Humor Santri: Misteri Menghilangnya Jama’ah

Humor Santri: Misteri Menghilangnya Jama'ah

Oleh: Kang Abdul Hadi Afy

Di perkampungan yang tergolong baru terdapat sebuah Musholla kecil yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat,  Sapri adalah ustadz yang kemudian didaulat oleh warga untuk menjadi Imam di musholla baru itu.

Supri yang terkenal dengan suara merdunya itu menjalankan amanat dari masyarkat dengan penuh tanggung jawab, ia senantiasa hadir ke Musholla manakala waktu Sholat tiba, dan ia tetap konsisten menjalankan tugasnya walau kadang jama’ah yang datang tidaklah banyak, terutama waktu subuh. Apalagi ketika musim hujan, tidak jarang Supri hanya mengimamai satu orang akmum.

Suatu hari waktu saat menjelang subuh di musim hujan, cuaca sangat dingin diiringi rintikan hujan tiada henti, Rahim salah satu jama’ah Musholla tempat supri bertugas menjadi imam menyalakan pengeras suara sambal menunggu waktu subuh masuk. Ia membaca Tarhim, sebuah bacaan yang lazim di kumandangkan oleh semua musholla di daerah tersebut.


Sampai kemudian masuk waktu subuh Rahim segera mengumandangkan Adzan dan dilanjutkan dengan membaca “pujian”. Selang berapa menit kemudian, Supri datang untuk mengimami Sholat. Karena setelah menunggu dan tidak ada tanda-tanda akan dating Jama’ah lain, maka supri pun segera memerintahkan kepada Rahim untuk langsung iqomah. Selanjutnya mereka berdua Sholat berjama’ah satu Imam satu makmum.


Pada rakaat pertama, selesai membaca surat al-Fatihah, Supri masih mendengar suara Rahim membaca “Aamiin…”. Namun tanpa sepengetahuan Supri, Rahim tiba-tiba kebelet buang air, sehingga saat rakaat kedua ia pulang ke rumah karena musholla tersebut belum menyediakan WC, baik yang versi jongkok apalagi duduk.

Baca Juga :   Arwah Mengenali Kita

Supri mulai merasakan keanehan sekaligus membatin saat ia selesai membaca surat Al fatihah di rokaat kedua, tidak ada suara “Aamiin…” dari Rahim. Meski agak bingung, Supri tetap melanjutkan shalatnya. Ia berfikir mungkin karena cuaca sedang hujan, jadi suara Rahim tidak terdengar. Sampai kemudian ia makin kebingungan dan mulai dihinggapi ketakutan sebab saat ia membaca doa Qunut, tidak terdengar suara apapun dari belakang, apalagi suara “Aamiin…” dari Rahim.

Supri mulai penasaran, sambil Sujud, ia berusaha mengintip dengan cara sedikit menengokkan kepala ke belakang. Ternyata tidak ada manusia bernama Rahim! Supri mulai ketakutan dan buru-buru menyelesaikan Shalat. Setelah salam ia langsung bangkit bergegas pulang. Tiba-tiba di depan pintu ia berpapasan dengan Rahim. Melihat Rahim dating, sambil tersipu malu Supri kembali ke Musholla untuk melanjutkan wiridnya. Gengsi dong!


Baca Juga :   Pertempuran Kapal Selam: Menengok Karya Sineas India


Related posts