5 Pengertian Filologi, Tujuan dan Objek Kajian Filologi

Pengertian Filologi, Tujuan dan Objek Kajian Filologi

Filologi Adalah | Pengertian Filologi Menurut Para Ahli | Tujuan Filologi | Objek Kajian Filologi |

Pengertian Filologi Secara Bahasa

  • Filologi berasal dari kata philos dan logos. Filos berarti: cinta, logos artinya: kata. Jadi filologi mengandung makna: cinta kata-kata, cinta wacana, cinta belajar, cinta ilmu, cinta menulis, cinta bahasa dan budaya.
  • Kata filologi dalam bahasa Inggris: philology digunakan dari perspektif terbatas, khususnya penyelidikan rangkaian pengalaman dan terjemahan tulisan dalam tulisan kuno.
  • Dalam referensi The 9 More limited Oxford English Word dicirikan: “cinta belajar dan menulis, penyelidikan menulis dalam arti luas”. Referensi Webster’s mendefiniskan filologi: “penyelidikan logis tentang bahasa dan desainnya serta keterkaitannya”.
  • Dalam kebiasaan gaya lama Barat, kata filologi kemudian diperluas berarti penyelidikan budaya yang bergantung pada pesan.
  • Kemudian dalam perkembangannya di Belanda, istilah filologi berarti ilmu yang diidentikkan dengan penyelidikan tulisan tulisan abstrak yang diidentifikasikan dengan dasar-dasar sosial yang menopang kehidupan, termasuk bahasa, sejarah, adat istiadat, agama, dan sebagainya.

Pengertian Filologi Menurut Para Ahli

Berikut adalah beberapa pengertian filologi menurut para ahli yang dikutip dari berbagai sumber:

  1. Menurut Baried dkk., filologi adalah ilmu yang mengungkap informasi masa lampau yang terkandung dalam bahan tertulis peninggalan masa lalu dengan harapan adanya nilai-nilai atau hasil budaya masa lampau yang diperlukan dalam kehidupan masa kini.
  2. Menurut Badrulzanman, filologi adalah satu disiplin ilmu yang erat kaitannya dengan masa lampau. Filologi bergerak pada ranah karya-karya sastra lama melalui pengkajian di bidang naskah, baik itu ilmu, sejarah, pusi, prosa, dan lain-lain. yang boleh jadi nas kah-naskah tersebut mengandung nilai-nilai yang masih relevan dengan kondisi masyarakat masa kini.
  3. Pujiastuti, filologi adalah disiplin ilmu yang berhubungan dengan karya-karya masa lampau yang berupa dokumen tertulis.
  4. Menurut Lubis, filologi adalah pengetahuan tentang sastra-sastra dalam arti luas yang mencakup bidang sastra, bahasa, dan kebudayaan.
  5. Menurut Dra. Nurhayati Harahap, M.Hum, Filologi adalah ilmu yang mempelajari hasil karya masa lampau untuk memahami suatu kebudayaan pada masa lampau dengan cara membaca dan mengkaji isi teks tertulis.

Tujuan Filologi

Berikut adalah beberapa tujuan dari filologi beserta penjelasannya:

  • Mentransliterasikan teks dengan tugas utama menjaga keaslian/ ciri khusus penulisan kata dan menerjemahkan teks yang ditulis dalam bahasa daerah ke bahasa Indonesia.
  • Menyunting teks dengan sebaik-baiknya dengan tetap mem perhatikan pedoman ejaan yang berlaku, penggunaan huruf kapital, tanda-tanda baca, penyusunan alinea, dan bagian-bagian cerita.
  • Mendeskripsikan kedudukan dan fungsi naskah dan teks yang diteliti supaya dapat diketahui tempat karya sastra yang diteliti itu dalam kelompok atau jenis sastra yang mana dan apa manfaat dan gunanya karya sastra itu.
  • Sebagai tambahan, tujuan kritik teks adalah membersihkan teks dari kesalahan yang terjadi selama penyalinan berulang kali itu; merekonstruksi isi naskah, sehingga naskah telah tersusun kembali seperti semula; dan menjelaskan bagian-bagi an cerita yang kurang jelas sehingga seluruh teks dapat dipahami

Dalam sumber yang berbeda, Lubis membagi dua tujuan:

Tujuan Umum

1. Memahami sejauh mana perkembangan suatu bangsa melalui sastranya, baik tulisan maupun lisan.

2. Memahami makna dan fungsi teks bagi masyarakat pen ciptanya/penulisnya.

3. Mengungkapkan nilai-nilai budaya lama sebagai alternatif pengembangan kebudayaan.

Tujuan Khusus

1. Menyunting sebuah teks yang dipandang dekat dengan teks aslinya.

2. Mengungkapkan sejarah terjadinya teks dan sejarah per embangan.

3. Mengungkapkan persepsi pembaca pada setiap kurun/zaman penerimaannya.

Objek Kajian Filologi

Berikut adalah beberapa objek kajian filologi dan penjelasannya.

Edwar Djamaris mengemukakan bahwa filologi mempunyai objek penelitian yaitu naskah dan teks.

Siti Baroroh Baried, dkk menyatakan naskah pada umumnya berupa buku atau bahan tulisan tangan (handschrift atau manuschrift) dengan memakai daun, lontar, dluwang, kulit kayu, rotan, bambu, dan kertas. Sedangkan teks adalah kandungan atau muatan naskah berupa abstrak yang hanya dapat dibayangkan saja dan memuat berbagai ungkapan pikiran serta perasaan penulis yang disampaikan kepada pembacanya.

Dalam filologi istilah teks menunjukkan sesuatu yang abstrak, sedangkan naskah merupakan sesuatu yang konkret. Filologi mempelajari kebudayaan masa lalu melalui teks-teks tertulis, teksteks tertulis di atas suatu bahan yang disebut naskah, jadi obyek penelitian filologi adalah teks dari masa lalu yang tertulis di atas naskah yang mengandung nilai budaya.

Related posts