Biografi Singkat Yusuf Qardhawi: Profil, Pendidikan, Karya dan Pemikiran

  • Whatsapp
Biografi Singkat Yusuf Qardhawi: Profil, Pendidikan, Karya dan Pemikiran


Biografi Yusuf Qardhawi | Biografi Singkat Yusuf Qardhawi | Profil Yusuf Qardhawi | Pendidikan Yusuf Qardhawi | Karya Yusuf Qardhawi | Pemikiran Yusuf Qardhawi | Referensi Wislah|

Profil Yusuf Qardhawi

Syekh Yusuf Qardhawi dikenal sebagai salah satu ulama Islam di dunia saat ini. Dr. Yusuf Qardhawi lahir pada 9 September 1926 di Shafat Turab Mesir bagian barat, di desa Sharf At-Turab terletak antara Kota Tahnta dan kota Al-Mahallahal Al-Kubra, yang merupakan kabupaten (Markaz) paling terkenal di provinsi Gharibah, Mesir. Berjarak sekitar 21 kilo meter dari Thanta dan 9 kilo meter dari Al-Mahallah. Desa tersebut adalah tempat dimakamkannya salah seorang sahabat Nabi SAW, Abdullah bin Harits ra. Nama lengkap Yusuf Qardhawi adalah Muhammad Yusuf bin Abdullah bin Ali bin Yusuf. Sedangkan Al-Qardhawi merupakan nama keluarga yang diambil dari nama daerah tempat mereka berasal, yakni al-Qardhah. Dia adalah seorang ulama kontemporer yang ahli dalam bidang hukum islam serta beliau juga mantan Dekan Fakultas Syari‟ah Universitas Qatar.

 Yusuf Qardhawi berasal dari keluarga yang taat menjalankan ajaran agama Islam. Ketika berusia 2 tahun, ayahnya meninggal dunia. Sebagai anak yatim, ia di didik dan diasuh oleh pamannya, dia juga mendapatkan perhatian yang cukup besar dari pamannya sehingga pamannya tersebut dianggap sebagai orang tuanya sendiri. Keluarga paman Yusuf Qardhawi juga merupakan keluarga yang taat dalam beragama islam, maka tidak heran jika Yusuf Qardhawi menjadi orang yang kuat dalam beragama. Pada bulan Desember 1985 Yusuf Qardhawi menikah dengan seorang wanita yang bernama Ummu Muhammad. Istrinya berasal dari keluarga Hasyimiyah Husainiyah. Dari pernikahannya dengan Ummu Muhammad Yusuf Qardhawi dikaruniai 7 orang anak, yaitu terdiri dari 4 orang anak perempuan yang bernama Ilham, Saham, Asma dan Ala dan 3 orang anak laki-laki yang bernama Muhammad, Abdurrahman dan Usamah.



Sebagai seorang Ulama yang terbuka, Yusuf Qardhawi membebaskan anak-anaknya untuk menuntut ilmu apa saja sesuai dengan minat dan bakat serta kecenderungan masing-masing. Hebatnya lagi, dia tidak membeda-bedakan pendidikan yang harus ditempuh anak perempuan dan anak-anak laki-lakinya. Salah seorang putrinya mendapat gelar Doktor Fisika dalam bidang Nuklir dari Inggris. Putri keduanya memperoleh gelar Doktor Kimia juga dari Inggris, sedangkan yang ketiga menempuh S3. Adapun yang keempat telah menyelesaikan pendidikan S1- nya di Universitas Texas Amerika. Anak laki-laki yang pertama menempuh S3 dalam bidang Teknis Elektro di Amerika, yang kedua belajar di Universitas Darul Ulum Mesir. Sedangkan yang bungsu telah menyelesaikan kuliahnya pada Fakultas Teknik Jurusan Listrik.

Dilihat dari beragam pendidikan anak-anaknya, dapat dilihat sikap dan pandangan Yusuf Qardhawi terhadap pendidikan Modern. Dari ketujuh anaknya, hanya satu yang belajar di Universitas Darul Ulum Mesir dan memperoleh pendidikan agama. Sedangkan yang lainnya mengambil pendidikan umum dan semuanya ditempuh di luar negeri. Sebabnya adalah karena Yusuf Qardhawi merupakan seorang ulama yang menolak pembagian ilmu secara dikotomis. Semua ilmu bisa Islami dan tidak Islami, tergantung kepada yang memandang dan mempergunakannya.

Pemisahan ilmu secara dikotomis itu menurut Yusuf Qardhawi telah menghambat kemajuan umat. Ketika berusia lima tahun, Yusuf Qhardhawi dididik belajar menulis dan menghafa Al-Qur‟an secara intensif oleh pamannya, bersamaan dengan itu ia juga disekolahkan disekolah dasar yang bernaungan dibawah lingkungan Departemen Pendidikan dan Pengajaran Mesir yang terletak di desa beliau yang merupakan cabang dari pusat Provinsi Al-Gharbiyyah untuk mempelajari ilmu umum seperti berhitung, sejarah, kesehatan, dan ilmu-ilmu lainnya.



Berdasarkan ketekunan dan kecerdasan Yusuf Qardhawi akhirnya ia berhasil menghafal 30 juz pada usia 10 tahun. Tidak hanya itu, kefasihan dan kebenaran tajwid serta kemerduan qira‟atnya menyebabkan ia sering disuruh menjadi imam masjid. Karena kemahirannya dalam bidang Al-Qur‟an pada masa remajanya, ia dipanggil dengan nama Syekh Qardhawi oleh orang-orang disekitar kampungnya.

Bahkan karena kefasihannya dan kemerduannya dalam melantunkan ayat Al-Qur‟an, ia sering diminta menjadi imam dalam shalat magrib, isya dan shubuh. Sedikit orang yang tidak menangis saat shalat dibelakang Yusuf Qardhawi.

Setelah tamat dari Sekolah Dasar, Yusuf Qardhawi melanjutkan ke Ma’had (pesantren) Thanta selama empat tahun, kemudian melanjutkan pada tingkat menengah selama 5 tahun. Kemudian beliau melanjutkan Studinya di Universitas Al-Azhar Kairo untuk mengambil bidang Studi Agama pada Fakultas Ushuluddin sampai mendapatkan Syahadah Aliyah (1952-1053). Pada tahun 1957 Yusuf Qardhawi masuk pada ma’hadAlBuhus wa Al-Dirasat Al-Arabiyyah Al-Aliyah, sampai mendapatkan Diploma Tinggi dibidang Bahasa dan Sastra.  



Kecerdasannya mulai terlihat beliau menyelesaikan studinya di Fakultas Ushuluddin Universitas Al-Azhar dengan predikat terbaik yang diraihnya pada tahun 1952/1953. Kemudian beliau melanjutkan pendidikannya pada jurusan bahasa arab selama 2 tahun. Dijurusan inipun beliau lulus dengan mendapatkan predikat pertama diantara 500 mahasiswa. Setelah lulus dari pendidikan bahasa arab, beliau beliau melanjutkan studinya ke Lembaga Tinggi Riset dan Penelitian Masalah-masalah Islam dan Perkembangannya selama 3 tahun.

Pada tahun 1957, Yusuf Qardhawi melanjutkan studinya dilembaga riset dan penelitian masalah-masalah Arab selama 3 tahun. Akhirnya ia menyandang diploma dibidang sastra dan bahasa. Tanpa menyia-nyiakan waktu, ia mendaftar pada tingkat Pasca Sarjana di Fakultas Ushuluddin jurusan Tafsir Hadits di Universitas Cairo Mesir. Lalu ia meminta pendapat pada Dr. Muhammad Yusuf Musa untuk menentukan mana yang baik untuknya.

Pendidikan Yusuf Qardhawi

Pada waktu masih kecil. Karena dorongan dan ajakan salah seorang saudaranya untuk pertama kalinya Yusuf Qardhawi belajar dengan Syaikh Yamani Murad yang dipanggil dengan sebutan Kuttab. Akan tetapi, beliau hanya bertahan satu hari bersama Syaikh Yamana dan setelah itu beliau tidak mau lagi belajar dengan Syaikh Yamani. Hal tersebut disebabkan karena cara mangajar yang dilakukannya. Untuk membuat para murid lebih giat, Syaikh Yamani sering menghukum murid-muridnya termasuk beliau.

Allah menganugerahi beliau dengan memberikan perasaan yang tidak dapat menerima sebuah kezhaliman, sekecil apaun kezhaliman tersebut. Mulai saat itu beliua tidak suka berbuat zhalim dan tidak suka dizhalimi.

Beliau juga mengetahui Rasulullah SAW meminta perlindungan kepada Allah SWT agar tidak berbuat zhalim dan tidak dizhalimi, tidak membodohi dan tidak dibodohi.

Oleh karena kezhaliman yang menimpa beliau tersebut telah menyebabkan beliau memutuskan untuk tidak datang lagi kepada syaikh manapun dalam rangka belajar al-Quran. Hal ini berlangsung beberapa lama. Sampai akhirnya Ibunda (rahimahallah) beliau menyuruh beliau untuk belajar kepada Syaikh Hamid. Pada saat menitipkan kami, ibu berkata, “Syaikh, anak ini adalah amanah untukmu” Syaikh Hamid menjawab,” Dia adalah anakku (juga) dan dia akan selalu aku awasi.”

Aktivitas yang beliau lakukan dirumah seorang Kuttap adalah menghapal ayat-ayat al-Quran. Ayat-ayat yang akan beliau hapal beliau tulis diatas sabak yang dibahasi dengan minyak, sehingga layak ditulisi dengan tinta.

Beliau mengkhatamkan hapalan al-Quran dalam usia sembilan tahun leibh beberapa bulan. Beliau menjadi murid termuda dikampung yang sudah hapal-al-Quran dengan waktu lebih dari satu tahun dikarenakan beliau diajak berdagang oleh pamannya selama sepuluh bulan. Seandainya saat menghapal al-Quran beliau tidak pernah menghilang dari Syaikh Hamid, barangkali beliau berhasil menghapalnya kurang dari satu tahun. Namun semuanya sudah berada dalam ketentuan Allah SWT. Semenjak saat itu masyarakat menjuluki beliau dengan julukan “Syaikh” sehingga beliau dipanggil dengan nama Syaikh Yusuf yang hapal al-Quran.

Saat mamasuki usia tujuh tahun, beliau dimasukkan ke sekolah dasar milik pemerintah yang ada dikampung beliau yang merupakan cabang dari Provinsi al-Gharbiyyah. Salah seorang guru yang mengajar disekolah tersebut adalah tetangga beliau, yaitu Syaikh Abdullah Zayid. Beliau mangajari Yusuf Qardhawi dan anak-anak lainnya tentang perkalian.

Guru yang mengajari beliau pada semester pertama adalah Syaikh Ali Sulaiman Khalil. Saat itu beliau mendapatkan julukan”Biran Ji al-Fash” yang artinya kelas paling pertama. Akar kata tersebut adalah diambil dari kata Bir yang artinya nomor satu dan kata Biranji adalah orang yang meraih nomor satu.

Bersama Ustad Sa’id Sulaiman Tsabit beliau diajari mata pelajaran Sejarah, goegrafi dan ilmu keterampilan seperti ilmu kesehatan, kuat, mengarang dan mahfuzat.

Beliau merupakan guru nahwu Yusuf Qardhawi, beliau memanggil yusuf qardhawi dengan sebutan “Ya Allamah” yang artinya wahai anak serba tahu.

Pada tahun kedua ibtidaiyah beliau diajari mata pelajaran mahfuzat oleh Syaikh al-Bahi al-Khuli. Sang guru mengharuskan beliau untuk menghapal karya sastra al-Manfaluti yang diambil dari bagian Kitab an- Nadzarat bagian judul ar-Rahman (kasih sayang)

Pada tahun ketiga ibtidaiyah beliau belajar ilmu syoraf yang merupakan saudara kandung ilmu nahwy. Ustadz yang mengajari beliau adalah orang alim yang beliau cintai. Ia mengajar dengan metode yang sangat baik dan mudah dipahami. Guru tersebut adalah syaikh muhammad ghubarah.

Syaikh Muhammad Asya-Syanawi berasal dari daerah mahallah ruh, yang letaknya bersebelahan dengan kampung beliau. Bersama Syaikh Muhammad Asya-Syanawi, Yusuf Qardhawi belajar ilmu fikih yang bermazhab Hanafi.

Seorang guru juga mengajari beliau fikih mazhab hanafi adalah Syaikh Mahmud ad-Diftar. Meskipun beliau tidak dapat melihat, tetapi beliau adalah seorang guru yang mendalami bidangnya. Beliau adalah salah seorang keturunan keluarga besar ad-dhiftar yang sangat terkenal sebagai pengikut mazhab hanafi dan sangat menghormati mazhabnya .bersama syaikh ini beliau termasuk siswa yang banyak protes dan banyak pertanyaan yang terkadang juga sering membuat Syakih Mahmud ad-Diftar marah.

Salah seorang guru beliau yang tidak kalah penting adalah Syaikh Muhammad Mutawali Asy-Sya’rawi. Syaikh tersebut merupakan guru sastra pada tingkat Tsanawiyah.

Syaikh Muhammad Badir, Beliau adalah dosen tafsir yusuf qardhawi pada tingkat pertama al- azhar. Ia adalah seorang ulama yang sangat menguasai ilmu qira’ah, seorang pujangga dan sastrawan.

Syaikh Muhammad Amin Abu Ar-Raus, Beliau juga merupakan dosen Yusuf Qardhawi pada bidang mata kuliyah Tafsir.

Syaikh Muhammad Ahmadain dan Abdul Hamid Asy-Syadzili.  Mereka adalah dua orang ulama ahli hadits sekaligus dosen yang mengajar Yusuf Qardhawi.

Syafi’i Azh-Zhawahiri merupakan para dosen yang mengajari ilmu tauhid.

Syaikh Abdul Fattah Syahatah, Mahmud Fayyadh dan Abu Zaid Syalabi adalah para dosen yang mengajarkan sejarah.

Syaikh Abu Bakar Dzikri mengajarkan toeri akhlak, Syaikh Mansur Rajab mengajarkan ilmu akhlak, Dr. Muhammad Ghallab mengajar filsafat timur dan Yunani, Dr Abdul Halim Mahmud mengajar Filsafat Islam dan Filsafat modern, Syaikh Thayyib Najjar mengajar ilmu Ushul Fiqh, Dr Jamaluddin mangajar Psikologi, dan  Syaikh Ali al-Gharrabi mengajar aliran-aliran Islam(al-Firaq al-Islamiyah).

Syaikh Muhammad al-Ghazali merupakan guru Yusuf Qardhawi dari kalangan Ikhwanul Muslimin. Beliau sangat sering mengunjung rumahnya di Darb as-Sa’adah bersama Assa; dan Damardasy ( sahabat Yusuf Qardhawi), tepatnya sebelum beliau pindah ke jalan al-Azhar, lalu pindah laig ke Doqqi. Syaikh Muhammad al-Ghazali juga merupakan guru beliau ketika berada di penjara timur.

Beliau dengan Syaikh Hasan al-Banna memang tidak bisa berjumpa dikarenakan Syaikh al-Banna tinggal di Kairo sedangkan beliau tinggal di Thantha kecuali jika beliau ke Kairo atau Syaikh Hasan al-Banna ke Thantha.

Beliau hanya dapat menikmati ceramah, wejengan dan menyelami pemikirannya hanya ketika beliau mengunjunig Thantha atau di kota-kota lain yang berdekatan. Salah satu nasihat yang pernah beliau sampaiakan selama berkali- kali ke thantha adalah, nasihat yang khusus diberikan kepada dewan guru dan senat siswa. Beliau berwasiat tiga hal: pertama, selalu bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu, kedua, istiqamah dalam memegang teguh agama. Ketiga, selalu saling cinta di antara kami.

Syaikh Sayyid Sabiq, beliau sering mengunjungi dirumah lamanya yang terletak di Suq as-Silah, sebelum Syaik Sayyid Sabiq pindah ke Garden City.

Syaikh Bahi al-Khuli, beliau juga sering mengunjungi rumahnya di jalan al- Mathariyah sebelum Syaikh Bahi al-Khuli pindah ke jalan Gashr al-Aini.

Diantara sumber mata air ilmu jernih adalah kajian tafsir. Beliau belajar kajian tafsir ini di darul himah kepada empat ulama kondang yang ahli di bidangnya pada saat itu yaitu: syaikh mahmud syaltut, Syaikh Abdul Wahhab khlaf, Ustad Abdul Wahhab mudah dan seorang lagi yang beliau lupa namanya.

Karya Yusuf Qardhawi

Syaikh Yusuf Al-Qaradawi telah menulis berbagai kitab dalam berbagai bidang keilmuan Islam terutama dalam bidang sosial, dakwah dan pengajian Islam. Kitab-kitab beliau sangat diminati oleh umat Islam seluruh dunia. Bahkan Kitab-kitab tersebut telah diulang cetak berpuluh-puluh kali dan diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa. Di samping itu, kitab-kitab tersebut dapat menjelaskan wawasan perjuangan dan pemikiran al-Imam al-Qaradawi Hafizhahullah secara lebih terperinci,

Informasi terakhir (awal September 2007) beliau sedang sakit dan sedang merampungkan kitab terbarunya yang berjudul Fiqh Jihad. Semoga Allah memberikan kesembuhan dan kesehatan dikuatkan dalam berdakwah,tetap bersabar dalam menghadapi hujatan, cacian, bahkan fitnah yang menimpa beliau, serta Allah maafkan dan ampuni segala kesalahan dan kekhilafan beliau, Aamiin Yaa Rabbal alamin.

Berikut adalah karya beliau:

Fiqh dan Usul Fiqh

Sebagai seorang ahli fiqh, beliau telah menulis beberapa buah kitab yang terkenal seperti berikut :

  • Al-Halal wa al-Haram fi al-Islam, (Halal dan Haram dalam Islam), al-Maktab al-Islami, Beirut, 1980.
  • Fatawa Mu’asarah, 2 jilid ( Fatwa-Fatwa Semasa), Dar al-Wafa’, Kaherah., 1993.
  • Al-Ijtihad fi al-Shari’at al-Islamiah, (Ijtihad dalam syariat Islam), Dar al-Qalam, Kuwait,1996.
  • Madkhal li Dirasat al-Shari’at al-Islamiah, (Pengenalan Pengajian syariat Islam), Maktabah Wahbah, Kaherah, 1997.
  • Min Fiqh al-Dawlah al-Islamiah, (Fiqh Kenegaraan), Dar al-Shuruq, Kaherah,1997.
  • Nahw Fiqh Taysir, ( Ke arah fiqh yang Mudah), Maktabah Wahbah, Kaherah,1999.
  • Al-Fatwa bayn al-Indibat wa al-Tasayyub, (Fatwa-fatwa antara Kejituan dan Pencerobohan), Dar al-Sahwah,Kaherah,1992.
  • Al-Fiqh al-Islami bayn al-Asalah wa al-Tajdid, (Fikah Islam antara ketulenan dan Pembaharuan), Maktabah Wahbah, Kaherah, 1999.
  • Awamil al-Sa’ah wa al-Murunah fi al-Syari’ah al-Islamiah (Faktor-Faktor kelenturan dalam syariah Islam), Maktabah Wahbah, Kaherah, 1999.
  • Al-Ijtihad al-Mu’asir bayn al-Indibat wa al-Infirat, (Ijtihad Semasa antara kejituan dan kecuaian), Dar al-Tawji’ wa al-Nashr, Kaherah,1994.
  • Fiqh al-Siyam, ( Hukum Tentang Puasa), Dar al-Wafa’, Kaherah,1991.
  • Fiqh al-Taharah, (Hukunm Tentang Kebersihan), Maktabah Wahbah, Kaherah,2002.
  • Fiqh al-Ghina’ wa al-Musiqa (Hukum Tentang Nyayian dan Muzik ), Maktabah Wahbah, Kaherah,2001.
  • Fi Fiqh al-Aqaliyyat al-Muslimah, ( Fiqh minoriti Muslim) Dar l-Shuruq, Kaherah, 2001.

Ekonomi Islam

  • Fiqh al-Zakat 2 Juzuk (Fikah Tentang Zakat), Muasassah al-Risalah, Beirut.
  • Mushkilat al-Faqr wa kayfa Alajaha al-Islam, (Masalah kefakiran dan bagaimana Islam mengatasinya),Maktabah Wahbah, Kaherah, 1980.
  • Bay’u al-Murabahah li al-Amri bi al-Shira; ( Sistem jual beli al-Murabah), Maktabah Wahbah, Kaherah, 1987.
  • Fawa’id al-Bunuk Hiya al-Riba al-Haram, ( Faedah bank itulah yang diharamkan), Dar al-Wafa’, Kaherah,1990
  • Dawr al-Qiyam wa al-Akhlaq fi al-Iqtisad al-Islami, ( Peranan nilai dan akhlak dalam ekonomi Islam), Maktabah Wahbah, Kaherah, 1998.
  • Dur al-Zakat fi alaj al-Musykilat al-Iqtisadiyyah, (Peranan zakat dalam Mengatasi Masalah ekonomi), Dar al-Shuruq, kaherah, 2001.

Pengetahuan Tentang al-Quran dan al-Sunnah

Al-imam juga melalukan kajian mengenai al-Quran dan al-Sunnah terutama dalam memahami metodologi, cara berinteraksi dan membetulkan kefahaman mengenai al-Quran dan al-Sunnah. Dalam bidang ini beliau telah menulis :

  • Al-Aql wa al-Ilm fi al-Quran, ( Akal dan Ilmu dalam al-Quran), Maktabah Wahbah, Kaherah,1996.
  • Al-Sabru fi al-Quran, (Sabar dalam al-Quran), Maktabah Wahbah, Kaherah,1989.
  • Tafsir Surah al-Ra’d, (Tafsir surah Ra’d), Dar al-Bashir, Kaherah,1996.
  • Kayfa Nata’amal ma’a al-Sunnah al-Nabawiyyah, (Bagaimana berinteraksi dengan sunnah), Dar al-Shuruq, Kaherah, 2000.
  • Madkhal li Dirasat al-Sunnah, (Pengantar mempelajari sunnah), Maktabah Wahbah, Kaherah,1992.
  • Kayfa Nata’amal ma’a al-Quran, ( Bagaimana berinteraksi dengan al-Quran), Dar al-Shuruq, Kaherah,1999.
  • Al-Muntaqa min al-Taghib wa al-Tarhib ( hadith-hadith terpilih mengeni berit gembira dn peringatan), Dar al-Wafa, Kaherah, 1993.
  • Al-Sunnah Masdaran li al-Ma’rifah wa al-Hadarah, (Sunnah sebagai sumber pengetahuan dan tamadun), Dar al-Shuruq, Kaherah,1997.

Akidah Islam

Mengenai persoalan tauhid, al-Imam al-Qaradawi telah menulis beberapa buah buku :

  • Wujud Allah, (Adanya Allah), Maktabah Wahbah, Kaherah,1990
  • Haqiqat al-Tawhid, (Hakikat Tauhid), Maktabah Wahbah, Kaherah,19
  • Mawqif al-Islam min al-Ilham wa al-Ksh wa al-Ru’a wa Min al-Kananah w al-Tarna’im wa al-Ruqa. ( Posisi Islam mengenai Ilham, kasyaf, mimpi, ramalan, pencegah kemalangan dan jampi), Maktabah Wahbah, Kaherah,1994
  • Iman bi Qadr, (Keimanan kepada Qadar), Maktabah Wahbah, Kaherah,

Dakwah dan Pendidikan

Al-Imam al-Qaradawi juga merupakan seorang juru dakwah yang penuh semangat. Dalam bidang ini beliau telah menulis buku-buku terkenal :

  • Thaqafat al-Da’iyyah, (Wawssan Seorang juru dakwah), Maktabah Wahbah, Kaherah,1991
  • Al-Tarbiah al-Islamiah wa Madrasah Hassan al-Banna,, ( Pendidikan Islam dan ajaran Hassan al-Banna), Maktabah Wahbah, Kaherah,1992
  • Al-Rasul wa al-Ilmi, ( Rasul dan Ilmu), Muasassah al-Risalah, Beirut, 1991
  • Al-Waqt fi Hayat al-Muslim (Waktu dalam kehidupan seorang Muslim), Dar al-Sahwah, Kaherah, 1991
  • Risalat al-Azhar bayn al-Ams al-Yawmi wa al-Ghad, ( Risalah al-Azhar antara semalm, hari ini dan besok), Maktabah Wahbah, Kaherah,1984
  • Al-Ikhwan al-Muslimun sab’in Amman fi al-Da’wah wa al-Tarbiyyah, (Ikhwan al-Muslimun selama 70 tahun dalam dakwah dan Pendidikan), Maktabah Wahbah, Kaherah,1999

Kepastian Mengatasi Masalah dengan Cara Islam

Menurut pandangan al-Imam al-Qaradawi, Islam adalah suatu kepastian yang wajib diikuti untuk mengatasi semua masalah yang kita hadapi. Tidak ada suatu sistem yang dapat mengatasi persoalan umat keculi Islam. Malah apa-apa sistem selain Islam hanya akan menambahkan luka parah yang sudah di alami umat. Mengenai masalah ini beliau telah menulis :

  • Al-Hulul al-Mustwaradah wa Kayfa janat ‘ala Ummaatina, (Penyelesaian Import : bagaimana ia Menghentam Umat kita), Maktabah Wahbah, Kaherah,1993
  • Al-Hall al-Islami faridatan wa daruratan (Mengatasi masalah dengan cara Islam adalah suatu kewajipan dan kepastian), Maktabah Wahbah, Kaherah,1987
  • Bayinat al-hall al-Islami wa Syubuhat al-Ilmaniyyin wa al-Mustaqhribin, (Penjelasan mengatasi masalah dengan cara Islam dan tuduhan orang Barat dan pengnut sekular), Maktabah Wahbah, Kaherah, 1988
  • ‘Ada’ al-hall al-Islami, (Musuh-musuh dalam penyelesaian cara Islam), Maktabah Wahbah, Kaherah, 2000

Tokoh Islam

Al-Imam al-Qaradawi jug menulis beberapa buah buku tentang sejarah hidup para tokoh :

  • Al-Imam al-Ghazali bayn Madihi wa Naqidihi, ( Imam al-Ghazali antara para pemuja dan pengkritiknya). Dar al-Wafa’, Kaherah,1988
  • Al-Shaykh al-Ghazali Kama Araftuhu Khilala Nisf al-Qarn (Syeikh al-Ghazali seperti yang saya kenal selama setengah abad), Dar al-Wafa’, Kaherah,1995
  • Nisa Mu’minat, (Para Wanita Beriman), Maktabah Wahbah, Kaherah,1979
  • Abu Hasan al-Nadwi Kama ‘Araftuh, , (Abu Hassan al-Nadwi seperti yang saya kenal) Dar al-Fikr, Beirut, 2001
  • Fi Wada’ al-‘A’lam (Memperingati Pemergian Tokoh-Tokoh), Dar al-fikr, Beirut, 2003

Dalam Bidang Akhlak Berdasarkan al-quran dan al-sunnah

  • Al-Hayat al-Rabbaniah wa al-‘Ilm, (Kehidupan Rabbani dan Ilmu), Maktabah Wahbah, Kaherah, 1995.
  • Al-Niyat wa al-Ikhlas (Niat dan Keikhlasan), Maktabah Wahbah, Kaherah,1995
  • Al-Tawakkal (Bertawakal kepada Allah), Maktabah Wahbah, Kaherah, 1995
  • Al-Tawbah ila Allah ( Taubat kepada Allah), Maktabah Wahbah, Kaherah, 2000

Kebangkitan Islam

Kebangkitan Islam yng sedang rancak dan merebak ke seluruh duni kebelangkangn ini jug menjadi perhatian al-Imam al-Qaradawi. Beliau adalah seorang tokoh aktivis yang sering memberikan gagasn-gagasn yng meluruskan hala-tuju gerakan kebangkitan Islam pada jalan tengah dn mencakupi hampir semua permasalahan umat. Tulisan beliau dalam persoalan ini menyeluruh, mendlm dan bersesuaian dengan realiti semasa. Al-imam Al-Qaradawi dalam masalah ini telah menulis beberapa buah buku yang terkenal :

  • Al-Sahwah al-Islamiah Bayn al-Juhud wa al-Tatarruf ( Kebangkitan Islm antara penolakn dn sikap ekstrim), Dar al-Wafa’, Kaherah, 1992
  • Al-Sahwah al-Islamiah bayn al-Ikhtilaf al-Mashru’ wa al-Tafaruq al-Madzmum, ( Kebangkitan Islam antara perbezaan pendapat yang dibolehkan dan perpecahn yang tercela), Dar al-Wafa’, Kaherah, 1991
  • Al-Sahwah al-Islamiah wa Humum al-Watan al-Arabi ( Kebangkitan Islam dan keresahan negara-negara Arab), Dar al-Sahwah, Kaherah,1993
  • Min Ajli Sahwah rashidah Tujaddid al-Din wa Tanhad bi Dunya (Untuk mencapai kebangkitan yng sedar, yang membaharui agama dan membaiki dunia),Dar al-Wafa’, Kaherah, 1995
  • Awlawiyyat al-Harakah al-Islamiyyah fi al-Marhalah al-Qadimah (Keutamaan gerakan Islam pada masa depan), Maktabah Wahbah, Kaherah,2001
  • Fi Fiqh al-Awlawiyyat ( Fikah Memahami keutamaan-keutamaan), Maktabnah Wahbah, Kaherah,2000
  • Al-Islam wa al-Ilmaniyyah wajhan li wajhin ( Islam dn sekularisme secara berdepan), Maktabah Wahbah, kaherah,1997
  • Ayna al-Khalal? (Di manakah kesalahannya?), Dar al-Sahwah, Kaherah, 1985
  • Al-Syariat al-Islamiah Solihah li tatbiq fi Kulli Zaman wa makan ( Syariat Islam sesuai dilaksana setiap masa dan tempat), Dar al-Sahwah, Kaherah,1993
  • Al-Ummah al-Islamiyyah haqiqatun la wahm ( Umat Islam adalah suatu hakikat dan bukan khyalan), Maktabah Wahbah, Kaherah, 1995
  • Al-Thaqafah al-Islamiyyah bayn al-Asalah wa al-Mu’asarah ( Pengetahuan Islam antara ketulenan dn pembaharuan), Maktabah Wahbah, Kaherah,1994
  • Ghair al-Muslimin fi al-Mujtama’ al-Islam (Orang Bukan Islam dalam masyrakat Islam), Maktabah Wahbah, Kaherah, 1992
  • Al-Muslimun wa al-Aulamah, ( Kaum Muslim dan globalisasi), Dar al-Tawji’ wa al-Nashr, Kaherah, 2000
  • Al-Islam wa Hadarah al-ghad (Islam Tamadun Masa Depan), Maktabah Wahbah, Kaherah,1995
  • Al-Tataruf al-Ilmani fi Muwajahat al-Islam, ( Ektremis Sekular dalam Menghadapi Islam), Andalusiah li Nashr,Kaherah, 2000
  • Al-Sahwah al-Islamiah min al-Murahaqah ila al-Rusyd, (Kebangkitan Islam dari transisi kepada panduan), Dar al-Shuruq, Kaherah,2002

Penyatuan fikrah bagi Petugas Islam

Al-Imam al-Qaradawi jug menulis buku mengenai asas –asas yng diperlukan bagi petugas Islam dengn mengambil kira sas pendidka yang telah ditetapkn oleh Hassan al-banna. Antaranya ialah :

  • Syumul al-Islam (Kesempurnaan Islam), Maktabah Wahbah, Kaherah,1991
  • Al-Marji’yyat al-Ulya fi al-Islam al-Quran wa al-Sunnah ( Sumber rujukan tertinggi dalam Islam ialah al-Quran dan al-Sunnah),Muasassah al-Risalah, Beirut,1993
  • al-Siyasah al-Syar’iyyah fi daw’ nusus al-Shari’at wa Maqasiduha (siyasah syar’iyyah menurut syariat dan matlamatnya), Maktabah Wahbah, Kaherah,
  • Kayfa Nata’amal Ma’a al-Turath (Bagaimana Berinteraksi dengan Buku-buku klasik), Maktabah Wahbah, Kaherah,2001
  • Nahw Fiqh Muyassar mu’asirah, Maktabah Wahbah, Kaherah,1999

Kefahaman Islam

Al-Imam al-Qaradawi juga menulis tentang kefahaman Islam dengan pendekatn yang mudah dn jells. Antaranya ialah :

  • Al-Iman wa al-Hayat (Iman dan Kehidupan), Maktabah Wahbah, Kaherah, 1990
  • Al-Ibadat fi al-Islam (Ibadat dalam Islam), Maktabah Wahbah,Kaherah,1985
  • Al-Khasas’is al-Ammah li al-Islam (Keistimewaan Agama Islam), Maktabah Wahbah, Kaherah, 1989
  • Madkhal li Ma’rifah al-Islam, (Pengantar Mengenali agama Islam), Maktabah Wahbah, Kaherah,1996
  • Al-Nass wa al-Haq ( Manusia dan Kebenaran), Maktabah Wahbah, Kaherah,1993
  • Jil al-Nasr al-Mansyud ( Generasi Kemenangan yang dinantikan), Maktabah Wahbah, Kaherah,1998
  • Durus al-Nakbah al-Thaniah (Pengajaran mengenai musibah kedua), Maktabah Wahbah, Kaherah,1993
  • Khatab al-Shaykh al-Qaradawi 5 jilid (Khutbah Syeikh al-Qaradawi),Maktabah Wahbah, Kaherah, 1997
  • Liqaat wa Muhwarat hawla Qadaya al-Islam wa al-‘Asr (Perbincangan tentang permasalahan Islam dan semasa), Maktabah Wahbah, Kaherah,2001
  • Qadaya Mua’sarah ala basat al-Bahth (Kajian mengenai permasalan semasa)
  • Ri’ayah al-bai’ah fi Syari’at al-Islam ( Memelihara alam Sekitar Menurut Syariat Islam), Dar al-Shuruq, Kaherah,2001

Bidang Kesussateran dan Syair

  • Nafahat wa Lafahat (Syair), Dar al-Wafa’, Kaherah.
  • al-Muslimun Qadimun ( Orang Muslim Maju) (Syair), Dar al-Wafa’, Kaherah,
  • Yusuf al-Sadiq, (Nabi Allah Yusuf) (Drama), Maktabah Wahbah, Kaherah,
  • Alim wa Taghiyyat , (Golongan Ulamak dan Golongan Pelampau)( Drama),Maktabah Wahbah, 1998

Risalah Kecil Mengenai Kebangkitan Islam

  • Al-Din fi ‘Asr al-‘Ilm ( Agama dalam dunia Ilmu Pengetahuan). Maktabah Wahbah, Kaherah, 1995
  • Al-Islam wa al-Fann (Islam dan Kesenian), Maktabah Wahbah, Kaherah, 1996
  • Al-Niqab al-Mar’ah ( Pemakaian tudung bagi wanita), Maktabah Wahbah Kaherah, 1996
  • Markaz al-Mar’ah fi al-Hayat al-Islamiah ( Kedudukan wanita dalam kehidupan Islam), Maktabah Wahbah, Kaherah,1996
  • Fatawa al-Mar’ah al-Muslimah (Fatwa-fatwa tentang wanita Muslimah, Maktabah Wahbah, Kaherah,1996
  • Jarimah al-riddah (Jenayah Murtad), Maktabah Wahbah, Kaherah, 1996
  • Al-Aqaliiyyat al-Diniyyat wa hulli al-Islami ( Minoriti agama dan Penyelesaian Islam, Maktabah Wahbah, Kaherah, 1996
  • Al-Mubasyirat bintisar al-Islamiah ( Berita Kemenangan Islam), Maktabah Wahbah, Kaherah,1996
  • Mustaqbal Usuliyyah al-Islamiah ( Masa Depan golongan fanatik Islam), Maktabah Wahbah, Kaherah,1997
  • Al-Quds Qadiyah likulli al-Muslim ( Quddus tanggungjawab setiap muslim), Maktabah Wahbah, Kaherah, 1998
  • Hajat al-Basyariah ila al-Risalah al-Hadariah li Ummatina ( Kepeluan Manusia kepada risalah ketamdunan kita), Maktabah Wahbah, Kaherah, Kaherah, 2000
  • Fatawa min ajli Palastin, (Fatwa-fatwa tentang Palestin), Maktabah Wahbah, Kaherah, 2003
  • Zahirah al-Ghulu fi Takfir ( Fanatik dalam Mengkafir), Maktabah Wahbah, Kaherah, 1990

Kumpulan Ceramah-Ceramah Yusuf al-Qaradawi

  • al-Sunnah wa al-Bid’ah, (Sunnah dan Bidah), Maktabah Wahbah, Kaherah,1999
  • Zawaj al-Maysar, haqiqat wa Hukm, (Perkahwinan Maysar hakikat dan hokum), Maktabah Wahbah, 1999
  • Dawabit al-Shar’iyyah libina’ al-Masajid, (prinsip syariat dalam Membina masjid), Maktabah Wahbah, Kaherah, 1999
  • Mawqif al-Islam al-Aqdi min kufr al-Yahudi wa al-Nasara, (Pendirian islam terhadp perjanjian dengan Yahudi dan Nasr), Maktabah Wahbah, Kaherah, 1999
  • Al-Juwaini Imam al-Haramain, ( Juwaini Imam Haramain), Maktabah Wahbah, Kaherah, 2000
  • Al-Istishaq wa al-Tubna fi Shari’at al-Islamiah, ( Penamaan dalam Syari’at Islam), Maktabah Wahbah, Kaherah,
  • Umar ibn Abdul Aziz, (Umar bin Abdul Aziz), Maktabah Wahbah, 2001
  • Likay Tanjaha Muasassah al-Zakat, (Semoga Institusi zakat Berjaya),Muasassah al-Risalah, Beirut,1994,

Pemikiran Yusuf Qardhawi

Pendapat Al-Qaradhawi tentang Partisipasi Seorang Muslim dalam Pemerintahan Muslim menyebutkan bahwa berdirinya sebuah negara dimulai dari adanya keyakinan akan kebenaran Islam sebagai sistem kehidupan yang lengkap termasuk di dalamnya kehidupan politik dan hukum. Adanya keyakinan dari rakyat inilah selanjutnya yang direalisasikan secara konkret untuk menjadikannya sebagai pengaturan pemerintahan, sehingga memungkinkan untuk membentuk daulah atau negara . Namun, apabila hal tersebut amat sukar untuk dicapai dengan berbagai alasan-alasan yang memaksa, maka demi kemaslahatan kaum Muslim diperbolehkan untuk bergabung dengan yang lain dan menerima kekuasaan yang ada.

Prinsip dasar Islam dalam pengaturan kehidupan publik bermasyarakat, berbangsa dan bernegara pada dasarnya bertujuan untuk mewujudkan kemaslahatan umat dan kesejahteraan rakyat secara umum. Dalam kaidah ushul fikih telah disebutkan bahwa tujuan substantiv universal disyariatkannya hukum-hukum agama (syariat) adalah untuk menjamin hakhak dasar manusia yang meliputi: keselamatan beragama (hifz al-din), keselamatan jiwa dan raga (hifz al-nafs), keselamatan keluarga atau keturunan (hifz al-nasl), keselamatan harta benda (hifz al-mal), keselamatan akal (hifz al-‘aql).

Usaha al-Qaradhawi untuk memberikan ahl adz-dzimmah hak yang semestinya mereka dapatkan, sangat sesuai dengan konsep yang tertuang didalam sebuah perjanjian yang lahir ketika Nabi Muhammad memimpin umat Islam pada masanya yaitu yang disebut “shohifah madinah” atau “piagam madinah” yang menyatakan bahwa mereka mendapatkan hak perlindungan. Perlindungan ini sangat jelas tertulis dalam Piagam Madinah. Dalam pasal 15 disebutkan “Jaminan Allah satu. Jaminan (perlindungan) diberikan oleh mereka yang dekat” . Dalam piagam ini, dinyatakan bahwa setiap orang yang berada di Madinah mempunyai hak untuk mendapatkan jaminan perlindungan, meskipun berbeda latar belakang agama dan suku.

Yusuf Qaradhawi juga mengungkapkan bahwasanya kepersertaan Muslim dalam pemerintahan non-muslim diberikan titik kuat dalam bentuk menciptakan kemaslahatan bagi seluruhnya, maka kepimpinan no-muslim dalam pemerintahan harus ditaati. Diberikan keluasan dan hak-haknya dengan tidak mengabaikan kewajibanya sebagai warga Negara. Diberikan hak membangun tempat ibadah dan menjalankan syariat agamanya serta melakukan rutinitas agamanya seperti biasanya dengan tidak menyakiti hati umat muslim. Dengan kondisi sebaliknya, Muslim diperintahkan taat pada kepimpinan mayoritas dalam pemerintahan non-Muslim dengan pemerintahan tersebut mengakomdir kebutahan Muslim.

Dapat disimpulkan bahwa toleransi terhadap para penganut agama lain, seperti dipraktekkan oleh kaum Muslimin yang hidup mereka sepenuhnya  berlandaskan agama dan disaat mereka telah meraih kemenangan dan kekuasaan sempurna, adalah sesuatu yang belum pernah dikenal dalam sejarah agama-agama lain.

Related posts