat dipastikan untung atau sial selalu.
Air sama air menjadi satu, sampah ke tepi jugaSebaiknya jangan ikut campur dalam perselisihan orang bersaudara/bersahabat, apabila mereka kembali berbaikan, kita akan disisihkan; melakukan sesuatu yang sia-sia.
Air setitik dilautkan, tanah seketul digunungkanMembesar-besarkan perkara yang kecil.
Air surut kapar hilir bersama, air pasang ia tersangkutDi dalam usaha yang tidak menguntungkan, diajak bersama-sama, dan apabila usaha itu berhasil, ditinggalkan.
Air susu dibalas dengan air tubaKebaikan yang dibalas dengan kejahatan.
Air tawar secawan dituangkan ke dalam laut takkan dapat menghilangkan asinnyaPertolongan yang sedikit tidak dapat meringankan beban kesengsaraan yang besar.
Air tenang menghanyutkanOrang yang pendiam itu biasanya berpengetahuan tinggi dan dapat melakukan pekerjaan yang besar.
Air tuba dibalas dengan air susuKejahatan yang dibalas dengan kebaikan.
Air yang jernih, sayak yang landaiSegala sesuatu berlaku dengan adil dan benar. (sayak = tempurung kelapa)
Air yang keruh-keruh kerak, alamat buaya di hulunyaPerkataan dapat memaklumi niat yang ada di dalam hati.
Air yang tenang, jangan disangka tiada berbuayaOrang yang diam belum tentu adalah pengecut.
Akal akar berpulas tak patahOrang yang pandai, takkan mudah kalah dalam perdebatan.
Akal laba-laba, di gua buruk suka merakutOrang jahat yang suka menipu orang lain. (merakut = memasang jaring)
Akal sebagai makan nasi lecekPemikiran yang seperti anak-anak.
Akal singkat, pendapat kurangOrang yang masih sangat sedikit pengalamannya.
Akal tak sekali datang, runding tak sekali tibaSegala sesuatu tidak selesai sekaligus melainkan berangsur-angsur.
Akan dijadikan tabuh, singkat; akan dijadikan gendang, berlebihIlmu pengetahuan yang serba tanggung.
Akan memikul tiada berbahu, akan menjunjung kepala luncungTidak berdaya dalam mengerjakan suatu pekerjaan, karena kurang berpengetahuan atau kurang beruang.
Akan mengaji, suratlah hilang; akan bertanya, gurulah matiOrang yang berada dalam keadaan serba salah.
Akan pembasuh kakiHadiah kepada orang yang berjasa.
Akar terjumbai tempat siamang berpegang, dahan mengajur tempat tupai menegunDari keterangan, setiap orang dapat mengetahui salah atau benarnya perbuatan orang lain.
Akik disangka batuSesuatu yang bersifat menghina.
Aku kalah engkaulah menangTidak malu untuk mengakui kekalahan.
Aku kalah, engkau tak menangOrang yang tidak mau mengakui kekalahannya.
Aku nampak olah, kelibatmu sudah kutahuKarena tingkah laku, maksudnya ketahuan.
Alah bisa, karena biasaRasa sukar yang tidak terasa lagi karena sudah terbiasa melakukannya; pengalaman secara praktek lebih baik dibandingkan hanya teori.
Alah di rumpun betungKekalahan yang belum memuaskan hati dari pihak yang kalah.
Alah limau oleh benaluOrang lama dikalahkan oleh orang baru.
Alah mahu, bertimbang enggan; cungkil merih akan pembayarTidak menepati janji dan menentang balik orang yang diberinya janji.
Alah main menang sorakOrang yang berada dalam keadaan berimbang.
Alah membeli, menang memakaiBarang yang baik memang mahal, tetapi dapat dipakai lebih lama.
Alah menang tak tahu, bersorak bolehTidak berpihak dalam suatu perlawanan/perselisihan.
Alah pinta dibuat sempenaBiar bagaimanapun diharapkan, kalau bukan hak, tidak boleh dimiliki.
Alah sabung, menang sorakWalaupun sudah kalah, tetapi cara bicaranya masih tetap tinggi/sombong.
Alang berjawab, tepuk berbalasPerbuatan baik dibalas dengan baik, perbuatan jahat dibalas dengan jahat. (alang = pemberian, hadiah)
Alang-alang berdakwat, biarlah hitamBerbuat sesuatu hendaklah jangan tanggung-tanggung. (alang-alang = tanggung-tanggung)
Alang-alang menyeluk pekasam, biar sampai ke pangkal lenganKalau sudah terlanjur jahat, biarlah diperoleh hasilnya.
Alangkah baik berbini tua, perut kenyang pengajaran datangOrang beristeri tua (berpikiran lebih dewasa) biasanya memperoleh kesenangan karena disayangi oleh isterinya.
Alim bagai katak di tepi airOrangnya alim/berpengetahuan tetapi dia sendiri tidak mendapat faedah dari pengetahuannya itu.
Alim biasa menghukum syarakHanya orang yang alim/berpengetahuan saja yang boleh membuat hukum syarak.
Alpa negeri alah, sia-sia hutang tumbuhKelalaian dapat mendatangkan bencana.
Alu patah, lesung hilangMasalah pertama baru saja selesai sudah mendapat masalah yang baru lagi.
Alu pencungkil duriPekerjaan yang tidak mungkin untuk dilakukan; melakukan pekerjaan yang sia-sia.
Alur bertempuh, jalan berturutDilakukan menurut adat kebiasaan.
Amak berlela, amak berupaBanyak tabiat/perilaku, banyak sesuatu yang didapatkan/hasilnya. (amak = terlalu banyak)
Ambil pati, buangkan ampasYang baik digunakan, yang tidak baik dibuang.
Ambil pisau, belahlah dadaIngin menunjukan kebenaran yang ada pada dirinya sendiri.
Ampang sampai ke seberang, dinding sampai ke langitMelakukan hal yang baik hendaklah maksimal agar tercapai tujuannya.
Amra disangka kedondongSesuatu yang baik disangka buruk hanya karena terlihat rupanya sama. (amra = sejenis mangga)
Anak anjing takkan menjadi anak musang jebatOrang yang tidak berpengetahuan tidak akan mendapatkan kedudukan baik.
Anak ayam kebasahan buluGelisah dan menjijikkan.
Anak badak dihambat-hambatSengaja mencari bahaya/kesulitan.
Anak baik, menantu molekSangat berbahagia/bersahaja.
Anak di riba diletakkan, kera di hutan disusuiUrusan sendiri ditinggalkan karena mementingkan urusan orang lain.
Anak halal zadahTidak memiliki status apapun.
Anak haram zadahTerlahir karena perbuatan yang tidak sah.
Anak harimau diajar makan dagingOrang yang zalim diberi perangsang/pembangkit untuk melakukan penganiayaan.
Anak harimau jangan diajak bertampar, ingat-ingat kukunyaJangan mencari lawan terhadap orang yang lebih kuat dan lebih mampu.
Anak harimau jangan dibela peliharaJangan berbuat baik dengan orang yang suka berbuat jahat.
Anak harimau menjadi anak kambingOrang yang lupa darimana ia berasal dan mulai sombong karena harta duniawi.
Anak harimau takkan menjadi anak kambingOrang yang bersifat pemberani tidak akan pernah menjadi penakut.
Anak ikan dimakan ikan, tahu makan tahu simpanJika tahu cara membuat sesuatu, hendaklah juga tahu cara menyimpan rahasianya.
Anak kambing takkan menjadi anak harimauOrang yang bersifat pengecut/penakut tidak akan pernah menjadi pemberani.
Anak kandung ditimang-timang, anak tiri ditengking-tengkingKaum keluarga sendiri lebih disayangi dibandingkan dengan orang lain; rakyat sendiri lebih diutamakan dibandingkan orang asing.
Anak kera hendak diajari memanjatMengajari orang yang sudah ahli.
Anak kucing menjadi harimauOrang miskin yang menjadi kaya; rakyat biasa yang memiliki jabatan/pangkat tinggi dalam pemerintahan/organisasi.
Anak kuda bulu kasapAnak muda yang riang gembira.
Anak kunci jahat, peti durhakaSuami yang jahat lambat-laun akan ditentang oleh isterinya.
Anak mati berkalang bapak, bapak mati berkalang anakOrang yang saling topang-menopang/bantu-membantu dalam segala hal.
Anak monyet di hutan disusui, anak sendiri di rumah kekeringanUrusan sendiri ditinggalkan karena lebih mementingkan urusan orang lain.
Anak orang anak orang juga, bolehkah jadi anak sendiri?Hendaklah lebih menghargai kepunyaan sendiri daripada menginginkan kepunyaan orang lain.
Anak orang, anak orang jugaSesuatu yang bukan hak tidak akan ada gunanya.
Anak panah yang lepas dari busurnya, tak dapat dikendalikanOrang yang jauh dari negeri tempat asalnya dan bertindak semaunya tanpa mau mendengarkan nasihat dari keluarganya.
Anak rancak menantu satingMeraih kebahagiaan.
Anak semata wayangSatu-satunya harta yang dimiliki.
Anak sendiri disayang, anak tiri dibengkengKaum keluarga sendiri lebih disayangi dibandingkan orang lain; rakyat sendiri lebih diutamakan daripada orang asing.
Anak sendiri disayang, anak tiri dihardikPerilaku yang tidak adil terhadap orang lain.
Anak seorang menantu malimSangat berbahagia. (malim = ahli agama)
Anak seorang, penaka tidakMempunyai barang yang hanya sebuah saja.
Anak sungai lagi berubah, inikan pula hati orangPendirian yang tidak tetap.
Angan lalu, faham tertumbukSesuatu hal yang banyak halangannya; ada kemauan/niat tetapi tidak berdaya.
Angan-angan menerawang langitSelalu mencita-citakan segala hal yang tinggi.
Angan-angan mengikat tubuhBesusah hati karena memikirkan perkara yang bukan-bukan.
Angguk enggan, geleng ia, unjuk tidak berikanLain di mulut, lain di hati.
Angguk-angguk balamBisa mengatakan tetapi belum tahu apa yang harus dikerjakan.
Anggup-anggip bagai rumput di tengah jalanHidup yang serba susah. (anggup-anggip = terkulai)
Angin berputar, ombak bersabungPerkara yang sangat sulit.
Angin bersiru, kami tahuSudah tahu akan niat seseorang. (bersiru = beralih tujuan)
Angin bersiru, ombak bersabungPerkara yang sangat sulit. (bersiru = berubah arah)
Angin tak dapat ditangkap, asap tak dapat digenggamBerita buruk yang ditutup-tutupi, kelak akan tersiar juga.
Angkat batang keluar cacing gelang-gelangBersusah payah dalam mengerjakan sesuatu, tetapi tidak ada faedah yang diperoleh.
Angkuh terbawa, tampan tertinggalBaik rupanya, tetapi buruk sikap/perilakunya.
Angus tiada berapi, karam tiada berairMenderita kesusahan karena kematian atau kehilangan kekasih. (angus = hangus)
Anjing bercawat ekorPergi atau menghindar karena malu dan lain hal.
Anjing biasa makan tahi, jika tak makan mencium ada jugaOrang yang biasa berbuat jahat, sekali-sekali akan teringat juga untuk mengulanginya.
Anjing diberi makan nasi takkan kenyangSia-sia memberikan nasihat yang baik kepada orang jahat.
Anjing ditepuk menjungkit ekorOrang hina akan menyombongkan diri apabila dihormati.
Anjing galak, babi beraniBertemu lawan yang sepadan; berani sama berani, keras sama keras.
Anjing itu, kalau dipukul sekalipun, berulang juga ia ke tempat bangkai yang banyak tulangOrang yang tamak, sekalipun dikata-katai, ia tidak akan merasa malu.
Anjing itu, meskipun dirantai dengan rantai emas, berulang-ulang juga ia ke tempat najisOrang jahat, walaupun diberikan kesenangan, namun kalau mendapat kesempatan, pasti akan diulanginya lagi perbuatan jahatnya.
Anjing kepada orang, raja kepada kitaBaik-buruk, anak sendiri juga.
Anjing menggonggong, kafilah tetap berlaluTidak ada kata menyerah demi mencapai suatu tujuan yang mulia.
Anjing menyalak bukit, takkan runtuhOrang baik yang dicela oleh orang jahat, kebaikannya tidak akan binasa.
Anjing menyalak di ekor gajahOrang lemah (hina) hendak melawan orang yang berkuasa, tentulah perbuatannya akan berakhir sia-sia.
Anjing menyalak tiada mengigitOrang yang berhati mulia, walaupun suaranya keras.
Anjing terpanggang ekorMendapat kesusahan besar, sehingga tak tentu tingkah lakunya sampai-sampai meminta pertolongan kesana-kemari.
Anjing tiada bercawat ekorSesuatu yang hina dan tidak berguna.
Anjur surut bak bertanamTipu muslihat dalam melakukan suatu pekerjaan.
Antah berkumpul sama antah, beras berkumpul sama berasSetiap orang selalu mencari orang yang sama derajatnya (pangkat ataupun kedudukan).
Antan patah, lesung hilangKemalangan yang bertubi-tubi.
Antara dua tengah tigaSakit hampir mati.
Apa boleh buat, nasi sedap menjadi tawarSusah hati dapat mengubah perangai/perilaku seseorang.
Apa boleh buat, sakit menimpa sesal terlambatSudah terlanjur; tidak dapat diubah lagi.
Apa digaduhkan, pengayuh sama di tangan, perahu sama di airTidak takut menghadapi lawan jika sama-sama mempunyai kemampuan.
Apa guna bunga ditanam, jika tidak diberi kumbang menyerinyaApa guna anak perempuan, jika tidak diperbolehkan bersuami.
Apa gunanya bulan terang di dalam hutan, jikalau di dalam negeri betapa baiknyaTidak ada faedahnya menunjukkan kepandaian kepada orang-orang yang tidak dapat menghargainya.
Apa kepada kukur, nyiur juga yang binasaMemang mudah menyuruh orang untuk melakukan berbagai hal, yang sukar adalah yang mengerjakannya sendiri.
Apa kurang pada belida, sisik ada tulang pun adaMemiliki segala yang diperlukan.
Apa payahnya menawakkan bibir atas bawahMudah dalam berbicara, tetapi susah untuk mengerjakannya. (menawakan = menaupkan)
Apa payahnya menggoyangkan lidahBanyak janji tetapi tidak ditepati.
Apa peduli kata kukuran, kerambi juga akan habisLebih mudah bertutur kata daripada melakukannya sendiri.
Apa sakit berbini janda, anak tiri boleh disuruhAlasan yang berlawanan dengan maksud yang sebenarnya.
Apa tampangnya, itulah tumbuhnyaHasil setiap pekerjaan setara dengan usaha yang dilakukan.
Apa yang di tanam, itulah yang tumbuhJika orang berbuat baik kepada orang lain maka ia juga akan mendapat balasan yang baik pula, begitu juga sebaliknya.
Apabila orang miskin menghendaki uang, dia mendapat anak; apabila orang kaya menghendaki anak, dia mendapat uangHasil yang tidak sesuai dengan keinginan; sesuatu yang diharapkan tidak sama dengan yang diperoleh.
Apabila tumbuh-nyiur itu patah, tumbuh-nyiur juga akan gantinyaPengganti dari sesuatu yang hilang haruslah yang sama pula.
Apakah gunanya kemenyan disimpan sebesar tungku, kalau tidak dibakarKepandaian hendaklah diamalkan dan diajarkan kepada orang lain, karena kalau hanya disimpan ia akan hilang begitu saja.
Apakah gunanya memasang dian di tengah hari, jika malam alangkah baiknyaPerkara yang sudah diketahui orang tidak perlu diterangkan lagi.
Apalagi sawa, ia berkehendakkan ayamlahOrang yang suka mencari barang-barang yang digemarinya; orang yang bertemu dengan barang-barang kesukaannya.
Apalah daya ajal telah menjemputHal yang tak bisa dipungkiri karena takdir.
Api dengan air, alangkah bezanyaJahat dengan baik sangatlah jauh perbedaannya.
Api itu, tatkala kecil menjadi kawan, apabila besar menjadi lawanKejahatan yang sekecil apapun hendaklah lekas diperbaiki supaya jangan sampai membawa bencana.
Api kecil baik dipadamBasmilah kejahatan semasih belum membesar.
Api makan sekamPerbuatan jahat/dendam yang tersembunyi. (sekam = dedak )
Api nan tak kunjung padamSemangat yang hidup selamanya.
Api padam puntung berasapPerkara yang telah dilupakan/berlalu, tetapi diungkit-ungkit kembali.
Api padam puntung hanyut, kami tidak di situ lagiCerita yang sudah tamat; benar-benar sudah selesai.
Apung di tengah lautan, dipukul ombak, sekejap ke tengah, sekejap ke tepiOrang dagang/asing yang hidupnya melarat.
Ara tak bergetahSuatu perkara yang mustahil.
Arah bertukar jalanBanyak cara untuk mewujudkan mimpi.
Arang di dahiMendapat malu.
Arang habis besi binasaPekerjaan yang sia-sia.
Arang habis panggang tak masakOrang yang merintis usaha tapi gagal, karena pengeluaran lebih banyak dibandingkan keuntungannya.
Arang itu, jika dibasuh dengan air mawar sekalipun, tiada akan putihOrang jahat, walaupun diberi kesenangan, namun kalau sudah mendapatkan kesempatan pasti akan diulangnya lagi perbuatan jahatnya.
Asak kata kita, angsur kata diaPerbedaan antara orang satu dengan orang yang lain.
Asal ada kecil pun padaKalau tak ada banyak, sedikit pun cukup.
Asal ayam hendak ke lesung, asal itik hendak ke pelimbahanTabiat/perilaku yang tidak mungkin untuk diubah.
Asal berinsang ikanlahTidak memilih pekerjaan, makanan, perempuan, dsb.
Asal berisi tembolok senang hatiSudah cukup makan dan pakai, maka hati pun akan terasa senang.
Asal bersubang emas biarlah telinga rompongOrang yang melakukan hal yang merugikan bagi dirinya sendiri dengan tujuan mendapat pujian dari orang lain.
Asal besi pengapak kayu, asal emas menjadi pendukDerajat seseorang dapat ditentukan dari perilaku/perangainya. (penduk = salut sarung keris)
Asal ditugal, adalah benihSetiap usaha tentu akan ada hasilnya. (tugal = melubagi tanah kebun dengan kayu untuk dijadikan tempat menanam benih)
Asal kuda dari kuda, asal keledai dari keledaiSifat dari keturunan tentu berasal dari kedua orang tuanya, baik ataupun buruk sifat tersebut.
Asal sabut terapung, asal besi tenggelamUntung-untungan; kalau bernasib baik tentu akan selamat, kalau bernasib malang tentu akan jatuh.
Asal selamat ke seberang, biar bergantung di ekor buayaSangat perlu akan pertolongan, bagaimanapun caranya pertolongan itu akan diterimanya.
Asal-usul, asal jangan ditinggallkanMelihat suatu bencana serta menelusuri penyebab terjadinya.
Asam di darat ikan di laut, bertemu dalam belanga jugaPerempuan dan lelaki, kalau sudah jodoh, pasti akan bertemu juga.
Asam di gunung, garam di laut, dalam belanga bertemu juaOrang yang merantau sejauh apapun akan kembali juga ke tempat asalnya.
Asing lubuk asing ikannyaNegeri satu dengan yang lain berbeda hukumnya.
Asing lubuk asing ikanya, asing pandang asing belakangnyaPeraturan di masing-masing daerah berbeda tetapi tetap satu tujuan, yaitu demi keamanan dan kenyamanan daerah tersebut.
Asing maksud, asing sampaiOrang yang berlabuh di tempat yang bukan merupakan tujuannya.
Asing padang asing belalang, asing lubuk asing ikanyaPerbedaan adat-istiadat (kebiasaan) di masing-masing daerah.
Asing uang, asing nikmatMenerima rezeki yang tidak dikehendakinya.
Asing udang, lain nikmatAda banyak cara untuk menyelesaikan suatu permasalahan.
Asyik memangku tangan, mati dalam angan-anganTujuan tidak akan tercapai jika tidak mau berusaha.
Atap ijuk perabung timahPerbedaan dua hal yang sangat mencolok.
Atap ijuk perabung upihSesuatu yang baik apabila dicampur-aduk dengan sesuatu yang buruk, maka kebaikan tersebut akan tercemar.
Atap rumbia perabung upih, rumah besar berdinding papanHal yang baik dicampur-adukkan dengan hal yang buruk.
Aur ditanam betung tumbuhMendapat laba/keuntungan yang banyak namun dengan modal yang sedikit.
Aus telunjuk mencolek garamHidup dalam kemiskinan.
Awak alah gelanggang usaiDitimpa kemalangan yang tidak dapat diatasi.
Awak hendak hilir, ia telah hanyutCita-cita yang telah didahului oleh orang lain.
Awak kecil makan hendak banyak, sayap singkat terbang hendak tinggiMengangan-angankan sesuatu yang tidak sepadan dengan kesanggupan diri sendiri.
Awak kurus daging menimbunOrang kaya yang berpura-pura miskin.
Awak menangis diberi pisangBujukan yang tepat.
Awak rendah sangkutan tinggiLebih besar pengeluaran dibandingkan pendapatan.
Awak tikus, hendak menampar kepala kucingMelakukan sesuatu yang mustahil.
Awak yang celaka, orang yang diumpatMenyalahkan orang lain karena kesalahan sendiri.
Awak yang payah membelah ruyung, orang lain yang beroleh sagunyaBersusah payah dalam melakukan sesuatu, namun orang lain yang mendapatkan faedahnya. (ruyung = batang pohon enau)
Awal dibuat, akhir diingatSebelum menciptakan suatu pekerjaan hendaklah dipikirkan secara matang terlebih dahulu agar pekerjaan itu dapat berlangsung dengan baik.
Awal diingat di akhir tidakOrang yang melakukan pekerjaan tanpa memperhitungkan resiko di kemudian hari.
Awal dikenal di akhir tidak, alamat badan akan rusakOrang yang tidak berhati-hati dalam melakukan pekerjaannya, pada akhirnya akan menyesal dan kecewa.
Awan berarak ditangisiMerenungi kejadian yang telah lama berlalu.
Awan mengandung hujanMemprediksi hal yang belum pasti akan terjadi.
Ayam baru belajar berkokokBaru cukup umur.
Ayam berinduk, sirih berjunjungSegala sesuatu yang bersifat lemah harus mendapatkan bantuan dan perlindungan.
Ayam berkokok hari siangMendapatkan sesuatu yang telah lama diidam-idamkan.
Ayam berlaga sekandangBerkelahi dengan orang serumah.
Ayam beroga kalau diberi makan di pinggan emas sekalipun ke hutan juga perginyaBetapa pun senangnya di negeri lain/asing, pasti teringat juga akan negeri asal. (ayam beroga = ayam hutan)
Ayam bertelur di atas padi, mati kelaparanSangat menderita meskipun berpenghasilan besar; hidup miskin di negeri yang kaya dan makmur.
Ayam bertelur di atas padiHidup senang dan mewah.
Ayam dapat, musang dapatPencuri tertangkap, barang-barang yang dicuri pun didapatkan kembali.
Ayam ditambat disambar elang, padi di tangan tumbuh lalangMalang sekali; nasib yang buruk.
Ayam hitam terbang malam bertali ijuk, bertambang tanduk, hinggap di kebun rimbunKejahatan (perkara dan sebagainya) yang sukar untuk diketahui.
Ayam hitam terbang malam, siapa tahu berdebus bunyinyaMenebak hal yang sulit untuk diperoleh.
Ayam menang, kampuh tergadaiKeberuntungan yang tidak ada faedahnya. (kampuh = kampung)
Ayam pada itik, raja pada tempatnyaMasing-masing orang ahli dalam urusannya.
Ayam pulang ke peraduanSudah pada tempatnya.
Ayam putih terbang siang, hinggap di halaman, terang kepada mata orang banyakPerkara yang nyata dan mudah ketahuan.
Ayam seekor bertambang duaSeorang gadis yang diidam-idamkan oleh dua orang bujang.
Ayam sudah patah, kalau-kalau dapat menikamOrang yang melarat mungkin akan berubah nasibnya.
Ayam tak patuk, itik tak suduDipandang hina di masyarakat.
Ayam tambat disambar elang, padi ditanam tumbuh ilalangOrang yang tertimpa masalah dimana pun ia berada.
Ayam terlepas, tangan bau tahiKejahatan yang tidak memberikan hasil, namun justru mendatangkan malu.
Ayam tidur senang di dalam reban, musang yang susah beredar sekelilingTidak senang melihat kebahagiaan orang lain.

Kamus Peribahasa Online Huruf B

Babi merasa gulaiMenyimpan rahasia yang telah diketahui umum.
Bacang dibungkus tentu baunya keluar jugaOrang yang membuang anaknya sendiri karena takut malu dan sebagainya.
Badai makan anakSeorang ayah yang membuang anaknya karena takut kebesarannya hilang.
Badai pasti berlaluKesulitan dalam hidup pasti akan berkurang dan akhirnya menghilang.
Badak makan anakBagaimanapun orang saling mengasihi, tetapi dengan mudah juga dapat diceraikan, karena orang lebih mengutamakan harta benda.
Badan bersaudara, emas perak tiada bersaudara; kasih saudara sama ada, kasih bapa menokok harta yang ada, kasih ibu sama rata; kasih sahabat sama binasaWalaupun orang-orang lemah berada di bawah kuasa orang yang kuat, tetapi hatinya masih tetap bebas.
Badan boleh dimiliki, hati tiada boleh dimilikiSudah sehidup semati.
Badan sudah dua senyawaTidak tetap pendirian; selalu berubah-ubah.
Bagai air di daun talasBerusaha tanpa henti. (talas= keladi)
Bagai air itik ke batuLemah dan lesu tanpa penyakit.
Bagai air mencari jenisnyaMemberi nasihat dan ajaran yang sia-sia.
Bagai anak dara mabuk andamAnak perempuan yang tidak tahu malu. (andam = rambut di dahi)
Bagai anak dara sudah berkakiBanyak sekali.
Bagai anak nanguiHanya bermalas-malasan di rumah orang lain. (nangui = babi kecil yang banyak anaknya)
Bagai anak sepat ketohoranKurus sekali.
Bagai anjing beranak enamOrang yang sangat dibenci oleh masyarakat.
Bagai anjing buruk kepalaSangat sombong.
Bagai anjing melintang denaiMendapat kesulitan besar hingga meminta pertolongan kesana-kemari. (denai = jejak binatang di hutan)
Bagai anjing tersepit di pagarMudah menimbulkan suatu hal yang buruk kalau diperdekatkan.
Bagai api dengan rabukTidak langsung ke tempat tujuan, tetapi singgah kemana-mana.

Kamus Peribahasa Online Huruf C

Cacing hendak menjadi nagaOrang kecil yang hendak menyetarakan diri dengan orang besar.
Cacing menelan nagaAnak orang bangsawan yang diperisteri oleh orang kebanyakan/bukan bangsawan; orang berkuasa yang dikalahkan oleh orang kecil/lemah.
Cacing menjadi ular nagaOrang kecil/hina yang menjadi orang besar/mulia.
Cakak sudah, silat teringatMengemukakan keterangan setelah perkara diselesaikan. (cakak = kelahi)
Cakap berdegar-degar, tahi tersangkut di gelegarBanyak bicara (sombong) tetapi tidak ada satu pun pekerjaan yang dapat diselesaikannya.
Cakap berlauk-lauk makan dengan sambal ladaCara bicara yang seperti orang kaya, padahal sebenarnya miskin.
Cakapan sejengkal dibawa sehastaBerlebihan.
Calak-calak ganti asah, menanti tukang belum datangDigunakan/dilakoni untuk sementara waktu saja, sementara belum ada yang lebih baik.
Campak baju nampak kurap seperti anak kacang hantuAnak muda yang tidak memelihara/menjaga kehormatan dirinya ataupun kehormatan orang lain.
Campak baju nampak kurapMendedahkan/memperlihatkan keburukan diri sendiri.
Campak bunga dibalas dengan campak tahiKebaikan yang dibalas dengan kejahatan.
Canggung seperti antan dicungkilkan duriMelakukan suatu pekerjaan yang bukan seharusnya.
Cari umbut kena bukuMencari sesuatu hal yang baik, namun mendapatkan hal yang buruk.
Carik-carik bulu ayam, lama-lama bercantum jugaPerselisihan internal keluarga yang akhirnya rujuk kembali.
Cekarau besar liangOrang yang besar bualannya (sombong) dan suka membeberkan rahasia orang lain. (cekarau= sejenis tumbuhan di air yang besar lubang batangnya)
Cekel berhabis, lapuk berteduhBiarpun sifatnya kikir, namun harta kekayaannya akan habis juga pada akhirnya. (cekel = kikir, pelit)
Cekur jerangau ada lagi di ubun-ubunBelum dewasa sudah hendak melawan nasihat orang tua; belum ada pengalaman namun sudah merasa bisa.
Celaka ayam, padi masak makan ke hutanNasib malang/buruk.
Celaka tiga belasSangat malang/sial.
Cembul dengan tutupnyaBenar-benar sesuai.

Kamus Peribahasa Online Huruf D

Dada manusia tidak dapat diselamPengetahuan (pemikiran) seseorang tidak dapat diduga.
Dagangan bersambut yang dijualnyaCerita dari orang lain yang diceritakannya.
Dahan pembaji batangMenggunakan harta kekayaan milik tuannya/atasannya.
Dalam berselam, dangkal berjingkatPenghasilan yang dipadakan/dicukupkan.
Dalam dua tengah tigaTidak jujur.
Dalam laut boleh diduga, dalam hati siapa tahuPengetahuan (pemiikiran) seseorang tidak dapat diduga.
Dalam menunduk dia menyonggengDari sikap terlihat ia menerima dengan baik, tetapi sebenarnya hatinya membantah.
Dalam menyelam, cetek bertimbaPenghasilan yang dipadakan/dicukupkan.
Dalam rumah membuat rumahMencari keuntungan atas pengeluaran orang lain.
Dalam sudah keajukan, dangkal sudah keseberanganTelah diketahui dengan baik/benar tujuan atau maksud seseorang. (ajuk = duga)
Dapat dihitung dengan jariSangat sedikit.
Dapat durian runtuhMendapatkan keuntungan tanpa harus bersusah-payah.
Dapat harta karunMendapatkan keuntungan tanpa harus bersusah-payah.
Dapat harta timbulMendapatkan keuntungan tanpa harus bersusah-payah.
Dapat kijang teruitMendapatkan keuntungan tanpa harus bersusah-payah.
Dapat tebu rebahMendapatkan keuntungan tanpa harus bersusah-payah.
Dapur tidak berasapSangat miskin, hingga untuk makan pun tidak cukup.
Darah setampuk pinangBelum berpengalaman.
Dari ajung turun ke sampanDiturunkan pangkat/jabatannya.
Dari jauh diangkat telunjuk, kalau dekat diangkat mataUmpat/caci-maki karena perilaku yang tidak senonoh.

Kamus Peribahasa Online Huruf E

Ekor anjing berapa pun dilurut tiada juga betulOrang yang tabiatnya jahat, meskipun berkali-kali dinasihati tetap saja akan berbuat jahat.
Elang terbang mengawan, agas hendak mengawan jugaOrang miskin/hina yang hendak meniru tingkah laku orang-orang kaya.
Elok arak di hari panasOrang yang bersuka-cita karena maksud/tujuannya telah tercapai.
Elok basa bekal hidup, elok budi bekal matiOrang yang baik budi bahasanya akan jadi kesayangan orang lain semasa hidupnya, dan kemudian sesudah meninggal ia akan menjadi orang baik yang dikenang. (basa = tegur sapa)
Elok buruk dan busuk hanyirKesenangan dan kesulitan selalu beriringan.
Elok kata dalam muafakat, buruk kata di luar muafakatApa yang hendak dikerjakan/dilakukan sebaiknya dibicarakan terlebih dahulu dengan keluarga dan kerabat supaya selamat.
Elok lenggang di tempat datarBersuka hati haruslah pada tempat dan waktu yang tepat.
Elok palut pengebat kurangKelihatannya bagus/baik, tetapi sebenarnya masih belum baik. (palut = balut, bungkus) (kebat = ikat)
Emas berpeti, kerbau berkandangHarta benda haruslah disimpan/dijaga dengan baik supaya tidak hilang.
Embacang buruk kulitKelihatannya tidak bagus/baik, tetapi sebenarnya sangat bagus/baik.
Embun di hujung rumputTidak kekal.
Empang sampai ke seberang, dinding sampai ke langitPerselisihan yang sudah tidak dapat didamaikan; aturan yang sudah tidak dapat diubah. (empang = bendungan)
Empat gasal, lima genap; dikendur berdentang-dentang, ditegang berjela-jelaTutur kata orang yang bijaksana selalu memiliki maksud yang tersembunyi.
Empat sudah bersimpul satuKesempurnaan yang diperoleh dari empat orang, orang yang berpengetahuan, orang yang berakal/berbudi pekerti, orang yang mahir, dan orang yang rajin.
Enak lauk dikunyah-kunyah, enak kata diulang-ulangNasihat yang baik perlu diucapkan secara berulang-ulang.
Enau mencari sigaiPerempuan yang mencari lelaki.
Enau sebatang dua sigainyaSebuah pekerjaan yang dikepalai/dipimpin oleh dua orang; seorang perempuan yang menduakan suami/pacarnya.
Enggan seribu daya, mau sepatah kataKalau tidak suka, biasanya banyak alasannya.
Enggang apa kepada enggang, orang apa kepada orangMemang mudah memerintah orang lain untuk berbuat berbagai hal, tetapi sangat sulit untuk mengerjakannya sendiri.
Enggang lalu atal jatuh, anak raja ditimpanyaOrang lain yang tidak bersalah yang menerima hukuman. (atal = buah yang dimakan enggang; Buceras Rhinoceros)

Kamus Peribahasa Online Huruf F

Fikir itu pelita hatiPikiran adalah suluh kebenaran.

Kamus Peribahasa Online Huruf G

Gabak di hulu tanda akan hujan, ceuang di langit tanda akan panasTanda-tanda akan terjadi sesuatu. (gabak = redup)
Gadai terdorong ke CinaTerlanjur; tidak dapat ditarik kembali.
Gadai terdorong ke pajak, sehari sebulan jugaPerbuatan yang terlanjur (walaupun hanya berbuat sedikit, akibatnya sama juga dengan yang berbuat banyak).
Gading pada gajah yang sudah keluar itu bolehkah dimasukkan pula?Raja (orang besar/mulia) yang telah turun derajatnya dan tidak mungkin meraih kembali martabatnya itu; sesuatu yang sudah ditetapkan (undang-undang, keputusan, dsb) dan tidak bisa untuk diubah lagi.
Gagak bersuara muraiRupanya bodoh/dungu/hina, tetapi baik tingkah laku dan budi bahasanya.
Gagak dimandikan tujuh kali sehari pun, takkan putih bulunyaOrang jahat, walaupun diberikan kesenangan, namun kalau mendapat kesempatan, pasti akan diulanginya lagi perbuatan jahatnya.
Gagak lalu punggur rebahOrang besar/berkuasa yang berlaku kurang adil kepada orang kecil/rendahan (karena ingin memperlihatkan kekuasaannya).
Gaharu dibakar kemenyan berbauOrang yang memperlihatkan kelebihannya supaya dipercaya oleh orang lain.
Gajah berak besar, kancil pun hendak berak besar, akhirnya mati kebebanganOrang kecil/rendahan yang hendak meniru tingkah laku orang besar/mampu yang akhirnya membawa dirinya dalam kekalahan/kesulitan. (kebebangan = tertahan, tidak dapat terus keluar)
Gajah bergajah-gajah, pelanduk mati tersepitKalau orang-orang berkuasa saling berselisih, maka orang-orang kecil/rakyatnyalah yang akan mendapatkan kesusahan.
Gajah berhati, kuman pun berhati jugaKaya/berkuasa dan miskin/rendahan sama-sama memiliki pemikiran dan nafsu.
Gajah berjuang sama gajah, pelanduk mati di tengah-tengahKalau orang-orang berkuasa saling berselisih, maka orang-orang kecil/rakyatnyalah yang akan mendapatkan kesusahan.
Gajah dialahkan oleh pelandukOrang berkuasa yang dikalahkan oleh orang kecil/rendahan; perempuan bangsawan yang diperisteri oleh orang kebanyakan/rakyat biasa.
Gajah dipandang seperti kumanTerlalu marah.
Gajah ditelan ular lidiOrang berkuasa yang dikalahkan oleh orang kecil/rendahan; perempuan bangsawan yang diperisteri oleh orang kebanyakan/rakyat biasa.
Gajah empat kaki lagi tersarukOrang besar/berkuasa ada kalanya akan kehilangan kebesaran/kekuasaannya; nasib yang tidak dapat ditentukan. (tersaruk = tersandung)
Gajah harimau di hutan hendak diburu, pijat-pijat di bantal tak dapat dihapuskanKejahatan orang besar/berkuasa hendak dibasmi, tetapi kejahatan anak buah sendiri di rumah tidak dapat diatasi.
Gajah hendak berak besar, kita pun hendak berak besar jugaOrang kecil/rendahan yang hendak meniru tingkah laku orang besar/mampu yang akhirnya membawa dirinya dalam kekalahan/kesulitan.
Gajah lalu dibeli, kusa tidak terbeliMengerjakan suatu hal yang besar, tetapi melupakan hal-hal kecil/pendukung yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan besar itu. (kusa = besi penghalau gajah)
Gajah lalu kumpai layuOrang kecil/rendahan yang hendak meniru tingkah laku orang besar/mampu yang akhirnya membawa dirinya dalam kekalahan/kesulitan. (kumpai = sejenis rumput layu)

Kamus Peribahasa Online Huruf H

Habis adat karena kerelaanAdat dapat diubah atau ditiadakan melalui musyawarah dan mufakat.
Habis air setelaga, arang dibasuh tak putihOrang jahat, walaupun diberi kesenangan, namun kalau sudah mendapatkan kesempatan, pasti akan diulanginya lagi perbuatan jahatnya itu.
Habis akal baru tawakalBerserah diri kepada Tuhan sesudah tiada lagi ikhtiar/daya/upaya untuk dilakukan.
Habis beralur maka beralu-aluPada mulanya berunding dengan baik, tetapi kalau tidak juga mencapai kesepakatan barulah mengadu kekuatan/kekuasaan. (beralur = berunding)
Habis cupak dari pelelehanAdat yang dilanggar sedikit demi sedikit pada akhirnya akan dilanggar terus. (pelelehan = tiris, bocor)
Habis geli oleh geletek, habis rasa oleh biasaSesuatu yang kurang menyenangkan tidak akan terasa sulit apabila telah menjadi kebiasaan.
Habis hulubalang bersiakApabila sudah tidak ada orang yang akan diperintah, maka dirinya sendirilah yang harus mengerjakannya. (siak = orang yang hidup miskin karena Allah)
Habis kapak berganti beliungSangat rajin dalam bekerja.
Habis kuman disembelih hendak memberi makan gajahMenyusahkan orang kecil/rendahan karena hendak menyenangkan orang besar/berkuasa.
Habis manis sepah dibuangDigunakan/diperlukan hanya pada saat ada perlunya saja, setelah itu ditinggalkan.
Habis miang karena bergeserSesuatu yang kurang menyenangkan tidak akan terasa sulit apabila telah menjadi kebiasaan.
Habis minyak sepasu, ekor anjing diurut tiada akan lurusTabiat orang jahat sangat sukar untuk diubah/diperbaiki.
Habis sampan kerong-kerong tak dapatMelakukan pekerjaan yang sia-sia.
Habis tenggang dan kelakarSudah tidak berdaya.
Habis umpan kerong-kerong tak dapatPerbuatan/pekerjaan/usaha yang mendatangkan kerugian.
Hancur badan dikandung tanah, budi baik terkenang jugaBudi pekerti orang yang baik tidak akan dilupakan walaupun sudah mati/meninggal.
Hang tak kurang sanggul, aku tak kurang tengkolokHilang satu, ada lagi pengganti yang lain (tentang lelaki dan perempuan).
Hangat tiada berapi, sejuk tiada berairOrang jahat, walaupun diberikan kesenangan, namun kalau sudah mendapatkan kesempatan, pasti akan diulanginya lagi perbuatan jahatnya itu.
Hangat-hangat tahi ayamTidak bersungguh-sungguh; setengah hati.
Hanya air dingin yang dapat memadamkan apiHanya tingkah laku dan budi bahasa yang lemah lembut saja yang dapat meredakan kemarahan seseorang.

Kamus Peribahasa Online Huruf I

Iba akan kacang sebuah, tak jadi memengatKarena sayang/tidak ingin akan terjadi perkara walaupun sedikit, tujuan yang dimaksudkan menjadi tidak tercapai.
Ibarat ayam, tiada mengais tiada makanSangat miskin.
Ibarat beban sudah ke tepiSuatu pekerjaan/perkara/perundingan yang sudah hampir selesai/mencapai sepakat.
Ibarat beban, belum lepas daripada bahuBelum lepas tanggungan (tentang orang tua dari anak lelaki atau anak perempuan).
Ibarat bunga, sedap dipakai layu dibuangPerempuan yang sangat dikasihi ketika masih muda, tetapi ditelantarkan /diceraikan setelah tua.
Ibarat burung, mata lepas badan terkurungTidak ada kemerdekaan/kebebasan.
Ibarat burung, mulut manis jangan dipakaiPerkataan manis/terdengar baik selalu berisi maksud semu (tipu muslihat) di dalamnya.
Ibarat dawat dengan kertas, bila boleh renggang terlepasSuami-isteri yang berkasih-kasihan.
Ibarat gasing, berpaku tetap berpusing, tak berpaku merayauLelaki yang sudah beristeri, biar bagaimanapun rumah tangganya berjalan, tetap saja ia akan kembali ke rumahnya.
Ibarat kutu, boleh diselisikKesalahan atau keburukan yang tidak dapat disembunyikan. (selisik = diraba-raba dengan jari)
Ibarat negeri berubah rasam, ibarat tahun berubah musimOrang yang tidak tetap kedudukannya. (rasam = adat kebiasaan)
Ibarat pasir, sekali air dalam sekali berubahRakyat jelata yang terpaksa menuruti perubahan setiap terjadi pergantian pemerintahan.
Ibarat perahu takkan karam sebelahKaum keluarga yang ikut bersimpati atas kecelakaan/musibah yang menimpa kerabatnya.
Ibarat rumput yang sudah kering, ditimpa hujan segar kembaliOrang melarat yang mendapatkan pertolongan.
Ijuk sebelembang, tali di situ keluan di situMata pencaharian yang tidak memadai. (sebelembang = seberkas)
Ijuk tak bersagar, lurah tak berbatuTidak memiliki saudara yang dihormati orang.
Ikan biar dapat, serampang jangan pukahMaksud biar tercapai, tetapi tanpa adanya kerugian. (pukah = bengkok, patah)
Ikan dalam keroncongSudah tidak bisa ditolong lagi. (keroncong = bilik-bilik bubu bagian dalam)
Ikan di hulu,tuba di hilirMelakukan perbuatan/pekerjaan yang sia-sia.
Ikan di kuali, habis melompatNasib malang/sial.

Kamus Peribahasa Online Huruf J

Jadi air mandiSudah jadi kebiasaan.
Jadi alas cakapHadiah kepada orang yang berjasa.
Jadi bapa kudaLelaki yang menikah dengan banyak wanita dan suka bersenang-senang di rumah isterinya tanpa mengerjakan suatu pekerjaan.
Jadi bumi langitOrang yang sangat diharapkan pertolongannya dan segala nasihatnya dituruti.
Jadi dinding lasak peti manianOrang yang menjadi harapan raja/orang besar. (lasak = masuk) (peti manian = tempat menyimpan barang berharga)
Jadi kuda bebanOrang suruhan.
Jadi penghubung hujung lidahOrang yang menyampaikan pesan dari seseorang dalam suatu perundingan.
Jadi penghubung kaki tanganTempat yang menjadi harapan atau kepercayaan yang selalu memberikan pertolongan.
Jadi penghubung mata telingaTempat yang menjadi harapan atau kepercayaan yang selalu memberikan pertolongan.
Jadi teluk ulakan airPerundingan atau perdebatan yang berputar-putar/tidak ada ujungnya.
Jahit sudah, kelindan putusHabis tidak bersisa. (kelindan = benang pada jarum)
Jalan di tepi-tepi, benang arang orang jangan dipijakHendaklah selalu bersopan santun (misalnya bila merantau ke negeri orang).
Jalan diasak orang lalu, cupak dipepat orang menggalasAdat istiadat dalam suatu negeri yang diubah oleh orang asing yang tinggal di negeri itu. (diasak = dipindahkan) (orang lalu = peladang) (pepat = rata)
Jalan mati lagi dicuba, inikan pula jalan binasaOrang yang berani dan tidak memilih apa yang ingin diperbuatnya.
Jalan raya titian batuAdat/aturan yang belum berubah. (titian = jembatan kecil)
Janda belum berlakiGadis yang sudah ditinggalkan oleh lelaki yang pernah menjadi kekasihnya.
Janda berhiasJanda yang belum memiliki keturunan.
Jangan bagai babi merasa gulaiOrang hina tidak patut/pantas berjodoh dengan orang bangsawan.
Jangan bagai orang berjudi, menang mua, alah hendak berbelaMengerjakan pekerjaan yang sudah ada celanya, niscaya akhirnya hanya akan mendatangkan kerugian. (mua = melampaui)
Jangan bagai orang patah selera, banyak makanPura-pura tidak mau, tetapi dalam hatinya sangat suka; munafik. (patah selera = tidak bernafsu makan)

Kamus Peribahasa Online Huruf K

Kaduk kena bajaOrang yang tidak berguna, tetapi panjang umurnya.
Kaduk naik junjungOrang hina yang merasa dirinya mulia.
Kain basah kering di pinggangSangat miskin.
Kain dalam acar dikutip dicuci, hendak masuk ke longkang jugaOrang yang bertabiat jahat, walaupun diperbaiki, sekali-sekali ia akan berbuat jahat juga.
Kain dalam lipatanPerempuan yang melakukan kejahatan secara diam-diam.
Kain dibakar tiada berbauKemiskinan yang teramat sangat.
Kain ditangkap maka dudukKemiskinan yang teramat sangat.
Kain jadi basahanJatuh miskin/ melarat.
Kain kasah di atas duriBerada dalam sakratulmaut (menjelang ajal). (kasah = kain putih yang halus)
Kain lama dicampak buang, kain baru pula dicariMenceraikan isteri karena sudah jemu/jenuh, kemudian mencari isteri baru; memutuskan persahabatan dengan kawan lama, lalu mencari kawan yang baru.
Kain panjang empat, ditarik ke atas ke bawah tak sampaiSerba tak cukup; sangat miskin.
Kain pendinding miang, uang pendinding maluSegala sesuatu hendaklah digunakan pada tempatnya.
Kain rabak tegal dek lenggang awak, baju rabik tegal dek lenggok awak, kopiah pesuk tegal dek lonjak awakOrang yang suka hidup mewah akhirnya hanya akan merugikan dirinya sendiri.
Kain sehelai berganti-gantiPasangan suami isteri yang hidup melarat/miskin.
Kain sehelai peminggang habisMengalami kerugian. (peminggang = lambung perahu)
Kain sehelai sepinggang habisMengalami kerugian.
Kain tak bertepiKemiskinan yang teramat sangat.
Kain tersangkut kain tinggalTergesa-gesa melarikan diri.
Kais pagi makan pagi, kais petang makan petangOrang miskin yang harus bekerja setiap waktu.
Kaki naik, kepala turunBekerja siang malam tanpa henti; selalu sibuk.

Kamus Peribahasa Online Huruf L

Laba sama dibagi, rugi sama diterjuniPersahabatan yang sangat karib.
Laba tertinggal, harta lingkapLaba tidak diperoleh, namun modalnya juga lenyap/hilang.
Labu dikerbuk tikusGadis yang sudah kehilangan daranya/perawannya.
Ladang yang berpunyaPerempuan yang sudah kawin/menikah.
Lading tajam sebelahSelalu mau menerima pemberian orang, tetapi enggan untuk memberi. (lading = sejenis alat perang)
Lading tak tahu akan majalnyaTidak insaf akan keadaan dirinya. (majal = tumpul, tidak tajam)
Lagak Padang, omong BetawiSombong, padahal pengetahuannya hanya sedikit.
Lagi jatuh ditimpa tanggaMendapatkan kesulitan bertubi-tubi.
Lagi lebai lagi berjanggutOrang yang berilmu dan berbudi pekerti yang baik.
Lagi murah, lagi ditawarSemakin diberi semakin banyak yang diminta.
Lagi teduh, lagi berkajangMelakukan sesuatu dengan sebaik-baiknya.
Lagi terang, lagi bersuluhPerbuatan yang pandir/bodoh; mempertanyakan sesuatu yang sudah diketahui banyak orang; menyia-nyiakan tenaga dan uang.
Lagi tongkat lagi senjataSemakin kaya semakin banyak temannya.
Lah baris nan berpahat, lah jalan nan berturutPekerjaan yang dilakukan dengan menurut aturan.
Lah karam maka bertimbaSetelah mendapatkan kesulitan/kerugian barulah teringat.
Lah ke tengah makan apiPerselisihan yang telah mendalam/memuncak dan sulit untuk didamaikan/diselesaikan dengan baik.
Lah panas hari, kacang lupa akan kulitnyaOrang yang melupakan asal-usulnya setelah mendapatkan sesuatu.
Lah sesak alam tempat diam, tak berbumi tempat tegakMendapatkan malu yang teramat sangat, sehingga tidak ada tempat lagi untuk menyembunyikan muka.
Lah tampak jalan tempat lalu, lupa batu akan menarungOrang miskin yang mendapatkan kebahagiaan/kesenangan dan lupa akan bahaya yang mungkin mencelakakan dirinya. (menarung = menyentuh, menyerandung)
Lain bengkak lain bernanahOrang lain yang tidak bersalah yang menanggung akibatnya.

Kamus Peribahasa Online Huruf M

Mabuk di enggang laluMerasa sangat tertarik kepada orang yang belum dikenal.
Mabuk karena beruk berayunMenggila-gilakan wanita cantik yang tidak mungkin untk didapatkan; terlalu asyik melihat sesuatu yang tidak berguna.
Macam anak dara tak datang tunangnyaSelalu membengkalaikan pekerjaan.
Macam betung seruasTerlalu jujur; lurus hati.
Macam daun terap: bunyinya degah-deguh, degah-deguh jatuh ke bawahOrang bodoh yang terlalu banyak membual.
Macam kepiting jalanOrang yang jalannya miring.
Macam kera kelaparanSelalu komat-kamit.
Macam kikir besiOrang kaya yang bakhil/pelit.
Macam memegang tali layang-layangOrang yang berkuasa dalam penghidupan seseorang ataupun orang banyak.
Macam orang bidukOrang yang makan dan minum bersama-sama, tetapi bayar sendiri-sendiri.
Macam terambil di nan kurangBerduka cita tanpa sebab. (di nan = pada yang)
Macam timun dengan durian: menggelek luka, kena gelek pun lukaPerlawanan/persaingan yang tidak seimbang antara orang kecil/rendahan melawan orang besar/berkuasa.
Macam ular kekenyanganOrang yang perutnya buncit, sehingga untuk berjalan pun susah.
Madu satu tong jika rembes; rembesnya madu jugaJika asalnya baik, maka turunannya pun baik juga.
Mahal dibeli sukar dicariSesuatu yang sangat susah untuk diperoleh.
Mahal imam murahlah kitab; mahal demam murah sakitSiapa pun tidak suka merasakan sakit (penyakit), tetapi hal itu memang tidak dapat dielakkan.
Mahal tak dapat dibeli, murah tak dapat dimintaSesuatu yang sangat susah untuk diperoleh.
Main air basah, main api letur, main pisaui lukaSegala perbuatan atau pekerjaan akan meninggalkan akibatnya.
Main akalMenggunakan tipu daya.
Main badar, main gerundangOrang yang hendak meniru perbuatan/tingkah laku orang besar/berkuasa dan akhirnya binasa/rugi sendiri.

Kamus Peribahasa Online Huruf N

Nafsu tidak bertepiKeinginan hati yang tidak ada batasnya.
Nafsu-nafsu, raja di mata sultan di hatiMenuruti kehendak hati sendiri.
Naga ditelan ular lidiAnak bangsawan yang kawin/menikah dengan orang biasa/rakyat jelata.
Naik basuh kaki sajaMengerjakan suatu pekerjaan dengan mudah.
Naik dari janjang, turun dari tanggaMelakukan suatu pekerjaan menurut aturan.
Naik di janjang, turun di tanggaMelakukan suatu pekerjaan menurut aturan.
Naik ke rumah bercuci kaki sajaKawin/menikah tanpa mengeluarkan biaya (atau hanya mengeluarkan biaya sedikit saja).
Naik melompat, turun terjunUntuk memperoleh kejayaan/kekayaan lambat/sangat susah, tetapi untuk jatuh cepat/mudah sekali.
Naik membilang anak tangga turun selangkah jejaklah ke bumiUntuk memperoleh kejayaan/kekayaan lambat/sangat susah, tetapi untuk jatuh cepat/mudah sekali.
Naik seperti kelip-kelip, turun seperti ributUntuk memperoleh kejayaan/kekayaan lambat/sangat susah, tetapi untuk jatuh cepat/mudah sekali.
Naik tak bertangga, turun tak berpintuMelakukan perbuatan yang salah.
Naik tangga dari bawahMenurut derajat dan kedudukan masing-masing; menurut aturan yang lazim.
Nak ditelan termengkelan, nak diludah tak keluarBerada dalam keadaan yang serba salah.
Nak kaya berdikit-dikit, nak ramai bertabur uraiHemat dan cermat adalah tangga kekayaan, murah hati adalah tangga tuah/keselamatan.
Nak menangguk ikan, tertangguk ke batangMenginginkan laba/keuntungan tetapi justru merugi.
Nak tahu jahat orang tanyakan kepada seterusnya, nak tahukan baik orang tanyakan kepada sahabatnyaKejahatan dapat diketahui dari musuh, sedangkan kebaikan dapat diketahui dari sahabat.
Nampak gabak di huluTanda-tanda yang menunjukkan akan terjadi sesuatu hal.
Nampak kulitnya tahulah isinyaSifat seseorang dapat dilihat dari rupa dan gerak-geriknya.
Nan berat tidak terpikul, nan ringan tidak terjinjingSudah terlalu tua.
Nan berseluk urat, nan berjumbai akar, nan berlambai pucukWalaupun antar keluarga hidup berjauhan tetapi hubungan baik masih tetap terjalin. (seluk = lilit) (lambai = berayun-ayun naik dan turun)
Nan dekat panggilan tiba, nan jauh kulangsing lepasAdat panggil-memanggil, yang dekat dipanggil dengan mulut dan yang jauh dipanggil dengan pesan. (kulangsing = sirih pemanggil)
Nan dimaksud sampai, nan diamal pecahSudah tercapai apa yang dicita-citakan. (amal = idaman/cita-cita)
Nan lurah juga diturut airOrang yang kaya juga yang akan bertambah kekayaannya.
Nan pekak pelepas bedil, nan buta pengembus lesung, nan bisu penggera ayam, nan lumpur penghuni rumahMasing-masing orang memiliki kemampuan/kegunaannya tersendiri; simbol persatuan yang kukuh. (penggera = orang yang menggertak)
Nasi basi penolak nafsu 
Nasi disaji pula digaduhkan, padi di ladang dilanyak gajah tidak disusahkanBelanja/pengeluaran yang sedikit yang diributkan, sedangkan pengeluaran yang besar tidak dihiraukan/tidak diperhitungkan.
Nasi masak periuk pecahHukuman yang sudah diputuskan tidak dapat dibanding/diganggu-gugat lagi.
Nasi sama ditanak, kerak dimakan seorangPekerjaan dilakukan secara bersama-sama, tetapi keuntungan diambil seorang diri.
Nasi sedap gulai mentah, gulai sedap nasi mentahPekerjaan yang tidak selesai (terbengkalai).
Nasi sudah menjadi buburSudah terlanjur; sudah tidak dapat diubah.
Nasi tak dingin, pinggan tak retakCermat dalam melakukan suatu pekerjaan.
Nasi tersaji di lututKeuntungan yang diperoleh dengan mudah.
Nasi tersenduk tidak termakanTidak dapat merasakan, meskipun sudah diperoleh; belum menjadi rezeki.
Nasib penyapu, banyak jasa turun darjatTerlalu banyak melakukan kebajikan, sehingga merusakkan/merugikan diri sendiri.
Negeri besar, rumah besar, berapa pun panjang perian takkan terantukOrang kaya yang murah hati, berapa pun banyaknya orang yang meminta pertolongan ia tidak akan menjadi miskin.
Neraca berbatu intanHukuman yang sangat adil.
Neraca palingan Allah, mata palingan setanPendirian orang mudah berubah.
Neraca palingan bungkal, hati palingan TuhanPendirian orang mudah berubah.
Neraca yang palingan, bungkal yang piawaiHakim yang sangat adil.
Niat di hati hendak memeluk gunung, sudah terpeluk biawak celakaBerhajat/menghendaki sesuatu yang baik, tetapi justru yang buruk yang diperoleh.
Niat hati hendak memancing ikan, tak mau membuang umpanIngin mendapatkan keuntungan tanpa mau berkorban.
Niat hati hendak memancing temenung, sudah terpancing ikan setokaYang dihajati/dikehendaki berbeda dengan yang diperoleh.
Niat hati nak getah bayan, sudah tergetah burung serinditYang dihajati/dikehendaki berbeda dengan yang diperoleh.
Niat hati nak peluk gunung, apakan daya tangan tak sampaiMenginginkan sesuatu yang besar tetapi tidak berdaya untuk meraihnya karena kekurangan akal dan alat.
Nibung bangsai bertaruk mudaOrang tua yang bertingkah laku seperti anak muda. (bangsai = rapuh dan buruk)
Nikah maharaja bumiKawin/menikah tanpa mengeluarkan biaya (atau mengeluarkan sedikit biaya saja).
Nyamuk lepas pijat-pijat kena pirikMendapatkan bencana/kesulitan karena kesalahan orang lain. (pirik = menumbuk/melumat)
Nyamuk mati, gatal tak lepasMasih menaruh dendam kepada orang yang telah berbuat jahat, meskipun orang itu telah diberikan hukuman yang setimpal.
Nyawa bergantung di hujung kukuBerada dalam keadaan yang sangat berbahaya; sangat rentan.
Nyiur setandan tetapi berlain-lain jadinyaWalaupun seibu dan sebapa (bersaudara), tetapi tabiatnya jauh berbeda.

Kamus Peribahasa Online Huruf P

Pacat ingin menjadi ularOrang miskin/hina yang bertingkah laku seperti orang kaya.
Pahit di luar manis di dalamBerkata-kata kasar dan keras tetapi sebenarnya maksudnya baik.
Patah tumbuh hilang bergantiPemegang tampuk pimpinan yang sudah ada penggantinya.
Pelanduk dua serupaDua orang yang rupanya mirip.
Pelanduk lupakan jerat tetapi jerat tidak pernah lupakan pelandukTerlupa akan bahaya, sedangkan bahaya itu senantiasa mengancam.
Pinang pulang ketampukSesuai.
Pipih boleh dilayang, bulat boleh digulingPerkara yang sudah mencapai mufakat.
Pipit meminang anak enggangOrang miskin yang ingin memperisteri anak orang kaya.
Pipit pekak makan berhujanOrang yang sangat rajin/tekun dalam melakukan suatu perkerjaan.
Pipit sama pipit enggang sama enggangSetiap orang mengikuti pangkat dan derajatnya masing-masing.

Kamus Peribahasa Online Huruf R

Raja adil raja disembah, raja lalim raja disanggahPemimpin yang baik akan dihormati rakyatnya, sedangkan pemimpin yang tidak baik tidak akan dihormati rakyatnya.
Rajin menngais tembolok berisiKetekunan tidak akan membuahkan hasil yang sia-sia.
Rajin pangkal pandai, hemat pangkal kayaUsaha yang tiada henti (pantang menyerah) pasti akan membuahkan hasil yang baik.
Ramai beragam, rimbun menyelaraKebahagiaan masing-masing orang tidak selalu sama.
Rambut sama hitam, hati masing-masingSetiap orang memiliki pandangan hidupnya masing-masing.
Rambut sama hitam, pikiran berlain-lainanLain orang lain pula tujuan yang ingin dicapai.
Ranap pertulang, ijuk penebalMencari penghasilan tambahan.
Rasa air ke air, rasa minyak ke minyakMencari kaumnya atau bangsanya sendiri.
Rasa di bibir tepi cawanBertingkah laku seolah-olah sesuatu itu telah terjadi.
Rasa pedih cuping telingaMarah karena mendengar suatu hal yang menyinggung perasaan.
Rasa tak ngapa, hidung dikeluaniOrang yang kurang memperhitungkan apa yang terjadi pada dirinya sendiri, sehingga akhirnya menjadi susah sendiri.
Rebung tidak jauh dari rumpunPerangai anaknya tidak akan jauh berbeda dengan perangai orang tuanya.
Rebung tidak miang, bembam pula yang miangOrang yang bersangkutan/terlibat berdiam diri, sedangkan orang lain yang tidak ada sangkut pautnya justru ikut campur.
Redup atau panas kerakSuatu pekerjaan yang tidak disertai dengan modal besar.
Rendah dianjung tinggi, kecil diambak besarSetiap bawahan harus menghormati dan mematuhi perintah atasannya.
Rendah dibilang-bilang diseluduki, tinggi kayu ara dilangkahiApabila menjadi orang yang memiliki jabatan yang tinggi hendaknya melakukan pekerjaan sesuai dengan aturan-aturan yang ada.
Rendah gunung, tinggi harapanOrang bijak yang mempunyai cita-cita yang tinggi; menaruh harapan yang sangat besar.
Rendam sesajak air, berpaut sejengkal taliSerba kekurangan/tak cukup.
Retak kayu boleh disimpai, retak pinggan susah hilangnyaPerselisihan/perkara yang kecil mudah untuk diselesaikan, sedangkan perselisihan/perkara yang besar sulit untuk diselesaikan dan dilupakan.
Retak menanti belahPerkara kecil yang akan menjadi besar jika datang lagi permasalahan-permasalahan yang menyangkut perkara tersebut.
Retak tanda akan pecahPerkara kecil yang akan menjadi besar jika datang lagi permasalahan-permasalahan yang menyangkut perkara tersebut.
Retak-retak bulu ayam, lama-lama bercantum pulaPerselisihan dengan keluarga/kerabat sendiri yang harus didamaikan/diselesaikan dengan nasihat dari orang tua.
Retak-retak mentimunRetak halus yang hanya di luar saja.
Rezeki elang tak akan dapat dimakan oleh musangSetiap orang memiliki keberuntungannya masing-masing.
Rezeki elang takkan dimakan musangRezeki masing-masing orang berada di tangan Tuhan.
Rezeki harimauMakanan yang banyak dan beragam.
Rezeki jangan ditolak, musuh jangan dicariJika mendapatkan suatu keuntungan (yang halal) sebaiknya jangan disia-siakan, dan jika ingin hidup dengan damai sebaiknya jangan mencari lawan.
Rezeki mataSuatu perkara yang enak dipandang.
Rindu akan jadi batas, maka manis tidak jadi cukaPergaulan/pertemanan yang sangat erat, namun jika terjadi perselisihan sedikit saja akan membuatnya retak/terpisah.
Ringan sama dijinjing, berat sama dipikulBersama-sama dalam suka maupun duka; bergotong-royong dalam menyelesaikan suatu perkara.
Ringan tulang, berat perutSiapa yang rajin bekerja, maka dia akan mendapatkan rezeki yang lebih.
Roda yang berpaling, kuda sudah bergerindingHidupnya terlihat senang, tetapi sebenarnya susah.
Rugi menentang laba, jerih menentang bolehTidak apa-apa menderita (merasakan kesulitan) terlebih dahulu, asalkan maksud/tujuan akhirnya tercapai.
Rumah buruk disapu catOrang tua yang suka bersolek/berdandan.
Rumah gadang ketirisanIsteri yang tidak bisa membahagiakan suaminya.
Rumah gendang bersendi perakBangsawan yang kaya.
Rumah sudah tukul berbunyiMemberikan kesaksian setelah perkara diputuskan/diselesaikan.
Rumah terbakar tikus habis ke luarUang sudah habis, tetapi yang diinginkan belum didapat.
Runcing tanduk bengkak keningOrang yang perbuatan jahatnya sudah diketahui oleh banyak orang.
Runcing telunjuk memalit sambalOrang yang sangat miskin/melarat hidupnya.
Runding banyak nan disebutMemperbanyak perundingan/negosiasi dalam mengambil keputusan.
Rupa bagai pulut, ditanak berderaiOrang miskin yang berpenampilan seperti orang kaya.
Rupa sebagai yang-yang kesumaWanita yang sangat cantik/rupawan.
Rupa seperti cindakuOrang yang buruk rupa dan menakutkan.
Rupa yang tak dapat diubah, tabiat dapat diubahTabiat seseorang dapat diubah dengan cara manasihatinya secara terus-menerus, sedangkan raga seseorang tidak dapat diubah.
Rusa di hutan, kancah sudah terjerangSebelum membeli barang hendaklah dipikirkan terlebih dahulu fungsinya.
Rusak anak karena menantuPerbuatan anak kandung yang mengikuti kebiasaan buruk dari menantu.
Rusak badan karena penyakit, rusak bangsa karena lakuOrang yang sering mengalami penderitaan.
Rusak bangsa karena lakuPerilaku yang buruk bisa merusak bangsa.
Rusak baung ditiup jambakPerbuatan jahat dari salah satu anggota keluarga yang akhirnya membuat seluruh anggota keluarga ikut merasakannya.

Kamus Peribahasa Online Huruf S

Sabung selepas hari petangTetap harus berusaha walaupun berkali-kali jatuh bangun di dalam suatu usaha.
Sahaja basahan jadi air mandiOrang yang berusaha menutupi kesalahannya, padahal semua orang sudah mengetahuinya.
Sakit hati berulam jantungPerasaan yang sangat sedih.
Sakit kepala panjang rambut, patah selera banyak makanOrang yang sedang berpura-pura di depan orang lain.
Sakit sama mengaduh, luka sama menyiukSikap yang sangat setia, sehidup semati, senasib sepenanggungan, seia sekata.
Salah bunuh memberi balas, salah cencang memberi pampasHukuman yang diberikan harus sesuai/setimpal dengan perbuatannya.
Salah cencang memberi pampas, salah bunuh memberi bangunSalah mengerti orang lain dapat berakibat fatal; hukuman seharusnnya diberikan sesuai/setimpal dengan perbuatannya.
Salah cetok melantingkanMelakukan pekerjaan hendaknya sewajarnya, karena jika terlalu kurang atau berlebihan dapat menyulitkan diri sendiri.
Salah cotok berkerudung paruh, salah telan belah perutBerat dan ringannya suatu hukuman disesuaikan dengan perbuatannya.
Salah cotok melantingkanJika telah melakukan kesalahan, maka harus segera memperbaiki diri.
Salah gelok hulu malang, pandai berrtenggang hulu baikAkan celaka diri sendiri jika kurang berhati-hati dalam menjalankan kewajiban.
Salah lebur sama binasaSelalu seia sekata, senasib sepenanggungan, dan sehidup semati.
Salah makan memuntahkan, salah tarik mengembalikan, salah langkah surut kembaliApabila sudah mengetahui kesalahan yang telah diperbuat, hendaknya segera memperbaiki diri.
Salah weselOrang yang salah mengerti dalam membicarakan orang lain.
Salai tidak berapiPerempuan hamil yang ditinggalkan (atau bahkan diceraikan) suaminya.
Salangkan bah kapar yak hanyut, ini kemarau panjangPada saat memiliki penghasilan saja tidak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya, apalagi saat tidak berpenghasilan sama sekali.
Sama naik bagai gelombang, sama turrun bak kapencongDua hal atau kejadian yang sama keadaannya.
Sama rasa sama rataSegala suka duka ditanggung bersama.
Sama turun dengan malimBercerai dengan suaminya setelah menikah selama satu bulan.
Sambang jala terletak, laut kering ikan terhempasUsaha yang telah membawa hasil.
Sambang jala terletak, laut kering terhempasSuatu usaha yang sudah berhasil.
Sambang penuh jala terletak, laut kering ikan terhempasMelakukan suatu pekerjaan yang hasilnya sangat memuaskan.
Sambil berdendang biduk hilirMelakukan dua pekerjaan sekaligus.
Sambil berdendang nasi masakMelakukan dua pekerjaan sekaligus.
Sambil berdiang nasi masak, sambil berdendang biduk hilirMenyelesaikan dua hingga tiga perkerjaan sekaligus.
Sambil diang nasi masakSekali menggarap suatu pekerjaan, dua hingga tiga maksud tercapai.
Sambil menyelam minum air, sambil menyeruduk galas laluSekali melakukan suatu pekerjaan, beberapa maksud tercapai.
Sambil menyelam minum airSekali melakukan suatu pekerjaan, beberapa maksud tercapai.
Samir tak habis, kajang pulaBelum membayar hutang yang lama sudah hendak berhutang lagi.
Sampah jangan ditendang sepakJangan menganggap rendah orang miskin.
Sampai titik darah yang penghabisanSampai meninggal.
Sampan ada pengayuh tidakKeinginan yang tidak sesuai dengan keadaan dirinya.
Sampan upih berdayung bilahMengerjakan sesuatu dengan peralatan yang tidak memadai.
Samun berdarah dinginSuatu permasalahan harus diputuskan setelah ada bukti yang sah.
Samun sakal berdarah tanganKejahatan yang harus dihentikan.
Santan masak pasu, ampasnya tumpah ke tanahOrang tua yang membeda-bedakan perlakuannya terhadap anak-anaknya.
Sapu tangan menali ayamOrang yang hidupnya sangat miskin.
Sarak itu adik matiSeseorang yang sedang merindukan sesuatu hingga jatuh sakit.
Sarang tabuhan jangan dijolokJangan mencari bahaya.
Sarang unam dimasuki ketam jadi umang-umangMenyamar untuk memperdayai/mengelabuhi orang lain.
Sarap sehelai dituilkan, batu sebungkah digulingkanSangat teliti dalam memeriksa.
Satu bertelur, ayam sekandang ikut ributSatu orang yang mendapatkan kesusahan atau keberuntungan, semua orang akan ikut membicarakannya.
Satu biduk nahkoda duaBila dalam satu perusahaan/perkumpulan terdapat dua orang pimpinan tertinggi, pasti akhirnya tidak beres.
Satu jentik sepuluh rebahKeuntungan (yang halal) yang telah diperoleh sebaiknya jangan disia-siakan.
Satu juga gendang berbunyiTidak berubah; selalu sama.
Satu nyawa dua badanSuami yang sangat setia terhadap isterinya, begitu pula sebaliknya.
Satu pintu bila tertutup, sepuluh pintu lagi kan terbukaPerkara yang telah tersebar luas.
Sauk air mandikan diriOrang yang hidup dengan usaha sendiri.
Sawah berpematang, ladang berbintralakOrang miskin yang berpenampilan seperti orang kaya.
Sawah luas tahan tua, rumah gedang tahan tonggakDalam hal meminjam uang haruslah ada jaminannya.
Sayang aak badak tampung, cucu konon badak rayaOrang yang mengaku keturunan bangsawan, padahal sebenarnya tidak.
Sayang akan baju, badan binasaKarena terlalu sayang terhadap keluarga/kerabatnya, ia mendapatkan musibah.
Sayang akan garam secacah, dibusukkan kerbau seekorKarena tidak mau mengeluarkan biaya sedikit, akhirnya menderita kerugian yang besar.
Sayang anak, tangan-tangani, syang bini tinggal-tinggalkanAnak dan isteri yang selalu dituruti kemauannya (dimanjakan) akan menjadi sombong dan takabur.
Sayang buah kepayang dimakan mabuk, dibuang sayangKeadaan yang serba salah.
Sayang di anak dilecut, sayang negeri ditinggalkanMemberikan kasih sayang kepada anak, bukan berarti memanjakannya.
Sayang garam secacah, busuk kerbau seekorMenderita kerugian besar karena takut mengeluarkan biaya sedikit.
Sayap patah bertongkat paruhPantang berputus asa.
Sebab berkelahi jangan perigi akhirnya mati dahagaSia-sia saja melawan orang yang berkuasa.
Sebab budi boleh kedapatanNama baik tercemar akibat perbuatan buruk/jahat.
Sebab karena cendrawasih, merak emas dilepaskanMenyia-nyiakan harta yang sudah didapatkan karena mengharapkan keuntungan yang lebih besar namun belum pasti.
Sebab kasih akan bunga setangkai, dibuang bunga seceperMenyia-nyiakan teman-teman yang lain karena terlalu menyayangi seseorang.
Sebab mutiara sebiji, lautan dalam diselam orangOrang yang berilmu/berpengetahuan tinggi, walau di mana pun ia tinggal pasti akan dicari orang.
Sebab nila setitik rusak susu sebelangaKarena kejahatan kecil nama baik menjadi tercemar (tidak dipercayai oleh orang lain lagi).
Sebab pijat-pijat tuma matiMendapatkan kesulitan karena berkawan dengan orang jahat.
Sebab pulut santan binasa, sebab mulut badan binasaMusibah/malapetaka/kesulitan yang timbul akibat berbicara yang tidak seharusnya.
Sebab tiada tahu menari dikatakan tanah lembabMengatakan alatnya rusak, padahal karena ia tidak mampu mengerjakannya.
Sebagai ayam diasak malamPerihal seseorang yang tak berdaya.
Sebagai cendawan dibasuhSeseorang yang memilki penyakit keras.
Sebagai duri landakJari-jari yang kecil dan runcing.
Sebagai kunyit dengan dapurMudah bersatu.
Sebagai si bisa mimpi terasa ada terkatakan tidakSeseorang yang tidak dapat/mampu menyampaikan maksud hatinya kepada orang lain.
Sebaik-baiknya tinggal di rantau, baik juga di negeri sendiriBetapa pun makmurnya tinggal di negeri orang, tetap saja lebih baik tinggal di negeri sendiri.
Sebelum ajal berpantang mautTidak akan mati sebelum tiba ajalnya.
Sebelum ajal berpantang-pantang matiHidup dan mati seseorang hanya Tuhan yang dapat menentukan.
Sebelum ajalnya pantang matiTidak akan berhenti sebelum berhasil mencapai tujuan.
Seberapa panjang sarungnya begitulah panjang matanyaPerangai yang baik ataupaun jahat dapat menunjukkan sedikit atau banyaknya ilmu seseorang.
Seberapa tajam parang, masih tajam mulut manusiaSuatu perkataan akan terasa lebih menyakitkan daripada tersayat senjata tajam, karena bekasnya lebih lama sembuh.
Seberat-beratnya beban, laba jangan ditinggalkanBetapa pun beratnya suatu pekerjaan, janganlah ditinggalkan karena suatu saat pasti akan memberikan keuntungan yang besar.
Seberat-beratnya kayu, terapung juga di airBetapa pun besarnya suatu permaslahan/perkara, pasti ada jalan keluarnya.
Sebesar-besarnya bumi dilempar tak kenaPerkara yang tampak/kelihatannya mudah, namun sulit untuk dipecahkan/diselesaikan.
Sebuah lesung, seekor ayam gedangnyaSetiap rapat/musyawarah pasti mempunyai seorang pemimpin (penengah) sebagai pelindung/pelerai dari akibat buruk yang mungkin muncul.
Sebusuk-busuknya daging dikincah dimakan juga, seharum-harumnya tulang dibuangJika anggota keluarga berbuat salah akan dimarahi, tetapi setelah itu pasti diampuni, namun jika orang lain yang berbuat salah pasti tidak akan dimaafkan.
Sebusuk-busuknya telunjuk, telunjuk juga mencolek tahi mataBetapa pun jahatnya keluarga/kerabat, kalau anggota keluarga/kerabat tersebut dihina pasti anggota keluarga yang lain akan menutut balas.
Sebut aku pasti datang, sebut dia penantianSebaiknya gunakan barang yang sudah ada.
Secicip bagai ayam, sedencing bagai besiSuka duka ditanggung bersama; senasib sepenanggungan.
Sedangkan bah kapur tak hanyut, ini pula kemarau panjangMasih memiliki mata pencaharian saja tidak kaya, apalagi jika tidak memiliki mata pencaharian.
Sedangkan cacing diinjak bergerak apalagi manusiaBetapa pun lemahnya orang, bila terus-menerus dihina pasti akan melawan juga akhirnya.
Sedangkan gajah yang besar dan berkaki empat lagi terkadang terserondong dan jatuh tersungkur ke bumiSetiap orang berkuasa ada kalanya akan kehilangan kebesarannya, oleh karena itu sebaiknya janganlah mengagung-agungkan kebesaran yang telah/sedang dimiliki.
Sedangkan pucuk lagi tak merah, konon pula seleranyaDalam keadaan berkecukupan/mampu saja kikir, apalagi jika dalam keadaan miskin.
Sedangkan tupai lagi gawalOrang yang sangat ahli sekalipun pasti juga akan pernah melakukan kesalahan.
Sedap dahulu pahit kemudianBersenang-senang dahulu, lalu akhirnya mendapatkan kesusahan.
Sedap manis jangan ditelan, pahit jangan segera dimuntahkanSebaiknya berpikir dahulu sebelum melakukan sesuatu, agar tidak mendapat kesusahan pada akhirnya.
Sedatar saja lurah dengan bukitTidak membeda-bedakan antara yang kaya dan yang miskin.
Sedekat-dekatnya tepi kain, dekat juga dengan bebatBetapa pun dekatnya hubungan kita dengan orang lain, masih lebih dekat dengan keluarga/kerabat sendiri.
Sedencing bagai besi, seciap bagai ayamMengerjakan sesuatu secara bersama-sama.
Sedepa jalan ke muka, selangkah jalan kedepanBerusaha sesuai dengan kemampuan demi mencapai harapan.
Sedepa tanduk yang datang, sejengkal tanduk yang menanti, payah juga yang datangLebih susah untuk mengadu nasib di negeri orang daripada di negeri sendiri.
Sedia payung sebelum hujanSebaiknya berjaga-jagalah sebelum terjadi sesuatu yang membahayakan.
Sedikit bicara banyak bekerjaLebih baik buktikan dalam hal pekerjaan daripada terlalu banyak berbicara; orang yang mapan dalam melakukan suatu pekerjaan tetapi tidak banyak bicara.
Sedikit hujan, banyak yang basahPerkara kecil yang dapat membuat beberapa pihak saling membenci/dendam.
Sedikit kerja banyak beruntungPerihal orang yang sangat malas.
Seekor cacing menelan nagaOrang lemah yang dapat mengalahkan orang besar; anak bangsawan yang dinikahi oleh orang kebanyakan/rakyat biasa.
Seekor kerbau berkubang, sekandung kena luluknyaSatu orang yang berbuat salah, semuanya ikut tebawa-bawa/dilibatkan.
Seekor kerbau berlumpur semuanya berlaburSatu orang yang berbuat jahat, seluruh anggota keluarga/kerabatnya mendapat malu (namanya tercoreng).
Seekor kerbau membawa lumpur, semua habis terpalitSatu orang yang berbuat jahat, semuanya terkena akibatnya.
Segala yang baik ada cacatnyaDi dunia ini tidak ada yang sempurna, semuanya memiliki kekurangannya masing-masing.
Segan bergalah hanyut serantauSeorang pemimpin yang segan/enggan bertanya, akan menyusahkan seluruh anggota kelompoknya.
Segan berkayuh perahu hanyutHidup haruslah berikhtiar, jika malas bekerja akan berbasib buruk.
Segan berkayuh, hanyut serantauSeorang pemalas hanya akan menjadi beban keluarga/kelompoknya.
Segan bertanya sasat dijalan, segan bergalah hanyut serantauJika tidak tahu mengenai sesuatu hal, sebaiknya ditanyakan selengkapnya agar tidak celaka/mendapat musibah.
Segan menurut rundingan orang lainMerasa segan/enggan untuk mendengarkan nasihat dari orang lain.
Segantang tak akan jadi secupakNasib seseorang tidak akan dapat diubah oleh orang lain.
Segar dipakai, layu dibuangSesuatu yang sangat dihargai hanya pada waktu baik/perlu saja.
Sehabis kelahi teringat silatSetelah persoalan atau pekerjaan selesai, baru teringat cara untuk menyelesaikannya.
Sehabis rabuk, sehabis putaranBegitu pekerjaan selesai, modalnya pun habis.
Sehari sehelai benang, lama-lama jadi sehelai kainPerihal perbuatan orang yang sabar dan tidak putus asa, dari sedikit lama-lama membuahkan hasil.
Sehelai sepinangSemua harta kekayaan hilang karena tertimpa musibah.
Sehembus naik, sehembus turunOrang yang hampir meninggal dunia; mendekati ajalnya.
Seidas bagai benang, sebentuk bagai cincinDua orang yang berjodoh.
Seikat bagai sirih, serumpun bagai seraiSuka duka ditanggung bersama; sehidup sepenanggungan.
Seikat diulas, panjang dikeratJika membagi sesuatu, hendaknya dibagi dengan sama rata.
Seiring bertukar jalan, beria bertukar sebutKedua belah pihak memiliki maksud yang sepaham, tetapi berbeda cara melakukannya.
Seiring bertukar jalan, sekadang tidak sebauPendapat berbeda, tetapi tujuan/maksudnya sama.
Sejahat-jahatnya harimau tak akan memakan anaknya sendiriBetapa pun jahatnya orang tua kandung, mereka tidak akan tega mencelakakan anaknya sendiri.
Sejengkal tak akan jadi sehasta, secupak tak akan jadi sesukatUmur, rezeki, dan jodoh sudah ditentukan oleh Tuhan.
Sekain sebaju, selauk senasiGambaran persahabatan atau ikatan percintaan yang seia sekata serta sehidup sepenanggungan.
Sekali lancing ke ujian, seumur hidup orang tak percayaSekali berbuat jahat, seumur hidup orang tidak akan percaya padanya lagi.
Sekali lancing ke ujian, seumur hidup orang takkan percayaSekali berbuat jahat, seumur hidup orang tidak akan mempercayainya lagi.
Sekali membuka pura, dua tiga utang terbayarSekali bekerja, beberapa maksud/tujuan terselesaikan/tercapai.
Sekali merengkuh dayung, dua, tiga pulau terlampauiMenyelesaikan dua hingga tiga pekerjaan dalam sekali waktu.
Sekam menjadi hampa beratTidak akan dirugikan.
Sekebat bagai sirihKesepakatan dalam musyawarah.
Sekejam-kejamnya harimau ia takkan makan anaknyaBetapa pun kejamnnya orang tua kandung, mereka tidak akan tega untuk mencelakakan anaknya sendiri.
Sekejap bagai pelita akan padamSeorang gadis yang mempunyai wajah yang sangat cantik/rupawan.
Sekeras-kerasnnya batu bila tertimpa hujan akan retak jugaBetapa pun kerasnya pendirian seseorang, bila terus-menerus dipengaruhi pasti akan berubah juga.
Sekerat ular sekerat belutOrang yang bermuka dua.
Sekudung llimbat sekudung lintahKarena sesuatu hal, pendirian seseorang menjadi goyah.
Sekutuk beras basahTidak ada gunanya.
Selama air hilir, selama gagak hitamTetap selama-lamanya; tidak akan berubah.
Selama capung cebokSuatu perkara/permasalahan yang diputuskan/diselesaikan dengan mudah tanpa pertimbangan yang matang.
Selama enggan mengeramSangat lama.
Selama gagak hitam, selama air hilirTetap selama-lamanya; tidak akan berubah.
Selama hayat dikandung badan, budi baik diingat pulaSelama masih hidup, budi baik seseorang akan tetap dikenang dan dihargai.
Selama hayat dikandung badanSelama masih hidup.
Selama hujan akan panasWalaupun selama ini hidup dalam kemelaratan, kelak pasti akan memperoleh kesenangan juga.
Selangkah berpantang surut, setapak berpantang mundurBerani menghadapi apapun.
Selapik seketiduran, sebantal sekalang huluPerihal hubungan suami isteri yang harmonis, sehingga suka duka pun ditanggung bersama.
Selapit seketiduran sebantal sekalang guluPersahabatan yang sangat karib.
Selembab-lembabnya puntung di dapur, ditiup menyala jugaSuatu pekerjaan bila dilakukan dengan sungguh-sungguh pasti akan membuahkan hasil.
Selepas bedil berbunyi, mencebur ikan dalam laut, berkokok ayam dalam hutanSepatah kata pun dapat menggemparkan orang-orang.
Selera bagai taji, tulang bagai kanjiMalas bekerja, tetapi banyak meminta.
Selera bagai taji, tulang bagai sayapOrang yang berpendirian kuat; teguh.
Selera tajam bagai tali, tulang lemah bagai kanjiBanyak meminta, tetapi tidak mau bekerja.
Selimat kain tiga hasta, ditarik ke atas bawah terbuka, ditarik ke bawah atas pula terbukaTidak mencukupi; serba kekurangan.
Selisih berujung kerja berjunjungSetiap pekerjaan besar selalu ada orang yang bertanggung jawab.
Selompat hidup selompat matiMendekati ajal.
Seluas dada tumaTerlalu sempit.
Seludang menolak mayangTelah kelihatan/diketahui isi hatinya.
Seludang menolakkan mayanganMemperlihatkan atau kelihatan kecantikannya.
Seluduk sama bangkok, melompat sama patahSeia sekata.
Semahal-mahal gading, kalau patah tak bergunaBetapa pun seseorang dianggap mulia/besar, sekali saja melakukan kesalahan besar, pasti tidak akan dihormati lagi.
Semak-semak disaingi, rimbun-rimbun ditutuhMemelihara segala sesuatu dengan sebaik-baiknya.
Semalam di bawah nyiur pinang orang, kala di turutHarus menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru.
Semalam di bawah nyiur pinang orang, kata di turutSeseorang yang hampir bisa untuk menyesuaikan dirinya dengan lingkungan yang baru.
Semangat harimauSanggup melakukan pekerjaan dengan resiko besar.
Semanis-manis gula, ada pasir di dalamnyaKata-kata yang manis terkadang memiliki maksud tidak baik yang tersembunyi.
Semanis-manisnya gula ada pasir di dalamnya, sepahit-pahitnya mambu kelatnya menjadi obatKata-kata manis terkadang bisa menipu, sedangkan kata-kata keras/kasar terkadang bisa bermanfaat karena berisi nasihat.
Sembahyang diberi waktu, janji diberi berketikaSegala sesuatu ada masanya.
Sembahyang mencari akal, rusuk mencari kira-kiraBerpura-pura baik, padahal sebenarnya jahat.
Sembelih ayam dengan pisau, sembelih orang denngan kapakMemperlakukan sesuatu sesuai dengan keadaannya.
Sembunyi tuma kepala tersorok, ekor kelihatanBerusaha menyembunyikan kejahatan yang telah diketahui oleh banyak orang.
Sementara suruk ekor habisSelalu ditimpa kemalangan.
Semir tak habis kajang pulaMencari hutang baru, padahal hutang yang lama belum terbayar.
Semut gatal gonggong gunung, bagaimana dunia takkan sunyiMelakukan sesuatu yang aneh/tidak wajar.
Semut terpijak tidak mati, alu bertarung patah tigaKehidupan seorang wanita yang berpendirian teguh.
Sendok berdengar-dengar, nasi habis budi dapatTidak/kurang berhati-hati dalam mengerjakan sesuatu, sehingga akhirnya hanya mendapat malu karena rahasianya terungkap.
Sengsara membawa nikmatOrang yang semula hidupnya menderita, namun kemudian dapat hidup bahagia karena pantang menyerah dalam berusaha.
Senjata makan tuanSesuatu yang ditujukan untuk alasan tertentu, tetapi justru mencelakakan dirinya sendiri.
Seorang budi-budian, seorang tabung seruasDua orang yang sangat berbeda sifatnya.
Seorang dicecak, semuanya merasa pedihJika salah satu anggota keluarga disakiti, dihina, dsb, maka sanak keluarganya juga akan merasa sakit hati.
Seorang ke hilir seorang ke mudikSelalu bertentangan.
Seorang makan nangka, semua kena getahnyaSatu orang yang melakukan kesalahan, tetapi yang lainnya juga ikut terkena imbasnya.
Sepala-pala mandi biarlah basahBila mengerjakan sesuatu, sebaiknya janganlah setengah-setengah (terbengkalai).
Sepandai-pandai bungkus, yang busuk berbau jugaPerbuatan buruk yang selalu dirahasiakan, suatu saat pasti akan ketahuan juga.
Sepandai-pandai mencecang, landasan juga yang akan habisBetapa pun baiknya orang yang menumpang di rumah orang lain, pasti akan merugikan juga dalam hal tertentu terhadap orang yang ditumpanginya.
Sepandai-pandai tupai melompat akhirnya jatuh ke tanah juaBetapa pun pandai atau hebatnya seseorang dalam suatu perkara/permasalahan ataupun pekerjaan, pasti memiliki kelemahan juga (pernah salah juga).
Sepandai-pandai tupai melompat sekali akan gagal jugaBetapa pun pandai atau hebatnya seseorang dalam suatu perkara/permasalahan ataupun pekerjaan, pasti memiliki kelemahan juga (pernah salah juga).
Sepantun elang dengan ayam, lambat laun disambar juaLaki-laki dan perempuan hendaknya tidak bergaul secara bebas, karena pada akhirnya pasti akan menimbulkan suatu permasalahan.
Sepedih-pedihnya mata memandang, pedih juga kulit merasaiBetapa pun pedihnya orang yang melihat penderitaan orang lain, masih lebih pedih lagi orang yang mengalami penderitaan tersebut.
Sepenggalah matahariSaatnya untuk bertindak/bekerja; sudah menginjak dewasa.
Seperti Belanda minta tanah, diberi sehasta minta sedepaPerihal orang yang sangat tamak.
Seperti abu di atas tunggulKedudukan yang tidak kuat.
Seperti air dalam talamKeadaan yang aman dan sentosa.
Seperti air dalam terenangOrang yang sikapnya selalu tenang dalam menghadapi permasalahan.
Seperti alu penumbuk empingPerihal orang yang sombong, kemana pun selalu bertingkah congkak/angkuh dan tidak menyadari kekurangan yang dimilikinya.
Seperti anai-anai makan kayuMengerjakan suatu pekerjaan dengan sangat tekun.
Seperti anak ayam kehilangan induknyaBercerai-derai hingga mengalami kesusahan untuk hidup.
Seperti anak panah lepas dari busurnyaMelaju sangat kencang.
Seperti anjing bertemu pasirBertemu/menjumpai barang kesukaannya.
Seperti api dengan asapPertalian/hubungan yang tidak dapat diputuskan.
Seperti api di dalam sekamPerasaan dendam yang tersembunyi.
Seperti api makan lalang kering, tidak dapat dipadamkanKarena kesalahan orang lain, diri sendiri menjadi korban; suatu permasalahan yang disulut dengan permasalahan lain, hingga tidak dapat diselesaikan.
Seperti aur ditarik sungsangPekerjaan yang sangat sulit untuk diselesaikan.
Seperti ayam beranak itikPerihal orang tua yang berpemikiran kolot/kuno dan memiliki anak yang berpemikiran modern.
Seperti ayam, kais pagi makan pagi, kais petang makan petangOrang yang miskin dan harus bekerja keras siang malam untuk bisa makan.
Seperti badak makan anaknyaOrang tua yang tega mencelakakan anaknya sendiri.
Seperti bangsi buluh perinduSuara yang merdu dan gerakan yang lemah lembut.
Seperti baranak besar, hidung dikeluaniSeseorang yang selalu memamerkan barang yang diperolehnya.
Seperti batang mengkudu, dahulu buah dari bungaPerihal orang yang lekas/cepat marah sebelum mengetahui benar kesalahan orang yang hendak dimarahinya.
Seperti benang putihOrang yang selalu menurut; tidak membantah.
Seperti beras lembab, dijual tak laku, ditanak tak mualSesuatu yang tidak/kurang berharga.
Seperti bergalah di tengah arusMelakukan pekerjaan yang sangat sulit; seseorang yang selalu dirundung kegelisahan.
Seperti bergendang ke Sirukam, perut kenyang emas dapatMemperoleh keuntungan yang tidak terduga.
Seperti berjejak di atas baraGelisah karena ditimpa kesulitan.
Seperti biji saga rambat di atas talamTidak berpendirian tetap; selalu berubah-ubah; goyah.
Seperti buah bemban masakAir mata jatuh bercucuran.
Seperti buku gaharuApabila perlu, diperlihatkan semua keunggulannya/kemampuannya.
Seperti bunyi gong pecahSuara yang tidak enak/bagus didengar.
Seperti bunyi gong tengkurapPerkataan yang tidak jelas, sehingga sulit untuk dimengerti oleh orang yang mendengarkan.
Seperti burung gagak pulang ke benuaSeseorang yang pulang dari perantauan/negeri asing, tetapi keadaannya masih sama seperti sebelum merantau.
Seperti cacing kepanasanTidak tenang; selalu gelisah.
Seperti cecak makan kapurSeseorang yang mengalami kesulitan karena perbuatannya sendiri.
Seperti cembul dengan tutupnyaCocok sekali; benar-benar sesuai.
Seperti cendawan tumbuh di musim hujanBanyak hal yang terjadi.
Seperti daun delima dengan bunganyaHidup yang tidak berguna.
Seperti dedalu api hinggap dipohon kayu, hinggap di batangnya mati, hinggap di ranting, rantingnya patahOrang jahat yang berkawan dengan orang baik, pada akhirnya hanya akan merugikan orang yang baik saja.
Seperti delima merekahBibirnya merah dan bagus.
Seperti denak mencari lawanPerihal orang yang gagah berani.
Seperti durian menunjukkan pangsanyaTingkah laku atau cara bicara seseorang dapat menunjukan baik atau buruk asal-usulnya.
Seperti elang menyongsong anginOrang yang gagah berani.
Seperti emas baru disepuhKecantikan seorang wanita yang luar biasa.
Seperti embacong buruk kulitOrang yang buruk rupa, tetapi berhati baik/mulia.
Seperti embun di daun keladiOrang yang tidak mempunyai pendirian yang tetap; selalu berubah-ubah; goyah.
Seperti gajah masuk kampungOrang besar/berkuasa yang bertindak sewenang-wenang di lingkungan orang yang lemah.
Seperti gajah putih ditambatMerasa susah karena menanggung kesengsaraan orang lain.
Seperti garam dengan asamSangat serasi.
Seperti gerundang kekeringanOrang yang sedang dalam kesulitan dan tidak mendapatkan pertolongan.
Seperti gula dalam mulutPerihal pekerjaan yang sangat mudah, sesuatu yang sudah dikuasai sepenuhnya; seseorang yang sedang menikmati hasil usahanya.
Seperti gunting makan di ujungPelan-pelan, tetapi tepat sasaran.
Seperti harimau kena kucing pekakOrang yang marah, tetapi takut karena bahaya akan datang.
Seperti harimau menunjukkan kukunyaBerusaha menonjolkan diri terhadap orang lain.
Seperti ikan dalam belangaSesuatu yang sudah pasti akan didapatkan.
Seperti ikan kena tubaSudah tidak berdaya.
Seperti ilmu padi, makin tua makin merundukPerihal orang yang pandai, semakin berilmu semakin merendah.
Seperti inai dengan kukuPersahabatan yang sangat erat dan tidak dapat dipisahkan.
Seperti itik mendengar gunturTerkejut karena berita menyedihkan yang datang secara tak terduga.
Seperti jana belum bersuamiPerawan yang sudah ternoda.
Seperti janggut pulang ke daguBerada pada tempatnya.
Seperti kaduk kena air tahiOrang yang tidak lagi berharga di masyarakat, namun terkadang justru dapat berkembang maju.
Seperti kain buruk, dibakar tak berbauPerihal orang yang hidupnya miskin dan menderita.
Seperti kain kasa diatas duriKeadaan perkara yang sudah parah, sehingga sulit untuk diselesaikan.
Seperti kambing dengan harimauOrang lemah/rendahan yang melawan orang kuat/besar.
Seperti kambing dihalau ke airOrang malas yang tidak mau melakukan suatu pekerjaan.
Seperti kambing putus taliLekas/cepat pergi.
Seperti kapak menyelam beliungPerihal orang malas yang menyuruh orang yang lebih malas.
Seperti kapak naik ke pemindanganSesuatu yang tidak pada tepatnya.
Seperti kapal tiga tiangLelaki yang suka main perempuan dan tidak senonoh kelakuannya.
Seperti kapas yang dibusurSangat putih dan bersih.
Seperti kapur di ujung telunjukTidak dapat memberikan pertolongan kepada sanak saudara yang sedang membutuhkan pertolongan.
Seperti katak di bawah tempurungOrang yang berpengetahuan sempit; pemikiran yang picik.
Seperti katak minta hujanMengharapkan sesuatu dengan cara yang tidak sopan.
Seperti kebau berendam, sekandang kena luluknyaSatu orang yang bersalah, namun semuanya yang mendapatkan hukuman.
Seperti kecek ularMembesar-besarkan suatu perkara/permasalahan.
Seperti kelekati masuk api, tiada tahu akan matiPerihal orang yang terlalu berambisi untuk mencapai tujuan, sehingga akhirnya justru rugi dan tujuan tidak tercapai.
Seperti kelekatu masuk apiTidak peduli dengan bahaya yang mengancam.
Seperti kelopak pandanPerihal bentuk tubuh wanita yang sangat indah.
Seperti kepiting tidak tahu bungkuknya, sebagai udang tak tahu bungkuknyaOrang yang tidak tahu akan cacat/kekurangan dirinya, serta tidak sadar akan kebohohannya/tingkah laku buruknya.
Seperti kera dengan monyetSama saja.
Seperti kerbau dicocok hidungnyaSelalu menurut.
Seperti kerbau menanduk anak dengan kapar tanduk tidak dengan ujungMemberikan hukuman kepada seseorang bukan untuk menyakitinya, tetapi untuk memberinya pelajaran.
Seperti kerbau menanduk anak dengan papar bukan dengan tandukMemberikan hukuman kepada seseorang bukan untuk menyakitinya, tetapi untuk memberinya pelajaran.
Seperti keris makan tuanMerugi/sial karena tipu muslihatnya/tingkah laku buruknya sendiri.
Seperti kersik di pulauMendapatkan rezeki yang berlimpah.
Seperti ketiak ular, panjang lanjutTidak dapat ditentukan baik ataupun buruknya.
Seperti kiambang dilepasBerpisah sebentar, namun kemudian berkumpul kembali.
Seperti kijang lepas ke rimbaMerasa senang karena telah pulang dari rantauannya.
Seperti kodok ditimpa kemarauPerihal seseorang yang berkeluh-kesah.
Seperti kodok merindukan bulanMustahil.
Seperti kucing dapat tikusTidak bisa diam.
Seperti kucing dengan tikusTidak pernah akur.
Seperti kucing dibawakan lidiSangat takut.
Seperti kucing terkena balurSeorang lelaki atau perjaka yang malu kepada seorang gadis.
Seperti kuda lepas dari pingitanMerasa gembira setelah terbebas dari kungkungan/pasung.
Seperti kulit badakKeras dan kejam; tidak berperasaan dan tidak tahu malu.
Seperti kumbang dijolokSuatu perkataan yang menusuk hati dan tidak enak untuk didengar.
Seperti laba-laba cinta kepada telurnyaPerihal orang tua yang sangat mengasihi anak kandungnya; saling mencintai.
Seperti lalat mencari puruPerihal orang yang tamak dan tidak tahu malu dalam mencari kekayaan.
Seperti lampu kekurangan minyakSerba kekurangan.
Seperti lebah, mulut bawa madu, pantat bawa penyengatPerihal orang yang bertutur kata manis, tetapi di dalam hatinya ada niat jahat.
Seperti limau masak seluasPaling menonjol di antara saudara-saudaranya/kerabatnya/teman-temannya.
Seperti lipas kudungSelalu sibuk.
Seperti lonjak alu penumbuk padiKesombongan seseorang yang terlihat dari tingkah lakunya.
Seperti manau, seribu kali empat haram tak patahOrang yang teguh pendiriannya; orang yang kuat imannya.
Seperti mayang menolak selundangOrang tua yang melepaskan anaknya karena sudah dewasa.
Seperti mayang teruraiRambut wanita yang bagus sekali.
Seperti melukut di tepi gantangMerasa sedih karena tidak dapat menolong keluarganya.
Seperti melukut di tepi gunung, keluar tidak mengurangi, masuk tidak memenuhiTidak berdaya ketika keluarganya membutuhkan pertolongan.
Seperti memalu ular dengan benih, ular jangan mati, benih jangan rusakHukum yang sangat adil.
Seperti membangkitkan bangkai ularMengungkit-ungkit perkara yang sudah dilupakan, sehingga menimbulkan perselisihan lagi.
Seperti memegang tali layang-layangOrang berkuasa yang dapat berbuat sekehendak hatinya terhadap orang lemah.
Seperti menarik rambut dalam tepung, rambut jangan putus, tepung jangan bergoyangSangat sulit dalam memutuskan sesuatu dan membutuhkan kesabaran serta ketekunan.
Seperti mencari kutu dalam ijukMengerjakan suatu pekerjaan yang sangat susah.
Seperti menegakkan benang basahSia-sia.
Seperti menepung tiada betasPekerjaan yang dilaksanakan tanpa kepandaian/keahlian yang memadai sangat jarang akan berakhir baik/sesuai harapan.
Seperti menggantang anak ayam, masuk dua keluar tigaPerbuatan yang merugikan.
Seperti mentimun dengan durian, menggolek rusak, kena golek binasaPerlawanan yang tidak sebanding, antara orang lemah dengan orang kuat/antara orang bodoh dengan orang pandai.
Seperti menuangkan minyak tanah dalam apiMenambah keruh suasana; menyulut kemarahan orang.
Seperti minyak dengan airTidak bisa bersatu; tidak mau sepaham.
Seperti monyet dipakaikan sutraTidak dapat menghargai sesuatu yang diberikan kepadanya.
Seperti negeri dikalahkan garudaDaerah yang sepi karena ada gangguan.
Seperti ombak darat jolong menurunTercengang/terheran-heran, seperti orang desa masuk ke kota.
Seperti orang mabuk gadungLemah karena kehabisan tenaga.
Seperti orang mati bila tiada orang yang mengangkat bilakah bergerakOrang lemah yang tidak berdaya, jika tidak ada orang yang menolong akan bertambah susah.
Seperti orang mati jika tidak diangkat tidak bergerakOrang miskin/lemah yang membutuhkan pertolongan.
Seperti orang penghisap candu, dengan candu sampai matiKebiasaan buruk sukar untuk ditinggalkan atau dihilangkan.
Seperti padi hampa, makin lama makin mencongakPerihal orang yang bodoh, semakin lama semakin sombong dan semakin besar omongannya.
Seperti paru dengan kepakPerihal dua orang atau kelompok yang semufakat dan saling tolong-menolong.
Seperti pelandak lepas dari jeratTerlepas dari sengsara.
Seperti peluru dua setuanganSesuatu yang memiliki berbagai kesamaan.
Seperti perahu tidak berjuraganSuatu organisasi atau perkumpulan yang tidak memiliki pemimpin.
Seperti pikat kehilangan mataBingung tidak keruan; kehilangan akal sehat.
Seperti pinang pulang ketampyakSesuai benar.
Seperti pinggan dengan mangkuk, salah sedikit hendak berantukPertengkaran suami isteri adalah hal yang biasa/lumrah dalam rumah tangga.
Seperti pinggan putih retak sedikit kelihatanBerhati-hatilah dalam menjaga kehormatan diri, karena bila mendapat cela sedikit saja akan terlihat.
Seperti polong kena semburLari ketakutan.
Seperti pucuk dengan pelepahSama juga.
Seperti pucuk eru, kemana angin yang keras kesana condongnyaSeseorang yang tidak berpendirian teguh dan selalu mencari hal-hal yang menguntungkan baginya.
Seperti puyuh mau yang betina dari yang jantanIsteri yang membanting tulang/bekerja keras sedangkan suaminnya hanya bersenang-senang saja.
Seperti rusa masuk kampungOrang yang yang sangat kagum melihat sesuatu; terheran-heran.
Seperti santan dengan tengguliCocok.
Seperti sebuah biji tersesat dalam rrumputSesuatu yang sangat kecil.
Seperti sembunyi puyuh, kepada tersorok, ekor kelihatanOrang yang memiliki suatu rahasia dan mengira rahasianya tersebut tidak diketahui oleh orang lain, padahal sebenarnya justru semua orang sudah mengetahuinya.
Seperti sendok dengan periuk sentuh-menyentuhAda kalanya terjadi perselisihan dengan sahabat/anggota keluarga.
Seperti si buta baru melihatOrang yang baru mendapatkan kekayaan menjadi sombong.
Seperti si cebot hendak mencapai bulanSuatu keinginan yang tidak mungkin tercapai; mustahil.
Seperti sirin pulang ke gagangnyaKembali pada keadaan aslinya; seperti semula.
Seperti sumpit ditegakkanOlok-olok bagi orang gemuk yang berjalan dengan sangat lambat.
Seperti tabuhan dalam tukilOrang yang berbicara tidak/kurang jelas, seperti bunyi lebah dalam tabung bambu.
Seperti talam dua mukaBermuka dua; mendua.
Seperti tebu, airnya dimakan, ampasnya dibuangPerkataan orang haruslah dipilah, mana yang baik dan mana yang buruk.
Seperti tempayan tertiarapOrang bebal (orang yang lambat dalam menanggapi sesuatu) yang mau mengikuti nasihat.
Seperti tikus jatuh di berasMemperoleh kedudukan yang bagus; memperoleh kekayaan yang melimpah.
Seperti tikus jatuh ke berasTerlalu gembira.
Seperti tikus masuk perangkapSangat gelisah.
Seperti tikus masuk romanKecewa karena keinginannya tidak terpenuhi.
Seperti tudung dengan delamakTidak dapat bercerai lagi.
Seperti tulis di atas airSia-sia menasihati orang jahat, karena tidak akan dapat mengubah tabitatnya.
Seperti tuma, di kain putih, dia putih, di kain hitam, dia hitamOrang yang pandai menempatkan diri dalam pergaulan.
Seperti ular dicubit ekorMudah marah.
Sepuluh batang bertindih, yang bawah juga yang luluhPerkataan yang tidak sesuai dengan kenyataan dan akhirnya membuat orang lain merasa terkucilkan.
Sepuluh kapal datang, anjing pun bercawat ekorPerihal orang yang mempertahankan tradisi dan tidak mau diajak maju/berubah.
Serak tak sudahWanita yang sangat gemuk, sehingga terlihat seperti tidak berpinggang.
Serasa di liang lahatSeseorang yang sedang ditimpa kemalangan yang sangat dalam.
Serba guruh serba putusKarena mengingat sesuatu, pekerjaan yang sedang dilakukan dikerjakan dengan tergesa-gesa tanpa mempergunakan alat sama sekali.
Serigala berbulu dombaOrang jahat yang berpura-pura baik.
Sering bertukar jalan, sering bertukar sebutBeberapa orang yang memiliki tujuan yang sama, namun menggunakan cara yang berbeda.
Serta lalu kucing, tikus tiada berdecit lagiSeseorang yang merasa ketakutan.
Seruas tebu yang berulat, sebatang yang dibuangSeluruh keluarga/kerabat/kelompok menanggung malu akibat perbuatan anggotanya.
Serumpun bagai serai, tentu maungSeia sekata.
Serumpun bagai serasi, seliang bagai tebuSuka duka dihadapi bersama-sama.
Serupa paham perempuanSuka mencampuri urusan orang lain.
Sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tiada gunanyaHendaklah berpikir secara matang sebelum membuat suatu keputusan.
Sesal dahulu yang bertuah, sesal kemudian yang celakaDalam melakukan sesuatu hendaklah dipikirkan dahulu akibatnya agar tidak mendatangkan kesulitan kemudian.
Sesat di ujung jalan, balik ke pangkanlnyaSebelum melakukan sesuatu sebaiknya direncanakan terlebih dahulu agar hal tersebut tidak terus diulang-ulang karena gagal.
Sesat di ujung jalan, lebih baik ke pangkal jalanJika tahu perbuatan yang kita lakukan adalah salah/tidak baik, maka sebaiknya cepat kembali ke jalan yang benar sebelum terlanjur.
Sesipai bagai lidiSehidup semati; seia sekata; senasib sepenanggungan.
Sesiuk kuaran terbang, selayang kuda berlariRumah adat yang panjang dan besar.
Setajam-tajamnya parang, tajam juga mulut orangSuatu perkataan/ucapan bisa lebih menyakitkan dibandingkan senjata tajam.
Setali tiga uangSama saja; tidak ada bedanya.
Setampar seemas, dua tampar seemas, baik ditampar benarJanganlah berbangga atas kelakuan jahat yang sudah dilakukan.
Setapak jangan lalu, setapak jangan surutPendirian yang kuat; kokoh.
Setelah hujan akan panas juaSetiap penderitaan/kesulitan pasti akan berakhir, dan mungkin dengan akhir bahagia.
Setempuh lalu, sebondong surutTetap bersatu; kompak.
Setiap tunas akan tumbuh ke atas dan akar akan tumbuh ke bawahSudah menjadi hukum alam; sesuatu yang sudah wajar.
Setinggi-tingginya melanting, jatuh juga ke tanahBetapa pun jauhnya orang merantau, suatu saat pasti kembali ke kampung halamannya juga.
Setinggi-tingginya terbang bangau, hinggap di bubungan jugaBetapa pun jauhnya orang merantau, suatu saat pasti akan pulang ke negeri asalnya juga.
Setolok bagai gelang, setempa bagai cincinPerihal suami isteri yang sangat sepadan/cocok.
Seukur berbaur, bertopang berceraiSuami yang sedang bertengkar dengan isterinya.
Seumpama telur sesarang dierami induknyaAnak yang maju dan sukses karena mendapatkan bimbingan/didikan dari orang tuanya.
Seumur-umur belum pernah megalamiBelum pernah sekalipun merasakan atau mengalami.
Si bungsu pengindang antahAnak yang tidak dapat dimanjakan, karena hidup miskin.
Sia-sia menjaring anginMengerjakan sesuatu yang mustahil.
Sia-sia utang tumbuhPekerjaan yang dilakukan tanpa kehati-hatian akan mendatangkan bahaya.
Sial bercampur malangBernasib naas; sangat sial.
Siang bagai hari, terang bagai bulanPerihal kasus atau perkara yang sudah jelas.
Siang bernapas, malam berembunSeseorang yang sangat miskin dan tidak mempunyai tempat tinggal.
Siapa berkotek siapa bertelurOrang yang berbuat kesalahan biasanya menjadi orang pertama yang membicarakan kesalahan itu.
Siapa bermakan lada, ialah berasa pedasBarang siapa yang merasa bersalah, pasti akan tersinggung saat dibicarakan.
Siapa cepat boleh dulu, siapa kemudian putih mataYang lebih dulu datang lebih hulu ditolong, sedangkan yang datang belakangan ditolong belakangan juga.
Siapa cepat dia yang dapatBerusaha dengan cepat untuk mendapatkan sesuatu.
Siapa cerdik naik tinggi, siapa calak menang terhitungOrang yang pandai berbicara untuk menutupi kesalahannya dan mampu membuat orang lain percaya bahwa ia benar.
Siapa gatal, dia yang menggarukSiapa yang berbuat maka, dialah yang harus bertanggung jawab; bila mempunyai suatu keinginan untuk diwujudkan, maka harus mau berusaha.
Siapa lama tahan, menangApabila bekerja dengan tekun dan tidak tergesa-gesa, maka lama-kelamaan pekerjaan itu pasti akan selesai juga dengan baik.
Siapa makan cabai dialah yang merasa pedasBarang siapa yang berbuat, maka dialah yang harus bertanggung jawab.
Siapa makan nangka, akan terkena getahnyaSiapa yang berbuat kesalahan, maka dialah yang akan menanggung akibatnya.
Siapa melalah, siapa patahBerani berbuat, maka harus berani juga bertanggung jawab.
Siapa menjala, siapa terjunSiapa yang menginginkan sesuatu, maka dialah yang harus berusaha meraihnya.
Siapa patah, siapa melejangPekerjaan yang dikerjakan dengan tergesa-gesa hasilnya tidak akan bagus.
Siapa pun menjadi raja, tangan ke dahi jugaSiapa pun yang menjadi pemimpin, pasti tetap akan dihormati juga.
Siapa yang gatal, dialah yang menggarukSiapa yang berkehendak, maka dialah yang harus berusaha mewujudkannya.
Siapa yang kena cubit, akan merasa pedihOrang yang bersalah akan merasa tersinggung kalau mendengar sindiran.
Siapa yang makan nangka, dia yang terkena getahnyaSiapa yang bersalah, maka dialah yang harus menerima akibatnya/hukuman.
Siapa yanng berketuk, dia yang bertelurSiapa yang berbuat jahat, maka dialah yang akan menerima akibatnya/hukuman.
Siapakah yang mau menghujankan garamnya?Tidak ada orang yang mau menunjukkan aibnya sendiri.
Sigai dua berseragaiSuatu perkara yang masih tersangkut-paut dengan masalah yang lain.
Silang berpangkal, kerja berjunjungAda pemimpin dalam setiap pekerjaan agar segala sesuatunya dapat berjalan lancar dan dapat dipertanggung jawabkan.
Silap cakap kena radak, hilang jiwa percuma sajaSebaiknya berhati-hati dalam menangani suatu masalah agar tidak menemui kesulitan kemudian atau agar tidak memperkeruh suasana.
Silap mata, pecah kepalaSedikit kesalahan dapat membawa akibat yang besar sekali.
Silih berganti bagai ombak di tepi pantaiHidup bagai roda pedati, kadang di bawah kadang di atas, kadang senang kadang susah.
Sinar ikan dalam air, sudah tahu jantan betinanyaOrang yang bijaksana tahu akan baik buruknya sesuatu.
Singkat diulas, panjang dikeratMenambah sesuatu yang kurang dan mengurangi yang lebih.
Singkat tidak terluas, panjang tidak terkeratKematian seseorang akan tiba bila waktunya sudah tepat.
Singkat untuk tabuh, panjang untuk gendangPerihal sesuatu yang serba tanggung/tidak cukup.
Sirih berlipat datang sendiriMudah mendapatkan keuntungan.
Sirih naik junjungannya naikMendapatkan keuntungan dari berbagai arah.
Sirih naik, junjungan patahBaru saja bahagia atau mendapatkan keuntungan, namun sudah mendapatkan kesusahan lagi.
Sirih pulang ke gagangKembali ke tempat asalnya.
Sisih antah dengan berasPersaingan antara orang kaya dengan orang miskin.
Sudah baik kedudukannya, tidak tempatnyaTidak pantas.
Sudah banyak makan asam garamMempunyai banyak pengetahuan dan pengalaman.
Sudah basah kehujananKemalangan yang datang terus-menerus; tertimpa musibah berkepanjangan/bertubi-tubi.
Sudah bergulung lapik sajaPerihal orang miskin yang berpakaian ala kadarnya saja.
Sudah bertarah berdongkol pulaSetelah perkara yang satu dibereskan/diselesaikan, timbul lagi perkara yang lain.
Sudah bungkuk seperti wauTua renta.
Sudah calit jangan palitTidak perlu (sebaiknya jangan) memperkeruh suasana.
Sudah dapat gading bertuah, tanduk tiada berguna lagiSudah mendapatkan yang lebih baik, yang lama ditinggalkan.
Sudah dianjung dihempaskanSudah diangkat kemudian dihinakan.
Sudah dieban dihela pulaKemalangan yang datang terus-menerus.
Sudah dikecek, dikecong pulaDua kali tertipu.
Sudah diludahkan, dijilat kembaliSeseorang yang menghina orang lain dan kemudian justru memujinya.
Sudah gaharu cendana pula, sudah tahu bertanya pulaOrang yang pura-pura tidak tahu.
Sudah gaharu cendana pulaSudah tahu tetapi masih bertanya akan hal itu.
Sudah genap bilangannyaAjalnya sudah tiba; waktunya sudah tepat.
Sudah jatuh tertimpa tanggaMendapatkan musibah secara beruntun/bertubi-tubi.
Sudah kelihatan belangnyaPerbuatan jahat yang selama ini disembunyikan dan kemudian telah terbongkar atau diketahui oleh orang banyak.
Sudah keluar kering keringatnyaSangat parah penyakitnya.
Sudah kenyang makan kerakSudah banyak pengalaman.
Sudah ketinggalan zamanSudah tidak lagi sesuai dengan zaman sekarang.
Sudah lepas dari bahunyaSudah tidak lagi menjadi beban/tanggung jawabnya.
Sudah lulus maka hendak melantaiPenyesalan merupakan hal yang tidak berguna.
Sudah merasai makna santunSetelah merasakan betapa sakitnya hidup susah, barulah ia berbelas kasihan kepada orang yang tertimpa musibah/sedang dalam kesulitan.
Sudah panas berbaju pulaKesusahan/musibah yang bertumpuk-tumpuk/bertubi-tubi.
Sudah seayun bagai berbuaiSeia sekata; sehidup semati.
Sudah suratan takdirSudah merupakan ketetapan Tuhan.
Sudah tahu akan ragi kainSudah dapat membedakan mana yang benar/baik dan mana yang salah/buruk.
Sudah tahu asam garamnyaSudah diketahui keadaannya.
Sudah tahu di asam garamSudah tau pahitnya kehidupan.
Sudah tahu di kain beragiPerihal kehidupan seseorang yang dulunya miskin/melarat, tetapi sekarang sudah mulai membaik kehidupannya.
Sudah tahu peria pahitMenyesali perbuatannya, padahal ia sudah tahu bahwa yang diperbuat itu kurang baik.
Sudah terantuk, baru tengadah 
Sudah terijuk awakPerihal seseorang yang kecewa karena kekurangan dalam dirinya sudah diketahui orang lain.
Sudah terlalu malam, apa hendak dikata lagiSesuatu yang telah terlanjur mati dan tidak bisa diapa-apakan lagi.
Sudah tidak bersudu oleh angsa, baharu diberikan kepada itikOrang miskin yang mendapatkan sesuatu yang tidak dimiliki oleh orang kaya.
Sudah tujuh janda berduduk, sembilan neranak tiri, tercecah uban di gigiSindiran terhadap orang tua yang menikah/kawin berulang kali.
Sudah uban baru berguamOrang tua yang berperilaku layaknya anak muda.
Sudu-sudu di tepi jalan dipanjat kena durinya, disinggung kena rabasnya, ditakik kena getahnyaOrang yang sangat kuat.
Sukakan gaharu karena baunya, sukakan guru karena ilmunyaMenyukai sesuatu karena ada faedahnya.
Sukar kaji pada orang alim, sukar uang pada orang kayaOrang pandai biasanya baru mau memutuskan persoalan apabila sudah dipertimbangkan dalam-dalam, dan orang kaya baru mau mengeluarkan uang kalau ada untungnya.
Sukat air menjadi batuMustahil/tidak mungkin.
Sukat darah bertimbang dagingBerjuang mati-matian.
Suku tak boleh diajak, malu tak boleh diagihSusah dan senang ditanggung bersama.
Sumbing melalui ratak melampaui garisSeseorang yang memiliki kesalahan yang sangat besar.
Sumbing menitik, patah mengimpalMemperbaiki barang pinjaman yang rusak.
Sumur digali air terbitMendapatkan hasil melebihi dari yang diharapkan.
Sungguh berjanggut tiada berjubahPerihal sesuatu yang tidak sempurna.
Sungguh bersubang tiada berdaraSeseorang yang berpenampilan baik, namun hatinya jahat.
Sungguh pun batang merdeka, ingat pucuk akan terhempasSuatu pekerjaan sebaiknya jangan hanya diharapkan senangnya, tetapi juga kesusahannya, karena sewaktu-waktu itu bisa saja terjadi.
Sungguhpun kawat yang dibentuk, ikan ditebat diagakMelakukan sesuatu dengan maksud tersembunyi.
Sungguhpun lemak santan akhirnya basi juaAnak muda yang rupawan akhirnya akan tua juga.
Supaya tahu akan pedas lada, supaya tahu asin garamBiarlah merasakan sendiri pengalaman/perjuangan hidup.
Surat di atas batuKeputusan yang sudah tidak dapat diubah.
Suruh putih, hitam datangPenantian yang sia-sia; harapan yang berbanding terbalik dengan kenyataan.
Susu di dada tak dapat dielakkanApa yang telah digariskan oleh Tuhan tidak akan dapat ditolak manusia.
Syarak yang mengata, adat yang memaksaSetiap daerah mempunyai adat-istiadat yang berbeda, tetapi pada dasarnya dengan tujuan yang sama.
Syariat palu memalu, hakikat balas membalasJangan melebih-lebihkan sesuatu, hendaknya semua itu dikatakan sesuai dengan apa yang sebenarnya.

Kamus Peribahasa Online Huruf T

Tabir sudah tergantung, tikar sudah terbentangPesta yang sudah siap untuk dimulai.
Tabung seruasOrang yang mampu berkomunikasi dengan baik terhadap siapapun (dengan berbagai macam sifat).
Tahan baji oleh kenidaiLawanlah kejahatan dengan kebaikan. (kenidai = sejenis pohon yang tumbuh di pesisir pantai)
Tahan jerat di tempat gentingSuatu perkara yang sangat besar.
Tahan jerat sorong kepalaIngin mencelakakan orang lain, malah mencelakakan dirinya sendiri.
Tahan-tahan laratMenahan penderitaan hidup dengan segenap tenaga dan pikiran.
Tahu diereng dengan gendengBermain judi dengan mata dadu genap atau ganjil.
Tahu makan tahu simpanDapat menyimpan rahasia dengan baik.
Tajam lidah daripada pedangUcapan seseorang dapat lebih menyakitkan dibandingkan dengan tersayat senjata tajam.
Tajam pisau karena diasahOrang yang rajin belajar dan berusaha akan cepat pandai/ahli.
Tak ada air talang dipancungBerusaha dengan segala cara untuk mencapai maksud/tujuan.
Tak ada beras yang akan ditanakTidak ada kelebihan yang pantas dikemukakan/ditunjukkan.
Tak ada busuk yang tak berbauTidak ada kejahatan/keburukan yang dapat disembunyikan selamanya.
Tak ada dekar yang tak bulusTidak ada orang yang tidak pernah berbuat salah.
Tak ada gading yang tak retakMasing-masing orang mempunyai kekurangannya tersendiri.
Tak ada gunung tinggi yang tak runtuh, tak ada lurah dalam yang tak dapat dituruniSuatu usaha bila disertai dengan kemauan yang kuat, pasti akan berhasil baik.
Tak ada guru pada orang pekak, tak ada kilat pada orang butaOrang bodoh yang tidak tahu arti kiasan dan sidiran.
Tak ada guruh bagi orang pekak, tak ada kilat bagi si butaOrang bodoh yang tidak tahu arti kiasan dan sidiran.
Tak ada kubangan yang tak berkatakSetiap daerah pasti memiliki suatu kelemahan.
Tak ada macan yang makan anaknyaTidak ada orang tua yang tega mencelakakan anak kandungnya.
Tak ada padi beras setangkaiTidak ada sesuatu yang sempurna.
Tak ada pendekar yang tak bulus, tak ada juara yang tak kalahSetiap orang pasti pernah melakukan kesalahan.
Tak ada rotan, akar pun jadiJika tidak ada yang baik, yang kurang baik pun bisa digunakan.
Tak ada tanaman menolak hujanSetiap orang pasti akan memanfaatkan kesempatan yang baik dan menguntungkan bagi dirinya sendiri.
Tak ada terlawan jika buaya menyelam airSebaiknya janganlah mencoba untuk menyaingi orang besar/kaya.
Tak akan lari gunung dikejar, hilang kabut tampaklah diaJanganlah tergesa-gesa dalam mengerjakan sesuatu yang telah pasti.
Tak akan serik luka dimakan tajak, esok lusa kebendang jugaApabila telah mendapatkan suatu keuntungan, maka hendaklah dipertahankan/dijaga dengan baik.
Tak benang batu digilasApabila belum ada sesuatu yang pas/sesuai keinginan untuk dipakai, maka sebaiknya pakailah sesuatu yang ada terlebih dahulu.
Tak beras antak dikisikSegala upaya dilakukan untuk mencapai maksud/tujuan.
Tak berasak lenggang dari ketiakTidak pernah jauh.
Tak berasak lenggang di ketiakTidak ada perubahan sama sekali.
Tak berkain sehelai benangSerba kekurangan/melarat.
Tak berpucuk di atas enauOrang yang menganggap dirinya lebih dibandingkan dengan orang lain.
Tak berudang di balik batu, tak berorang di balik akuSangat sombong.
Tak boleh bertemu romaSelalu berselisih.
Tak boleh tanduk telinga dipulasJanganlah melampiaskan kekalahan terhadap orang-orang terdekat dari lawan.
Tak emas bungkal diasahSegala daya/upaya akan dilakukan asalkan cita-citanya tercapai.
Tak empang peluru di lalangKasih sayang suatu saat bisa berubah menjadi benci.
Tak jauh lenggang dari ketiakTidak jauh dari pokok persoalannya.
Tak jemu-jemu seperti ombak memecahBerupaya sekuat tenaga untuk mewujudkan keinginan.
Tak kaya oleh emas pembawa, tak gadis oleh kain bersalangDalam mencapai kejayaan jangan sepenuhnya bergantung kepada orang lain, hendaknya berikhtiar sendiri.
Tak kayu jejang dikeping, tak emas bungkal diasahDalam keadaan terpaksa, benda yang tidak dapat digunakan/sudah dalam keadaan tidak bagus akan menjadi berguna.
Tak kenal maka tak sayangPerangai seseorang tidak akan dapat diketahui bila belum kenal dekat.
Tak keruh laut oleh ikan, tak runtuh gunung oleh kabutSuatu daerah walaupun beraneka ragam pahamnya, tetapi adatnya tidak akan berubah.
Tak kuning oleh kunyit, tak putih oleh kapurSeseorang yang sudah kaya sejak awalnya, bukan (kekayaannya) berasal dari negeri yang dikunjunginya; orang yang teguh.
Tak lain dandang di air, di gurun ditanjakkanBerusaha untuk menyampaikan maksudnya.
Tak lapuk oleh hujan, tak lekang oleh panasTetap pada pendirian semula; suatu keadaan yang tidak pernah berubah/tetap.
Tak lari gunung dikejarMelaksanakan suatu pekerjaan tidak perlu dengan tergesa-gesa.
Tak lekang di bibirSeseorang yang selalu disanjung/dipuji oleh orang lain.
Tak lekang oleh panas, tak lapuk oleh hujanAturan yang tidak dapat diubah.
Tak mau koyak kulit, koyak kain mau jugaBersedia mengorbankan harta benda asalkan selamat dari bahaya.
Tak mengenal pasang surutTidak pernah berputus asa dalam berusaha/selalu berikhtiar.
Tak menghangat mendinginTidak menghiraukan/tidak peduli.
Tak pernah masuk gelanggang bergoyangOrang kampung/desa yang masuk ke rumah orang ternama/besar.
Tak putus dirundung malangTiada henti-hentinya mendapatkan musibah.
Tak sama getah daun dengan getah batangWatak dan tabiat masing-masing orang berbeda, walaupun berasal dari satu keluarga.
Tak sungguh getah daun, yang sebenarnya getah batang jugaSejahat-jahatnya saudara kandung, masih lebih baik dibandingkan orang lain yang jahat.
Tak tahu di bongkok tidurPerihal seseorang yang tdak menyadari akan kekurangan dirinya.
Tak tahu ujung pangkalnyaTidak tahu-menahu mengenai sesuatu hal.
Tak tentu hilir mudiknyaTidak tentu asal-usulnya.
Tak tentu hilirnyaTidak tentu maksudnya; simpang-siur.
Tak tentu kepala ekornyaPermasalahan yang tidak diketahui penyebabnya.
Tak termakan oleh anjing kata-katanyaKata-kata yang kurang baik/menyakitkan dan kasar.
Tak timbuh tak melata, tak sungguh orang dikataBila tidak berbuat jahat, pasti tidak akan ada orang yang mengetahuinya.
Tak usah bimbang, gula dalam mulut, tinggal telan sajaJangan ragu-ragu, sesuatu yang ditakdirkan menjadi milik kita tidak akan berpindah tangan begitu saja.
Tak usah diajar anak buaya berenang, ia sudah pandai jugaJangan mengajarkan/memberitahukan sesuatu kepada orang yang sudah memahaminya.
Tak usah diajar itik berenangTidak ada gunanya menasihati/mengajari orang yang lebih pandai.
Takaran sudah hampir punuhSudah sangat tua/renta.
Takkan ada katak beranak ularSeseorang yang berjiwa pengecut selamanya tidak akan menjadi pemberani.
Takkan dua kali orang tua kehilangan tongkatKegagalan yang sama tidak akan sampai dilakukan dua kali jika sudah dipelajari kegagalan yang terdahulu.
Takkan pasang selalu di mana surut senantiasaKeadaan yang tidak tetap (terutama terkait dengan jabatan dan kekayaan seseorang).
Takkan pisang berbuah dua kaliSebodoh-bodohnya manusia tidak akan sampai tertipu dua kali jika dia sudah mempelajari kesalahannya yang terdahulu.
Takut akan bayang-bayang sendiriTakut akan kelemahan atau perbuatannya sendiri.
Takut akan kutu dibuang kainTakut akan bahaya yang kecil, lalu membuang keuntungan yang besar yang mungkin diperoleh.
Takut akan lumpur, lari keduriIngin berbuat kebajikan, tetapi malah dianggap melakukan kesalahan/perbuatan jahat.
Takut dihantu, terpeluk di bangkaiMendapatkan musibah baru setelah menghindari sesuatu yang sebenarnya tidak perlu ditakutkan.
Takut dilanggar batang, jangan duduk di kepala pulauJangan melakukan hal yang sulit bila tidak mau menanggung resikonya.
Takut hantu, terpeluk bangkaiMenghindari bahaya yang kecil, tetapi justru mendapatkan bahaya yang lebih besar.
Takut kepada ular terkejut kepada bengkarungMerasa takut pada orang yang berkuasa beserta keluarganya.
Takut titik lalu tumpahTakut kehilangan sedikit, justru kehilangan banyak.
Takutkan tuma, dibuang kainTakut akan sesuatu hal yang kecil, lalu membuang keuntungan besar yang mungkin diperoleh.
Tali busur tidak selamanya dapat direnggangTidak ada seorang pun yang mampu bekerja terus-menerus/tanpa henti.
Tali di dalam bungkusan, digerek tikus apa gunanyaSeorang anak perempuan atau gadis pingitan yang melakukan suatu kesalahan secara diam-diam.
Tali jangan diputus, kaitan jangan diserkahMemutuskan perkara dengan seadil-adilnya.
Tali jangan diputus, pengait tinggal di atasDalam memutuskan suatu perkara hendaknya dilakukan dengan adil dan jangan sampai berat sebelah/memberatkan salah satu pihak.
Tali terentang tidak putus, sangkutan tergantung tidak rekahPertalian/hubungan keluarga yang tidak putus karena pernikahan beda bangsa.
Tamak hilang malu, loba dapat kebiasaanOrang yang serakah dan telah menjadi kebiasaan.
Tambah air tambah saguJika tugas/pekerjaan kita bertambah, maka penghasilan pun akan bertambah.
Tampak benar lurah tak berbatu, ijuk tak bersagarOrang miskin yang sering mendapatkan penghinaan dari orang lain.
Tampak jalan tempat lalu, lupa batu akan menarungOrang miskin yang celaka karena mendapatkan keuntungan dan sempat memanfaatkan keuntungan itu.
Tampak ranggas tak akan melentingKetahuan tidak dapat melakukan apa-apa karena bodoh atau penakut.
Tampan sudah langgam terbawaSempurna, tidak ada cela.
Tampuknya masih bergetahPendapatannya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Tanah lembah kandungan air, kayu bengkok titian keraSetiap sebab yang ada mendatangkan sebab yang lain.
Tanah tumpah darahkuTempat kelahiran.
Tanam cempedak tumbuh nangkaMemperoleh sesuatu lebih dari yang diharapkan.
Tanam ilalang tak akan tumbuh padiPerbuatan jahat tidak akan mendapatkan hasil yang baik karena suatu saat pasti akan mendapatkan balasan yang setimpal dengan perbuatannya.
Tanduk di kepala takkan dapat digelengkanTidak dapat menghindari kewajiban.
Tangan kanan jangan percaya akan tangan kiriJangan terlalu percaya kepada sahabat karena sewaktu-waktu dia mungkin juga mencelakakan kita.
Tangan mencencang bahu memikulSiapa yang bersalah, maka dia harus berani menerima akibat/hukumannya.
Tangan singkat hendak mengulurIngin menolong tetapi tidak berdaya.
Tangan yang celaka, kerja jatuhMendapatkan kerugian karena keluarga/kerabat berbuat buruk.
Tangguk rapat, keruntung bubusSuami isteri yang tidak sesuai/cocok sifatnya.
Tarik puntung padamlah baraPerihal seseorang yang berbuat sesuka hatinya karena tidak ada yang membahayakan.
Taruh beras dalam padiMenyimpan rahasia dengan sangat baik.
Tebal kulit mukaTidak berperasaan.
Tebu setuntung masuk geraham gajahPemberian yang sedikit kepada orang kaya sudah barang tentu tidak akan terasa baginya.
Teduhkan di bawah betungMendapatkan pertolongan yang tidak mencukupi.
Tegak berpaling, duduk berkisarBerubah dari apa yang telah dikatakan atau dijanjikan.
Tegak meninjau jarak, duduk meraut ranjauPerihal orang yang rajin.
Tegak pada yang datarTeguh memegang kebenaran.
Tegak seperti alifMemiliki pendirian yang kuat, sehingga tidak mudah untuk terpengaruh oleh pendapat orang lain.
Tegak tapak bayang-bayangTepat tengah hari.
Tegang dinanti kendur, keras dinanti lunakDalam menyelesaikan pertikaian hendaklah dinantikan ketika kedua belah pihak reda kemarahannya.
Telaga di bawah gunungIsteri yang mampu memberikan kebahagiaan pada suaminya.
Telaga mencari timbaGadis yang sedang mencari jodoh.
Telah baris berpahat, telah jalan yang tertuturPekerjaan yang dilakukan sesuai dengan adat yang berlaku.
Telah busuk makan pedaMelakukan sesuatu yang sudah terlambat.
Telah dapat gading bertua, terbuang tanduk kerbau matiKarena mendapatkan sesuatu yang baru, yang lama diabaikan/ditinggalkan.
Telah karam maka ditimbaMemberikan pertolongan kepada seseorang yang sudah tidak dapat ditolong.
Telah mati yang bergadingKematian dari orang yang berkuasa dan dihormati.
Telah mendapat gading bertuah, terbuang tanduk kerbau matiKarena mendapatkan sesuatu yang baru, yang lama diabaikan/ditinggalkan.
Telah menjadi darah dagingSudah menjadi kebiasaan.
Telah meraba-raba tepi kainMenderita sakit parah.
Telah panas hari, lupa kacang akan kulitnyaSeseorang yang lupa akan asal-usulnya atau jati dirinya.
Telah penuh sebagai sukatTelah habis kesabarannya.
Telentang sama diminum airnya, telungkup sama termakan tanahBersama-sama dalam menjalani kehidupan.
Telentang sama menadah embun, tertiarap sama memakan pasirSehidup semati; senasib sepenanggungan.
Telinga rabit dipasang gelang, kaki untuk dipakaikan gelang, jari kudung dimasukan gelangMemuliakan orang yang tidak patut untuk dimuliakan.
Telunjuk lurus, kelingking berkaitPerihal orang yang munafik, secara lahiriah tampak bersikap baik namun sebenarnya tidak dapat dipercaya.
Telunjuk mencolok mataOrang kepercayaan yang merusak sesuatu yang dipercayakan padanya.
Telur dua sebandung, pecah satu pecah keduaSehidup semati; seia sekata; senasib sepenanggungan.
Tempat makan jangan diberakiJangan melakukan perbuatan buruk kepada orang yang telah memberikan kebaikan kepada kita.
Tempayan tertiarap di airTidak mau mendengarkan nasihat.
Tepuk berbalas, alang berjawatPerbuatan jahat dibalas dengan kejahatan, sedangkan perbuatan baik dibalas dengan kebaikan.
Tepuk dada tanya seleraPertimbangkan segala sesuatu sebelum melakukan suatu pekerjaan.
Tepuk perut tanya seleraSebaiknya bertanya dahulu kepada orang yang sudah berpengalaman sebelum mengerjakan sesuatu.
Tepuk sebelah tangan tidak akan berbunyiPerasaan cinta atau sayang yang hanya datang dari salah satu pihak.
Teracak bagai lembing tergadaiPerihal orang yang merasa tertegun karena melihat sesuatu yang belum pernah dilihat sebelumnya.
Teralang-alang bagaikan sampah di mataCemoohan/hinaan yang tidak dapat dilupakan.
Terang kabut tenanglah hariSudah merasa tenang kembali setelah kesusahannya berlalu.
Terang kabut, teduhlah hujanSudah merasa tenang kembali setelah kesusahannya berlalu.
Terapung sama hanyut, terendam sama basahSehidup semati; seia sekata; senasib sepenanggungan.
Terapung tak hanyut, tenggelam tak basahPerkara yang tidak pernah berakhir.
Teras terhujam gubal melayang, bertingting bertampi beras, gubal melayang teras tinggalKeturunan bangsawan yang tetap dihormati sekalipun miskin.
Terbakar kampung kelihatan asap, terbakar hati siapa tahu 
Terbang bertumpu, hinggap mencekamHidup di negeri orang dan mencari kerabat.
Terbangkit batang terendamTerangkat kembali nama-nama yang terlupakan.
Terbulang ayam betinaSeseorang yang disangka pemberani, padahal sebenarnya penakut.
Tercacak bagai lembing tergadaiSangat terkesima/tertegun.
Tercencang puar, tergerak andilauSeseorang yang tidak disukai dan mengakibatkan salah satu anggota keluarganya merasa sakit hati.
Tercoreng arang di mukaMendapat malu.
Terdorong gajah karena besarnyaMelakukan perbuatan kurang baik dengan memanfaatkan kekuasaan.
Terendam sama basah, terampai sama keringSuka duka dialami bersama.
Tergali pada bejana emasTertarik pada keuntungan besar.
Tergeser karena miang, terlanggar karena rebasOrang besar/berkuasa yang tidak mau disalahkan oleh orang kecil/rendahan.
Tergolek pada yang indahMendapatkan musibah dari perkara kecil.
Terhengit-hengit bagaikan rumput di tengah jalan, mati segan hidup tak hendakPerihal orang yang hidup susah/melarat.
Terkalang di mata, terasa di hatiTidak mampu mengucapkan kata-kata yang dapat dikenang di hati.
Terkatung-katung bagai biduk patah kemudiOrang yang sedang membutuhkan pertolongan namun tidak ada seorang pun yang mampu menolongnya.
Terkena luluk kandang keringMendapatkan bencana/kesulitan pada peristiwa yang tidak ada sangkut-pautnya dengan dirinya.
Terkena pada ikan bersorak, terkena pada batang masamOrang yang merasa bahagia karena bertemu ddengan seorang teman yang telah memberikan pekerjaan pada dirinya.
Terkilat ikan dalam air, tahu jantan atau betinaOrang yang bijaksana tahu akan baik dan buruknya sesuatu.
Terkilat-kilat bagai katak disemburiMerasa sangat heran/tertegun hingga tidak bisa berbuat apa-apa.
Terlalu panggan jadi hangusTerlalu menyanjung/membanggakan diri dan akhirnya jatuh juga.
Terlalu panggang hangusSetiap orang memiliki kekurangan, maka janganlah menyombongkan/membanggakan diri.
Terlalu tinggi jatuh, terlalu panjang patahOrang yang terlalu meninggikan/menyanjung dirinya pada akhirnya akan jatuh juga.
Terlampau cepat jadi lambatPekerjaan yang dikerjakan dengan tergesa-gesa pada akhirnya hanya akan memperlambat penyelesaiannya, karena terlalu banyak hal penting yang tidak diperhatikan.
Terlampau dikandang, mentahSesuatu yang dilebih-lebihkan justru akhirnya akan manjadi tidak berharga.
Terlampau lurus kurus, terlampau cerdik terkedikOrang yang jujur sering kali dikelabuhi orang, begitu juga dengan orang cerdik yang sering kali diperdaya orang.
Terlangsung perahu boleh balik, terlangsung cakap tak dapat balikHendaklah berhati-hati sebelum mengucapkan suatu perkataan, karena jika sudah terlanjur menyinggung perasaan orang lain, tidak akan dapat ditarik kembali.
Terlayang-layang bagai bulu berisi tanahSangat tidak berdaya.
Terlentang sama makan abu, tengkurap sama makan tanahKesetiaan dalam persahabatan atau percintaan serta ikhlas dalam menjalani hidup (baik suka maupun duka).
Terlihat ikan dalam air, tahu jantan atau betinanyaOrang yang bijaksana tahu akan baik dan buruknya sesuatu.
Terlindung oleh sanggulIsteri yang lebih berkuasa dibandingkan suaminya.
Terloncat-loncat bagai ulat pinangSangat gelisah.
Termakan cirit berendangSuami yang takut pada isterinya.
Termakan hati pukangPerihal seseorang yang sangat pemalu, sehingga tidak mau bertatap muka dengan orang lain.
Ternak gembala, parak berpagarSebaiknya jaga dan pelihara harta dengan baik agar selamat.
Terpanggang bagai kodok dalam lubangPerihal orang miskin yang mendapatkan kesulitan.
Terpanjat di hutan dadapTerperangkap dalam bahaya besar.
Terpaut bertali, teerlambang berlantakAdat istiadat yang sudah mendarah daging di masyarakat.
Terpecak peluh di mukaSangat malu.
Terpelanting memilihi, tersesak malampungkanSeorang ayah/suami haruslah menjaga keselamatan anak, isteri, dan hartanya.
Terpijak bayang-bayangTengah hari.
Terpijak benang arang, hitam tapakBerbuat jahat, maka jahat pulalah balasannya.
Terpijak di tanah kapur putih tapak, terpijak di tanah hitam arang hitam tapakPerbuatan yang baik dibalas baik, sedangkan perbuatan yang jahat dibalas jahat.
Tersaukkan ikan suka, tersakkan batang masamJika mendapatkan keuntungan, bersenang-senang, sedangkan jika mendapatkan kerugian, sedihnya bukan kepalang.
Tersendeng-sendeng bagai sepat di bawah mengkuangOrang kecil/rendahan yang ingin mendekati orang besar/berkuasa, tetapi malu.
Tersesak bagai undang kepada yang runcing, tak dapat bertenggang lagiOrang yang sudah tidak berdaya.
Tersesak padang ke tebingOrang yang sudah kehabisan akal dalam menghadapi suatu perkara.
Tersesat padang ke rimbaSudah tidak bisa berikhtiar lagi.
Tersinggung lebih bagai kenaOrang yang cepat marah.
Tersingit-singit bagai katung di bawah rabaOrang kecil yang selalu bersikap merendah bila berhadapan dengan orang besar/berkuasa.
Tersuruh kepada orang yang akan pergi, terimbau pada orang yang aka datangSeseorang yang memerintahkan orang lain untuk melakukan sesuatu yang sangat diharapkannya.
Tertanam di biji hampaJika salah langkah dalam usaha, maka tujuan tidak akan tercapai.
Tertangguk pada ikan dikeruntungkan, terangguk pada ular dikeruntungkan jugaKeputusan yang sudah pasti (tidak dapat diganggu-gugat) harus diterima.
Tertangkap di air kalangBerhadapan dengan orang besar/terhormat.
Tertangkap kainOrang yang telah berbuat zina dan akhirnya tertangkap basah (rahasianya terbongkar).
Tertangkap sama termakan tanah, terlentang sama terminum airBersama-sama dalam suka maupun duka.
Tertarung kaki boleh diinai, tertarung hati susah diobatiHati yang terluka (perihal perasaan yang tersinggung/tersakiti) sulit untuk diobati.
Tertimbun dikais, terbenam di selamSesuatu yang tersembunyi dan diteliti dengan seksama.
Tertumbuk biduk dibelokkan, tertumbuk kala dipikiriPantang menyerah; tidak berputus asa.
Tertumbuk biduk dikelokkan, tertumbuk hati dikelokkanOrang yang sedang berusaha mencari pekerjaan dengan melakukan berbagai macam cara untuk mendapatkan hasil yang memuaskan.
Tertumbuk biduk dikelolakkan, tertumbuk kata dipikiriBila mendapatkan kesulitan sebaiknya dicarikan jalan keluar yang baik, sehingga dapat terlepas dari kesulitan tersebut.
Tertumpang di biduk tirisMenyerahkan dirinya pada orang yang miskin.
Tiada air sungai mengalir ke huluAnak tidak akan membalas pengorbanan orang tuanya.
Tiada akan licin katak puru walaupun berhujan sekalipunOrang yang buruk rupa, meskipun berpakaian mahal tetap saja terlihat buruk.
Tiada angin bertiup masakan daun kan bergoyang?Yang berguna tetap disimpan baik-baik, sedangkan yang tidak berguna dibuang.
Tiada beban batu digalasMencari kesulitan.
Tiada berpucuk di atas enauOrang yang mengira/merasa dirinya adalah yang paling hebat.
Tiada berudang di balik batuSangat sombong.
Tiada biduk karam sebelahApabila salah satu anggota kelurga menderita, maka seluruh anggota keluarganya akan merasakan penderitaan tersebut.
Tiada buruk yang tak elokJangan menyebarkan rahasia teman/sahabat sendiri.
Tiada dibawa orang sehilir semuaraOrang yang sudah tidak berguna lagi di masyarakat.
Tiada dibawa orang sehilir semudikOrang yang disisihkan dalam pergaulan.
Tiada disangka akan karam, ombak yang kecil diabaikanTerlalu meremehkan masalah yang kecil, padahal sebenarnya masalah tersebut dapat mendatangkan kesulitan yang besar.
Tiada ilmu suluh padamTanpa ilmu pengetahuan yang cukup, orang menjadi mudah sesat atau terperosok pada hal-hal yang merugikan.
Tiada kayu janjang dikepingSesuatu hal yang tidak dapat ditangguhkan.
Tiada kekal bunga di karangTidak ada kemewahan dan kemuliaan yang abadi.
Tiada kubang yang tiada berkodokTidak ada negeri yang tidak memiliki keburukan/kekurangan.
Tiada lepas dari bibirSuatu pekerjaan yang masih dalam tahap perencanaan (belum dikerjakan sama sekali).
Tiada mengetahui hulu hilirnyaTidak mengetahui ujung pangkalnya.
Tiada ragam kunyit, resan seraiDua orang yang memiliki kesamaan dalam suatu hal.
Tiada rotan akar pun jadiSesuatu yang kurang pantas pun bisa digunakan jika sesuatu yang lebih bagus/baik tidak tersedia.
Tiada terbawa sekam segatangSudah tidak mempunyai kekuatan lagi; sudah rapuh.
Tiada terbungkam tahi mata dengan empu jariAib sanak saudara kita tentu kita juga yang akan memikulnya.
Tiada terempang peluru oleh ilalangKehendak orang yang berkuasa tidak akan dapat ditahan oleh orang yang lemah.
Tiada umpat yang membunuh, tiada sanjung yang mengenyangJanganlah lekas marah bila dicaci maki dan janganlah terlalu senang bila dipuji.
Tiang pandak hendak menyamai tiang panjangIngin meniru gaya/tingkah laku orang kaya, dan akhirnya menderita sendiri.
Tiap gila tiap berkongkong, tiap mandi tiap bergosokBila melakukan suatu pekerjaan, suatu saat pasti akan mendapatkan imbalannya.
Tiap-tiap celaka pasti ada gunanyaSetiap musibah pasti ada hikmahnya.
Tiba di mata dipejamkan, tiba di perut dikempiskanBerat sebelah; tidak adil.
Tiba di perut dikempiskan, tiba di mata dipincingkan, tiba di dada dibusungkanBerat sebelah; tidak adil; pilih kasih.
Tidak ada kusut yang sehelai, tak ada keruh yang tak jernihJika terjadi masalah, haruslah dapat diselesaikan dengan seadil-adilnya.
Tidak ada kusut yang tak selesaiTidak ada persoalan yang tidak dapat diselesaikan.
Tidak ada lalat langauTidak ada orang satu pun.
Tidak ada orang yang menggaruk keluar badanOrang yang berpihak pada keluarganya jika terjadi perselisihan.
Tidak ada pendekar yang tak bulus, tak ada juara yang tak kalahOrang yang pandai sekalipun pasti pernah dan akan melakukan kesalahan.
Tidak ada ribut masakan daun tak bergoyang?Setiap perkara pasti ada penyebabnya.
Tidak alang kepalang tanggungTidak tanggung-tanggung.
Tidak berasak tunas dari tunggalKedudukan yang turun-temurun dalam keluarga.
Tidak berdaging lagiSudah tidak memiliki harta.
Tidak beringsut dari bibirSesuatu yang selalu disebut-sebut karena terus-menerus diingat.
Tidak berisi lagi, tinggal koyakanSudah tidak berdaya dan hanya bisa menunggu kehancuran.
Tidak bernasi di balik kerakOrang yang suka memamerkan harta kekayaan milik orang tuanya.
Tidak bisa dipegang ekornyaTidak dapat dipercaya.
Tidak dapat menaruh mukaTidak berani bertemu dengan orang lain karena malu.
Tidak dibawa orang makan sejambarOrang yang dikucilkan karena keadaan atau perbuatannya.
Tidak dihambat akar, tidak dihambat dahanMelakukan pekerjaan yang tidak terdapat rintangan sama sekali (atau hanya terdapat rintangan yang sangat mudah untuk dihadapi), sehingga pekerjaan tersebut berjalan dengan lancar hingga selesai.
Tidak laku diikatSesuatu yang tidak berharga.
Tidak mudah membuat kanji, kurang haru cirit-kambinganBerhati-hatilah dalam mengurus/melakukan sesuatu, karena bila kurang cermat, urusan/pekerjaan tersebut bisa menjadi berantakan.
Tidak tahu alifTidak bisa membaca dan menulis; buta huruf.
Tidak tahu dikeluani orangTidak sadar jika dirinya sedang atau telah diperalat oleh orang lain.
Tidak tampak batang hidungnyaTidak muncul; tidak kelihatan.
Tidak tanahnya akan menjadi padiBukan karena fisiknya, sesorang itu dianggap baik.
Tidak terindang dedak basahSuatu permasalahan yang sangat sulit untuk dipecahkan/diselesaikan.
Tidak terindang dedak berbiak lagiOrang yang tidak memiliki kemampuan dan sudah tidak berdaya lagi.
Tidak terkayuhkan lagi biduk hilirTidak mempunyai daya/upaya lagi.
Tidak termakan peluruKebal terhadap senjata api.
Tidak usak kerbau oleh penyembelihnyaBila memiliki kelebihan harta, hendaknya selalu berderma.
Tidaklah gajah dapat ke tangan manusiaTidak ada sesuatu yang mustahil, jika mau dan berani usaha.
Tidaklah gajah yang besar diam di hutan itu ke tangan manusiaJanganlah membesar-besarkan kekayaan orang lain, karena suatu saat kekayaan itu akan lenyap juga.
Tidur bertilam air mataSangat sedih karena merindukan kekasih.
Tidur bertilam pasirTidur di mana saja karena tidak memiliki tempat tinggal.
Tidur diatas miangTidak tenang; gelisah.
Tidur orang alim lebih baik daripada puasa orang jahatNasihat orang yang bijaksana lebih baik dari pada pemberian harta dari orang yang berperangai buruk.
Tidur tak nyenyak, makan tak kenyangSangat gelisah; banyak yang dipikirkan.
Tikar emas bantal suasa sama dengan berbantalkan lenganRumah mewah tetapi bukan milik sendiri tidak akan terasa lebih baik/nyaman daripada rumah jelek tetapi milik sendiri.
Tikus jatuh ke dalam gudang berasMendapatkan keuntungan tanpa memberikan kabar (tanpa diketahui oleh orang lain).
Timbangan berat sebelahKeputusan yang tidak adil.
Tinggal di tabung diuntungkan, tinggal di aweh dikiraikanSegala sesuatu telah diberikan sepenuhnya.
Tinggal jangat pembalut tulangSangat kurus.
Tinggal kelopak salakSeseorang yang menghabiskan kekayaannya, sehingga jatuh miskin.
Tinggal kulit pembalut tulangSangat kurus.
Tinggal nadiSedang sakit parah.
Tinggal sehelai pinggangPerihal sesorang yang keadaannya sangat menderita dan melarat.
Tinggal tulang dengan kulitKurus kering.
Tinggi banir tempat berlindungOrang yang berkedudukan tinggi dan dijadikan sebagai pengayom.
Tinggi di laga, rendah geleparnyaTerlalu sombong, tetapi sebenarnya tidak seperti apa yang dikatakan.
Tinggi dianjang besar dilambukKebesaran sesorang karena dimuliakan oleh anak buahnya.
Tinggi dianjung, besar dipupukSeseorang yang menganggap dirinya sangat mulia.
Tinggi gelapur, rendah lagaBanyak bicara, tetapi tidak ada buktinya (tidak tahu yang sebenarnya).
Tinggi kayu ara dilangkahi, rendah bilang-bilang diseludukiMelakukan sesuatu hendaknya sesuai dengan aturan dan kebiasaan yang berlaku, meskipun hal tersebut terlihat aneh.
Tinggi kayu ara dilompati, rendah bilang-bilang disyukuriCara panggilan dalam suatu kelompok/kaum yang disebabkan oleh perkawinan.
Tinggi tampak jauh, yang dekat julung bersuaPemimpin yang bertanggung jawab.
Tinggi terbawa oleh ruasnyaSeorang pemalas yang masih bodoh, meskipun sudah besar/dewasa.
Titah dijunjung, perintah dijalankanMenuruti perintah pemimpin.
Titian biasa lapuk, janji bisa mungkirJanji tidak selamanya bisa ditepati.
Tohok lembing ke semakPerbuatan yang sia-sia.
Tohok raja tidak dapat diledakkanSangat sulit untuk menolak perintah dari orang yang berkuasa.
Tohok tunggang ke baruhMudah mencelakakan orang yang di bawah perintahnya.
Tolak tangga berayun kaki, peluk tubuh mengajar diriMenyia-nyiakan kehidupan yang menyenangkan.
Tong kosong nyaring bunyinyaOrang yang banyak bicara, tetapi malas bekerja dan kurang berpengetahuan.
Tong penuh trak berguncang, tong setengah berguncangOrang yang pandai berdiam diri, sedangkan orang yang bodoh banyak bicara.
Tongkat hati hubungan nyawaSeorang ibu yang sangat mengasihi anaknya.
Tongkat membawa rebahMendapat kesulitan karena teman sendiri.
Tua-tua keladi, semakin tua semakin jadiOrang tua yang tidak tahu diri dan bertingkah laku seperti anak muda.
Tua-tua kelapa, makin tua banyak santannyaOrang pandai yang semakin tua semakin banyak pengalaman dan pengetahuannya.
Tuah anjing celaka kudaMenggembirakan bagi orang lain, belum tentu menggembirakan juga bagi kita.
Tuah ayam boleh dillihat, tuah manusia siapa tahuTidak ada seorang pun yang dapat menentukan nasib orang lain.
Tuah melambung tinggi, celaka menimpa badanSelalu mendapatkan kemalangan.
Tuah sebesar bukit, celaka sebesar gunungMemiliki kepandaian, tetapi tidak bekerja, sehingga susah juga kehidupannya.
Tuak terbeli, tunjang hilang 
Tuba habis ikan tak dapatPekerjaan yang sia-sia (tidak mendatangkan untung ataupun rugi).
Tukang tuak membuang kayuOrang bijaksana yang mampu menghargai orang lain.
Tumbuh pada alur sudah diturut, tumbuh pada jalan sudah ditempuhMengerjakan suatu pekerjaan hendaknya menurut apa yang telah ditentukan/aturannya.
Tumbuk tanak terserah kepada badan seorangBerusaha untuk hidup mandiri, walaupun banyak orang yang menawarkan pertolongan.
Tunggang hilang berani matiOrang yang mempunyai rasa percaya diri yang sangat tinggi.
Tunggul kayu ditaruh pelicin elok juga, jangankan manusiaBarang yang sederhana dan kurang berharga bila disentuh oleh tangan-tangan kreatif akan menjadi lebih bernilai.
Tunggul terbakar di tengah humaOrang yang berperilaku sangat buruk.
Tuntutlah ilmu dari ayunan sampai ke liang lahatJangan pernah berhenti menuntut ilmu sampai akhir hayat.
Tuntutlah ilmu hingga ke negeri CinaTuntutlah ilmu kemana pun jauhnya kita harus mencari.
Turut hati yang geram, hilang takut timbul keberanianOrang yang penakut akan menjadi sangat berani jika ia sedang terpojok ataupun saat sedang marah.
Turut rasa binasa, turut hati matiBerpikir dan bertindaklah secara bijaksana, jangan hanya menuruti hawa nafsu.

Kamus Peribahasa Online Huruf U

Uang mudah dicari, sahabat sulit didapatKekayaan itu bisa dicari, tetapi jika sahabat sejati telah pergi, maka ia tidak akan pernah kembali lagi.
Ubun-ubun masih bergerak sudah angkuhOrang yang belum berpengalaman, tetapi sudah sombong.
Ubur-ubur airnya hitamOrang yang jahat terlihat nyata dari kelakuan dan perkataannya.
Ucap habis niat sampaiHasil yang diperoleh dengan segera.
Udang hendak mengatai ikanTidak insaf akan kekurangan dirinya sendiri.
Udang merentak dalam tanggukTidak tenang; gelisah.
Udang tak tahu di bongkoknyaTidak insaf akan kekurangan dirinya sendiri.
Udang tak tahu di bungkuknya, orang tak tahu buruknyaOrang yang tidak menyadari keburukannya/kekurangannya sendiri.
Ugut-ugut beruk sajaMenunjukkan keberanian terhadap orang yang takut kepadanya.
Uir-uir minta getahMelakukan sesuatu yang hanya membahayakan dirinya sendiri; perempuan yang memikat hati lelaki. (uir-uir = sebangsa belalang atau jengkerik yang biasa berbunyi di dalam rimba)
Ujung jarum halus kelindan suteraTipu muslihat yang sangat halus.
Ujung lurus, pangkal berkaitKelihatannya baik, tetapi sebenarnya hatinya jahat.
Ukur baju di badan sendiriKejahatan/keburukan diri sendiri janganlah diukur dengan kejahatan/keburukan orang lain.
Ukur berbaur, bertopang berceraiBersatu padu dalam segala hal dapat mempermudah tercapainya tujuan.
Ukur mata dan telingaMenurut penglihatan dan pendengaran.
Ulam mencari sambalPerempuan yang mencari lelaki.
Ular bercampur dengan belut, tak akan hilang bisanyaOrang yang jahat walaupun bergaul dengan orang baik, tetap saja tidak akan berubah tabiatnya.
Ular berkepala duaTidak tentu pihak mana yang didukung; munafik.
Ular berlingkar di gulungan tikarOrang jahat yang menyamarkan diri di kumpulan orang-orang baik.
Ular biar mati, tanah jangan lekuk, buluh jangan pukahMenyelesaikan suatu perkara hendaklah dengan seadil-adilnya, sehingga kedua belah pihak merasa puas (tidak merasa dirugikan salah satunya).
Ular bukan, ikan pun bukanTidak dapat ditentukan baik buruknya.
Ular dipalu biar matiMemberantas kejahatan hingga tuntas.
Ular dipukul jangan mati, kayu pemukul jangan patahMenyelesaikan dua pekerjaan sekaligus dengan hasil yang baik.
Ular menyusur akarOrang besar/berkuasa yang bersikap merendah tidak akan jatuh martabatnya.
Ular telan babi, cacing yang bengkak perutIri hati melihat keberuntungan orang lain.
Ulat dalam batu pun hidup jugaOrang yang rajin berusaha (walaupun miskin) tidak akan mati kelaparan.
Ulat di dalam batu, apa dimakannya?Manusia dapat berusaha, namun hanya Tuhan yang menentukan hasilnya.
Ulat lupakan daunLupa akan budi baik orang lain.
Umpama Belanda kesianganOrang yang bertingkah laku seperti orang putih.
Umpama air digenggam tiada tirisOrang yang sangat kikir dan tidak mau menolong sesama.
Umpama anjing makan muntahnyaOrang yang tamak dan tidak memilih apa yang akan diperbuatnya.
Umpama ayam menetaskan telur itik, anaknya itu ke air jugaPerangai atau kelakuan yang tidak dapat diubah oleh siapapun.
Umpama batik lasum, makin dibasuh makin berbauOrang yang baik, jika diajari dengan baik maka akan semakin baik jadinya.
Umpama bilah atau lidi yang terselat pada dinding, dapat juga diambil akan pencungkil gigi atau pencungkil telingaBetapa pun bodohnya atau bebalnya seseorang, pada suatu saat pasti ada juga gunanya.
Umpama buah kepayang, dimakan mabuk dibuang sayangSesuatu yang sangat disayangi, tetapi bersifat merusak.
Umpama dawaiPekerjaan yang dilakukan dengan kurang teliti.
Umpama gula dalam mulutPekerjaan yang sangat mudah; keuntungan yang sudah pasti.
Umpama kayu buruk, buruk di panas, reput di hujanPerihal nasib seseorang yang sudah tidak dapat diperbaiki lagi.
Umpama memerah nyiur, santan diambil ampas dibuangKita harus dapat membedakan antara ucapan yang baik dan yang buruk.
Umpan habis ikan tak kenaBersusah payah, tetapi tidak ada hasinya.
Umpan habis pancing putus, puca terlepas dari tanganUsaha yang sia-sia.
Umpan menyembunyikan pancingBersikap baik karena mengaharapkan timbal balik/imbalan.
Umpan seumpan, kail sebentukMelakukan suatu usaha/pekerjaan namun dengan alat/syarat yang tidak cukup/memadai.
Umpat dan puji tiada berceraiWaspadalah ketika menerima umpatan maupun pujian.
Umpat tak membunuh, puji tak menyerangBaik pujian maupun celaan tidak perlu didengarkan.
Umur setahun jagung, darah setampuk pinangMasih muda; belum banyak pengalaman.
Umur setahun jagungTidak bertahan lama.
Undang-undang berbatu hitamHukum yang baik dan adil.
Unjuk yang tak diberikanTidak menepati (mengingkari) janjinya.
Untuk baja kait, untuk cangkul ujurSerba tanggung; serba tidak cukup.
Untuk tak dapat diraih, malang tak dapat ditolakMalapetaka/kesulitan tidak dapat dihindari dan keuntungan tidak dapat dicari.
Untung bagai roda pedati, sekali ke bawah sekali ke atasNasib seseorang selalu bertubah.
Untung bagai untung kapasOrang yang banyak penanggungannya.
Untung batu tenggelamTidak ada seorang pun yang dapat menghindar dari takdir.
Untung melambung, malang menimpaMendapat kemalangan silih berganti.
Untung sabut timbul, untung batu tenggelamUntung-untungan dalam melakukan suatu pekerjaan yang berbahaya dan sebagainya; tidak ada orang yang dapat menghindari takdir yang telah ditetapkan Tuhan untuknya.
Untung sebagai roda pedatiNasib manusia selalu berputar/berubah, tidak selamanya baik dan tidak selamanya buruk.
Untung sepanjang jalan, malang sepanjang mataSangat sulit untuk meraih keuntungan, tetapi sangat mudah untuk mendapatkan kesulitan/kecelakaan.
Untut bertambah kulitnyaOrang kaya yang bertambah kaya.
Upah bidan pun tak terbayarAnak-anak nakal yang menyusahkan orang tuanya.
Upah lalu, bandar tak masukTidak mendatangkan hasil sedikit pun, tetapi justru mendatangkan kerugian yang besar.
Upas berulam racunPerbuatan jahat yang saling tindih (berganda).
Ural malang pangkal celakaSumber kesusahan/kesulitan.
Usahlah teman dimandikan pagiTidak perlu mempermainkan orang lain dengan sanjungan/pujian yang berlebihan.
Usang dibarui, lapuk dikajangiMenghidupkan kembali kebiasaan lama yang baik dan sudah dilupakan orang, serta memperbaiki kebiasaan yang kurang baik.
Usul menunjukkan asalSifat/kelakuan seseorang dapat menunjukkan asal-usulnya.
Usul-usul, asal-asal, asal jangan ditinggalkanMengerjakan sesuatu hendaklah dengan sangat berhati-hati.
Utang biduk belum langsai, utang pengayuh datang pulaHutang yang dulu/sebelumnya belum dibayar, tetapi kini sudah berhutang lagi.
Utang darah dibayar dengan darah, utang nyawa dibayar dengan nyawaKebaikan dibalas dengan kebaikan, sedangkan kejahatan dibalas dengan kejahatan.
Utang emas dapat dibayar, utang budi dibawa matiBudi baik seseorang haruslah diingat/dikenang selamanya, karena budi baik tersebut tidak semata-mata dapat dibayar dengan uang.
Utang jiwa dibayar dengan jiwaSegala perbuatan pasti akan mendapatkan balasan yang setimpal/sesuai dengan perbuatannya tersebut.
Utang kayu araHutang yang tidak mungkin terbayarkan.
Utang samir belum selesai, hutang kajang tumbuh pulaHutang yang dulu/sebelumnya belum dibayar, tetapi kini sudah berhutang lagi.
Utang sebelit pinggangSangat banyak hutangnya.
Utang tembilang belum langsai, utang tajak bila pulaHutang yang dulu/sebelumnya belum dibayar, tetapi kini sudah berhutang lagi.
Utang tiap helai buluSangat banyak hutangnya.

Kamus Peribahasa Online Huruf W

Waktu adalah uangDalam melakukan sesuatu, hendaklah menghargai waktu, karena waktu yang terbuang tidak dapat dikembalikan lagi.
Waktu garuda dikalahkan ularPerihal zaman antah-berantah dalam dongeng.
Walau bagaimana pun minyak dicampur dengan air, minyak juga yang timbulWalau bagaimana pun golongan masyarakat yang berkumpul, tetap saja golongan bangsawan yang diberikan layanan istimewa (atau pelayanan yang lebih awal).
Walau disepuh emas lancung, kilat tembaga tampak jugaBagaimana pun orang jahat/biadab diajari, tetap saja sifatnya yang jahat/biadab itu akan kelihatan juga.
Walau ikan diam di dalam tujuh lautan sekalipun, termasuk ke dalam pukat jugaSepandai-pandainya seseorang, ada kalanya ia akan berbuat salah juga.
Walau ikan yang diam di dalam tujuh lautan juga, termasuk ke dalam pukat jugaSepandai-pandainya seseorang, ada kalanya ia akan berbuat salah juga.
Walau seribu anjing menyalak, gunung takkan runtuhOrang yang mempunyai prinsip teguh tidak akan goyah, walaupun banyak godaan ataupun paksaan yang menghampirinya.
Walau sungai mengalir ke laut, laut tiada akan bertambahPemberian orang miskin kepada orang kaya tidak akan terasa/memberikan perubahan bagi mereka.
Walaupun ada umpan, belum tentu ada ikanWalaupun dalam melakukan suatu pekerjaan telah ada persediaan yang cukup/memadai, tetapi belum tentu akan berhasil dengan baik.
Walaupun disepuh emas lancung, kilat tembaga tampakBagaimana pun orang jahat/biadab diajari, tetap saja sifatnya yang jahat/biadab itu akan kelihatan juga.
Walaupun setandan bagi kepala, namun untung berkelainanRezeki setiap orang berbeda-beda.
Warta dibawa pikat dan langauKabar angin; berita-berita yang belum pasti.
Wau melawan anginPerbuatan yang sia-sia.
Wayang kepadaman damarKekacauan yang terjadi secara tiba-tiba.

Kamus Peribahasa Online Huruf Y

Ya sepanjang hari, janji sepanjang jalanMudah untuk berjanji, tetapi sulit untuk menepatinya.
Yang benar bawa lalu, yang salah bawa surutPetiklah pesan berharga/hikmah dalam setiap peristiwa hidup dan buanglah/lupakanlah hal-hal yang kurang baik.
Yang berbaris yang berpahat, yang bertakuk yang bertebangPekerjaan yang dilakukan menurut aturannya.
Yang berhutang terjerat di kaki, yang menjamin terjerat di leherOrang yang menjamin orang yang berhutang sering kali kali terpaksa membayar hutang tersebut karena yang dijamin tidak dapat membayarnya ataupun melarikan diri.
Yang berpayung yang ditembakOrang yang berkuasalah yang dijadikan sebagai tempat untuk meminta pertolongan.
Yang berpuru selalu hendak menggarukOrang yang melakukan kesalahan, suatu saat pasti akan terbongkar juga kesalahannya itu.
Yang bertakuk yang ditebang, yang bergaris yang dipahatPekerjaan yang dilakukan menurut aturannya.
Yang bingung makanan yang cerdik, yang tidur makanan yang jagaOrang bodoh hanya akan menjadi mangsa penipuan dari orang cerdik.
Yang bisu pengejut ayamOrang yang berperangai buruk bisa saja berguna pada suatu ketika.
Yang bulat datang bergolek, yang pipih datang melayangOrang yang bertuah bisa saja mendapatkan keuntungan dari mana-mana.
Yang bulat datang berguling, yang picak datang melayangJika nasib sedang baik, bermacam-macam keuntungan akan datang sendiri.
Yang bungkuk juga dimakan sarungYang bersalahlah yang akan menanggung dosanya/menerima hukumannya.
Yang buntal kutil-mengutil, yang jerung luluh-meluluhYang miskin hidup melarat, sedangkan yang kaya boros berbelanja.
Yang dijolok tiada jatuh, penjolok tinggal di atasYang dikehendaki tidak tercapai, sedangkan alat/syarat yang digunakan untuk mencapai maksudnya itu pun hilang.
Yang dikejar tiada datang, yang dikandung berceceranKekayaan yang ada sudah habis untuk mencari rezeki tambahan, sedangkan keuntungan yang diharapkan juga tidak kunjung tiba.
Yang dikejar tidak dapat, yang dikandung berceceranKekayaan yang ada sudah habis untuk mencari rezeki tambahan, sedangkan keuntungan yang diharapkan juga tidak kunjung tiba.
Yang dimakan rasa, yang dilihat rupa, yang didengar bunyiSegala pekerjaan itu hendaklah dikerjakan sebaik mungkin.
Yang disangka tidak menjadi, yang diam boleh ke diaLain yang berikhtiar, lain pula yang mendapatkan hasilnya.
Yang disuruh tenggelam, yang menyuruh pun tenggelamOrang malas disuruh mengawasi orang yang lebih malas, pada akhirnya hanya akan mendatangkan kerugian.
Yang dulu mendapat, yang kemudian ketinggalanOrang yang rajin berusahalah yang selalu beruntung dibandingkan dengan orang yang malas.

Kamus Peribahasa Online Huruf Z

Zaman Tuk Nadur berkajang kainZaman yang telah lalu; sudah sangat lampau.
Zaman beralih, musim bertukarSegala sesuatu hendaklah disesuaikan dengan keadaan zaman.
Zaman beredar musim bergantiMusim yang tidak dapat dipastikan lagi kapan waktunya akan berganti.
Zikir-zikir saja jatuhkah rezeki jatuh dari langit?Rezeki tidak datang hanya dengan berdoa.

Related posts