Hadis Tentang Taat Kepada Allah | Sanad & Matan Hadis Tentang Taat Kepada Allah | Arti Kosa Kata Hadis Tentang Taat Kepada Allah | Terjemahan Hadis Tentang Taat Kepada Allah | Isi Kandungan Hadis Tentang Taat Kepada Allah |
Sanad & Matan Hadis Tentang Taat Kepada Allah
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى أَخْبَرَنَا الْمُغِيرَةُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْحِزَامِيُّ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أَطَاعَنِي فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ وَمَنْ يَعْصِنِي فَقَدْ عَصَى اللَّهَ وَمَنْ يُطِعْ الْأَمِيرَ فَقَدْ أَطَاعَنِي وَمَنْ يَعْصِ الْأَمِيرَ فَقَدْ عَصَانِي و حَدَّثَنِيهِ زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا ابْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ بِهَذَا الْإِسْنَادِ وَلَمْ يَذْكُرْ وَمَنْ يَعْصِ الْأَمِيرَ فَقَدْ عَصَانِي
Arti Kosa Kata Hadis Tentang Taat Kepada Allah
| Barangsiapa metaati seorang pemimpin | وَمَنْ يُطِعْ الْأَمِيرَ | Barang siapa mentaatiku | مَنْ أَطَاعَنِي |
| Sungguh dia telah mentaatiku | فَقَدْ أَطَاعَنِي | Sungguh dia telah mentaati Allah | فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ |
| Dan siapa saja bermaksiat kepada seorang pemimpin | وَمَنْ يَعْصِ الْأَمِيرَ | Dan barangsiapa bermaksiat kepadaku | وَمَنْ يَعْصِنِي |
| Maka dia telah bermaksiat kepadaku | فَقَدْ عَصَانِي | Maka dia telah bermaksiat kepada Allah | عَصَى اللَّهَ |
Terjemahan Hadis Tentang Taat Kepada Allah
Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya telah mengabarkan kepada kami Al Mughirah bin Abdurrahman Al Hizami dari Abu Az Zannad dari Al A’raj dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Barang siapa mentaatiku sungguh dia telah mentaati Allah, dan barangsiapa bermaksiat kepadaku maka dia telah bermaksiat kepada Allah. Barangsiapa metaati seorang pemimpin sungguh dia telah mentaatiku, dan siapa saja bermaksiat kepada seorang pemimpin maka dia telah bermaksiat kepadaku.” Dan telah menceritakan kepadaku Zuhair bin Harb telah menceritakan kepada kami Ibnu ‘Uyainah dari Abu Az Zinad dengan isnad ini, namun dia tidak menyebutkan, ‘Barangsiapa bermaksiat kepada seorang pemimpin’.”. (HR. Muslim, No. 3417).
Isi Kandungan Hadis Tentang Taat Kepada Allah
Hadis tersebut mejelaskan taat kepada Allah Swt dan Rasul-Nya. Kata taat secara bahasa artinya mengerjakan sesuatu yang diperintahkan. Sedangkan secara syari’ah ialah beramal melaksanakan perintah dan meninggalkan larangan disertai niat dan keyakinan. Ada 3 makna taat kepada Allah Swt. yaitu taat bermakna patuh, penurut dan tunduk.
- Taat Bermakna Patuh
Taat bermakna patuh adalah mematuhi perintah Allah Swt dan menjauhi larangannya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia patuh bermakna taat seperti taat (pada perintah, aturan, dan sebagainya); salah satu perilaku patuh contohnya adalah membiasakan diri untuk disiplin. Orang yang patuh terhadap ajaran Islam akan melaksanakan seluruh perintah Allah Swt dan Rasul-Nya sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku, dengan kata lain ia sudah masuk pada level muslim atau orang yang sudah berserah diri kepada seluruh aturan dan nilai-nilai yang diajarkan. Seorang muslim adalah seorang yang patuh dan seluruh perilaku dan sifat serta sikapnya menampakkan nilai-nilai kepatuhan. Perintah Allah Swt contohnya s}alat, puasa, dan menunaikan zakat. Sementara itu, yang dilarang Allah Swt seperti minum minuman yang memabukkan, meninggalkan salat fardu, berjudi, dan mengambil hak orang lain. Kepatuhan kepada Allah Swt dan rasul adalah sifatnya mutlak, sedangkan kepada pimpinan adalah dengan catatan yaitu selama tidak bertentangan dengan perintah dan larangan Allah Swt dan rasul.
- Taat Bermakna Penurut
Taat bermakna penurut adalah menuruti semua aturan yang bersumber dari ajaran Islam. Sebagai umat Islam kita harus menaati aturan-aturan yang telah ditentukan oleh Allah Swt dan RasulNya, selain itu juga kita harus menaati aturan Pemerintah. Karena jika kita melanggar peraturan, maka kita akan mendapatkan sanksi seperti dosa, hukuman atau yang lain. Contoh perbuatan taat peraturan dalam agama Islam yaitu menjalankan salat lima waktu, puasa, dan melaksanakan perintah-perintah Allah Swt.
- Taat Bermakna Tunduk
Taat bermakna tunduk adalah selalu tunduk dan mengabdi terhadap qada’ dan qadar yang datangnya dari Allah Swt seperti kita tunduk bahwa Allah Swt menetapkan manusia hanya boleh beribadah kepada Allah Swt. Sedangkan tunduk bermakna dua, makna denotatif (makna sebenarnya) berarti menghadapkan wajah ke bawah, condong ke depan dan ke bawah. Sementara makna konotatif yaitu takluk atau menyerah kalah yang dalam peperangan ditandai dengan bendera putih sebagai simbol kekalahan atau pengakuan atas kemenangan musuh.
Makna tunduk adalah orang yang mempunyai kesadaran tinggi terhadap pelaksanaan semua ajaran dan nilai-nilai yang diajarkan Allah Swt dan RasulNya. Orang yang tunduk secara otomatis mempunyai kepatuhan, sedangkan orang yang hanya patuh tidak serta merta mempunyai ketundukan. Orang yang tunduk memasuki level keberimanan dengan menyandang predikat mukmin, level yang jauh lebih tinggi dari sekedar muslim. Seluruh sifat, sikap dan perilaku orang yang tunduk bernuansa nilai-nilai kesadaran, ketidakberdayaan dan pengakuan di hadapan Allah Swt dan Rasul-Nya.






