Ini Kunci Jawaban PAI Kelas 12 Halaman 276, 277, 278, 279 Kurikulum Merdeka

KUNCI JAWABAN KURIKULUM MERDEKA BELAJAR

Dalam postingan ini, Anda akan menemukan kunci jawaban untuk Mata Pelajaran PAI Kelas 12 SMA pada Halaman 276, 277, 278, 279 dalam Buku Kurikulum Merdeka. Penting untuk diingat, kunci jawaban ini harus digunakan dengan bijak. Dalam konteks pembelajaran PAI Kelas 12 SMA, pertanyaan memiliki peran vital dalam mengukur pemahaman materi. Oleh karena itu, guru perlu memahami sejauh mana siswa telah memahami materi yang diajarkan.

Bagi orang tua yang membantu anaknya dengan tugas, harapannya adalah agar proses bantu-membantu ini bukan hanya sekadar memberi kunci jawaban, tetapi juga menjadi bagian dari pendidikan anak agar mereka lebih berkembang dalam memahami materi PAI Kelas 12 SMA.

Namun, jika Anda adalah guru dari mata pelajaran PAI Kelas 12 SMA, Anda dapat memanfaatkan wislah.com. Situs ini tidak hanya menyediakan kunci jawaban dari buku siswa PAI Kelas 12 SMA, tetapi juga aktif dalam mendukung Kurikulum Merdeka Belajar, dengan berbagi berbagai materi seperti Buku Paket Siswa dan Guru, Modul Ajar Guru, Materi Ajar Semua Mapel, dan banyak lagi.

Semoga kontribusi dari wislah.com dapat membantu memajukan pendidikan di Indonesia dengan menyediakan referensi yang merata bagi para pelajar di berbagai daerah. Doakan agar wislah.com terus tumbuh dan berkembang, sehingga niat mereka untuk memberikan manfaat dalam dunia pendidikan dapat tercapai.

Baca Juga : Ini Kunci Jawaban PAI Kelas 12 Halaman 327, 328, 329, 330, 331, 332 Kurikulum Merdeka

Ini Kunci Jawaban PAI  Kelas 12 Halaman 276, 277, 278, 279

2. Penilaian pengetahuan

a. Berilah tanda silang pada huruf A, B, C, D, atau E yang dianggap paling tepat!

1. Kesepakatan yang dibuat dan ditetapkan oleh para mujtahid setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW. dalam menetapkan hukum syar’I disebut…..

A. Al-Qur’an

B. hadis

C. qiyas

D. ijma’

E. fatwa ulama

Jawaban:

D. ijma’

2. Hukum dalam melaksanakan ijtihad, dilakukan jika seorang muslim yang memenuhi syarat sebagai seorang mujhatid menemukan permasalahan kontekstual yang belum ada dasar hukumnya, dan harus segera diputuskan kedudukan hukum permasalahan tersebut adalah ….

A. Fardhu’ain

B. Fardhu kifayah

C. Sunnah

D. Haram

E. Makruh

Jawaban:

A. Fardhu’ain

3. Hukum melaksanakan ijtihad, apabila permasalahan yang diajurkan kepadanya tidak dikhawatirkan habis waktunya atau ada orang lain selain dirinya yang sama-sama memenuhi syarat sebagai seorang mujtahid adalah ….

A. Fardhu’ain

B. Fardhu kifayah

C. Sunnah

D. Haram

E. Makruh

Jawaban:

B. Fardhu kifayah

4. Hukum melaksanakan ijtihad, apabila berijtihad terhadap permasalahan yang sudah ditetapkan secara qat’i sehingga hasil ijtihadnya bertentangan dengan hasil syar’i disebut…

A. Fardhu’ain

B. Fardhu kifayah

C. Sunnah

D. Haram

E. Makruh

Jawaban:

D. Haram

Baca Juga : Ini Kunci Jawaban PAI Kelas 12 Halaman 247, 248, 249, 250, 251 Kurikulum Merdeka

5. Mencurahkan segenap kemampuan untuk menetpakan ukum yang belum ada di dalam Al-Qur’an dan hadits menggunakan akal sehat dan jernih disebut. …

A. Ijma

B. Qiyas

C. Mujtahid

D. Ijtihad

E. Jihad

Jawaban:

D. Ijtihad

6. Berikut ini yang bukan syarat melakukan Ijtihad adalah ….

A. Paham seluruh bahasa

B. Paham terhadap Al-Qur’an

C. Paham ulama salaf

D. Dapat menetapkan hukum

E. Paham terhadap Hadis

Jawaban:

A. Paham seluruh bahasa

7. Sebagai sumber hukum Islam yang ke tiga, ijtihad dimaksudkan untuk….

A. Untuk menambah perbendaharaan sumber hukum dalam ajaran agama Islam

B. Sebagai bukti bahwa ulama-ulama suka berfatwa

C. Sebagai penentuan hukum-hukum yang tidak ada di dalam AlQur’an dan Hadits

D. Pelengkap Al-Qur’an dan Hadits

E. Semua benar

Jawaban:

C. Sebagai penentuan hukum-hukum yang tidak ada di dalam AlQur’an dan Hadits

8. Pengertian Ijtihad menurut bahasa adalah….

A. bermalas-malasan

B. bersungguh-sungguh

C. bersepakat

D. bertolak belakang

E. bersatu

Jawaban:

B. bersungguh-sungguh

9. Contoh far’u adalah….

A. riba

B. bunga bank

C. pinjaman

D. utang

E. semua benar

Jawaban:

B. bunga bank

10. Sahabat nabi yang diutus ke Yaman sebagai hakim adalah….

A. Zaid bin Tsabit

B. Zubair bin Awwam

C. Mu’adz bin Jabal

D. Ali bin Abi Thalib

E. Abu Sufyan

Jawaban:

C. Mu’adz bin Jabal

Baca Juga : Ini Kunci Jawaban PAI Kelas 12 Halaman 222, 223, 224, 225 Kurikulum Merdeka

b. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jelas!

1. Dalam perkembangan hukum Islam terjadi adanya perbedaan, maka diperlukan kearifan dalam pemikiran sialm. Bagaimana berijtihad dalam dunia modern saat ini yang berpijak sesuai dengan alquran dan hadis!

Jawaban:

Memberikan argumentasi tentang berijtihad dalam dunia modern saat ini yang berpijak sesuai dengan Al-Qur’an dan hadis: Begitu pentingnya melakukan ijtihad, sehingga Jumhur Ulama’menunjukkan ijtihad menjadi hujah dalam menetapkan hukum berdasarkan Firman Allah surat an-Nisa’: 59 “Jika kamu mempersengketakan sesuatu maka kembalikanlah sesuatu tesebut kepada Allah dan Rasul-Nya”.

2. Halal bi halal yang dilakukan oleh masyarakat Islam Indonesia boleh dilakukan, bagaimana pendapat tentang ijtihad dengan menggunakan Urf!

Jawaban:

Tentang kedudukan Ijtihad terdapat dua golongan, yaitu:

1. Berpendapat bahwa, tiaptiap mujtahid adalah benar dengan alasan karena dalam masalah tersebut Allah tidak menentukan hukum tertentu sebelum diijtihadkan.

2. Berpendapat bahwa yang benar itu hanya satu, yaitu hal ijtihad yang cocok jangkauanya dengan hukum Allah, sedang bagi yang tidak cocok jangkauannya maka dikategorikan salah

3. Penyebab terjadi perbedaan dalam menentukan hukum Islam lebih banyak di pengaruhi oleh masalah metode ijtihad salah satunya adalah Perselisihan tentang ilat dari suatu hukum. Apa maksud dari hal tersebut!

Jawaban:

Mendiskripsikan pendapat tentang halal bi halal yang dilakukan oleh masyarakat Islam Indonesia dalam pandangan urf. Urf’ menurut bahasa adalah kebiasaan. Sedangkan menurt istilah sesuatu yang telah dikenal orang banyak dan menjadi tradisi mereka dan tentunya tradisi disini adalah kebiasaan yang tidak dilarang. Contoh: saling pengertian manusia terhadap jual beli dengan cara saling memberikan tanpa adanya sighot lafdliyah.

Mendiskripsikan terjadi perbedaan dalam menentukan hukum Islam lebih banyak di pengaruhi oleh masalah metode ijtihad. Dari beberapa sebab perbadaan di atas pada perinsipnya disebabkan karena berbeda dalam memahami nash dan metode pengambilan hukum yang dikarenakan sosio-kultural dan geografisnya

4. Masalah qoth’iyah, yaitu masalah yang sudah ditetapkan hukumya dengan dalil-dalil yang pasti, baik melalui dalil naqli maupun aqli. Hukum qoth’iyah sudah pasti keberlakuanya sepanjang masa sehingga tidak mungkin adanya perubahan dan modifikasi serta tidak ada peluang mengistibathkan hukum bagi para mujtahid, hal ini adalah masalah yang tidak dapat lagi di ijtihadkan. Berikan argumentasi dan carikan soal permasalahan qoth’iyah.

Jawaban:

Mendiskripsikan argumentasi dan carikan soal permasalahan qoth’iyah: Masalah qath’iyah, yaitu masalah yang sudah ditetapkan hukumya dengan dalil-dalil yang pasti, baik melalui dalil naqli maupun aqli. Hukum qath’iyah sudah pasti keberlakuanya sepanjang masa sehingga tidak mungkin adanya perubahan dan modifikasi serta tidak ada peluang mengistibathkan hukum bagi para mujtahid. Contoh: kewajiban shalat, puasa, zakat dan haji, untuk masalah tersebut Al-Qur’an telah mengaturnya dengan dalil yang sharih (tegas). Demikian juga ijtihad akan gugur dengan sendirinya apabila hasil ijtihadnya berlawanan dengan nash.

5. Qiyas adalah menetapkan hukum suatu kejadian atau peristiwa yang tidak ada dasar nashnya dengan cara membandingkan dengan suatu kejadian yang telah ditetapakan hukumnya berdasarkan nash, hal ini terjadi di tempat kita. Berikan argumentasi ijtihad dengan pendekatan qiyas, dan berikan contoh permasalahan!

Jawaban:

Mendiskripsikan Qiyas hukum suatu kejadian atau peristiwa yang tidak ada dasar nashnya dengan cara membandingkan dengan suatu kejadian yang telah ditetapkan hukumnya berdasarkan nash. Qiyas adalah menetapkan hukum suatu kejadian atau peristiwa yang tidak ada dasar nashnya dengan cara membandingkan dengan suatu kejadian yang telah ditetapkan hukumnya berdasarkan nash karena ada persamaan illat/sifat diantara kejadian atau peristiwa itu. Contoh narkotika diqiyaskan dengan meminum khamr.

Penutup

Dalam mengakhiri tulisan ini, mari kita ingatkan kembali pentingnya bijak dan etis dalam memanfaatkan kunci jawaban dan sumber-sumber pendukung dalam pembelajaran. Kunci jawaban bisa menjadi alat yang berguna untuk memahami materi dan mengukur pemahaman, namun tidak boleh disalahgunakan. Jika Anda adalah siswa, berusaha untuk memecahkan soal-soal sendiri sebelum merujuk kunci jawaban, karena hal ini akan membantu meningkatkan kemampuan pemahaman dan pemecahan masalah Anda.

Demikian pula, jika Anda adalah orang tua yang membantu anak Anda, jadikanlah bantuan Anda sebagai kesempatan untuk mendukung perkembangan mereka. Ajari mereka cara berpikir kritis dan mandiri, serta mendukung semangat belajar mereka. Bagi guru, penggunaan kunci jawaban sebaiknya diarahkan ke pemahaman yang lebih mendalam dan evaluasi yang lebih baik terhadap perkembangan siswa.

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi semua pihak yang terlibat dalam pendidikan, dan mari kita terus berupaya untuk memajukan sistem pendidikan Indonesia. Terima kasih atas perhatian dan semangat pendidikan yang kita miliki.

Related posts