Pengertian Ihram adalah, Bacaan Niat, Pakaian, Sunah, Diperbolehkan dan Larangan Saat Ihram

  • Whatsapp
Pengertian Ihram adalah, Bacaan Niat, Pakaian, Sunah, Diperbolehkan dan Larangan Saat Ihram

Ihram adalah | Pengertian Ihram | Pakaian Ihram Laki Laki dan Perempuan | Sunah Sunah Ihram | Hal Diperbolehkan | Larangan Saat Ihram |

Pengertian Ihram

Kata Ihram berasal dari kata احراما – يحرم – احرم ,yang berarti mengharamkan. Dalam kontek haji dan umrah, ihram berarti, الحرمة فى الدخول (masuk dalam keharaman).

Sedangkan menurut istilah, adalah  niat masuk (mengerjakan) ibadah haji atau umrah dengan mengharamkan hal-hal yang dilarang selama berihram. Dengan mengucapkan niat ihram haji atau umrah, seseorang berarti telah mulai melaksanakan haji atau umrah.

Bacaan Niat Ihram

Berikut adalah beberapa bacaan niat ihram:



Bacaan Niat Ihram Haji

نَوَيْتُ الْحَجَّ وَأَحْرَمْتُ بِهِ لِلهِ تَعَالَى

Baca Juga :   Surat Al Anfal Ayat 72, Bacaan, Arti Perkata (Mufrodat), Terjemahan, Kandungan dan Tafsir

Nawaitul hajja wa ahramtu bihi lillahi ta’ala

Terjemah: Aku berniat haji dengan berihram karena Allah ta’ala.

Bacaan Niat Ihram Umroh

نويت العمرة وأحرمت بها لله تعالى

Nawaitul ‘umrata wa ahramtu bihi lillahi ta’ala

Terjemah: Saya niat umroh dan lkhromnya karena Allah Ta’ala

Bacaan Niat Ihram Haji dan Umrah

نَوَيْتُ الْحَجَّ والعُمْرَةَ وَأَحْرَمْتُ بِهاَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitul hajja wal ‘umrata wa ahramtu bihi lillahi ta’ala

Terjemah: Aku niat melaksanakan haji sekaligus umrah dan berihram karena Allah ta’ala.

Pakaian Ihram Laki Laki dan Perempuan

Pakaian Ihram Laki Laki

Jemaah pria memakai dua helai kain ihram. Satu kain disarungkan dan satu kain lainnya diselendangkan di kedua bahu dengan menutup aurat. Saat ia tawaf, disunahkan memakai kain ihram dengan cara idhtiba’, yaitu meletakkan bagian tengah selendang di bawah bahu kanan, sedangkan kedua ujungnya di atas bahu kiri.

Pakaian Ihram Perempuan

Jemaah perempuan memakai pakaian yang menutup seluruh tubuh kecuali muka dan kedua tangan dari pergelangan tangan sampai ujung jari (kaffain), baik telapak tangan maupun punggung tangan.

Baca Juga :   Surat An Nisa Ayat 1, Bacaan, Arti Perkata (Mufrodat), Terjemahan, Kandungan dan Tafsir

Sunah Sunah Ihram

Berikut adalah beberapa sunah dalam ihram:




  1. Mandi;
  2. Memakai wangi-wangian pada tubuhnya;
  3. Memotong kuku dan merapikan jenggot, rambut ketiak dan rambut kemaluan;
  4. Memakai kain ihram yang berwarna putih;
  5. Shalat sunnah ihram dua raka’at.

Larangan Saat Ihram

Berikut adalah beberapa larangan saat ihram bagi laki-laki dan perempuan, sedangkan secara khusus dijelaskan di bawahnya, antara lain:

  1. Memakai wangi-wangian kecuali yang sudah dipakai di badan sebelum niat haji/umrah;
  2. Memotong kuku dan mencukur atau mencabut rambut dan bulu badan;
  3. Memburu dan menganiaya/ membunuh binatang dengan cara apa pun, kecuali binatang yang membahayakan mereka;
  4. Memakan hasil buruan;
  5. Memotong kayu-kayuan dan mencabut rumput;
  6. Menikah, menikahkan atau meminang perempuan untuk dinikahi;
  7. Bersetubuh dan pendahuluannya seperti bercumbu, mencium, merayu yang mendatangkan syahwat;
  8. Mencaci, bertengkar atau mengucapkan katakata kotor;
  9. Melakukan kejahatan dan maksiat;
  10. Memakai pakaian yang dicelup dengan bahan yang wangi.

Larangan Saat Ihram Bagi Laki Laki

  1. Memakai pakaian bertangkup (pakaian yang antar ujung kain disatukan secara permanen seperti celana atau baju)
  2. Memakai kaos kaki atau sepatu yang menutupi mata kaki dan tumit;
  3. Menutup kepala yang melekat seperti topi atau peci dan sorban.
Baca Juga :   Surat Ali Imran Ayat 104, Bacaan, Arti Perkata (Mufrodat), Terjemahan, Kandungan dan Tafsir

Larangan Saat Ihram Bagi Perempuan

  1. Menutup kedua telapak tangan dengan kaos tangan;
  2. Menutup muka dengan cadar.

Hal Hal Diperbolehkan Saat Ihram

Berikut adalah beberapa hal yang diperbolehkan saat Ihram:

a. Membunuh binatang buas atau yang membayakan, misalnya kalajengking, tikus, ular, anjing buas, gagak, nyamuk, lalat;

b. Mandi (Keterangan: Ulama Syafi’iyah membolehkan mandi menggunakan sabun, madzhab Hanafi tidak membolehkan mandi menggunakan sabun, madzhab Maliki membolehkan mandi hanya untuk mendinginkan badan, bukan untuk membersihkan badan. Wahbah Zuhaili, Fiqhul Islam wa Adillatuhu, juz III hlm. 239);

c. Menyikat gigi;

d. Berbekam;

e. Memakai minyak angin, balsem, yang dimaksudkan untuk pengobatan;

f. Memakai kacamata, jam tangan, cincin, ikat pinggang;

g. Bernaung di bawah payung, mobil, tenda dan pohon;

h. Membuka tangan dan kaki bagi wanita ketika berwudhu di tempat wudhu perempuan;

i. Mencuci dan mengganti kain ihram;

j. Menggaruk kepala dan badan;

k. Menyembelih binatang ternak yang jinak dan binatang buruan laut;

l. Memakai perhiasan bagi wanita.




Related posts