Kalimat Ajakan dan Kalimat Larangan, Pengertian, Ciri dan Contoh

Kalimat Ajakan dan Kalimat Larangan, Pengertian, Ciri dan Contoh (Rangkuman Materi Bahasa Indonesia SMP/MTS Kelas 7 Bab III) Kurikulum Merdeka

Kalimat Ajakan dan Kalimat Larangan | Pengertian Kalimat Ajakan dan Kalimat Larangan | Ciri-Ciri Kalimat Ajakan dan Kalimat Larangan | Contoh Kalimat Ajakan dan Kalimat Larangan |

Pengertian Kalimat Ajakan dan Kalimat Larangan

Pengertian Kalimat Ajakan

Kalimat ajakan adalah kalimat yang mengharapkan tanggapan dari orang lain, atau orang yang diajak berbicara. kalimat ini ditandai dengan adanya kata-kata khas ajakan.

Baca Juga :   Peranan Masyarakat dalam Rantai Ekonomi, Permintaan, Penawaran, Status, Peran Sosial, Diferensiasi dan Stratifikasi Sosial

Pengertian Kalimat Larangan

Kalimat larangan adalah ungkapan atau perkataan, baik tertulis maupun tidak tertulis, yang meminta seseorang untuk tidak melakukan suatu perbuatan atau tindakan karena alasan-alasan tertentu.


Ciri-Ciri Kalimat Ajakan dan Kalimat Larangan

Ciri Kalimat Ajakan

  • Kalimat ajakan atau perintah ditandai dengan:
    • Akhir kalimat dapat diakhiri dengan partikel lah atau kan.
    • Kalimat perintah dapat berpola inversi yaitu kalimat diawali dengan predikat (P), lalu subjek (S), seperti:
      • Peganglah (P) + pinggiran kursi (S)!
      • Ambillah (P) + dua buku pelajaran (S)!
      • Perhatikan (P) + makanan kalian (S)!
  • Kalimat ajakan berisi mengenai ajakan dari penutur kepada orang lain atau orang yang diajak berbicara.
  • Kalimat ajakan bersifat mengajak atau membujuk.
  • Kalimat ajakan diawali dengan beberapa kata. Seperti “mari”, “ayo”, “yuk”, dan lain sebagainya.
  • Kalimat ajakan diakhiri dengan menggunakan tanda seru
  • Kalimat ajakan akan diucapkan dengan intonasi tertentu. Seperti intonasi yang menyerukan kalimat yang diucapkannya.
  • Kalimat ajakan menggunakan kata ganti orang. Seperti kata kami, kita atau teman-teman.
Baca Juga :   Modul Ajar PPKn SMP Kelas 7, 8, dan 9 Kurikulum Merdeka 2022 (Download Contoh) (Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan)

Ciri Kalimat Larangan

  • Menggunakan kata larangan seperti tidak boleh, jangan, dilarang.
  • Menggunakan intonasi keras.
  • Kata kerja yang mengikuti biasanya merupakan kata larangan.
  • Menggunakan partikel –lah untuk memperhalus larangan.
  • Diakhiri dengan tanda seru (!)

Contoh Kalimat Ajakan dan Kalimat Larangan

Contoh Kalimat Ajakan

  • Makanlah makanan utama sebanyak tiga kali sehari!
  • Duduklah dengan tegak di kursi!
  • Mari masuk ke dalam!
  • Mari dicoba makanannya!
  • Mari, duduk disini!

Contoh Kalimat Larangan

  • Hindari makanan cepat saji!
  • Tenang, jangan menyerah dahulu!
  • Janganlah kamu menyakiti mereka!
  • Jangan membuang sampah sembarangan!
  • Jangan menyontek.


Related posts