Hadis Tentang Tidak Menunda Pekerjaan, Sanad & Matan, Arti Kosa Kata, Terjemahan dan Isi Kandungan

Hadis Tentang Pengertian Iman, Sanad & Matan, Arti Kosa Kata, Terjemahan dan Isi Kandungan

Hadis Tentang Tidak Menunda Pekerjaan | Sanad & Matan Hadis Tentang Tidak Menunda Pekerjaan | Arti Kosa Kata Hadis Tentang Tidak Menunda Pekerjaan | Terjemahan Hadis Tentang Tidak Menunda Pekerjaan | Isi Kandungan Hadis Tentang Tidak Menunda Pekerjaan |

Sanad & Matan Hadis Tentang Tidak Menunda Pekerjaan

عن عبدالله بن عمر رضي الله عنهما قال رسول الله صلى الله عليه وسلم بمنكبي فقال كن في الدنيا كأنك غريب أوعابر سبيل وكان ابن عمر يقول إذا أمسيت فلا تنتظر الصباح وإذا أصبحت فلا تنتظر المساء وخذ من صحتك لمرضك ومن حياتك لموتك

Arti Kosa Kata Hadis Tentang Tidak Menunda Pekerjaan

Dan bila kamu berada di pagi hariوإذا أصبحتJadilah kamu di duniaكن في الدنيا
Maka janganlah menunggu waktu soreفلا تنتظر المساءAtau seorang pengembaraأوعابر سبيل
Dan hidupmu sebelum matimuومن حياتك لموتكMaka janganlah kamu menunggu datangnya waktu pagiفلا تنتظر الصباح

Terjemahan Hadis Tentang Tidak Menunda Pekerjaan

Dari Abdullah bin Umar radhiyallah ‘anhuma dia berkata; “Rasulullah SAW pernah memegang pundakku dan bersabda: ‘Jadilah kamu di dunia ini seakan-akan orang asing atau seorang pengembara.” Ibnu Umar juga berkata; ‘Bila kamu berada di sore hari, maka janganlah kamu menunggu datangnya waktu pagi, dan bila kamu berada di pagi hari, maka janganlah menunggu waktu sore, pergunakanlah waktu sehatmu sebelum sakitmu, dan hidupmu sebelum matimu. (HR. Bukhari No. 256.)

Isi Kandungan Hadis Tentang Tidak Menunda Pekerjaan

Hadis ini adalah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar berisi nasihat Nabi Saw. Hadis ini dapat menghidupkan hati karena di dalamnya terdapat peringatan untuk menjauhkan diri dari tipuan dunia, masa muda, masa sehat, umur dan sebagainya. Ibnu Umar berkata: Rasulullah Saw, pernah memegang kedua pundakku. Hal ini menunjukkan perhatian yang besar pada beliau, dan saat itu umur beliau masih 12 tahun. Ibnu Umar berkata: Beliau pernah memegang kedua pundakku.

Jika seseorang diberitahu bahwa kematian akan datang kepadanya malam ini, maka belum tentu dia dapat menambah amal kebaikannya. Hal ini dapat terjadi dengan senantiasa mengingat hak Allah Swt. Jika dia beribadah, maka dia telah menunaikan hak Allah Swt dan ikhlas dalam beribadah hanya untuk Rabbnya. Jika dia memberi nafkah pada keluarganya, maka dia melakukannya dengan ikhlas dan sesuai dengan syariat. Jika dia berjual beli, maka dia akan melakukan dengan ikhlas dan senantiasa berharap untuk mendapatkan rezeki yang halal. Demikianlah, setiap kegiatan yang dia lakukan, senantiasa dilandasi oleh ilmu. Ini adalah keutamaan orang yang memiliki ilmu, jika mereka bertindak dan berbuat sesuatu maka dia akan senantiasa melandasinya dengan hukum syariat. Jika mereka berbuat dosa dan kesalahan, maka dengan segera mereka akan memohon ampunan. Maka dia akan seperti orang yang tidak berdosa setelah beristigfar. Pelajaran:

  • Bersegera mengerjakan pekerjaan baik dan memperbanyak ketaatan, tidak lalai dan menunda-nunda karena dia tidak tahu kapan datang ajalnya.
  • Menggunakan berbagai kesempatan dan momentum sebelum hilangnya berlalu?
  • Zuhud di dunia berarti tidak bergantung kepadanya hingga mengabaikan ibadah kepada Allah Swt ta’ala untuk kehidupan akhirat.
  • Hati-hati dan khawatir dari azab Allah Swt adalah sikap seorang musafir yang bersungguh-sungguh dan hati –hati agar tidak tersesat.
  • Waspada dari teman yang buruk hingga tidak terhalang dari tujuannya.
  • Pekerjaan dunia dituntut untuk menjaga jiwa dan mendatangkan manfaat, seorang muslim hendaknya menggunakan semua itu untuk tujuan akhirat.
  • Bersungguh-sungguh menjaga waktu dan mempersiapkan diri untuk kematian dan bersegera bertaubat dan beramal shaleh.
  • Rasulullah memegang kedua pundak Abdullah bin Umar, adalah agar beliau memperhatikan apa yang akan beliau sampaikan.

Menunjukkan bahwa seorang pelajar harus diajarkan tentang perhatian gurunya kepadanya dan kesungguhannya untuk menyampaikan ilmu kedalam jiwanya. Hal ini dapat menyebabkan masuknya ilmu, sebagaimana hal itu juga menunjukkan kecintaan Rasulullah kepada Abdullah bin Umar, karena hal tersebut pada umumnya dilakukan oleh seseorang kepada siapa yang dicintainya.

Related posts